Muslih Muslih
Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Program Tematik dalam Mengembangkan Kemampuan Intelektual Peserta Didik di SDLB Dharma Wanita Ujung Pangkah Gresik Nurus Saidatul Mafakhir; Muslih Muslih; Muh. Hasyim Rosyidi; Muhammad Haris; Hidayatul Mufidah
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2022): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v4i2.696

Abstract

Focus Study this is for understand about management curriculum thematic at SDLB Dharma Wanita Ujung Pangkah Gresik in effort develop ability intellectuals participant educate . Learning thematic in SLB same with school general , which Becomes difference is teacher must capable adapt condition child , if on normally they led for complete target but in SLB is teacher teach slowly until they capable control lesson , because participant educate no easy in understand eye lesson so teacher must have method creative and unique so that participant educate easy in understand . Study this aim answer a number of Formula Problem , ie : 1. How Management Curriculum program thematic in develop ability intellectual participant educate at SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik, 2. How factor supporters and inhibitor Management curriculum program thematic in develop ability intellectual participant educate at SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik.? Method study which used in study this is with study descriptive qualitative . In collection the data use method observation , interview deep as well as documentation . With use technical analysis miles model ie reduction data, presentation data and withdrawal conclusion . Results in study this , First , that Management Curriculum at SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik use Curriculum 2013, Stages which held in Thing the ie 1) Planning curriculum thematic SDLB . 1. Do assessment , 2. Make device learning 2) Organizing Curriculum thematic is 1. forming structure organization 2. Share Duty teacher 3. Share timetable lesson corresponding structure curriculum from government 3) Implementation curriculum thematic is 1. implementation curriculum customized with device learning 2. Implementation curriculum must customized with circumstances student Which one they have difference disabled , so that they capable follow learning and practice student so that capable life independent , 3) Evaluation ie with 1. Evaluation repair plan 2. Evaluation results learning , second , a number of factor inhibitor ie Condition the crew diverse , Competence that teacher diverse , Lack of cooperation by people old crew with party school so that still there is a number of difference purpose . Third Factor supporters 1. party school get book hold on special from government , 2. Party school support media and tool learning which needed based on with type disabled participant educate the . 3. How strong connection Among head school and teachers at SDLB Dharma Wanita as well supported by Public around and also party from education and districts . As for suggestions from results study the recommended for in the future SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik capable work same with people old in process learning student so that capable reach purpose which wanted good that from parent and also from school
Telaah Komparatif Kurikulum Lembaga Pendidikan Islam di Singapura dan Thailand Muslih Muslih; Nur Kholis
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.346 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v9i2.191

Abstract

Kajian komparatif konteks lembaga pendidikan Islam harus terus dilakukan demi perbaikan dan pembaharuan sistem lembaga pendidikan Islam yang ada pada suatu negara. Perlu dipahami bahwa setiap negara di dunia memiliki kearifan lokalnya masing-masing sebagai ciri khasnya. Baik dasar negara, sistem sosial, budaya, sistem hukum maupun sistem pendidikan yang diimplementasikan di dalamnya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menelaah kurikulum pendidikan Islam yang ada di dua negara rumpun Melayu, membandingkan dan menganalisis baik persamaan maupun perbedaan sistem kurikulum institusi lembaga pendidikan Islam di Madrasah al-Juneid al-Islamiyah Victoria Lane Singapura dan Sekolah Puyud Pracharak Patani Thailand, untuk selanjutnya ditarik formula positif sebagai tambahan wawasan kajian kislaman khususnya pada bidang pendidikan Islam. Metode penelitian pada kajian ini, menggunakan studi pustaka (library research). Yang mana menelusuri literatur kepustakaan terkait komparasi lembaga pendidikan Islam. Hasil dari kajian ini, didapatkan persamaan konten kajian yang diinternalisasikan pada institusi pendidikan Islam di Singapura dan di Thailand, baik pada aspek kurikulum, aktivitas akademik pendidikan dan tantangan lembaga pendidikan Islam yang mana berusaha untuk membentengi peserta didik dari nilai-nilai modernisasi yang negatif dan pola kebijakan yang diterapkan pemerintah berupa dualisme sistem pendidikan yang agaknya menjadi problem tersendiri bagi kemajuan lembaga pendidikan baik di Singapura dan Thailand.
Pemberdayaan Aset Perdikan Sunan Drajat Melalui Pengolahan Manilkara zapota dalam Pemulihan Ekonomi di masa Covid 19 Miftachul Ulum; Abdul Mun'im; Muslih Muslih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7477

