Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Kemampuan Kompos Plus dalam Menekan Penyakit layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici) pada Tanaman Tomat Noor Istifadah; Toto Sunarto; Dian E. Kkartiwa; Diyan Herdiyantoro
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.139 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.639

Abstract

Penyakit layu fusarium merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman tomat. Salah satu cara pengendalian penyakit ramah lingkungan yang banyak dikembangkan adalah pengendalian secara biologi (biokontrol). Artikel ini membahas penelitian yang menguji waktu aplikasi dan dosis kompos plus (formulasi campuran jamur antagonis Trychoderma sp., paecilomyces fumosoroseus, dan jamur endofit Papulaspora sp. dalam kompos) yang efektif menekan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos plus yang diaplikasikan pada medium persemaian (1:2, v/v) dan pindah tanam sebanyak 30 g atau 40 g per lubang tanam atau diaplikasikan pada saat pindah tanam saja sebanyak 40 g per lubang tanam, dapat menekan gejala internal penyakit layu fusarium sebesar 77,3 — 87,9%.
Chemical and Biological Properties of Potted-Soil for Strawberry Cultivation Hindersah, Reginawanti; Kamaluddin, Nadia Nuraniya; Akustu, Masako; Herdiyantoro, Diyan
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.40660

Abstract

Strawberries in tropical West Java are cultivated intensively in potted soil but the substrate condition received less attention. The objective of this descriptive research was to evaluate the chemical and macronutrient profile in potted-soils for strawberry cultivation, and to determine beneficial microbes’ population in root-free bulk soil and rhizosphere of potted-strawberry.  The soil samples collected from 12-months and one-month-old potted strawberry; both contained Inceptisols soil order with 10 t/ha and 25 t/ha manure respectively. The proximate analysis was performed using Association of Official Analytical Chemists Method. The microbial enumeration was performed by Serial Dilution Plate Method in specific medium. The results showed that potted soils were not saline, but slightly acid, low in organic carbon and high in cation exchange capacity. The soil reactions were suitable for strawberry but the electrical conductivity was too low for strawberry growth. The potted soils have low to very low carbon to nitrogen ratio, but high in total nitrogen and very high in potential P2O5 and K2O. The population of phosphate-solubilizing bacteria, nitrogen-fixing Azotobacter, total bacteria and total fungi in old potted soil were low; but its counts were increased in manure-treated potted soil. The ratios of bulk soil to rhizosphere microbial count were only 1.0-1.25. The study verified that the doses of organic matter should be increased, while decreasing the chemical fertilizer level.
The Potential of Azolla pinnata Powder and Compost as a Carrier-base for Improving N-Fixing and P-Solubilizing Bacteria Performance to Increase Soybean Productivity Suryatmana, Pujawati; Halimah, Ummu ‘Azizah; Kmaluddin, Nadia Nuraniya; Herdiyantoro, Diyan; Setiawati, Mieke Rochimi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55096

Abstract

Efektivitas inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. sering kali berkurang ketika diaplikasikan di tanah asam seperti Inceptisol, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam kondisi ini. Salah satu strategi adalah memilih bahan pembawa inokulan yang tepat seperti tepung Azolla pinnata dan kompos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kepadatan populasi inokulan, pembentukan bintil akar, berat kering akar, dan jumlah daun trifoliat pada tanaman kedelai yang diberi perlakuan tepung A. pinnata dan kompos sebagai carrier inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022 hingga Januari 2023 di Laboratorium Biologi Tanah dan Kebun Percobaan Ciparanje, Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancanagan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian pupuk NPK dengan dosis 100% (300 kg/ha), 50% (150 kg/ha) dan 0% (0 kg/ha) dan faktor kedua adalah perlakuan inokulan kultur cair, inokulan dalam kompos, inokulan dalam tepung Azolla, inokulan dalam campuran kompos dan Azolla yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier tepung Azolla dan kompos meningkatkan populasi Azotobacter spp. dan Bacillus spp. di rizosfer. Inokulan dalam campuran pembawa kompos dan tepung Azolla menghasilkan berat kering akar dan jumlah bintil tertinggi secara signifikan. Inokulasi kultur cair Azotobacter sp. dan Bacillus sp. atau inokulan padat dengan bahan pembawa tepung Azolla menghasilkan polong kedelai yang setara dengan aplikasi NPK 150 kg/ha. Aplikasi inokulan dalam tepung Azolla, kompos, atau campuran keduanya menghasilkan bobot 100 biji yang tidak berbeda nyata, namun, bobot 100 biji setara dengan perlakuan yang menggunakan dosis NPK 300 kg/ha di Inceptisol