Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Podcast Bimteks Pemandu Wisata: Seni Rock Art Features “Jukung” dari Desa Dukuhrejo Tanto Budi Susilo; Rahmat Yunus; Rahmad Eko Sanjaya; Oni Soesanto; Arief Rahmad Maulana Akbar; Yuyun Hidayat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i1.9016

Abstract

Tulisan ini, sebagai bagian program kegiatan masyarakat di desa Dukuhrejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, tahun 2017, 2018, 2022 dan 2023; dan Minggu Raya, Banjarbaru, 2021. Di desa ini, terdapat beberapa lukisan cadas yang diindikasikan terhubung dengan kegiatan masyarakat sekarang ini, seperti aktivitas manusia di atas perahu, kisaran 5.000 tahun lalu. Pengetahuan perubahan-perubahan bentuk (evolusi) perahu kayu atau jukung merupakan hal penting untuk dipelajari bagi pemandu wisata di desa Dukuhrejo. Kebanyakan para pemandu wisata adalah para milineal di desa itu. Adapun narasi ringkasan kegiatannya sebagai berikut; Evolusi arkeologi meliputi perubahan-perubahan bukti empirik masa lalu atau artifak, antara lain, bahan, motif, waktu, peristiwa, lingkungan dan proses tinggalan arkeologi. Bukti empirik ini dapat diselidiki menghasilkan informasi saintifik, bukan sekedar cerita mitologi atau febula. Sebagai contoh, semua narasi lukisan cadas (rock art) perahu itu bermanfaat bagi pemandu wisata dan masyarakat sekitar untuk digunakan sebagai potensi wisata yang menghasilkan green economic. Hasil evaluasi menunjukan bahwa calon pemandu wisata dan/atau milinial mampu mengerti atas hal-hal yang terhubung antara perubahan lukisan cadas arkeologi dan kepribadian berkebudayaan. Respon publik (masyarakat) milinial tentang kegiatan ini dapat diketahui dengan mengunakan metode structural equation modelling (SEM) melibatkan wawancara 47 milineal. Hasil pretest dan post test terhadap 47 responden menunjukan rata-rata pemahaman, sebagai berikut; sangat mengerti (15,62 %), mengerti (59,16667 %), kurang mengerti (26,25 %) dan tidak mengerti (0,0 %). Hasil tersebut terkait beberapa pemahaman tentang pengetahuan perubahan lukisan cadas dan manfaatnya bagi peningkatan konomi desa Dukuhrejo.Kata kunci: green economic, desa Dukuhrejo dan lukisan cadas
Bimteks Bagi Pemandu Eduwisata: Rock Art Features “Kotak-kotak dan titik” dari Desa Dukuhrejo Tanto Budi Susilo; Rahmat Yunus; Rahmad Eko Sanjaya; Oni Soesanto; Arief Rahmad Maulana Akbar; Yuyun Hidayat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i1.9020

