Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : agriTECH

Penggunaan Ekstrak Kasar Polisakarida Larut Air dari Biji Buah Durian (Durio zibethinus Murr.) pada Pembuatan Saos Tomat Herlina Herlina; Triana Lindriati; Prahasbynar Prahasbynar
agriTECH Vol 36, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.182 KB) | DOI: 10.22146/agritech.16597

Abstract

Tomato sauce is one of the diversification of tomato products that could increase the added value and shelf life of tomatoes. Sauce made from tomato has a high water content (94 %) resulting a watery sauce product. The purpose of this study was to determine the effect of crude extract Water Soluble Polysaccharide (WSP) from durian seeds on physical, chemical, and organoleptic as characteristics oftomato sauce. The use of crude extract WSP from durian seeds is expected to increase the viscosity of the sauce. The experimental design used in this study was a non factorial randomized complete block design with three replications. Parameters measured were viscosity, color (Hue and Chroma), total dissolved solids, pH, vitamin C, and organoleptic (panelist preferences) in addition to the effectiveness test to determine the best treatment. The results show that the tomato sauce composition significantly affect the viscosity, pH, color intensity, and total dissolved solids, while no significant effect on the angle of color and vitamin C of tomato sauce. The effectiveness test showed that the panelists preferred the P4 tomato sauce (use crude extract WSP from seeds fruit of durian 0.8 %) with fondness value  color of 2.68; aroma of 3.08; flavor of 3.48; viscosity of 3.44; overall liking of 3.56. The value of viscosity, hue, chroma, total dissolved solids, pH, vitamin C were 39.64 centipoise; 38,34°; 20.16; 35° Brix; 4.92; and 4.95 mg/g, respectively. ABSTRAKSaos tomat merupakan salah satu diversifikasi produk olahan buah tomat yang dapat meningkatkan nilai tambah dan umur simpan buah tomat. Saos yang berbahan dasar tomat, memiliki kandungan air yang tinggi (94 %) sehingga menghasilkan saos yang encer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak kasar Polisakarida Larut Air (PLA) dari biji buah durian terhadap sifat fisiko kimia dan organoleptik saos tomat. Penggunaan ekstrak kasar PLA dari biji buah durian diharapkan dapat meningkatkan viskositas saos tomat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah viskositas, warna (Hue dan Chroma), total padatan terlarut, pH, kadar vitamin C, dan uji organoleptik (kesukaan panelis) yang dilanjut dengan uji efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi saos tomat berpengaruh nyata terhadap viskositas, pH, intensitas warna, dan total padatan terlarut, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap sudut warna dan kadar vitamin C saos tomat. Uji efektivitas menunjukkan bahwa saos tomat yang disukai panelis adalah perlakuan P4 (penggunaan ekstrak kasar PLA dari biji buah durian sebesar 0,8 %) dengan nilai kesukaan warna sebesar 2,68; kesukaan aroma sebesar 3,08; kesukaan rasa sebesar 3,48; kesukaan kekentalan sebesar 3,44; kesukaan keseluruhan sebesar 3,56, dan nilai viskositas, hue, chroma, total padatan terlarut, pH, vitamin C berturut-turut adalah 39,64 centipoise; 38,34°; 20,16; 35° Brix; 4,92; dan 4,95 mg/g.
Penggunaan Tepung Glukomanan dari Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L.) pada Pembuatan Es Krim Herlina Herlina; Miftahul Choiron; Bambang Herry Purnomo; Maharlika Pemuda Bhakti Nagara; Nita Kuswardhani
agriTECH Vol 38, No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.845 KB) | DOI: 10.22146/agritech.16907

