Rida Fironika Kusumadewi
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Improving the Ability of Understanding Mathematical Concepts through Digital-based Comics for Elementary School Students Rida Fironika Kusumadewi; Amos Neolaka; Mahmuddin Yasin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 7, No 2 (2020): October 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.7024

Abstract

AbstractThis study was intended to improve the ability in understanding mathematical concepts through digital-based comics. The population in this study were the fifth grade elementary school students in the Genuksari area, Semarang, Indonesia, totaling 120 students, with sample of 58 students. The instrument used in this study was a test of the ability to understand mathematical concepts. Meanwhile, the research data were analyzed using different test (t-test) and normalized gain test. The results showed that the t test results showed t-count = 39.74 > t-table = 1.98 at the significance level α = 0.05. This means that the use of digital-based comic teaching materials is better than conventional books. Meanwhile, the results of the n-gain test showed that the pretest value was 61.17 and the posttest value was 90.96 with an average value of 0.73 increase in the high category. So, it can be concluded that the teaching materials developed could increase students' ability to understand mathematical concepts. Therefore, the use of teaching materials digital-based comics is very effective and becomes an alternative in increasing the ability to understand mathematical concepts in elementary school students.Keywords: teaching materials, digital comics, ability to understand mathematical concepts. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika melalui komik berbasis digital. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas lima sekolah dasar di wilayah Genuksari, Semarang, Indonesia yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel 58 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematika. Sementara itu, data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji beda (t-tes) dan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji t menunjukkan t-hitung = 39,74 > t-tabel = 1,98 pada taraf signifikansi  α = 0,05. Artinya penggunaan bahan ajar komik berbasis digital lebih baik dari buku konvensional. Sedangkan hasil uji n-gain diperoleh bahwa nilai pretest sebesar 61,17 dan nilai posttest sebesar 90,96 dengan nilai rata-rata peningkatan sebesar 0,73 dengan kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Oleh karena itu, penggunaan bahan ajar komik berbasis digital sangat efektif dan menjadi alternatif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: bahan ajar, komik digital, kemampuan pemahaman konsep matematika.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR “CREATIVE FACTOR” BERBASIS PROYEK Rida Fironika Kusumadewi; Nuhyal Ulia; Ina Riana; Tubiyanto Tubiyanto
JIPMat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v5i1.5943

Abstract

Penelitian ini untuk mengembangkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan produk bahan ajar “Creative Factor” pada materi kelipatan dan faktor bilangan. Produk bahan ajar “Creative Factor” materi kelipatan dan faktor bilangan dikembangkan berdasarkan kebutuhan guru terhadap sumber referensi lain dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD). Pada soal pretest rata-rata siswa belum memenuhi KKM 60, dan pada soal pretest siswa mendapatkan nilai rata-rata 40. Sedangkan pada soal postest siswa sudah memenuhi KKM yaitu nilai lebih dari 60, dan mendapatkan nilai siswa rata-rata 78. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada bahan ajar “Creative Factor” berbasis proyek ada peningkatan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi kelipatan dan faktor bilangan yaitu mencapai nilai 0,67 dengan interpretasi “Sedang”. Berdasarkan hasil tersebut, produk bahan ajar “Creative Factor” dapat dinyatakan meningkat pada materi kelipatan dan faktor bilangan.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF MELALUI MEDIA KOMIK SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI Tri Mulyati; Rida Fironika Kusumadewi; Nuhyal Ulia
Pedagogi Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v8i1.4054

Abstract

 Kegiatan belajar interaktif bukan menekankan pada hasil namun lebih ke proses belajar, sehingga bagaimana seorang guru dapat membuat siswa lebih mudah menguasai pelajaran yang tidak diperoleh dari kegiatan menghafal namun dari mengalami atau pengalaman. Dalam mempermudah memahami pelajaran perlunya alat atau media penunjang, pada masa pandemic media memiliki peran penting dalam meraih tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pembelajaran interaktif melalui media komik bagi siswa kelas II sebagai solusi pembelajaran dimasa pandemi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan angket yang diambil dari beberapa responden sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif melalui media komik sebagai solusi pembelajaran dimasa pandemic cukup memenuhi kriteria dan memberikan nuansa baru dalam pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan pendidik menguasai strategi yang digunakan dan memaksimalkan dalam penggunaan media.Kata kunci: pembelajaran interaktif, media komik, pandemi
DEVELOPING DIGITAL - BASED COMIC MEDIA IN TEACHING MATHEMATICS FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Muhamad Afandi; Rida Fironika Kusumadewi; Ridha Dwi Lestari
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 5, No 2 (2021): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.482 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v5i2.339

