Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Regenerasi Penderes Nira Aren Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Hendri Hermawan Adinugraha; Muhammad Khoirul Fikri; Sukirno Sukirno
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service aims to analyze the regeneration conditions of palm juice penderes which are used as palm sugar. The youth population as the regeneration of palm sugar growers in Kayupuring village is the spearhead of sustainable palm sugar production. The interest of the community, especially the youth, in the production of palm sugar is very small. They prefer to work in other fields other than as a palm juicer. This community service was conducted in the village of Kayupuring, Petungkriyono District, Pekalongan Regency in March 2020. The data collection methods in this study were interviews, documentation, observation and data validity methods using the triangulation method of data sources which included sugar palm growers (producers), youth, and the government. Kayupuring village. The results of the study concluded that the condition of the regeneration of palm sugar palm growers in Kayupuring village was worrying. The lack of youth and youth awareness is the root of the problem in the regeneration of palm sugar palm growers in Kayupuring village. The role of youth is very important for the sustainability of palm sugar in Kayupuring village. However, the participation of the village government as the holder of the government needs to be carried out as a supporter so that youth awareness will grow and the regeneration of palm juice growers will be maintained. Supporting efforts in making youth aware are by holding workshops or socialization as well as trainings on more modern palm sap management as a form of empowerment to the community. Village funds are allocated for community empowerment so that the benefits of village funds can be felt in the long term.
Perbandingan Kepuasan Nasabah Pengusaha Batik di Pekalongan terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional Muhammad Khoirul Fikri
Jihbiz : Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.737 KB) | DOI: 10.33379/jihbiz.v1i2.714

Abstract

Fokus permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan nasabah pengusaha batik di Pekalongan pada bank syariah, dalam hal ini juga membandingkan bank syariah dengan bank konvensional. Dalam hal ini pengusaha batik yang menjadi nasabah di bank syariah dan bank konvensional. Hasil perhitungan untuk bank syariah, di mana diketahui uji t bahwa variabel-variabel tersebut secara sendiri-sendiri tidak semuanya mempunyai pengaruh terhadap kepuasan nasabah pengusaha batik di Pekalongan, tingkat pengaruhnya berbeda-beda yaitu dari pengaruh yang paling tinggi sampai pengaruh paling rendah. Uji F menunjukkan bahwa secara keseluruhan ke enam faktor tersebut bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kepuasan nasabah pengusaha batik di Pekalongan. Hasil perhitungan untuk bank konvensional, di mana diketahui uji t bahwa variabel-variabel tersebut secara sendiri-sendiri tidak semuanya mempunyai pengaruh terhadap kepuasan nasabah pengusaha batik di Pekalongan, tingkat pengaruhnya berbeda-beda yaitu dari pengaruh yang paling tinggi sampai pengaruh paling rendah. Uji F menunjukkan bahwa secara keseluruhan ke enam faktor tersebut bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kepuasan nasabah pengusaha batik di Pekalongan.
Pengaruh Budaya, Sosial, Pribadi dan Psikologis Terhadap Keputusan Pembelian Durian Dengan Sistem Ijon Adinugraha, Hendri Hermawan; Fikri, Muhammad Khoirul; Sukirno, Sukirno
ASY SYAR'IYYAH: JURNAL ILMU SYARI'AH DAN PERBANKAN ISLAM Vol. 6 No. 1 (2021): Asy-Syar'iyyah Juni 2021
Publisher : FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/asy.v6i1.1682

Abstract

Cultural, social, personal, and psychological are consumer behavior factors in buying and selling transactions, especially buying and selling durian using the bonded bond system in Lemahabang Village. In practice, buying and selling of durian using the bonded system is carried out by both parties when the fruit is still on the tree, so the quality and quantity are not known. The purpose of this study was to determine how much cultural, social, personal, and psychology influence the purchase decision for durian with the bonded system. This study uses multiple linear regression analysis using the SPSS program. The population in this study were all durian farmers who were durian buyers with the bonded bond system in Lemahabang Village whose numbers were unknown or infinite. The sampling technique uses incidental sampling and the determination of the number of samples using the Lemeshow formula, which is a total of at least 100 samples. The data collection method used a questionnaire. The results showed that partially cultural, social, personal, and psychological factors had a significant and positive effect and positive relationship between the independent variables on durian purchasing decisions with the bonded system. Simultaneously, culture, social, personal, and psychological factors influence on durian purchasing decisions with the results of f count of 45.106> f table of 2.47 and a significant value of 0.000 <0.05.
Pendampingan Personal Branding melalui Media Sosial guna Meningkatkan Potensi Lokal di Desa Nambangrejo Sukorejo Ponorogo Fikri, Muhammad Khoirul; Fathoni, Tamrin; Sari, Dewi Yunita
Social Science Academic SPECIAL ISSUE: Desa Berdaya dengan Potensi Lokal
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v0i0.6034

