Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Batuan Gunung Api Purba di Pegunungan Selatan Yogyakarta Bagian Barat Berdasarkan Pengukuran Geolistrik Winarti Winarti; Hill Gendoet Hartono
EKSPLORIUM Vol 36, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.565 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2015.36.1.2771

Abstract

Daerah penelitian berada di perbatasan antara Dataran Yogyakarta dengan Pegunungan Selatan Yogyakarta bagian barat. Secara morfologi dan litologi yang tersingkap, indikasi gunung api purba yang dibuktikan dengan keterdapatan batuan gunung api seperti lava, breksi, dan tuf. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi adanya batuan gunung api purba di bawah permuaan sepanjang Berbah-Imogiri berdasarkan data geolistrik. Metode yang digunakan adalah melakukan pengukuran geolistrik di empat lokasi secara mapping dengan konfigurasi dipole-dipole. Panjang bentangan untuk setiap lintasan 500 meter. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan pada lintasan 1 di Sumber Kulon-Kalitirto, Kecamatan Berbah,diinterpretasi adanya batuan gunung api berupa lava basal dan tuf. Lintasan 2 di Pilang-Srimulyo, Kecamatan Piyungan, diinterpretasi berupa breksi skoria. Lintasan 3 di Ngeblak-Bawuran, Kecamatan Pleret, diinterpretasi adanya tuf dan lava. Lintasan 4 di Guyangan-Wonolelo, Kecamatan Pleret diinterpretasi berupa tuf dan lava. Batuan gunung api secara umum terbaca mempunyai nilai tahanan jenis yang tinggi, yaitu >300 Ωm. Adanya kandungan air atau mineralisasi cenderung menurunkan nilai tahan jenis batuan gunung api tersebut. The study area is located between western part of Yogyakarta plains and Southern Mountains. The morphology and lithology along the Berbah-Imogiri show the existence of an ancient volcano. This is proven by outcrop of volcanic rock like lava, breccia and tuff. The aim of this study is to identify the existence of ancient volcanic rocks along Berbah-Imogiri based on geoelectrical data. The method used  to perform measurements at four locations geoelectrical mapping with dipole-dipole configuration a long stretch of track for every 500 meters. Geoelectrical measurement results showed on track 1 in Source Kulon-Kalitirto, District Berbah, interpretedas  volcanic rocks such as basalt lava and tuff. Tracks 2 in Pilang-Srimulyo, District Piyungan, iterpreted as volcanic rocks of scoria breccia. Tracks 3 in Ngeblak-Bawuran, District Pleret, interpreted as lava and tuff. And track 4 on Guyangan-Wonolelo, District Pleret interpreted as form of tuff and lava. Volcanic rocks are generally having a high resistivity value > 300 Ωm. The content of water or mineralization tends to reduce the resistivity value of resistant volcanic rock.
APLIKASI LINEANMENT DENSITY ANALYSIS UNTUK MEMBATASI POLA KALDERA PURBA GODEAN Okki Verdiansyah; Hill Gendoet Hartono
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 9 No 2 Februari 2017
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.785 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v9i2.137

Abstract

Godean area, is an isolated hills that’s occurs on Yogyakarta basin. Volcano occurences in Godean have issued by morphology, lithology and volcanic concepts. Volcanisme and magmatisme on Godean interpreted have similarity with Gajahmungkur – Wonogiri with hydrothermal event occurs. Lineanment Density Analysis used for interpretating the specific pattern, for strength the morphology and geological that have interpreted before. The methods that we used is combining of quantitative and qualitative. Geology of Godean consist of igneous and sedimentary rock with margins of Kulon Progo hill in western side. Caldera morphology, commonly have circular or a half circular pattern, with limited by steep relief. Morphology of Godean have caldera pattern, as a concept and compare with others. LD analysis are using image from slope directional angle processing on SRTM and ASRTER image, and then extract to lineament. Result of lineament extraction there are 9490 lines. Range of density with length from 0 to 9173,21 m/km2 with high value > 2375 m/km2 and count of lineament from 0 to 23 line/km2 with high value > 8 line/km2. Godean have high density with range of length 1930 – 2996 m/km2 or range of counts 9 – 12 line/km2. Base on the pattern, its looks the Godean and surrounding it differ on 3 major sectors, that’s outer rim, secondary rim, and circular of late central eruption. Diameter of this pattern is wide (8 – 15 km), that must be proven with others geological and geophysical subsurface research.
PALEOMORFOGENESIS BENTANG ALAM KOMPLEKS GUNUNG IJO, KULONPROGO Rr. Amara Nugrahini; Hill Gendoet Hartono; T. Listyani R.A.
KURVATEK Vol 5 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v5i2.1831

