Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Stakeholders Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (Kasus: LMDH Sasaka Patengan KPH Bandung Selatan) Trison, Soni; Hero , Yulius; Sundawati, Leti
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 4 No. 2 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0402.230-235

Abstract

Program Perhutanan Sosial (lahir dari nawacita Presiden RI periode tahun 2015 2015-2019 untuk memberikan akses pengelolaan hutan kepada masyarakat seluas 12,7 juta hektar. Dua arahan Presiden 30 September 2020 untuk pemberdayaan ekonomi melalui PS, yaitu: akses PS dan pengembangan usaha PS. Kajian ini bersifat eksploratif dengan tujuan menganalisis pengaruh dan kepentingan serta peran stakeholders dalam pengembangan usaha PS. Konsep teori yang digunakan adalah analisis stakholders pengaruh, kepentingan, dan peran yang dikembangkan oleh Reed dan Tim tahun 2009. Hasil kajian menunjukkan stakholders yang mempengaruhi pengembangan usaha PS 8 pelaku; Key Player penentu keberlanjutan pengembangan usaha PS, yaitu: KLHK, KPH Bandung Selatan, dan Kemenko Marves; Contect Setter penentu keberhasilan, yaitu: Dinas Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kabupaten Bandung; dan Subject mendukung keberhasilan, yaitu: Swasta/ Pengusaha, NGO/LSM, Perguruan Tinggi, dan Kementerian terkait. Kajian ini juga menghasilkan peran masing masing-masing stakeholders dalam pengembangan usaha PS.
Komitmen Sektor Publik dan Swasta terhadap Deforestasi Nol di Sumatera Selatan ristiana, nur indah; Purnomo, Herry; Hero, Yulius; Okarda, Benny; Puspitaloka, Dyah; Sanjaya, Made
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.638-652

Abstract

Untuk mengatasi deforestasi, Pemerintah Sumatera Selatan berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam mencapai Pertumbuhan Hijau 2017. Semua kegiatan ekonomi terkait tata guna lahan harus sesuai dengan regulasi. Sektor swasta mendukung dengan beberapa inisiatif melalui sertifikasi sebagai komitmen mereka terhadap nol deforestasi (ZDC). Namun dari data tutupan lahan, Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan kehilangan tutupan hutan tertinggi di Indonesia yang diikuti dengan peningkatan kegiatan ekonomi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan komitmen sektor publik dan swasta dalam mewujudkan nol deforestasi. Kami melakukan wawancara dengan instansi terkait dan mengumpulkan data tentang intervensi publik dan inisiatif swasta. Penelitian ini menggunakan teori kepatuhan untuk menganalisis komitmen kedua sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor publik dan swasta di Sumatera Selatan telah menunjukkan komitmennya terhadap jenis kepatuhan yang diinduksi oleh perjanjian. Kepatuhan tersebut menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diintegrasikan ke dalam kebijakan, pengaturan tata kelola publik dan swasta yang selaras, dan perubahan kualitas lingkungan yang baik dengan penurunan laju deforestasi dari 4% menjadi 2%. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan ZDC yaitu setidaknya mengurangi separuh laju hilangnya hutan alam pada tahun 2020 telah dilaksanakan oleh kedua sektor. Selain itu, kedua sektor tetap berupaya untuk mengakhiri hilangnya hutan alam pada tahun 2030.
Kontribusi wisata bahari terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir pulau Nusa Penida, Klungkung Ni Made Santi; Yulius Hero; Hadi Susilo Arifin
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 7 No. 2 (2017): BUDAYA EKONOMI BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali’s marine resources is an important economy asset as well as food resource for local community and marine tourism. Nusa Penida Island is located in Nusa Penida District, Klungkung Region, Bali Province. It is belonging to the coral triangle area, the highest marine biodiversity in the world. Based on Decision Letter from Ministry of Marine and Fishery number 24/2014 about Nusa Penida Marine Conservation Area in Klungkung Region, Nusa Penida marine area was designated as Marine Tourism Park. Most of coastal communities in Nusa Penida are seaweed farmer. Marine tourism activity has significant impact for community’s life. Integrated development is required to be done for its sustainability. The objective of this study is to analyze marine tourism contribution for community’s prosperity in coastal area of Nusa Penida Island. Purposive sampling is chosen to collecting field data trough interview and questionnaire in 30 respondents and analyzed used BPS’s indicator (2011). As much as 90% of coastal community in Nusa Penida is categorized in moderate living condition. Marine tourism activity contributes about 36% of local income, it’s mean that marine tourism activity in Nusa Penida give positive contribution for local communities’ prosperity.
Kontribusi wisata bahari terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir pulau Nusa Penida, Klungkung Ni Made Santi; Yulius Hero; Hadi Susilo Arifin
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 7 No. 2 (2017): BUDAYA EKONOMI BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali’s marine resources is an important economy asset as well as food resource for local community and marine tourism. Nusa Penida Island is located in Nusa Penida District, Klungkung Region, Bali Province. It is belonging to the coral triangle area, the highest marine biodiversity in the world. Based on Decision Letter from Ministry of Marine and Fishery number 24/2014 about Nusa Penida Marine Conservation Area in Klungkung Region, Nusa Penida marine area was designated as Marine Tourism Park. Most of coastal communities in Nusa Penida are seaweed farmer. Marine tourism activity has significant impact for community’s life. Integrated development is required to be done for its sustainability. The objective of this study is to analyze marine tourism contribution for community’s prosperity in coastal area of Nusa Penida Island. Purposive sampling is chosen to collecting field data trough interview and questionnaire in 30 respondents and analyzed used BPS’s indicator (2011). As much as 90% of coastal community in Nusa Penida is categorized in moderate living condition. Marine tourism activity contributes about 36% of local income, it’s mean that marine tourism activity in Nusa Penida give positive contribution for local communities’ prosperity.