Abstract

Pemberdayaan dengan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) bertujuan memberikan keterampilan pengolahan buah sawo sebagai makanan olahan. Pendampingan ini dilaksanakan  di desa Drajat kecamatan Paciran kabupaten Lamongan diikuti ibu-ibu rumah tangga sebanyak 20 peserta.  Buah sawo yang tumbuh subur dan produktif bagi masyarakat dapat dikreasikan menjadi beberapa produk olahan. Masyarakat desa Drajat selama ini memperlakukan buah sawo hanya sebagai makanan siap di makan dan hanya sebagai barang dagangan di area Wisata Religi Makam Sunan Drajat. Hasil pengabdian masyarakat melalui pelatihan kreasi buah sawo  menghasilkan  enam jenis kreasi produk olahan buah sawo. Keenam kreasi olahan bahan dasar buah sawo tersebut meliputi  sale sawo, selai sawo, puding sawo, stick sawo, bolu sawo dan sirup sawo. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan yang dilaksanakan sejak tanggal 5 November - 15 Desember 2022 telah memberikan dampak positif kepada masyarakat desa Drajat Paciran Lamongan berupa  ketrampilan dalam kreasi olahan produk buah sawo,  meningkatan perekonomian masyarakat dengan penjualan berbagai macam jenis produk dari sawo,  menciptaaan  lapangan kerja baru dan  menciptakan citra positif dengan produk olahan sawo di area Wisata Religi Makam Sunan Drajat.Empowerment with the ABCD (Asset Based Community Development) approach aims to provide processing skills and create sapodilla as processed food. This assistance was carried out in Drajat village, Paciran sub-district, Lamongan district, which 20 housewives attended. Sapodilla fruit that thrives and is productive for the community can be created into several processed products. The people of Drajat village have so far treated sapodilla fruit only as ready-to-eat food and only as merchandise in the Religious Tourism area of Sunan Drajat's Tomb. The results of community service through training on sapodilla fruit creations resulted in six types of sapodilla processed product creations. The six creations are made from sapodilla fruit basic ingredients include sapodilla sale, sapodilla jam, sapodilla pudding, sapodilla stick, sapodilla cake and sapodilla syrup. It can be concluded that the mentoring activities carried out from November 5 - December 15 2022, have had a positive impact on the Drajat Paciran Lamongan village community in the form of skills in the creation of processed sapodilla fruit products, improving the community's economy by selling various types of sapodilla products, creating new jobs and creating a positive image with processed sapodilla products in the Sunan Drajat Cemetery Religious Tourism area.
Blended Assesment Dalam Pembelajaran Fikih Untuk Menilai Aspek Kognitif Peserta Didik Tatag Satria Praja; Muslih; Siti Fauziyah
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v1i1.6

Abstract

Assessment has a very vital role in learning process. In Jurisprudence learning many teachers focus on written cognitive assessment, where results become a matter of pride, teachers often forget to assess student understanding, practice and creativity, even though 21st century assessment demands the latest knowledge and abilities. This article uses a blended assessment (tahriri, syafahi, and capstone project) as an alternative solution to cognitive assessment, the assessment of fiqh learning will be comprehensive and make the product of learning. This article includes a literature study with a qualitative-descriptive approach. The result is blended assessment is a combination of two or more types of assessments, to determine students' abilities and improve the quality of learning. Blended assessment in fiqh learning cognitive aspects, has a level, that tahriri test consisting of C1 and C2, functioning to assess memory skills and comprehension, syafahi test consists of C3 and C4, functioning to assess applicative and analytical abilities, and capstone projects consisting of C5 and C6, to assess the evaluation skills and creations of students. The method of evaluation by combining results of tahriri, syafahi, and capstone projects, the percentage is 30 percent tahriri, 30 percent syafahi, and 40 percent capstone project. Three tests are combined into one with the percentage and value of each test result.
Gaya Kepemimpinan Karismatik KH Muhammad Dawam Saleh dalam Manajemen Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung Paciran Lamongan Maratus Sholihah; Muslih Muslih
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2019): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v1i2.8

