Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH VARIASI SUHU SIKLUS THERMAL TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT UNSATURATED POLYESTER SERAT KELAPA SEMBADA, IQBAL VARIAN; Hermawan, Yuni; listyadi S, Digdo; Sholahudin, Imam; Kristianta, FX
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2024): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite is one of the materials used in engineering field. This is because composites have strong properties, light weight, corrosion resistance, economical and so on. One of coconut fiber composite composite. Coco fiber in Indonesia is still not utilized to the maximum to increase its economic value. One application of coconut fiber composite usage is for wood replacement wall. This study aims to determine the effect of repeated thermal load on the bending strength of the composite. In this research the material used is coconut fiber coir random orientation direction as reinforced and unsaturated polyester as matrix with fiber volume fraction 5%. The production method used is press hand lay up. Temperature variations are 30oC, 50oC, 70oC, and 90oC with 10 repetitions. Bending test is done with ASTM D790 standard reference. The result of this research shows the highest bending strength in composite with thermal temperature of 30o C equal to 39,68 MPa. While the lowest bending strength occurred at 90°C thermal temperature of 24.60 MPa. From result of research indicate that unsaturated polyester when given heat load continuously will decrease bending strength because debonding failure in matrix.
PERANCANGAN MESIN PAN GRANULATOR KAPASITAS 250 KG/JAM Hermawan, Yuni; Sidartawan, Robertus; Syuhri, Ahmad
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2024): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pembuat pupuk organik granul ini merupakan mesin yang digunakan untukmembuat pupuk berbentuk butiran granul guna mempermudah penyimpanan pupuk dannantinya akan lebih effisien dalam penggunaannya. Proses pembuatan pupuk organikgranul diawali dengan pupuk kandang sebagai bahan pupuk organik yang sudahdikeringkan kemudian dihaluskan. Pupuk kandang yang sudah dihaluskan kemudiandibentuk menjadi butiran granul dengan alat pan granulator. Pupuk kandang yang sudahmenjadi butiran granul kemudian dikeringkan. Mesin pan granulator ini dibuat denganmenggunakan perhitungan daya motor, perhitungan poros, perhitungan sabuk, pengaturansudut, dan kecepatan putar pan granulator. Mesin ini memiliki dimensi 200 cm x 170cm x 200 cm yang cocok untuk kelompok tani yang merupakan mitra petani.Mesin ini mampu mengranulkan pupuk organik 250 kg/jam dengan kapasitas produksi setiaphari 2000 kg untuk 8 jam kerja perhari dan ukuran hasil pengranulan 5 – 7 mm.
Analisis Performa Mesin Pengayak Pasir Zeolit Jenis Rotary Dengan Variasi Sudut Kemiringan & Variasi Kecepatan Putaran Wildan, Muhammad; Hermawan, Yuni; Nashrullah, Muhammad Dimyati; Syuhri, Ahmad; Sidartawan, Robertus; Kristianta, FX
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengayakan merupakan proses pengelompokan suatu butiran yang akan dipisahkan menjadisatu atau beberapa kelompok. Salah satu jenis pasir yang membutuhkan sebuah prosespengayakan ialah pasir zeolit. Mesin pengayak pasir dibagi beberapa type salah satunya yaitutype rotary atau berputar. Dalam penelitian ini, akan menciptakan performa terbaik mesinpengayak pasir zeolit type rotary dengan menentukan parameter variasi sudut kemiringan dankecepatan putaran yang tepat pada tabung pengayak. Variasi yang telah ditentukan akanberpengaruh terhadap lama waktu proses pengayakan dan hasil pengayakan pasir zeolit. MetodeTaguchi digunakan untuk mengoptimalkan variasi yang digunakan berupa matriks orthogonalL9 (32). Berdasarkan hasil penelitian ini sudut kemiringan dan kecepatan putaran berpengaruhsignifikan terhadap lama waktu proses pengayakan dan hasil pengayakan pasir zeolit dengannilai persen kontribusi sebesar 17,72% dan 45,18% terhadap lama waktu pengayakaan,sedangkan untuk hasil pengayakan dengan nilai kontribusi 39,33% dan 33,45%. Maka prosespengayakan pasir terbanyak didapat pada variasi sudut 10° dan 28 rpm menghasilkan hasilsaringan pasir halus zeolit 6,70 kg dengan waktu 256,6 sec dan hasil lama waktu pengayakantercepat didapat pada variasi sudut 20° dan 61 rpm menghasilkan waktu pengayakan 198,3 secdengan hasil berat pasir halus 2,67 kg. Sehingga hasil penelitian ini bisa sebagai alternatifpemilihan variasi parameter pada proses pengayakan pasir zeolit menggunakan mesin pengayaktype rotary.Kata Kunci: mesin pengayak, rotary, pasir zeolit, sudut, kecepatan
PENGARUH PARAMETER PEMESINAN BUBUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA BAJA AISI 4340 Adha Mahendra, Erlian; Hermawan, Yuni; Triono, Agus; Rozy Hentihu, M. Fahrur; Sakura, Rahma Rei
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research evaluates the influence of lathe machining parameters, such as spindle speed,cutting speed, and feed depth, on the surface roughness (Ra) on the wheel axle of an electric car madefrom AISI 4340 steel. Measurements were carried out using a TR220 surface roughness tester machine,which recorded the highest roughness of 10.107 μm and the lowest was 4.041 μm. The results showedthat feed speed contributed 51.24%, spindle speed 35.82%, and cutting depth 12.94% to surfaceroughness.The optimal combination of machining parameters to produce a surface with low roughness is aspindle speed of 770 m/min, a cutting depth of 0.5 mm, and a feed speed of 120 mm/s. Small infeed depths are ideal for producing smooth surfaces, but compromises may be necessary for production efficiency. In addition, high cutting speeds provide optimal results if heat and tool wear can be controlled. Optimizing these parameters is critical to improving product quality, performance and lifetime.Keywords: Surface Roughness, AISI 4340 Steel, Lathe Machining
Pengaruh Variasi Temperatur Hidrolisis dan Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Menggunakan Bahan Baku Limbah Kulit Singkong Cahyadi, Tedi Setiawan; Ilminnafik, Nasrul; Darsin, Mahros; Sanata, Andi; Hermawan, Yuni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4693