Abstract

Program kegiatan masyarakat (PKM), bagian kegiatan inspiratif untuk membuat tulisan terkait arkeologis masyarakat. Terutama sumber daya wisata di desa Dukuhrejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, tahun 2017, 2018, 2021, 2022 dan 2023. Perkembangan terakhir desa ini menjadi desa edukasi wisata (eduwisata). Edukasi karena terdapat lukisan cadas (rock art), bermotif “kotak-kotak dan titik-titik” sebagai indikasi bagaimana simbol bahasa itu awal mula (origin) ada. Para pemandu wisata perlu untuk diasuh dengan basis pengetahuan yang cukup. Adapun ringkasan rock art “kota-kotak dan titik” sebagai simbol asal mula bahasa dapat dijelaskan sebagai berikut; Bahasa mengalami evolusi melalui perubahan kata-kata, huruf/phonem yang ditandai perubahan simbol berupa titik dan kotak-kotak. Walaupun bahasa sendiri adalah bukan sekedar kata-kata. Dalam komunikasi manusia, pilihan atas kata-kata mampu membangkitkan emosi terkuat dan mendorong semua tindakan manusia, sebagai respon bentuk komunikasi. Perubahan kata-kata memiliki kekuatan untuk perubahan kekuatan emosi. Pada kasus evolusi bahasa Austronesia Nusantara telah menghasilkan varian kebudayaan/tradisi yang berbeda-beda di Asia Tenggara, dalam rentang waktu ribuan tahun. Perubahan kata dan huruf berarti mengubah emosi cita rasa bahasa, dan menghasilkan varian budaya/tradisi, atau tutur bahasa. Hasil pretest dan post test terhadap responden, rata-rata pemahaman menunjukan, sebagai berikut; sangat mengerti (17,08333 %), mengerti (60,61667 %), kurang mengerti (20,8 %) dan tidak mengerti (0,0 %). Hasil ini dievaluasi dengan mengunakan metode structural equation modelling (SEM) melibatkan wawancara 47 milineal. Hasil ini menunjukan bahwa milinial dapat mengerti atas hal-hal yang terhubung dengan evolusi bahasa, yang terhubung dengan kepribadian berkebudayaan Austronesia Nusantara.Kata kunci: unit evolusi bahasa, kata dan huruf, titik dan kotak
Penyuluhan Asal Mula Teknologi Vaksin Bagi Millinneal Pasca Covid-19 Di Minggu Raya Tanto Budi Susilo; Rahmat Yunus; Rahmad Eko Sanjaya; Oni Soesanto; Arief Rahmad Maulana Akbar; Yuyun Hidayat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9881

Abstract

AbstrakTulisan ini adalah bimbingan teknis akademis (bimteks) terhadap mahasiswa pasca covid-19. Suatu tinjauan ulang cognitive epistomology tentang vaksin yang digunakan. Ringkasan ulasannya berikut ini; Setelah perkembangan ilmu pengetahuan mikroorganisme pada era kisaran akhir abad 19, Griffith mengobservasi transformasi sel mikroorganisme streptococcus pheunomiae yang bersifat non patogen berubah menjadi patogen dengan metode thermal theraphy. Fenomena ini adalah mengesankan (impressive). Menjadi pertanyaan besar (enigma) mengapa kemampuan phatogensitas sel S. pheunomiae dapat berubah? Kesimpulan dapat ditarik telah terjadi transformasi akibat “sesuatu” pada sel bakteri non phatogen. Perubahan phenothyphic, urgen, ini merupakan rekayasa genetika pertama. “Sesuatu” agent transforming yang sekarang ini dikenal dengan deoxyribose nucleic acids (DNA). Perubahan urutan DNA dapat mengubah phenothyphic atau telah terjadi transformasi sel. Mati hidupnya makhluk hidup adalah terkait erat dengan urutan DNAnya. Kajian DNA menghasilkan cabang-cabang ilmu baru seperti rate mutation dan evolution, drug design, migraton history, kajian gen musics, antropology dan forensics molecular dan sebagainya. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon publik terkait tulisan ini. Berikut ini hasil evalusi pretest dan post test terhadap 32 responden mahasiswa sain kajian X dan 12 kajian Y; berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (9,37), mengerti (77,1), kurang mengerti (11,47) dan tidak mengerti (2,03); dan sangat mengerti (5,55), mengerti (72,78), kurang mengerti (16,67) dan tidak mengerti (4,15). Secara umum, mahasiswa kajian X lebih mengerti daripada mahasiswa kajia Y walaupun perbedaannya tidak signican.Kata kunci: DNA, Phenotyphic dan transformasi sel
PERAMALAN TUNGGAKAN TAGIHAN PELANGGAN MENGGUNAKAN MODEL AUTOREGRESSIVE FRACTIONALLY INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARFIMA) Tri Wulanda Fitri; Gumgum Darmawan; Sri Winarni; Yuyun Hidayat; Resa Septiani Pontoh
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2023): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2023
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v1i3.108