Abstract

Kepemimpinan dalam sebuah lembaga pendidikan Islam dalam hal ini Pondok Pesantren memegang peranan yang sangat penting terhadap kemajuan sebuah pesantren. Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung Paciran Lamongan dalam kepengasuhan KH Muhammad Dawam Saleh berhasil mencapai kemajuan yang signifikan di bawah kepemimpinan karismatiknya yang unik. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menggali dan menjawab rumusan masalah bagaimana gaya kepemimpinan karismatik KH Muhammad Dawam Saleh dan faktor pendukung dan penghambat manajemen Pondok Pesantren Al-Islah Sendangagung Paciran Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data-data deskriptif tentang manajemen Pondok Pesantren yang dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH Muhammad Dawam Saleh memiliki gaya kepemimpinan dalam kategori karismatik, berdasarkan pengakuan responden yang menyebutkan ciri beliau sesuai dengan ciri kepemimpinan karismatik, yakni Berkharisma/Berwibawa, Memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta Manajer yang Visioner. Disamping hasil penelitian terkait kepemimpinan karismatik, peneliti menemukan ciri khas dalam gaya kepemimpinan karismatik KH. Muhammad Dawam Saleh. Adapun ciri khas tersebut yaitu: a. Menerapkan asas keikhlasan. b. Menerapkan pendekatan Humanistik. c. Disiplin dan rendah hati. d. Uswatun Hasanah. Ada beberapa faktor pendukung, diantaranya: a. Sistem manajemen baik. b. Mendidik dengan keikhlasan. c. Mengutamakan kualitas. d. SDM dan pengabdian alumni. e. Peran kepemimpinan KH. Muhammad Dawam Saleh. Sedangkan faktor penghambat, yaitu: a. Pembina yang berganti-ganti. b. Orientasi wali santri dan santri. c. Tujuan mondok. d. Sarana Prasarana. e. Tenaga pendidikan. f. Perbedaan pendapat antara senior dan junior. g. Kesalahpahaman antara SMP dengan Al Ishlah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tersebut disarankan agar ke depannya mensosialisasikan agar wali dan santri memilki tujuan mencari ilmu lillahi ta ala, pembelajaran bahasa arab adalah yang utama, pengadaan sarana prasarana dan saling menghargai pendapat antara senior dan junior.
Pendidikan Islam antara Dua Atap Studi pada Kebijakan Pendidikan Islam di Sekolah dan Madrasah Muslih; Miftachul Ulum
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2019): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v1i2.11

Abstract

Pengelolaan Pendidikan Agama di Indonesia hingga kini telah menunjukkan eksistensi betapa dualisme sistem pendidikan di Indonesia sangat mengakar atau membumi. Seakan akan hal tersebut sulit untuk adanya pengintegrasian pengelolaan lembaga pendidikan. Dibuktikan dengan adanya dua Kementerian yang andil dalam mengelola lembaga pendidikan dan tenaga kependidikannya, yakni Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tumpang tindih kebijakan di antara dua Kementerian tersebut terkait pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungannya menjadi menarik untuk dipahami dan dikaji secara mendalam demi mencari benang merah atau titik temu dari problem dualisme pendidikan di Indonesia. oleh karenanya fokus kajian pada artikel ini terletak pada bagaimana kebijakan-kebijakan pendidikan terkait Pendidikan Islam di sekolah dan madrasah yang pernah dikeluarkan oleh kedua Kementerian tersebut, baik pada sisi pengelolaan, wewenang dan problematikanya. Sehingga ditemukan pemahaman yang holistik khususnya tentang studi kebijakan pendidikan Islam di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan harapan akan ditemukan sebuah formulasi untuk mengikis dualisme diantara satu sama lain.
Manajemen Pengembangan Kurikulum Berbasis Pesantren untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Paciran Lamongan Muslih; Layliya Zahrotus Sa'ada
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2020): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v2i1.16