Abstract

Geomorphological studies of the Mt. Ijo complex area need to be done to understand the geomorphology of the past. The purpose of the study was to identify geomorphological characteristics in order to gain an understanding of Mt. Ijo's paleomorphogenesis. The research was conducted using geomorphological observation methods in the field and assisted by rock petrographic analysis. Mt. Ijo is an old volcano that forms the West Progo Hills. The Mt. Ijo complex is composed of a predominance of igneous and volcanic rocks in the form of coherent lava and pyroclastic, in addition to sedimentary rocks in the form of limestone. The Mt. Ijo complex forms the remains of an ancient volcano. The remaining morphology is interpreted as part of the ancient volcanic body in the central and proximal facies.Keywords: Mt. Ijo, paleomorphogenesis, volcanic facies, remaining landform
PERILAKU PALEOVOLKANO SEMADUM BERDASARKAN KARAKTER GEOKIMIA DAN PETROLOGI, KECAMATAN TUJUH BELAS, KABUPATEN BENGKAYANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Fuad Nur Hussein; Hill Gendoet Hartono; Oky Sugarbo; I Gde Sukadana
KURVATEK Vol 6 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v6i2.2642

Abstract

The phenomenon of the existence of the Semadum volcano fossil located in Pisak Village, Tujuhbelas District, Bengkayang Regency, West Kalimantan has a Pliocene-Plistocene age with a clear cone-shaped morphology. The purpose of this study was to determine the behavior of the Semadum volcano in relation to the character of the magma, the pattern and typical eruptions and distribution of its products. The methodology used is field activity and geochemical analysis using X-Ray Fluorescence (XRF), Micro X-ray fluorescence (µXRF) and petrography. The Semadum volcano is geochemically composed of basaltic products, basaltic trachy andesite and dacite with basal to dacitic magma character which has a calc-alkaline affinity related to the subduction process, making Semadum volcano has 5 periods of effusive and explosive eruption activity with the Strombolian- Vulcanian type eruption with an eruption strength ranging from VEI < 2 makes the distribution of its product not too wide, it only centers on the body of the volcano which is the construction phase. Keywords: Volcano, Geochemistry, Petrology, Bengkayang, West Kalimantan
PENYEBARAN AKUIFER DI FORMASI NANGGULAN PADA SISI TIMUR DOME KULON PROGO BERDASARKAN DATA SOUNDING RESISTIVITY Winarti Winarti; Hill Gendoet Hartono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegunungan Kulon Progo merupakan bagian dari Pegunungan Serayu Selatan bagian timur. Pegunungan ini mempunyai mempunyai bentuk dome (dome like) berarah utara-selatan. Sampai saat ini, diyakini bahwa Formasi Nanggulan merupakan formasi tertua sekaligus menyadi dasar dari Dome Kulon Progo, yang berumur Eosen. Litologi penyusun dari Formasi Nanggulan berupa batupasir dengan sisipan lignit, sisipan napal pasiran, batulempung dengan konkresi limonit, sisipan napal-batugamping dan batupasir tufan. Secara umum pada daerah-daerah yang tersusun oleh Formasi Nanggulan khsususnya di sisi timur dari Dome Kulon Progo mengalami kesulitan untuk mendapatkan air tanah. Tujuan dari penelitian adalah mengaplikasikan metode resistivitas untuk mengetahui variasi litologi yang ada di Formasi Naggulan, sehingga dapat diketahui pola penyebaran  akuifer. Metode yang dipergunakan adalah melakukan pengukuran geolistrik secara sounding di 6 lokasi yang berbeda, dengan target kedalaman 125 meter. Secara umum dari hasil pengukuran sounding resistiviti menunjukkan adanya variasi litologi berupa batupasir tufan kering, batupasir tufan basah, batulempung tufan basah dan batulempung basah. Batupasir tufan basah dimungkinkan sebagai lapisan akuifer mempunyai nilai tahanan jenis antara 32-80 Ohm.m. Pola penyebaran batupasir tufan basah di selatan dijumpai tidak menerus berada pada kedalaman dangkal (5-12 meter) dan kedalaman dalam (40-80 meter). Sedangkan pada bagian utara penyebaran lapisan batupasir tufan basah  dijumpai hanya setempat berada pada kedalaman 40 meter.
APLIKASI LINEANMENT DENSITY ANALYSIS UNTUK MEMBATASI POLA KALDERA PURBA GODEAN Okki Verdiansyah; Hill Gendoet Hartono
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 9 No 2 Februari 2017
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v9i2.137