Abstract

Kenaikan jumlah pelanggan pada perusahaan X mengakibatkan kenaikan yang sama pada besar tunggakan tagihan pelanggan. Data tunggakan tersebut cenderung memiliki pola tren naik dan memiliki fluktiasi yang besar, akibatnya perusahaan memerlukan adanya peramalan guna perencanaan dan acuan dalam pengambilan keputusan serta evaluasi kebijakan yang tepat untuk mencegah peningkatan jumlah tunggakan tagihan di masa mendatang dan mengurangi risiko kerugian. Metode peramalan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Autoregressive Fractionally Integrated Moving Average (ARFIMA). Metode ARFIMA dipilih karena data memiliki sifat long memory, dilihat dari lag pada plot ACF data yang menurun secara hiperbolik menuju nilai nol. Artinya observasi yang terpisah jauh masih memiliki perilaku berkelanjutan atau ketergantungan yang kuat. Ciri lain dari metode ARFIMA adalah nilai differencing-nya. Berbeda dengan metode ARIMA yang memiliki parameter d berupa bilangan asli, metode ARFIMA memiliki parameter d berupa bilangan pecahan. Pada penelitian digunakan differencing sebesar 0,697 dengan model ARFIMA (1, d, 0) untuk melakukan peramalan 6 periode kedepan. Diperoleh nilai MAPE untuk peramalan tersebut sebesar 9,28%.
Penyuluhan Asal Mula Teknologi Polymerase Chain Reaction Bagi Komunitas Minggu Raya (Bagian 2) Tanto Budi Susilo; Oni soesanto; Dewi sri susanti; Arfan Eko Fahrudin; Eko Suhartono; Yuyun Hidayat; Sri Cahyo Wahjono; Muchamad Arief Soendjoto; Krisdianto Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11887

Abstract

Program kegiatan masyarakat (PKM) ini merupakan bagian edukasi publik terhadap masa endemi or post-covid-19. Ulasan PKM sebagai berikut ini; Setelah penentuan struktur DNA oleh Watson-Crick, setelah amplifikasi dan pengurutan DNA oleh Mullis dan Sanger, selanjutnya Human Genome Project mambaca 3,055 milyar urutan pasang basa manusia abad 21 ini. Bank-bank data DNA/protein atau informasi biologi telah berdiri seperti; NCBI, DDBJ dan EMBI telah memuat lebih 500 juta urutan DNA berbagai jenis species. Bank ini sumber genomics, proteomics, metabolomics dan economics sekaligus, pada masa depan. Bagi Carpentier dan Daudna bukan hanya sekedar jumlah urutan DNA yang luar biasa tetapi harta karun yang tidak ternilai harganya, mengapa? Karena dia tidak buta huruf membaca urutan DNA, karena dia mampu memilih dan memilah mana fragmen yang palindromics mana yang bukan. Mana yang genes musics mana yang bukan. Mana genes memory penyandi antibody mana yang bukan. Ringkasnya seluruh persoalan genetic tubuh manusia dapat dibaca, di Human Genom Project ini. Jadi, apakah kita tetap ingin menutup mata. Metode structural equation modelling (SEM) dengan uji pretest dan post test terhadap tulisan asal usul PCR ini. Hasil uji ditunjukan kepada 32 responden berumur kisaran 18 tahunan dan 12 responden berumur kisaran 19 tahunan, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (0), mengerti (80,55), kurang mengerti (19,45) dan tidak mengerti (0); dan sangat mengerti (4,16), mengerti (82,83), kurang mengerti (13,03) dan tidak mengerti (0). Respon terhadap urgensi epistemologi PCR, untuk yang merumur 19 tahunan lebih mengerti daripada responden yang berumur 18 tahun, walaupun perbedaannya tidak nyata.
Perakitan Mandiri PCR Sederhana Untuk Pembelajaran Amplifikasi DNA In Vitro Tanto Budi Susilo; Oni soesanto; Dewi Sri Susanti; Arfan Eko Fahrudin; Tiara Elma; Yuyun Hidayat; Sutomo Sutomo; Badruzsaufari Badruzsaufari; Lalu Rudyat Telly Savalas
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.12011