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung glukomanan dari umbi gembili terhadap karakteristik fisik, sensoris, dan memperoleh konsentrasi tepung glukomanan yang tepat pada pembuatan es krim sehingga dihasilkan es krim dengan sifat baik dan disukai panelis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal, yaitu variasi rasio tepung glukomanan dari umbi gembili (0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4%) dengan tiga kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung glukomanan dari umbi gembili pada berbagai konsentrasi berpengaruh nyata terhadap kecerahan warna (lightness (L)), tekstur, overrun, kecepatan meleleh es krim, serta sifat sensoris es krim yang terdiri dari warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan. Perlakuan terbaik es krim terdapat pada perlakuan penambahan tepung glukomanan 0,3% dengan rata-rata nilai efektivitas yaitu 0,80. Kata kunci: Umbi gembili, tepung glukomanan, es krim
Karakteristik Tiwul Instan Subtitusi Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas L.) sebagai Sumber β–Karoten Herlina Herlina; Nita Kuswardhani; Ahmad Nafi'; Muhammad Syaiful Adzim
agriTECH Vol 41, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.269 KB) | DOI: 10.22146/agritech.43676

Abstract

This study aims to examine the effect of percentage substitute of yellow sweet potato  (Ipomoea batatas  L.) on the physical, chemical and organoleptic characteristics of instant tiwul. It also aims to determine the exact percentage of yellow sweet potato in instant tiwul with high β-carotene content and favored by panelists. The completely randomized design (CRD) method was used with a single factor, namely the percentage substitution of yellow sweet potato (0, 10, 20, 30, 40, and 50%). Each treatment was repeated 3 (three) times while the data obtained were analyzed using the analysis of variance (ANOVA). In addition, when significant differences exist between treatments (α ≤ 0,05), the Duncan new multiple range test (DNMRT) is used, organoleptic data were analyzed using the chi-square test (α ≤ 0.05), meanwhile, to determine the best treatment, an effectiveness test was performed. The results showed that the percentage substitution of yellow sweet potato significantly affected the water content, total β-carotene content, rehydration and swelling power, bulk density, panelists’ preference for color, aroma, taste, texture, elasticity and overall. Based on the effectiveness test, the best percentage substitution of  yellow sweet potato in instant tiwul production was P3 treatment (yellow sweet potato substitution by 30%), which has a total β-carotene content of 0.336 mg/100 g, panelists’ preference for color, aroma, taste, texture, suppleness, and overall of 28, 32,40, 32, 36, and 32% respectively.
Karakteristik sifat Fisik Kimia dan Organoleptik Tiwul Instan Protein Tinggi Bersubtitusi Tepung Koro Pedang (Canavalia ensiformis L.) Herlina Herlina; Triana Lindriati; Nurhayati Nurhayati; Sulistyani Sulistyani; Manik Nur Hidayati; Elok Sri Utami; Siswoyo Soekarno
agriTECH Vol 41, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.44 KB) | DOI: 10.22146/agritech.44573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase subtitusi tepung koro pedang pada pembuatan tiwul instan protein tinggi terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik tiwul instan dan menentukan persentase subtitusi tepung koro pedang yang tepat sehingga dihasilkan tiwul instan yang disukai. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, yaitu persentase subtitusi tepung koro pedang pada pembuatan tiwul instan dan setiap perlakuan dalam penelitian diulang 3 (tiga) kali. Data pengamatan yang didapatkan dianalisis menggunakan uji keragaman (ANOVA) taraf kepercayaan 95% (α≤0,05) dan apabila ada perbedaan yang nyata antar perlakuan (α≤0,05) dilanjutkan dengan uji beda Duncan. Data uji organoleptik dianalisis menggunakan uji chi-square (α≤0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa peningkatan persentase subtitusi tepung koro pedang menyebabkan peningkatan daya rehidrasi, daya kembang dan kadar protein tiwul instan protein tinggi, namun menyebabkan penurunan terhadap densitas kamba, kecerahan warna dan  kadar air tiwul instan protein tinggi yang dihasilkan. Uji organoleptik kesukaan panelis didapatkan persentase tertinggi pada perlakuan P3 (persentase subtitusi tepung koro pedang 30% ) dengan atribut memiliki daya rehidrasi 347%, densitas kamba 0,51 g/mL, daya kembang 35,14%, kecerahan warna 69,87, kadar air 6,05%, dan kadar protein 8,15%, serta persentase kesukaan warna, aroma, rasa, tekstur, dan kekenyalan berturut turut 56, 40, 62, 68, dan 64%.