Abstract

Godean area, is an isolated hills that’s occurs on Yogyakarta basin. Volcano occurences in Godean have issued by morphology, lithology and volcanic concepts. Volcanisme and magmatisme on Godean interpreted have similarity with Gajahmungkur – Wonogiri with hydrothermal event occurs. Lineanment Density Analysis used for interpretating the specific pattern, for strength the morphology and geological that have interpreted before. The methods that we used is combining of quantitative and qualitative. Geology of Godean consist of igneous and sedimentary rock with margins of Kulon Progo hill in western side. Caldera morphology, commonly have circular or a half circular pattern, with limited by steep relief. Morphology of Godean have caldera pattern, as a concept and compare with others. LD analysis are using image from slope directional angle processing on SRTM and ASRTER image, and then extract to lineament. Result of lineament extraction there are 9490 lines. Range of density with length from 0 to 9173,21 m/km2 with high value > 2375 m/km2 and count of lineament from 0 to 23 line/km2 with high value > 8 line/km2. Godean have high density with range of length 1930 – 2996 m/km2 or range of counts 9 – 12 line/km2. Base on the pattern, its looks the Godean and surrounding it differ on 3 major sectors, that’s outer rim, secondary rim, and circular of late central eruption. Diameter of this pattern is wide (8 – 15 km), that must be proven with others geological and geophysical subsurface research.
Indikasi Keberadaan Mineralisasi di Sekitar Gunung Mujil Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Rangga Aditya Warman Darman; Hill Gendoet Hartono; Winar ti
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegunungan Kulonprogo merupakan sebuah kubah atau dome (Oblong Dome) yang bentuknya agak teratur membujur dengan arah NNE-SSW dengah garis tengah kurang lebih 32 km dan WNW-ESE dengan garis tengah sekitar 15 – 20 km. Inti dari kubah tersebut terdiri dari tiga vulkanik Andesit Tua. Vulkan Gajah terdapat dibagian pusat merupakan vulkan yang paling tua, kemudian disusul dengan vulkan Ijo yang terdapat di sebelah selatan, sedangkan dibagian utara dijumpai vulkan Menoreh. Dijumpainya mineral logam di sebelah barat Gunung Mujil memberikan perhatian baru terkait indikasi keberadaan mineralisasi di sekitar Gunung Mujil. Mineral logam seperti magnetit dan pirit yang tersebar di dalam batuan serta keterdapatan vein b dengan sulfida arsenopirit-markasit-pirit mengindikasikan suhu pembentukan yang tinggi dan berada pada kondisi tekanan yang tinggi. Di sekitar mineral logam terdapat 2 batuan beku yaitu andesit dan basal, pada pengamatan mikroskopik tampak adanya mineral primer seperti klinopiroksen dan olivin. Selain itu kenampakan sisa batuan asal andesit juga masih tampak pada sayatan tipis yang disertai mineral ubahan seperti serisit, sehingga keberadaan mineral logam lebih dikontrol oleh munculnya intrusi basal dengan larutan magmatik yang telah jenuh sulfida. Kata Kunci: Endapan Magmatik Hidrotermal, G.Mujil, Kulonprogo, Mineral Logam
Karakterisasi Reservoir Batuan Vulkanik Rekah Alami Berdasarkan Integrasi Data Sumur dan Atribut Seismik Pada Lapangan Java, Cekungan Jawa Barat Utara, Indonesia Ongki Ari Prayoga; Hill Gendoet Hartono
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapangan Java berada di Cekungan Jawa Barat Utara yang merupakan salah satu cekungan prolifik penghasil hidrokarbon di Indonesia. Sebagian besar minyak dan gas bumi di lapangan ini dihasilkan dari reservoir vulkanik Formasi Jatibarang yang tersusun oleh jenis batuan vulkanik seperti tuf, breksi piroklastika dan lava andesit. Rekahan ditemukan pada Formasi Jatibarang sebagai faktor pengontrol porositas dan permeabilitas sehingga hidrokarbon dapat diproduksikan. Untuk mengeksploitasi jenis reservoir vulkanik, penelitian komprehensif harus dilakukan meliputi determinasi distribusi dan orientasi rekahan, migrasi, dan jenis perangkap hidrokarbon pada daerah penelitian. Tujuan adalah identifikasi karakteristik rekahan dan parameter sifat reservoir vulkanik, sedangkan metode  dilakukan berdasarkan kajian terintegrasi dari data log sumur, inti batuan, log citra dan atribut seismik.Hasil analisis pada beberapa sumur produksi di Lapangan Java, sebagian besar reservoir produktif merupakan fasies tuf dengan kisaran nilai porositas total 6-18%, indeks porositas sekunder 2-12%, dan permeabilitas rekahan 0,006-236 mD. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa distribusi zona produksi sangat terkait dengan penyebaran rekahan disamping efektifitas perkembangan fasies batuan vulkanik. Analisis pada log citra menunjukan rekahan pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda berdasarkan orietasi rekahan dan karakternya serta orientasinya terhadap patahan. Hal ini merupakan sebuah indikasi bahwa rekahan terbentuk oleh beberapa fase tektonik dimulai pada rezim tektonik regangan pada Eosen yang kemudian terreaktivasi pada Pliosen. Identifikasi rekahan produktif  menunjukkan bahwa rekahan konduktif dengan orientasi utara-selatan merupakan rekahan potensial sebagai media penyimpanan serta sirkulasi hidrokarbon. Berdasarkan data tersebut, sehingga diusulkan untuk melakukan pengeboran sumur horizontal dengan arah barat-timur agar dapat memaksimalkan produksi dari rekahan produktif pada daerah penelitian. Kata kunci: hidrokarbon, vulkanik, reservoir, rekahan, jatibarang
Kelayakan Batugamping Klitik Sebagai Bahan Baku Semen Portland Berdasarkan Metode Geokimia Daerah Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah dan Sekitarnya Muhammad Isna Almuzakki; Hill Gendoet Hartono; Al Hussein Flowers
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi penelitian berada di daerah Pilangsari, Sragen, Jawa Tengah secara fisiografis terletak pada zona Kendeng yang berbatasan dengan zona Depresi Solo. Daerah ini tersingkap formasi Kerek yang merupakan formasi tertua di Zona Kendeng serta diendapkan Anggota Klitik Formasi Kalibeng yang memiliki litologi berupa batugamping klastik yang menarik untuk dilakukan kelayakan batugamping sebagai bahan baku semen portland. Metode yang digunakan dalam menentukan kelayakan batugamping sebagai bahan baku semen portland yaitu dengan menggunakan analisa geokimia XRF sehingga didapatkan senyawa yang tergantung dalam batugamping. Hasil analisis geokimia XRF menunjukan bahwa batugamping daerah penelitian termasuk dalam batugamping yang tidak layak karena tidak ditemukanya senyawa MgO, hal ini disebabkan batugamping tersebut diendapkan pada kondisi lingkungan dengan tingkat evaporasi yang rendah dan pada kondisi keadaan salinitas yang rendah sehingga jarang hingga tidak di jumpai senyawa MgO.
Karakteristisasi Kualitas Batubara Dari Proses Coal Getting Sampai Barging Pada Pit Merpati di CV. Bunda Kandung, Desa Paringlahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Abdul Basith; Hill Gendoet Hartono; Rizqi, Al Hussein Flowers
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Bunda Kandung (BK) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara dengan metode “open mining” yang yang berlokasi di Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Dalam pelaksanaan penambangan pada PIT Merpati, penumpukan batubara di stockpile, dan pada proses barging pada CV. Bunda Kandung (BK) terdapat permasalahan yaitu berkurangnya kualitas batubara. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi serta mengevaluasi upaya pengendalian kualitas batubara di lokasi penambangan PIT Merpati, stockpile, dan barging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan langsung kegiatan penambangan, singkapan batubara, pengujian kimia seperti analisis proksimat, total sulfur, nilai kalori serta hasil data pengujian fisik (Indeks Ketergerusan) pada sampel batubara di lokasi penambangan pada saat coal getting, stockpile, dan pada saat barging.. Faktor yang mempengaruhi perubahan kualitas batubara antara lain adanya kontaminasi dari material pengotor (material overburden, air hujan, parting), proses penambangan, genangan air, lamanya penumpukan di stockpile, serta adanya swabakar. Upaya pengendalian kualitas batubara dengan pengoptimalan kegiatan penambangan, pembuatan sistem drainase yang baik, penerapan sistem FIFO, memperbaiki kondisi jalan angkut batubara, penyemprotan cairan kimia untuk mencegah terjadinya swabakar pada stockpile serta pada saat tongkang melakukan perjalanan.