Abstract

Pada dua dekade terakhir, Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan suatu metode yang digunakan dalam kurikulum pendidikan sains terutama terkait erat dengan matakuliah bioinformatika pada sains biologi, kimia, farmasi, fisika, statistika, dan matematika. Metode ini berupa alat yang mampu mengamplifikasi DNA secara luar sel (in vitro). Prinsip metode PCR adalah mengukur aktivitas enzim DNA polymerase dengan indikator amplifikasi DNA secara in vitro. Sedangkan, perakitan mengunakan elemen pemanas, regulator arus listrik dan chamber. Alat ini dirangkai di Laboratorium Organik dan Biokimia, Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Untuk validasi metode PCR rakitan mengunakan fragmen cox mtDNA ikan kihung (Channa lucius) dan telah dipraktekkan oleh mahasiswa semester 5 Program Studi kimia dan matematika. Elaborasi dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap alat PCR sederhana ini. Selanjutnya, sebanyak 48 mahasiswa memberikan respon terhadap perakitan alat PCR sederhana. Hasilnya adalah responden sangat mengerti (9,70%), mengerti (75,72%), kurang mengerti (14,58%) dan tidak mengerti (0%). Sehingga perakitan alat PCR sederhana ini diharapkan menjadi alternatif untuk penguatan kurikulum pendidikan sains.Kata kunci: PCR, DNA polymerase
Analisis Relasi Data Support dan Demand Bahasa Pemrograman di Indonesia Rizky Ramadhan Sudjarmono; Muhammad Dzikri Alfian Zahir; Frederick James Prakoso; Dandy Erlangga Aryaputra; Fakhri Fajar Ramadhan; Hudzaifah Al Mutaz Billah; Yuyun Hidayat
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 2 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i2.9443

Abstract

Programmer mengambil peran besar dalam industri 4.0. Pekerjaan ini berkontribusi besar dalam automasi yang dilakukan pada revolusi industri ini. Melamar pekerjaan sebagai programmer biasanya ditentukan oleh bahasa pemrograman yang dibutuhkan seperti python dan java. Tenaga kerja digital untuk programmer di Indonesia dapat berkembang apabila bahasa pemrograman yang dibutuhkan oleh industri memiliki banyak dukungan. Berdasarkan hal itu, tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis keterkaitan dari popularitas bahasa pemrograman dan lowongan kerjanya, serta mengetahui bahasa pemrograman yang paling ideal untuk dipelajari sebagai kompetensi guna memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif kuantitatif, diantaranya dengan melibatkan perhitungan mean dari indeks PyPL dan TIOBE pada 12 bulan terakhir serta analisis korelasi dan regresi dengan data lowongan pekerjaan dari LinkedIn. Data lowongan kerja pada LinkedIn yang diolah adalah data lowongan kerja yang berada di Indonesia. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa bahasa pemrograman yang direkomendasikan adalah Python dengan hubungan popularitas (support) dan lowongan kerjanya yang tinggi. Studi ini menunjukkan beberapa spektrum sebagai pemetaan, yaitu non-Ideal, short in demand, short in support, dan Ideal. Python sebagai bahasa pemrograman yang direkomendasikan berada pada spektrum ideal dengan demandnya yang tinggi yaitu 1.675 pekerjaan tersedia pada LinkedIn (demand), 12,60% pada indeks TIOBE, dan 29,80% pada indeks PyPL (support). Kata kunci: Bahasa Pemrograman, LinkedIn, Lowongan Kerja, Mean, PyPL, Regresi Linear, TIOBE
Identifying Unwanted Conditions Using Lower Boundaries on Individual Control Charts in the Context of Supply Chain Economic Resilience of Cities in Indonesia Purwandari, Titi; Sukono, Sukono; Hidayat, Yuyun; Ahmad, Wan Muhamad Amir W
International Journal of Supply Chain Management Vol 9, No 5 (2020): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : ExcelingTech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59160/ijscm.v9i5.5346