Abstract

Nambangrejo Village has unique village assets, which can be categorized into several categories: tradition, art, traditional knowledge and culture. These assets of Nambangrejo Village are unique and different from other areas. Such as Mirah Hamlet and Golan Hamlet, which until now are still thick with traditions of not being allowed to marry between the two, even just meeting, this folklore is still believed until now. In terms of culture, Nambangrejo also has Reog Art, which is also a village asset. In terms of micro-economy, Nambangrejo also has umkm processed products whose resources can still be developed further. While from the religious sector, Nambangrejo Village also has Banjari art. Therefore, this service was carried out with the intention of identifying the potential of Nambangrejo Village using the Asset Basse Community Drive Development “ABCD” method to maximize local potential, especially Nambangrejo Village with the aim of sustainable potential development. Departing from such village assets, group 03 formulated the activity “Personal Branding Assistance Through Social Media to Increase Local Potential in Nambangrejo Village” by applying the ABCD method. The output of this research is to produce human resources (HR) of the Nambangrejo community who have knowledge and personal branding to project Nambangrejo Village sustainably.
Analisis Etika Bisnis Islam Dalam Jual Beli Sistem Ijon Buah Mangga Effendi, Bahtiar; Anna Rizkiyana; Muhammad Khoirul Fikri
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini menganalisis praktik jual beli sistem ijon buah mangga di Desa Bojongwetan dalam perspektif etika bisnis Islam. Sistem ijon yang umum dilakukan di masyarakat seringkali mengandung unsur ketidakjelasan (gharar), ketidakadilan, dan potensi kecurangan. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan para pelaku, ditemukan bahwa praktik ijon di desa tersebut dilakukan dengan berbagai model akad, termasuk mudharabah (bagi hasil). Meski tidak terdapat unsur riba karena tidak ada kredit di awal, namun proses penetapan harga yang dilakukan sebelum panen tanpa penimbangan mencerminkan unsur gharar. Selain itu, praktik ini berpotensi menyebabkan ketidakadilan dan ketidakjujuran. Sebaliknya, praktik jual beli dengan akad mudharabah yang dilakukan secara transparan, adil, dan setelah proses penimbangan dianggap sesuai dengan etika bisnis Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi masyarakat terhadap prinsip-prinsip syariah dalam transaksi ekonomi agar terhindar dari praktik yang dilarang dalam Islam.
Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bibliometrik Bertema “Manajemen Pariwisata Syariah” Menggunakan VOSviewer bagi Mahasiswa Adinugraha, Hendri Hermawan; Fikri, Muhammad Khoirul; Shulthoni, Muhammad; Surur, Achmad Tubagus
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.488

Abstract

Keterbatasan pemahaman mahasiswa FEBI UIN Gusdur terhadap metode bibliometrik dan penggunaan perangkat lunak VOSviewer menjadi penghambat dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang berbasis data dan visualisasi literatur. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah bertema manajemen pariwisata syariah melalui pendekatan bibliometrik. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yakni sosialisasi, pelatihan intensif, dan seminar akademik. Metode pelatihan dirancang secara aplikatif dengan pendekatan konstruktivistik, menggabungkan teori dasar, praktik langsung analisis data dari Scopus dan Google Scholar, serta pendampingan teknis penggunaan VOSviewer. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek keterampilan, dengan rata-rata kenaikan skor post-test sebesar lebih dari 30 poin dibanding pre-test. Mahasiswa mampu menghasilkan peta visual literatur yang merepresentasikan tren, kata kunci dominan, dan hubungan antar penulis dalam bidang manajemen pariwisata syariah. Antusiasme peserta dan efektivitas metode pelatihan tercermin dari tingkat kepuasan sebesar 93%. Pelatihan ini berhasil memperkuat literasi akademik mahasiswa dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendekatan ilmiah berbasis data dalam pengembangan keilmuan ekonomi Islam. Ke depan, pelatihan serupa direkomendasikan untuk diperluas secara lintas program studi guna memperkuat ekosistem riset bibliometrik di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bibliometrik Bertema “Manajemen Pariwisata Syariah” Menggunakan VOSviewer bagi Mahasiswa Adinugraha, Hendri Hermawan; Fikri, Muhammad Khoirul; Shulthoni, Muhammad; Surur, Achmad Tubagus
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.488