Abstract

Artikel ini memaparkan bagaimana proses manajemen pengembangan kurikulum 2013 untuk meningkatkan mutu pendidikan yang diimplmentasikan SMP Negeri 2 Paciran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau kualitatif, analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Temuan dalam penelitian ini, pertama, manajrmrn pengembangan kurikulum 2013 melalui beberapa tahapan yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Ada beberapa program yang diadakan SMP Negeri 2 Paciran dalam mengembangkan kurikulum, antara lain apel pagi dengan membaca juz amma, hafalan juz amma, kegiatan literasi dan sholat dhuha. Kedua, faktor pendukung dalam pengembangan kurikulum yang ada di sekolah tersebut adalah sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya administrasi perencanaan dalam proses pembelajaran seperti RPP dan juga inovasi pendidik dalam membuat media pembelajaran serta kurangnya sumber belajar, seperti buku di perpustakaan dan juga penggunaan IT yang dibatasi. Solusi yang ditawarkan antara lain, Guna memperlancar proses pengembangan kurikulum sebaiknya sekolah mengadakan pelatihan, seminar ataupun workshop tentang kurikulum 2013. Selain menambah pemahaman tentang kurikulum 2013 juga dapat memberikan inovasi baru untuk pendidik dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum 2013. Guna memperlancar proses kegiatan belajar mengajar perlu perencanaan yang matang sebelum pembelajaran, meliputi: materi/bahan ajar, media dan metode pembelajaran yang cocok.
MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM TEMATIK DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL PESERTA DIDIK DI SDLB DHARMA WANITA UJUNG PANGKAH GRESIK Nurus Saídatul Mafakhir; Muslih Muslih; Muh. Hasyim Rosyidi; Muhammad Haris; Hidayatul Mufidah
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v4i2.181

Abstract

Focus Study this is for understand about management curriculum thematic at SDLB Dharma Wanita Ujung Pangkah Gresik in effort develop ability intellectuals participant educate . Learning thematic in SLB same with school general , which Becomes difference is teacher must capable adapt condition child , if on normally they led for complete target but in SLB is teacher teach slowly until they capable control lesson , because participant educate no easy in understand eye lesson so teacher must have method creative and unique so that participant educate easy in understand . Study this aim answer a number of Formula Problem , ie : 1. How Management Curriculum program thematic in develop ability intellectual participant educate at SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik, 2. How factor supporters and inhibitor Management curriculum program thematic in develop ability intellectual participant educate at SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik.? Method study which used in study this is with study descriptive qualitative . In collection the data use method observation , interview deep as well as documentation . With use technical analysis miles model ie reduction data, presentation data and withdrawal conclusion . Results in study this , First , that Management Curriculum at SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik use Curriculum 2013, Stages which held in Thing the ie 1) Planning curriculum thematic SDLB . 1. Do assessment , 2. Make device learning 2) Organizing Curriculum thematic is 1. forming structure organization 2. Share Duty teacher 3. Share timetable lesson corresponding structure curriculum from government 3) Implementation curriculum thematic is 1. implementation curriculum customized with device learning 2. Implementation curriculum must customized with circumstances student Which one they have difference disabled , so that they capable follow learning and practice student so that capable life independent , 3) Evaluation ie with 1. Evaluation repair plan 2. Evaluation results learning , second , a number of factor inhibitor ie Condition the crew diverse , Competence that teacher diverse , Lack of cooperation by people old crew with party school so that still there is a number of difference purpose . Third Factor supporters 1. party school get book hold on special from government , 2. Party school support media and tool learning which needed based on with type disabled participant educate the . 3. How strong connection Among head school and teachers at SDLB Dharma Wanita as well supported by Public around and also party from education and districts . As for suggestions from results study the recommended for in the future SDLB Dharma Wanita Ujungpangkah Gresik capable work same with people old in process learning student so that capable reach purpose which wanted good that from parent and also from school .
SUPERMAN” MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI SEKOLAH DI GUGUS 04 KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN Muslih; Yetty Dwi Novia Anggraeni M
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v2i2.334