Abstract

This research aims to develop digital-based comic media on addition and subtraction materials of mathematics for elementary school students at grade II. This research was motivated by a lack of knowledge of students on addition and subtraction materials. The novelty of this media is in the form of files without using sheets of paper. This study used ADDIE model (Anlysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Based on the five stages of development of comic media resulted from the feasibility of 90% while the practicality of teachers obtained a percentage of 90% and practicality of students obtained a percentage of 93%. The use of products gets a percentage of 86% with the category "excellent". This study has an implication that that the use of learning media makes students more actively involved in the learning process especially those in elementary schools. Therefore, teachers are supposed to maintain their creativity in teaching.
Concept maps as dynamic tools to increase students' understanding of knowledge and creative thinking Rida Fironika Kusumadewi; Imam Kusmaryono
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pe.v12i1.11745

Abstract

Concept maps are closely related to students' understanding of knowledge and creative thinking skills. This study aims to determine the effectiveness of concept maps as in increasing understanding of knowledge and creative thinking skills when students are involved in learning activities. The type of research method chosen is descriptive analysis. Research data were collected through (1) questionnaires, (2) concept map assessment rubrics, and (3) interviews. The results of the questionnaire were evaluated using the percentage technique. Students' answers to open-ended questions about the advantages and disadvantages of applying concept maps are summarized and analyzed descriptively. The results showed that most respondents stated that learning with concept maps was fully effective. Analysis of answers to questionnaires and open-ended questions cloncludes that concept maps are effective as a tool to improve students' understanding of knowledge and creative thinking skills that have implications for meaningful learning, student positive attitudes, and student academic achievement.
Antologi Cerita Matematika Berbasis Digital untuk Meningkatkan Problem Solving untuk Guru SD Nuhyal ulia; Rida Fironika Kusumadewi; Mohamad Hariyono
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v4i2.1085

Abstract

Revolusi industry 4.0 pada masa sekarang ini sangat berpengaruh di segala aspek termasuk pada pendidikan. Kemajuan teknologi dan digital yang begitu pesat harus dapat dimanfaatkan dalam bidang termasuk bidang pendidikan. Penggunaan media pembelajaran berbasis digital menjadi hal yang sangat diperlukan bagi guru. Masih terbatasnya media menjadi latar belakang dalam mengembangkan media pembelajaran ANCERMAT (antologi cerita matematika) berbasis digital. ANCERMAT sebagai media pembelajaran yang membantu siswa terkait kemampuan pemecagan masalah matematika. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah 1)memberikan pengetahuan tentang kemampuan problem solving matematika siswa Sekolah Dasar, 2) melatih penggunaan media pembelajaran Ancermat (antologi cerita matematika) berbasis digital, dan 3) melaksanakan pendampingan kelompok guru dalam meningkatkan kemampuan problem solving matematika siswa Sekolah Dasar melalui media pembelajaran Ancermat (antologi cerita matematika) berbasis digital. Pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan ANCERMAT dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan, small group discussion, dan tutorial saat pendampingan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dalam serangkaian kegiatan yang meliputi observasi awal, koordinasi pelaksanaan pengabdian, koordinasi pelaksanaan pelatihan dan Pelaksanaan Sosialisasi serta pelaksanaan pelatihan. Pengabdian masayarakat dilaksanakan di SD NU Nawa Kartika dengan alamat Desa Langgar Dalem Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Pengabdian berupa pendampingan belajar kelompok Guru melalui Media Pembelajaran ANCERMAT (antologi cerita matematika) Berbasis Digital dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan problem solving matematika siswa di Sekolah Dasar.
The Importance of Think Talk Write Learning Model on the Mathematical Connection Ability and Self-Confidence Muhamad Afandi; Dede Ainun Nisa; Rida Fironika Kusumadewi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v5i1.32965

Abstract

The use of a monotonous and less attractive learning model results in low connectivity and low confidence. The purpose of this study was to determine the effect of the Think Talk Write (TTW) learnng model on the mathematical connection ability and self-confidence students class IV fraction material. The formulation of the problem in this study is wether there is an effect of the Think Talk Write learning model on the mathematical connection ability and self-confidence students class IV fraction material. This research is conducted to students class IV. This study is a quantitative research with Quasi Experimental Design in the form Nonequivalent Control Group Design. Data collection techniques method the test and questionnaries. Data analysis uses normality test, homogeneity test and hypothesis test. The results show that: 1) There is an effect of the Think Talk Write learning model on the mathematical connection ability, as evidenced by the results of the Independent Sample T-Test, there is a sig. (2-tailed) 0.038 <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted in the Paired Sample T-Test there is a sig. (2-tailed) 0.000 <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. 2) There is an influence of the Think Talk Write learning model on self-confidence from the independent calculation there is a sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 means that Ho is rejected and Ha is accepted, while in Paired the results are Sig. (2-tailed) 0.000 <0.05 means that Ho is rejected and Ha is accepted. This research implies that the TTW learning model can improve the mathematical connection ability and self-confidence students class IV fraction material.
Developing Ancermat (Anthology of Mathematics Story) Digital Learning Media to Improve Students’ Problem-Solving Ability Nuhyal Ulia; Mohamad Hariyono; Imam Kusmaryono; Rida Fironika Kusumadewi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.8072

