Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Performa Mesin Pengayak Pasir Zeolit Jenis Rotary Dengan Variasi Sudut Kemiringan & Variasi Kecepatan Putaran Wildan, Muhammad; Hermawan, Yuni; Nashrullah, Muhammad Dimyati; Syuhri, Ahmad; Sidartawan, Robertus; Kristianta, FX
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengayakan merupakan proses pengelompokan suatu butiran yang akan dipisahkan menjadisatu atau beberapa kelompok. Salah satu jenis pasir yang membutuhkan sebuah prosespengayakan ialah pasir zeolit. Mesin pengayak pasir dibagi beberapa type salah satunya yaitutype rotary atau berputar. Dalam penelitian ini, akan menciptakan performa terbaik mesinpengayak pasir zeolit type rotary dengan menentukan parameter variasi sudut kemiringan dankecepatan putaran yang tepat pada tabung pengayak. Variasi yang telah ditentukan akanberpengaruh terhadap lama waktu proses pengayakan dan hasil pengayakan pasir zeolit. MetodeTaguchi digunakan untuk mengoptimalkan variasi yang digunakan berupa matriks orthogonalL9 (32). Berdasarkan hasil penelitian ini sudut kemiringan dan kecepatan putaran berpengaruhsignifikan terhadap lama waktu proses pengayakan dan hasil pengayakan pasir zeolit dengannilai persen kontribusi sebesar 17,72% dan 45,18% terhadap lama waktu pengayakaan,sedangkan untuk hasil pengayakan dengan nilai kontribusi 39,33% dan 33,45%. Maka prosespengayakan pasir terbanyak didapat pada variasi sudut 10° dan 28 rpm menghasilkan hasilsaringan pasir halus zeolit 6,70 kg dengan waktu 256,6 sec dan hasil lama waktu pengayakantercepat didapat pada variasi sudut 20° dan 61 rpm menghasilkan waktu pengayakan 198,3 secdengan hasil berat pasir halus 2,67 kg. Sehingga hasil penelitian ini bisa sebagai alternatifpemilihan variasi parameter pada proses pengayakan pasir zeolit menggunakan mesin pengayaktype rotary.Kata Kunci: mesin pengayak, rotary, pasir zeolit, sudut, kecepatan
PENGARUH PARAMETER PEMESINAN BUBUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA BAJA AISI 4340 Adha Mahendra, Erlian; Hermawan, Yuni; Triono, Agus; Rozy Hentihu, M. Fahrur; Sakura, Rahma Rei
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research evaluates the influence of lathe machining parameters, such as spindle speed,cutting speed, and feed depth, on the surface roughness (Ra) on the wheel axle of an electric car madefrom AISI 4340 steel. Measurements were carried out using a TR220 surface roughness tester machine,which recorded the highest roughness of 10.107 μm and the lowest was 4.041 μm. The results showedthat feed speed contributed 51.24%, spindle speed 35.82%, and cutting depth 12.94% to surfaceroughness.The optimal combination of machining parameters to produce a surface with low roughness is aspindle speed of 770 m/min, a cutting depth of 0.5 mm, and a feed speed of 120 mm/s. Small infeed depths are ideal for producing smooth surfaces, but compromises may be necessary for production efficiency. In addition, high cutting speeds provide optimal results if heat and tool wear can be controlled. Optimizing these parameters is critical to improving product quality, performance and lifetime.Keywords: Surface Roughness, AISI 4340 Steel, Lathe Machining
Pengaruh Variasi Temperatur Hidrolisis dan Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Menggunakan Bahan Baku Limbah Kulit Singkong Cahyadi, Tedi Setiawan; Ilminnafik, Nasrul; Darsin, Mahros; Sanata, Andi; Hermawan, Yuni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4693