Abstract

Kepala sekolah sebagai manajer tertinggi di satuan pendidikan yang dipimpinnya dituntut untuk memiliki kemampuan (ability) manajerial yang apik, Serta berbagai kompetensi yang melekat pada profesinya. Memiliki kompetensi manajerial dalam penyusunan administrasi sekolah merupakan salah satu yang harus dimiliki kepala sekolah tersebut. berdasarkan pengamatan peneliti didapatkan masih rendahnya kemampuan manajerial kepala sekolah di Gugus 04 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan dalam menyusun administrasi sekolah. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah yang dilakukan oleh pengawas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang yakni kepala sekolah dari masing-masing satuan pendidikan di Gugus 04 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Kegiatan penelitian meliputi (1) tahap perencanaan (2) pelaksanaan supervisi manajerial secara kelompok (Penataran tingkat lokal)) dalam siklus I dan supervisi manajerial secara individu (percakapan individu)) dalam siklus II (3) menganalisa data (4) pembahasan (5) membuat laporan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah dibuktikan dengan hasil observasi selama kegiatan berlangsung dan penilaian terhadap administrasi sekolah yang dibuat. Berdasarkan hasil analisis pada masing masing siklus menunjukkan peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah yakni: Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata terhadap administrasi sekolah yang disusun yaitu 66,25 dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 15,12 persen sehingga nilai-rata administrasi sekolah yang dihasilkan pada siklus II menjadi 81,37. Dengan demikian disimpulkan bahwa melalui kegiatan SUPERMAN dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah di Gugus 04 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2016/2017.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi Covid 19 Talkah Talkah; Muslih Muslih
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v3i1.337

Abstract

Pandemi Covid 19 memberikan dampak sistemik dan signifikan diseluruh aspek kehidupan, salah satunya pada sistem pendidikan. Perubahan sistem pendidikan terutama pada pembelajaran dituntut untuk berinovasi supaya peserta didik tidak kesulitan untuk menerima materi, terlebih di jenjang Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak, mengingat pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan konvensional dituntut dan dipaksa menjadi pembelajaran jarak jauh atau dilakukan secara daring, pada pelaksanaannya tidak dapat terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi berupa inovasi pembelajaran. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi pembelajaran selama masa pandemi Covid 19, juga mengkaji mengenai tantangan pendidikan selama masa pandemi Covid 19. Metode yang dipakai adalah literatur bersifat deskriptif-analitis. Hasil dan kesimpulan dalam penulisan ini menunjukkan bahwa, Inovasi pembelajaran selama masa pandemi Covid 19 sangat diperlukan dan menjadi solusi dalam dunia pendidikan terutama di sekolah. Teknologi berperan sebagai media dalam melakukan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Selain itu teknologi juga berperan dalam memfasilitasi pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga pembelajaran tetap berlangsung meskipun tidak dilakukan secara tatap muka langsung. Pandemi ini mengajak semua elemen khususnya di bidang pendidikan bahwa teknologi sekarang ini telah menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pendidik khususnya pendidik agama Islam, Pendayagunaan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi keharusan sehingga proses pembelajaran tidak stagnan dan kaku. Pendayagunaan atau inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus segera dilakukan, terutama dalam metode pembelajaran. Internet sebagai media pembelajaran dapat menjadi alternatif metode pembelajaran pendidikan agama Islam, hal ini bisa dalam bentuk e-learning, atau aplikasi-aplikasi yang memudahkan penyampaian materi pembelajaran, sehingga proses pembelajaran semakin menarik dan tidak membosankan.