Abstract

Keterbatasan pemahaman mahasiswa FEBI UIN Gusdur terhadap metode bibliometrik dan penggunaan perangkat lunak VOSviewer menjadi penghambat dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang berbasis data dan visualisasi literatur. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah bertema manajemen pariwisata syariah melalui pendekatan bibliometrik. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yakni sosialisasi, pelatihan intensif, dan seminar akademik. Metode pelatihan dirancang secara aplikatif dengan pendekatan konstruktivistik, menggabungkan teori dasar, praktik langsung analisis data dari Scopus dan Google Scholar, serta pendampingan teknis penggunaan VOSviewer. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek keterampilan, dengan rata-rata kenaikan skor post-test sebesar lebih dari 30 poin dibanding pre-test. Mahasiswa mampu menghasilkan peta visual literatur yang merepresentasikan tren, kata kunci dominan, dan hubungan antar penulis dalam bidang manajemen pariwisata syariah. Antusiasme peserta dan efektivitas metode pelatihan tercermin dari tingkat kepuasan sebesar 93%. Pelatihan ini berhasil memperkuat literasi akademik mahasiswa dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendekatan ilmiah berbasis data dalam pengembangan keilmuan ekonomi Islam. Ke depan, pelatihan serupa direkomendasikan untuk diperluas secara lintas program studi guna memperkuat ekosistem riset bibliometrik di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Halalpreneur Opportunities and Challenges: Empirical Evidence from Indonesia Sadali, Ayatullah; Fikri, Muhammad Khoirul; Adinugraha, Hendri Hermawan
Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/aij.v10i2.3893

Abstract

Purpose: This research aims to explain the business opportunities and challenges of the halal industry in Indonesia for HalalpreneursDesign/methodology: This qualitative research has used a literature review approach and adopts a content analysis methodologyFindings: The findings of this literature review show that the primary goal of a Halalpreneur is to achieve happiness in ad-daraini. Synonyms for the term Halalpreneur are Islamicpreneur, Shariapreneur, and Muslimpreneur. The substantive meaning of these terms is the same. Everything has the same essence as Halalpreneur. The opportunity and potential of the Indonesian state compared to other countries in developing the Islamic economy are strengthening the halal industry sectorPractical implications: The empirical implication of this research is to describe the halal industrial business still has the opportunity to become an alternative to Halalpreneur, such as Islamic tour travel, Islamic fashion, halal cosmetics, halal culinary, halal spa, and Sharia online motorcycle taxi services. The challenge facing the Indonesian nation today is the need for Halalpreneurs. The challenge ahead for the Indonesian people is the need to play a more active role in the halal industry. Another challenge is their need for more participation in advancing entrepreneurial activities at the micro and macro levels. These implications provide a clear roadmap for potential Halalpreneurs in Indonesia. Originality/Value: Halalpreneurs are very important for economic growth in Indonesia, according to Sharia, and they benefit all humanityKeywors: Halalpreneur; Entrepreneurship; Opportunities; Challenges
SINERGI EKONOMI KREATIF DAN SETIFIKASI HALAL DALAM MENDORONG DAYA SAING BISNIS BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PADA PT. ORIENTAL LANGGENG SENTOSA) M. Halim Barnanda; Muhammad Khoirul Fikri; Kuat Ismanto
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antara ekonomi kreatif dan sertifikasi halal dalam membangun daya saing bisnis yang berkelanjutan, khususnya pada sektor minuman tradisional yang menghadapi tantangan modernisasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana integrasi inovasi kreatif dan sertifikasi halal dapat memperkuat eksistensi PT. Oriental Langgeng Sentosa sebagai produsen minuman legendaris. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk, pengemasan ramah lingkungan, dan branding kreatif menjadi strategi kunci dalam memperluas pasar, sementara sertifikasi halal berperan penting sebagai instrumen legitimasi dan jaminan kualitas. Sinergi kedua aspek tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat identitas budaya, serta menjaga keberlanjutan bisnis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif dan sertifikasi halal merupakan kombinasi strategis dalam mendorong daya saing berkelanjutan, meskipun masih terdapat kelemahan pada aspek digitalisasi dan distribusi global. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji integrasi digital marketing dan ekspansi pasar internasional sebagai penguatan model bisnis kreatif halal
Comparative Legal Perspectives on Halal Tourism Regulations in Indonesia, Pakistan, and Nigeria Hermawan Adinugraha, Hendri; Fikri, Muhammad Khoirul; Maulana, Asep Suraya; Sain, Zohaib Hassan; Lawal, Uthman Shehu
Abdurrauf Law and Sharia Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Law and Sharia
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arlash.v2i2.431

