Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tepung Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) Tri Hardiyanti; Tri Yulianto; Shavika Miranti
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 1 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.994 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i1.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis tepung ikan terbaik dan pertumbuhan ikan yang terbaik menggunakan tepung ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2019 selama 29 hari di Desa Tanjunglanjut. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan dosis tepung ikan terbaik sebesar pada perlakuan D. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot mutlak ikan yang terbaik pada perlakuan D sebesar 16,01±0,54, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,83±0,20cm, kelangsungan hidup sebesar 100%, tingkat konversi pakan sebesar 1,43±0,03, dan efisiensi pakan sebesar 69,83±1,25%.
Pengaruh Penambahan Ragi (Saccharomyces cerevisiae) pada Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii) Imay Jullianty; Tri Yulianto; Shavika Miranti
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 1 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.814 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i1.2023

Abstract

Ikan Bawal bintang merupakan komoditas ikan air laut yang telah berhasil dikembangkan di Indonesia salah satunya di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan dosis ragi terhadap pertumbuhan benih ikan Bawal bintang (Trachinotus blochii). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019 di Laboratorium Basah Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan A atau kontrol tanpa penambahan ragi, perlakuan B (penambahan ragi 5gr/kg pakan), perlakuan C (penambahan ragi 10gr/kg pakan), dan perlakuan D (penambahan ragi 15gr/kg pakan). Data dianalisis secara Anova One-Way dan apabila hasil dari uji Anova One-Way menunjukan pengaruh yang signifikan (P>0,01) maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan, hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel, dan dokumentasi. Parameter penelitian meliputi pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan harian dan kualitas air. Hasil terbaik pada penelitian ini terdapat pada perlakuan C dengan penambahan ragi 10gr/kg pakan. Pada parameter pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0,70±0,09b, pertumbuhan panjang mutlak 0,735±0,02c, tingkat konversi pakan 4,62±0,56c, efeseiensi pemanfaatan pakan 21,83±2,59b dan tingkat kelangsungan hidup 96,30±6,41. Hasil ini menunjukan bahwa penambahan ragi kedalam pakan mampu mempercepat pertumbuhan benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii).
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KOMERSIL PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcalifer) Sutawi Gusnadi; Tri Yulianto; Shavika Miranti
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 1 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.073 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i1.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik probiotik EM4 dan pengaruh penambahan probiotik EM4 pada pakan untuk pertumbuhan benih ikan kakap putih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019 di kantor pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan Dompak Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan P0= Tanpa probiotik P1= Penambahan probiotik EM4 3 ml/kg P2= Penambahan probiotik EM4 6 ml/kg P3= Penambahan probiotik EM4 9 ml/kg. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa penambahan probiotik pada pakan memberikan hasil terbaik pada perlakuan C yaitu penambahan probiotik dengan dosis 9 ml/kg, dimana pertumbuhan bobot harian (0,45±0,03 g), pertumbuhan panjang harian (0,06±0.00 cm), pertumbuhan bobot mutlak (20,27±1,54 g), pertumbuhan panjang mutlak (2,91±0,30 cm), efesiensi pakan (39,24±4,79 %), rasio konversi pakan (2,78±0,38 %) dan kelangsungan hidup (100,00,±0,00 %) lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Pemberian Hormon rGH(recombinant Growth Hormone) Melalui Metode Perendaman Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus Fauzannadi Fauzannadi; Henky Irawan; Tri Yulianto
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 1 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.19 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i1.2027

Abstract

Perkembangan bioteknologi akuakultur telah banyak mendukung berbagai temuan baru seperti ikan-ikan hasil hibrid sebagai contohnya ikan kerapu cantang dan juga untuk memanipulasi pertumbuhan ikan, seperti melalui pakan dengan jumlah protein tertentu dan pemberian hormon seperti prolaktin, insulin dan hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant Growth Hormone /rGH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dan pengaruh hormon rGH terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018 selama 45 hari di Hachery Skala Rumah Tangga Desa Pangkil, Kabupaten Bintan, Kepulaun Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu perlakuan kontrol (tanpa hormon), perlakuan A hormon rGH dengan dosis 12 mg/L, dan perlakuan B hormon rGH dengan dosis 24 mg/L. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian hormon rGH memberikan hasil terbaik pada perlakuan B yaitu pemberian hormon rGH dengan dosis 24 mg/ ℓ, dimana pertumbuhan bobot mutlak (25,34±10,04g), pertumbuhan bobot harian (0,38±0,06g/hari), pertumbuhan panjang mutlak (3,80±1,23cm), pertumbuhan panjang harian (0,06±0,01cm/hari), kelangsungan hidup (98,33±2,89%), rasio konversi pakan (3,12±0,48) dan tingkat efesiensi pakan (35,23±4,19%).
Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) dengan Pemberian Dosis Enzim Papain Berbeda Suhaili; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Tri Yulianto
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 2 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.703 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i2.2397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pemberian enzim papain dalam meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 selama 42 hari di Hatchery Skala Rumah Tangga Koperasi Marin Agri Sejahtera, Kota Tanjungpinang Kepulaun Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dimana perlakuan K (tanpa pemberian enzim papain), perlakuan A (dosis enzim papain 2,75%), perlakuan B (dosis enzim papain 3,75%), perlakuan C (enzim papain 4,75%). Hasil penelitian melalui analisis statistik, pemberian dosis enzim papain mampu memberikan pengaruh yang signifikan (P<0.05). Dosis yang terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan pemberian dosis enzim papain sebanyak 2,75% dimana hasil yang didapatkan pada parameter efisiensi pakan (69.66±1.32%) dan pertumbuhan bobot mutlak sebesar (18.47±0.03 g).
Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) dengan Pemberian Enzim Papain dan Recombinant Growth Hormone (rGH) pada Pakan Buatan Sedarman Hati Halawa; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Tri Yulianto
Intek Akuakultur Vol. 4 No. 2 (2020): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.931 KB) | DOI: 10.31629/intek.v4i2.2412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan pada pertumbuhan benih ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) dengan pemberian enzim papain dan hormon rGH pada pakan buatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan april - Juni 2019 selama 42 hari di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Kota tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian enzim papain (3,72 g) atau perlakuan A, merupakan hasil terbaik dibanding dengan pemberian hormon rGH dan Kombinasi, dimana hasil yang didapatkan pada pertumbuhan bobot mutlak (8,90±0,70 g) dan rasio konversi pakan (feed convertion ratio / FCR) sebesar (3,59±0,57 g).
Pemberian Jenis Atraktan yang Berbeda Terhadap Tingkat Komsumsi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Kakap Putih Lates calcarifer Rafika Mulia; Tri Yulianto; Rika Wulandari
Intek Akuakultur Vol. 5 No. 2 (2021): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.081 KB) | DOI: 10.31629/intek.v5i2.3080

