Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Efektifitas Azotobacter sp. Dan Pseudomonas sp. Pada tanaman sorgum (Shorgum bicolor L.) dalam proses fitoremediasi limbah minyak bumi Pujawati Suryatmana; Mieke Rochimi Setiawati; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Diyan Herdiyantoro
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/20146

Abstract

 Interaksi sinergis antara tanaman-bakteri dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fitoremediasi tanah yang terkontaminasi hidrokarbon (HC). Penelitian bertujuan untuk karakterisasi plant growth promoting rhizobacteria: Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. dalam kinerja fitoremediasi limbah minyak bumi menggunakan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK-Faktorial) terdiri dari inokulasi Azotobacter sp. sebanyak 0%, 1%, 2%, dan 3% per konsentrasi total petroleum hydrocarbon (TPH), dan inokulasi Pseudomonas sp  0%, 1%, 2%, dan 3% per TPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara inokulasi Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. terhadap seluruh variabel respon. Namun, efek mandiri terlihat pada efisiensi biodegradasi HC, yaitu inokulasi Azotobacter sp dosis 3% berbeda secara signifikan dengan kontrol pada fase ke 4 minggu setelah tanam (MST), tetapi tidak signifikan pada fase 14 MST. Inokulasi Pseudomonas sp. tidak memberikan efek yang signifikan antar perlakuan terhadap efisiensi biodegradasi HC pada dua periode pengamatan. Populasi Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. menurun pada periode 4 MST, selanjutnya meningkat  pada periode 14 MST. Pertumbuhan tanaman sorgum mengalami retardasi selama 14 MST. Residu hidrokarbon terakumulasi lebih tinggi di bagian akar daripada di bagian tajuk tanaman. Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. berperan sebagai binding agent yang dapat menghambat serapan hidrokarbon oleh akar sorgum.ABSTRACTThe synergism interaction between plant-bacteria can be used to improve performance of phytoremediation hydrocarbon (HC) contaminated soil. The study aimed to characterize  Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. in petroleum phytoremediation performance using sorghum (Sorghum bicolor L). The research used a randomized block design with two factors: Azotobactersp. inoculation 0%, 1%, 2% and 3% per total petroleum hydrocarbon (TPH) concetration, and Pseudomonas sp inoculation:  0%, 1%, 2% and 3% per TPH concentration. The results showed there was no interaction between Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. inoculation to each response variable. The independent effect of 3% Azotobacter sp. to biodegradation HC efficiency was significantly different from the control at phase 4 weeks after planting (WAP), but not significantly different at phase 14 WAP. Pseudomonas sp. effect did not show a significantly different between treatments on the hydrocarbon biodegradation efficiency in the two observation periods. Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. population decreased at period 4 WAP, then increased at period 14 WAP. The Sorghum growth was retarded during 14 WAP. Hydrocarbon residues accumulated higher in the roots than in shoot. Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. act as a binding agent that can inhibit the hydrocarbons uptake by sorghum roots.
Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.
Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.