Abstract

Pertumbuhan penduduk meningkatkan kebutuhan akan bahan bakar. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan ketersediaan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan bauran sumber energi terbarukan. Salah satu kemungkinannya adalah memanfaatkan limbah kulit singkong untuk diolah menjadi bioetanol. Salah satu langkah terpenting terfokus pada proses hidrolisis dan fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu hidrolisis dan waktu fermentasi terhadap hasil kadar etanol dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini menggunakan variasi suhu hidrolisis dan waktu fermentasi dengan variasi suhu 90°C, 95°C, 100°C dan waktu fermentasi selama 3 hari, 5 hari dan 7 hari dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian hidrolisis dengan kadar gula reduksi tertinggi diperoleh pada sampel suhu 100°C mendapatkan nilai rata-rata kadar brix sebesar 31°Brix. Sedangkan kadar etanol tertinggi diperoleh pada suhu 100°C dengan waktu 7 hari pengulangan ke 3 memperoleh nilai sebesar 58% kadar etanol. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan suhu hidrolisis dapat menaikan kadar gula reduksi karena mempercepat laju reaksi hidrolisis. Selain itu juga dapat membantu penguraian lignoselulosa karena lebih mudah terpapar enzim dan pengaruh dari waktu fermentasi semakin lama waktu fermentasi yang digunakan semakin tinggi pula kadar etanolnya karena ragi memiliki waktu lebih banyak untuk mengubah gula (glukosa, fruktosa) hasil hidrolisis kulit singkong menjadi etanol dan CO?.
DESAIN DAN PENGEMBANGAN MESIN PENGAHNCUR BAHAN ORGANIK MODEL PISAU PUTAR KAPASITAS 120 KG/JAM Hermawan, Yuni; Djumhariyanto, Dwi; Badriani, Ririn Endah; Mulyadi, Santoso
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3168

Abstract

This design to make the organic materials crusher machine which its structure can be made easy and cheap by society, and can be operated simply, moved by gasoline engine 6.5 hp own the ability can can break the permanent organic materials upon which compost. This activity  divisible in 2 solution framework that is technical solution framework and solution non technical. Technical Approach: approach to society of orchard Togung by attending method/machine to processes and dissociate the materials type so that heaping sum up the deductible materials. Approach of non technical: approach to citizen by guiding and growing to develop the society awareness about its important keep cleaning environmental and sanitation. From final this activity inferential that: making of organic materials crusher machine earn the especial problems faced by group society orchard of Togung subdistrict Sempu Banyuwangi. Making of enforceable organic materials.  Machine better as according to time plan which have been determined, Especial problems partner concerning materials processing with the this machine attendance expected depending to on duty deductible subdistrict Sempu hygiene and created  society of self manage materials. Result from this materials processing machine in the form  organic materials upon which compost of the size 2-3 cm and organic materials process become the compost used by farmer group, so that indirectly can improve the earnings of society of orchard Togung and permeating new labour.  
Optimization of glass fiber reinforced polymer composite using response surface methodology for application on train panels Yuni Hermawan; I Gusti Ketut Puja; Hendry Y. Nanlohy
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/mesi.13090

Abstract

Advancements in science and technology are creating challenges for conventional materials such as metals, often struggle to meet the demands of modern industry. In response to the issue, train industry has begun developing applications of Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) composite for interior panels. Therefore, this research aimed to determine the impact of fiber volume fraction and arrangement direction on tensile as well as bending tests. This research also aimed to identify variations in composite manufacturing process parameters to achieve optimal tensile and bending strength values. The research methodology was an experimental procedure with data analysis using Statistics Software. During the analysis, the results showed that the fiber volume fraction of 30% with the fiber arrangement direction of 0° produced optimal tensile and bending strength values. Tensile and bending tests produced results of 100.82 kg/mm2 and 102.27 kg/mm2, respectively. A high fiber volume fraction led to optimal tensile and bending strength values because the fiber served as the main reinforcement. Additionally, direction of the fiber arrangement played a significant role, with 0° fiber orientation producing better results due to a more even fiber distribution compared to 90° direction. The results of this research could be applied to the wall panels in the railway industry.