Abstract

The lack of harmonization in halal tourism regulations in Indonesia, Pakistan, and Nigeria has led to differences in standards, weak legal certainty, and inconsistent services that hinder the development of halal destinations. This study aims to analyse and compare the regulatory frameworks of halal tourism in Indonesia, Pakistan, and Nigeria, highlighting the differences in legal systems, institutional capacity, and their implications for the consistency of services and the development of the halal tourism industry. This research employs a qualitative method with a literature study approach, examining laws, government policies, institutional documents, and academic literature related to halal regulations. Data were analysed using content analysis techniques and comparative analysis to identify patterns of similarities, differences, and regulatory effectiveness across the three countries. The results of the study indicate that Indonesia has a more standardised halal regulatory framework, established through formal institutions such as BPJPH and MUI. In contrast, Pakistan adopts a market-driven approach due to the absence of formal regulations governing the halal tourism sector. Nigeria has fragmented rules due to its federal structure and dual legal system, resulting in varying standards of halal service across regions. The findings of this literature show that the legal system and the governance capacity of each country greatly influence the effectiveness of regulations. This research provides an understanding of the relationship between legal configuration and the efficacy of halal governance, offering a basis for regulatory harmonisation that strengthens the competitiveness of halal destinations. This study makes a new contribution by presenting a comprehensive comparative legal analysis of halal tourism regulations in three countries with distinct legal system characteristics, which have not been extensively discussed in previous studies. [Ketidakharmonisan regulasi pariwisata halal di Indonesia, Pakistan, dan Nigeria menimbulkan perbedaan standar, lemahnya kepastian hukum, dan inkonsistensi layanan yang menghambat pengembangan destinasi halal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kerangka regulasi pariwisata halal di Indonesia, Pakistan, dan Nigeria dengan menyoroti perbedaan sistem hukum, kapasitas kelembagaan, serta implikasinya terhadap konsistensi layanan dan pengembangan industri pariwisata halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menelaah undang-undang, kebijakan pemerintah, dokumen kelembagaan, dan literatur akademik terkait regulasi halal. Data dianalisis melalui teknik analisis isi dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi pola persamaan, perbedaan, dan efektivitas regulasi di ketiga negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kerangka regulasi halal yang lebih terstandardisasi melalui lembaga formal seperti BPJPH dan MUI, sedangkan Pakistan mengadopsi pendekatan market-driven akibat ketiadaan regulasi formal yang mengatur sektor pariwisata halal. Nigeria menampilkan regulasi yang terfragmentasi karena struktur federal dan dual legal system, sehingga standar layanan halal berbeda antar wilayah. Temuan pustaka ini menunjukkan bahwa efektivitas regulasi sangat dipengaruhi sistem hukum dan kapasitas tata kelola masing-masing negara. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai hubungan antara konfigurasi hukum dan efektivitas tata kelola halal, serta menawarkan dasar bagi harmonisasi regulasi dalam memperkuat daya saing destinasi halal. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menyajikan analisis hukum perbandingan yang komprehensif mengenai regulasi pariwisata halal di tiga negara dengan karakter sistem hukum yang berbeda, yang belum banyak dibahas dalam kajian sebelumnya.]