Abstract

AbstractThe use of digital-based learning media is very necessary for teachers.  The existing limited media becomes the main reason why Ancermat (anthology of mathematical stories) learning media is developed and expected to be able to improve elementary school students’ problem solving skills. This study aims to describe the stages of the development of Ancermat learning media and find out whether it meets valid, practical criteria, and its effectiveness. The method used was the development research. The data analysis comprised of validity test analysis, practicality test analysis, and analysis of Ancermat media effectiveness using descriptive statistics and gain normalization test. The results showed that Ancermat learning media met the valid score of 4.53 with very high criteria and fulfilled the practicality test based on the students’ responses reaching an average score of 4.41 with very good criteria. Based on the gain test, it reached 0.580 with moderate criteria and met the minimum criteria of mastery learning with t count = 27.33> t table = 2.042, meaning that the average score of the problem-solving skill tests met the minimum criteria of mastery learning. So, it can be concluded that the Ancermat learning media meets the criteria of being valid, practical, and effective in improving the mathematical problem solving abilities of elementary school students.Keywords: ancermat, learning media digital, problem solving skills, elementary school students. AbstrakPenggunaan media pembelajaran berbasis digital sangat diperlukan bagi para guru. Keterbatasan media yang ada menjadi alasan utama dikembangkannya media pembelajaran Ancermat (antologi cerita matematika) dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan media pembelajaran Ancermat dan mengetahui apakah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Analisis data meliputi analisis uji validitas, analisis uji kepraktisan, dan analisis efektivitas media Ancermat menggunakan statistik deskriptif dan uji normalisasi Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Ancermat memenuhi skor valid sebesar 4,53 dengan kriteria sangat tinggi dan memenuhi uji kepraktisan berdasarkan respon siswa mencapai skor rata-rata 4,41 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil uji n-gain mencapai 0,580 dengan kriteria sedang dan memenuhi kriteria ketuntasan minimal dengan t hitung = 27,33 > t tabel = 2,042, artinya skor rata-rata tes keterampilan pemecahan masalah matematika siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Ancermat memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.Kata kunci: ancermat, media pembelajaran digital, keterampilan pemecahan masalah, siswa sekolah dasar.
Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Collaborative Learning dengan Pendekatan Open-Ended Berbantuan Media Macroflash 8 Ika Nur Janah; Rida Fironika Kusumadewi; Nuhyal Ulia
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/square.2019.1.1.4096

Abstract

Kemampuan berfikir kritis matematis merupakan kemampuan berfikir dalam menyelesaikan suatu masalah yang melibatkan pengetahuan, penalaran, dan pembuktian matematika. Namun pada kenyataannya kemampuan berfikir kritis matematis siswa kelas V SD Negari Sembungharjo 01 masih rendah. Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar kemampuan berfikir kritis matematis siswa berkembang setelah pembelajaran dengan model collaborative learning berpendekatan open-ended berbantuan media macroflash 8. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental Design dengan bentuk pretest-posttest control group design Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berfikir kritis matematis siswa kelas eksperimen menggunakan model collaborative learning berpendekatan open-ended berbantuan media macroflash 8 lebih baik atau sama terhadap siswa kelas kontrol dengan menggunakan model ekspositori, dibuktikan dengan hasil -t tabel (-2,034) ≤ t hitung (1,503) ≤ t hitung (2,034) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima diartikan terdapat perbandingan nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada uji-t. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan pembelajaran model collaborative learning berpendekatan open-ended terdapat perbedaan hasil dari sebelum dan sesudah pembelajaran terhadap kemampuan berfikir kritis matematis.Kata Kunci: Pembelajaran Collaborative Learning, Open-ended, Macroflash 8, Kemampuan Berfikir Kritis Matematis
Penerapan model pembelajaran CORONA (Collaborative, Rolling, and Narrative) berbasis online learning Nuhyal Ulia; Rida Fironika Kusumadewi; Mohamad Hariyono
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i2.14415

Abstract

Model Pembelajaran CORONA (Collaborative, Rolling, and Narrative) merupakan model pembelajaran yang mengkombinasikan pendekatan Collaborative, Rolling, dan Narrative. Model Pembelajaran CORONA diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam inovasi pembelajaran. Pembelajaran bersifat kelompok. Pembelajaran daring yang sudah dilaksanakan semenjak adanya pandemi, membuat perlunya inovasi pembelajaran secara daring. Online learning menjadi alternatif dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berjalan dengan baik. Model Pembelajaran CORONA juga dapat diterapkan pada online learning. Perlunya guru mempunyai pengetahuan dan keterampilan terkait inovasi pada pembelajaran daring akan menjadikan siswa termotivasi dalam belajar meskipun tidak tatap muka. Pelatihan dan pendampingan guru sangat diperlukan dalam mengenal dan menerapkan model pembelajaran CORONA  pada pembelajaran daring. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di Sekolah Dasar yang berada di Kabupaten Kudus. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini dibagi menjadi 5 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, terapan teknologi, pendampingan dan keberlanjutan. Diharapkan dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang inovatif pada online learning di Sekolah Dasar.