Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : BULETIN AL-RIBAATH

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, KEBIASAAN SARAPAN PAGI, AKTIFITAS FISIK DAN GANGGUAN KESEHATAN DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR (THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS, BREAKFAST HABITS, PHYSICAL ACTIVITY AND HEALTH PROBLEMS WITH SCHOOL Marlenywati .; Andri Dwi Dwi Hernawan; Armita Dewi Hardiyanti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 12, No 2 (2015): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.803 KB) | DOI: 10.29406/br.v12i2.82

Abstract

Prestasi belajar merupakan ukuran untuk menentukan tingkat keberhasilan proses pendidikan. Kurangnya prestasi belajar dapat diakibatkan oleh status gizi, kebiasaan sarapan pagi, akifitas fisik dan gangguankesehatan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengenai status gizi menunjukan bahwa pada tahun2013 prevalensi status gizi pada anak usia 6-12 tahun untuk prevalensi kegemukan sebesar 9,64% dan kurus9,08%. Hasil survey pendahuluan didapat 76% siswa memiliki nilai rata-rata raport rendah, 70% siswadengan IMT gemuk, 40 % siswa tidak rutin sarapan pagi dan sebagian siswa melakukan aktifitas fisiksedang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hubungan antara status gizi, kebiasaansarapan pagi, aktifitas fisik dan gangguan kesehatan dengan prestasi belajar anak sekolah dasar di wilayahkerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Sampel penelitian sebanyak 132 sampel. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square dengan taraf signifikan95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel kebiasaan sarapan pagi (0,001) dangangguan kesehatan (p value=0,025) dengan prestasi belajar. Tidak terdapat hubungan yang bermaknaantara status gizi (p value=0,651), aktifitas fisik (p value=0,751) dengan prestasi belajar anak sekolah dasardiwilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Disarankan untuk petugas  giziPuskesmas Kecamatan Pontianak Selatan untuk meningkatkan edukasi, informasi dan komunikasimengenai sarapan pagi dan upaya promotif dan preventif kepada orang tua siswa dan siswa tentangpentingnya sarapan pagi melalui media leaflet, poster dan banner sesuai dengan waktu dan jumlah energiyang dibutuhkan dan mengadakan kerjasama lintas sektor antara pihak puskesmas dengan UKS sekolahuntuk memantau kesehatan anak dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar dapatmengetahui perkembangan tubuh anak. Kata kunci: Sarapan, Gangguan Kesehatan, Prestasi Belajar
Intervensi TB-Paru Melalui Edukasi dan Konseling di Desa Pasir Panjang Wilayah Binaan Puskesmas Antibar Kabupaten Mempawah Andri Dwi Hernawan; Lia Erlina; Bayu Ari Biatmojo
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 16, No 2 (2019): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.147 KB) | DOI: 10.29406/br.v16i2.1814

Abstract

Tuberculosis Paru atau TB Paru merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian dalam penanganan dan pengendalian program kesehatan di wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat. Identifikasi lebih lanjut factor determinan penyebab TB Paru di lokasi tersebut dengan rancangan kasus control didapatkan bahwa factor perilaku menjadi penyebab dominan penularan TB Paru di lokasi tersebut. Kegiatan intervensi ini dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang TB Paru melalui edukasi kesehatan.Kegiatan intervensi dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan masyarakat yang komprehensif melalui aktivitas pemberian informasi yang terstruktur tentang TB Paru dan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan penguatan terhadap agent of change (kader kesehatan dan pengawas menelan obat). Harapan dari kegiatan nantinya kader kesehatan dan PMO dapat mempraktekan teknik melakukan konseling sehingga mampu mentransfer informasi tentang TB Paru ke masyarakat.Hasil kegiatan intervensi yang dilakukan dengan sasaran anak usia sekolah untuk memberi pemahaman tentang TB Paru dan cara pencegahannya melalui kegiatan cerdas cermat mendapatkan hasil sangat baik dengan hasil penilaian skor cerdas cermat diatas 70%. Untuk kegiatan edukasi dan pelatihan konseling pada kader kesehatan dan PMO didapatkan hasil yang cukup baik dimana tingkat peningkatan pengetahuan tentang TB Paru sebesar 86,5% dari pengetahuan awal sebesar 47,3%.Rekomendasi untuk pihak puskesmas dan desa perlu peningkatan kemampuan kader lebih lanjut melalui supervisi dan pendampingan dari puskesmas secara rutin. Desa juga perlu memberikan dukungan pada kader kesehatan dan PMO melalui pemberian penghargaan baik secara moril maupun material terhadap konseling yang dilakukan kader dan PMO.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Dini Hadiarti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 2 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.932 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i2.896

Abstract

Mempawah Hulu, which is predominantly populated by indigenous Dayak Kanayatn tribe, is one of underdeveloped sub-district in Landak Regency. The main issues are in health, education, and economic sectors, for instances: low educated villagers (the majority of the villagers do not graduate from secondary school); urgent clean and healthy living behavior (PHBS); economic condition in the middle to the low category. Therefore, the community service in this area was focused on empowering the community in those problematic sectors. To solve the issues, we heightened public role in society and enforced the authority institution which including Mempawah Hulu Regency Administration along with three local villages authorities and Puskesmas (Public Health Center) Karangan. Through these activities, not only ‘Alert Village’ was activated but also PHBS agents, ‘Alert Village’ agents, Healthy Generation (Genre) ambassador, as well as initiation of ODF hamlet were established. In the education sector, the local library was built which was associated with the establishment of the green school and study group. In the social-economic sector, a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group were formed as well as few entrepreneurs manufacturing products from local commodities. It was expected that the whole initiated programs would be sustainable in three villages, namely Pahokng, Caokng, and Tunang. Keywords: empowerment, alert village, entrepreneurship, Dayak Kanayatn
PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN MELALUI PENGUATAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Elly Trisnawati; Andri Dwi Hernawan; Sri Nugroho Jati
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 1 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.291 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i1.596

Abstract

Sambas district is the district with the lowest HDI among the 14 districts in West Kalimantan. The highest education level of most people is only Elementary School, while public health issues are very complex, while most families are poor. Those facts show that Kabupaten Sambas is one of the districts that need attention in development in all sectors, including health, education, and economy. Sebawi, one of the region in Sambas district, still requires efforts to improve the human resource. The aim of KKN-PPM in Sebawi is to have a community empowerment in the areas of health, education, and socio-economic. The activities included strengthening 'desa siaga', increasing access to education, and intensive mentorship for the home industry in three selected villages, namely Sepuk Tanjung, Rantau Panjang and Sebawi. The results showed that the major program such as 'desa siaga' and entrepreneurship run very well. We successfully revitalized management and operational team of 'Desa Siaga'. and also convinced the villagers to provide ambulance facility in their village. We also established a new group of entrepreneurs consisted of housewife and dropout students. We hope that the new entrepreneur group can promote economic growth in the villages.  Hopefully, the program can be sustainable and will be monitored periodically. Keywords: community empowerment, alert village, poor families