Abstract

This study presents the unwanted conditions determination. The economic resilience model without taking into account the level of disruption and unwanted conditions is unrealistic model. The Objective is to determine unwanted conditions as a key criterion in determining the economic resilience status of a city. This study used data on Concern variables group and Control variables groups from website of Central Bureau of Statistics Indonesia. These data covered all 514 cities in Indonesia and are observed for a 5-year period from 2014 to 2018. The data is useful to develop a statistical model that can explain well the pattern of relationships between concern variables and control variables. Piecewise linear regression is applied to identify statistics model between Pc and Z, Lower Control Limit (LCL) for variable Z using Individual control Chart is applied to determine the unwanted conditions.  We obtained that the control variable, Z is the ratio between the original income of the region (PAD) with the number of poor people in a city and the concern variable is income per capita, Pc of a city. Piecewise linear regression with breakpoint 126,255,066 can explain well the pattern of relationships between Z and Pc variables. The equation is: Pc = 26,660,263+0.28Z, R-square = 70.48%. LCL value is.1.884.059.5 so all cities that have a Z value below 1.884.059.5 fall into the unwanted condition area and after careful examination is obtained percentage of cities classified as do not have economic resilience , PER =28%. Cities that fall into unwanted conditions are defined as cities that cannot bear receiving economic shocks.
Penyuluhan Asal Usul Prasejarah Bahasa Indonesia Bagi Generasi Z Di Minggu Raya(Bagian 1) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, oni; yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Hidayat, Yuyun; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Krisdianto, Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i1.13296

Abstract

Abstrak Di muka bumi ini, prasejarah Sapiens merupakan jejak rekam aktifitas manusia dimulai kisaran 250-300 ribu tahun lalu dan sampai saat ini di berbagai kawasan masih berlangsung prasejarah itu, seperti suku-suku terasing di pedalaman hutan Afrika dan hutan Papua. Prsejarah Sapiens dapat dikategorikan berdasarkan prasejarah genetika, prasejarah bahasa dan prasejarah artifak. Khusus bahasa Sapiens di Nusantara (Indonesia) atau prasejarah bahasa Indonesia dimulai sejak diketemukan simbol bahasa (rock art) di Sumatra, di Kalimantan dan di Sulawesi kisaran 60-40 ribu tahun lalu dan diakhiri sejak temuan simbol bahasa (huruf) caraka dan/pallawa kisaran 7-8 M. Program kreatifitas masyarakat (PKM) ini melibatkan generasi Z. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk koleksi dan evaluasi data. Hasil uji pretest dan post test ditujukan kepada responden berumur kisaran tahun, berturut-turut sebagai berikut; sangat mengerti (0%), mengerti (77,25%), kurang mengerti (22,75%) dan tidak mengerti (0,%)  Secara umum, responden yang merumur tahun lebih mengerti, terhadap urgensi, walaupun perbedaannya tidak nyata. 
Penyuluhan Asal Usul Sejarah Bahasa Indonesia Bagi Generasi Z Di Minggu Raya (Bagian 2) Susilo, Tanto Budi; Soesanto, oni; yunus, Rahmat; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Hidayat, Yuyun; Krisdianto, Krisdianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i1.13299