Abstract

The administration of attractant aims to stimulate the appetite of white snapper Lates calcarifer to increase feed consumption and growth. This research was conducted in July - August 2020 for 42 days at the Marine Product Laboratory, Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Raja Ali Haji Maritime University, Riau Islands Province. The method used is experimental with Complete Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 3 repeats which Control is feed without attractant, treatment A (feed + glutinous squid flour), treatment B (feed + fish meal attractant), treatment C (feed + glutinous shrimp flour rebon). The results obtained in the response of fish and the best amount of feed consumption is treatment C of 0.45% for the amount of feed consumption is 73.50% and at the growth of the best result is the absolute weight of B treatment 11.22%, absolute length 3.34% and survival of 91.67%.
Pemberian Enzim Papain dengan Dosis yang Berbeda pada Pakan Rucah terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) Muhammad Agi Saputra Agi; Wiwin Kusuma Atmaja Putra; Tri Yulianto
Intek Akuakultur Vol. 5 No. 1 (2021): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.539 KB) | DOI: 10.31629/intek.v5i1.3089

Abstract

This study aims to determine the dosage of different papain enzymes in trash feed to increase the survival and seed growth of Napoleon Cheilinus undulates fish. This research was conducted in December 2019 - January 2020 at the Napoleon fish rearing location in Kiabu Village, South Siantan, Anambas Islands Regency. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Where K: without the enzyme, A: 6% the enzyme papain, B 7% the enzyme papain, C: 9% the enzyme papain. Data analysis using One-Way ANOVA and Duncan's Test. Showed the best growth was obtained in treatment C (administration of 9% papain enzyme) with the results of absolute weight growth of ((0.329 ± 0.020g) and survival (100 ± 0.00%) The results showed that 9% C treatment was the best treatment for growth.
Pengaruh Minyak Hewani dan Nabati yang Diberikan pada Wadah Pemeliharaan untuk Meningkatkan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Elbiansyah Putra Elbiansyah; Tri Yulianto; Shavika Miranti
Intek Akuakultur Vol. 5 No. 2 (2021): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.716 KB) | DOI: 10.31629/intek.v5i2.3610

Abstract

This research was held at BBI Pengujan for 10 day.The purpose of this research was to determined the effect of different oil addition on water surface and the best oil typef or barramundi larval survival rate. the experiment design was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment and 3 replication; without oil addition (A); 0,3 ml/m2 of squid oil (B); 0,3 ml/m2 coconut oil (C) and 0,3 ml/m2 at palm oil (D). The datas was obtained with One-Way ANOVA. The best resolt was treatmen with addition 0,3 ml/m2 at coconut oil (C), the survival rate was 27,87 %, absolute and while for the abnormality was not different significant for all treatment. The lowest abnormality was B treatment with 1,36%.
Pemberian Minyak Cumi pada Permukaan Air Dengan Dosis yang Berbeda Dalam Meningkatkan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Arman Syahroni Arman; Tri Yulianto; Dwi Septiani Putri
Intek Akuakultur Vol. 6 No. 1 (2022): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.968 KB) | DOI: 10.31629/intek.v6i2.3618

Abstract

Masalah yang sering dihadapi dalam produksi benih adalah tingginya tingkat kematian larva atau tingkat kelulusan hidup yang masih rendah. Penelitian ini tentang pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air untuk mengetahui dosis terbaik terhadap tingkat kelangsungan hidup larva kakap putih (L. calcarifer). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K: Tanpa minyak cumi, A: Minyak cumi 0,1 ml/m2, B: Minyak cumi 0,2 ml/m2, C: Minyak cumi 0,3 ml/m2, D: Minyak cumi 0,4 ml/m2. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut duncan menunjukkan tingkat kelulusan hidup terbaik terjadi pada perlakuan C (24,53±2,66%), panjang mutlak terbaik terjadi pada perlakuan A (1,16 ± 0,04) cm. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perlakuan C merupakan perlakuan terbaik.