Abstract

Pertumbuhan penduduk meningkatkan kebutuhan akan bahan bakar. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan ketersediaan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan bauran sumber energi terbarukan. Salah satu kemungkinannya adalah memanfaatkan limbah kulit singkong untuk diolah menjadi bioetanol. Salah satu langkah terpenting terfokus pada proses hidrolisis dan fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu hidrolisis dan waktu fermentasi terhadap hasil kadar etanol dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini menggunakan variasi suhu hidrolisis dan waktu fermentasi dengan variasi suhu 90°C, 95°C, 100°C dan waktu fermentasi selama 3 hari, 5 hari dan 7 hari dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian hidrolisis dengan kadar gula reduksi tertinggi diperoleh pada sampel suhu 100°C mendapatkan nilai rata-rata kadar brix sebesar 31°Brix. Sedangkan kadar etanol tertinggi diperoleh pada suhu 100°C dengan waktu 7 hari pengulangan ke 3 memperoleh nilai sebesar 58% kadar etanol. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan suhu hidrolisis dapat menaikan kadar gula reduksi karena mempercepat laju reaksi hidrolisis. Selain itu juga dapat membantu penguraian lignoselulosa karena lebih mudah terpapar enzim dan pengaruh dari waktu fermentasi semakin lama waktu fermentasi yang digunakan semakin tinggi pula kadar etanolnya karena ragi memiliki waktu lebih banyak untuk mengubah gula (glukosa, fruktosa) hasil hidrolisis kulit singkong menjadi etanol dan CO?.
DESAIN DAN PENGEMBANGAN MESIN PENGAHNCUR BAHAN ORGANIK MODEL PISAU PUTAR KAPASITAS 120 KG/JAM Hermawan, Yuni; Djumhariyanto, Dwi; Badriani, Ririn Endah; Mulyadi, Santoso
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3168

Abstract

This design to make the organic materials crusher machine which its structure can be made easy and cheap by society, and can be operated simply, moved by gasoline engine 6.5 hp own the ability can can break the permanent organic materials upon which compost. This activity  divisible in 2 solution framework that is technical solution framework and solution non technical. Technical Approach: approach to society of orchard Togung by attending method/machine to processes and dissociate the materials type so that heaping sum up the deductible materials. Approach of non technical: approach to citizen by guiding and growing to develop the society awareness about its important keep cleaning environmental and sanitation. From final this activity inferential that: making of organic materials crusher machine earn the especial problems faced by group society orchard of Togung subdistrict Sempu Banyuwangi. Making of enforceable organic materials.  Machine better as according to time plan which have been determined, Especial problems partner concerning materials processing with the this machine attendance expected depending to on duty deductible subdistrict Sempu hygiene and created  society of self manage materials. Result from this materials processing machine in the form  organic materials upon which compost of the size 2-3 cm and organic materials process become the compost used by farmer group, so that indirectly can improve the earnings of society of orchard Togung and permeating new labour.  
Optimization of glass fiber reinforced polymer composite using response surface methodology for application on train panels Yuni Hermawan; I Gusti Ketut Puja; Hendry Y. Nanlohy
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/mesi.13090

Abstract

Advancements in science and technology are creating challenges for conventional materials such as metals, often struggle to meet the demands of modern industry. In response to the issue, train industry has begun developing applications of Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) composite for interior panels. Therefore, this research aimed to determine the impact of fiber volume fraction and arrangement direction on tensile as well as bending tests. This research also aimed to identify variations in composite manufacturing process parameters to achieve optimal tensile and bending strength values. The research methodology was an experimental procedure with data analysis using Statistics Software. During the analysis, the results showed that the fiber volume fraction of 30% with the fiber arrangement direction of 0° produced optimal tensile and bending strength values. Tensile and bending tests produced results of 100.82 kg/mm2 and 102.27 kg/mm2, respectively. A high fiber volume fraction led to optimal tensile and bending strength values because the fiber served as the main reinforcement. Additionally, direction of the fiber arrangement played a significant role, with 0° fiber orientation producing better results due to a more even fiber distribution compared to 90° direction. The results of this research could be applied to the wall panels in the railway industry.
Analisis Pengaruh Geometri Kampuh dan Arus SMAW terhadap Kekuatan Tarik Baja SS400 Menggunakan Metode Taguchi Iwan Ahmad; Yuni Hermawan; Yuni Hermawan; Agus Triono
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/0g6g1065

Abstract

Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) banyak digunakan dalam industri manufaktur karena kemampuannya menghasilkan sambungan yang kuat dan ekonomis. Kualitas sambungan las dipengaruhi oleh berbagai parameter, termasuk geometri kampuh dan arus pengelasan, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menentukan kombinasi parameter yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus pengelasan, sudut kampuh, dan root gap terhadap kekuatan tarik sambungan baja karbon rendah SS400. Metode Taguchi digunakan untuk merancang eksperimen dan analisis ANOVA digunakan untuk mengevaluasi pengaruh setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kampuh merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, sedangkan arus pengelasan dan root gap tidak berpengaruh yang signifikan. Kombinasi parameter optimal diperoleh pada sudut kampuh 70 derajat, root gap 1 mm, dan arus pengelasan 75 A. Struktur mikro yang terbentuk sesuai dengan karakteristik baja SS400. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi geometri kampuh dapat meningkatkan kualitas sambungan las SMAW pada baja SS400.