Abstract

Abstrak Austronesia merupakan induk bahasa-bahasa Asia Pasifik, termasuk 718 bahasa daerah di Nusantara. Dan Bahasa Indonesia adalah saudara kembar dengan Bahasa Melayu. Bahasa Indonesia ini merupakan bahasa yang unik, bukan karena jumlah penuturnya hampir 300 juta tetapi juga proses terbentuknya yang relatif baru, tahun 1928; sebaran yang luas dari Sabang sampai Meraoke (5000 KM) dan menyerap hampir semua bahasa daerah dan asing. Visi bahasa Indonesia koheren dengan visi berbangsa. Bahasa Indonesia telah digunakan untuk bahasa ilmiah sejak tahun 1925. Untuk Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa perdagangan (lingua franca) sejak kolonialisme Portugis, awal abad 15. Ada patron dalam berbahasa di Indonesia; dengan menguasai bahasa asing untuk menjadi manusia internasional, menjunjung tinggi bahasa Indonesia untuk menjadi manusia nasional, dan menghargai bahasa ibu/daerah untuk menjadi manusia lokal. Metode structural equation modelling (SEM) digunakan untuk mengetahui respon generasi Z. Responden generasi Z yang dilibatkan dapat dievaluasi, berikut ini; sangat mengerti (0%), mengerti (70%), kurang mengerti (30%) dan tidak mengerti (0%). Secara umum, generasi Z mengerti pentingnya sejarah Bahasa Indonesia.Kata kunci: Sejarah, Bahasa, Indonesia
Co-Authors Achmad Bachrudin Ade Dwi Fatwa Agus Santoso Akbar, Arief Rahmad Maulana Alfadli M S Ali Fatih M Andaru Danurdara W Anggraeni, Salwa Anissa Lestari Kadiyono Aqilah Febrianti Zhafira Arafah, Safila Siti Arfan Eko Fahrudin Arief Rahmad Maulana Akbar Arief Rahmad Maulana Akbar Aris Ma’ruf Audhyanto, Claudya Valerinne Ayesha Ghania Hafiza Aziza Ayu Nurjannah Azzahra, Alika Fatihah Azzahra, Nailah Azzahra, Siti Alya Badruzsaufari Badruzsaufari Beatrice, Florentia Dandy Erlangga Aryaputra Dewi Sri Susanti Dhika Surya Pangestu Diana Ekanurnia Diana Harding Dwi Susanti Eko Suhartono Eman Lesmana Endang Rusyaman Endang Soeryana Hasbullah Fakhri Fajar Ramadhan Fernanda Desmak Pertiwi Frederick James Prakoso Geraldine, Keysia Feliani Gilang Germana Gumgum Darmawan Hazman Hiwari Herlina Napitupulu Hiwari, Hazman Hudzaifah Al Mutaz Billah Ibrahim Dafi Iskandar Ilham, Nur Indah Khairunnisa Kurniawaty Indrayana, Ayesha Qabila Ramazani Indri Wijaya Indriyani Jumadil Saputra kalfin Kalfin Kamila, Mutiara Shofa Kareema, Najwa Haniah Nur Krisdianto Krisdianto Krisdianto Sugiyanto Lalu Rudyat Telly Savalas Lia Aprilia Lovely Tiara Manik, Tetti Novalina Maulana, Rafeyfa Ashyla Putri Mohammad Sulaeman Mohammad Zidan Yohanza Muchamad Arief Soendjoto Muhammad Davio Athallah Muhammad Dzikri Alfian Zahir Muhammad Giat Muhammad Iksan Fadhilah Nisrina Deyan Maharani Nur Rusyda Fathia Nurshiyam, Dini Nurul Yanuarti oni Soesanto Oni Soesanto Praceka, Java Ahmad Forouzan Purwandi, Avicenna Ihyal Faza Putri Nabilah Sehan Putri, Alesyia Tharfaira Putri, Alifa Kaliyana Rahma Oka Subekti Rahmad Eko Sanjaya Rahmad Eko Sanjaya Rahmat Eko Sanjaya Rahmat Hibatul Hadi Rahmat yunus Rahmat Yunus Rahmat Yunus Rasjava, Achmad Ramadhanna'il Resa Septiani Pontoh Retna Yulrosly Ningtias Rizky Ramadhan Sudjarmono Safa Nur Azkia Satriyatama Tristan Suhardjono Soesanto, Oni Sri Cahyo Wahjono Sri Cahyo Wahyono Sri Winarni Subiyanto Subiyanto Subiyanto Subiyanto Sudradjat Supian Sukmariwati, Anisa Sukono Sukono Susilo, Tanto Budi Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Tatsbita, Ghaisha Izzati Tiara Elma Titi Purwandari Tri Wulanda Fitri Triyani Hendrawati Wafi Fahruzzaman Wan Muhamad Amir W Ahmad Yanuar, Alfarizi Haunan Zahran Hanif F Zaina, Ratu Faiza