Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DESAIN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA PERKULIAHAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Irwan, Irwan; Tiara, Monica; Angraini, Rita
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 1 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v10i1.3714

Abstract

Purpose of this researsch is to describe the design of the blended learning learning model in the course of International Relations in the Department of Social and Political Sciences, Universitas Negeri Padang. Blended Learning is a learning model that combines face-to-face lectures in class with online learning based on technology tools. This research is a qualitative research with descriptive analysis. Data is obtained through literature studies, documentation and asking for the opinions of experts related to the learning model that is appropriately implemented in learning in higher education. The results of this study are in the form of a learning model design with a combination of face-to-face learning with the use of technology in accordance with teaching materials and learning outcomes in the course of International Relations. Thus the pattern of interaction between lecturers and students is not always in the classroom but on various occasions who remain connected using internet technology tools. The blended learning design developed is expected to be coherent with the achievement of International Relations learning that has been compiled while increasing the mastery of technology by students and lecturers. 
Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman Masyarakat Nagari Pasie Laweh tentang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak melalui Penyuluhan Fatmariza, Fatmariza; Muchtar, Henni; Dewi, Susi Fitria; Irwan, Irwan; Putra, Ideal; Suasti, Yurni; Febriani, Rika
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 2, No 1 (2020): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.2.1.2020.28398

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah pedesaan masih sedikit yang tercatat dan dilaporkan. Hal ini disebabkan karena kasus lebih banyak diselesaikan secara adat sehingga penyelesaiannya seringkali mengabaikan korban. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi diantaranya adalah rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat, kurangnya perhatian dan kepedulian tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa, serta rendahnya akses masyarakat terhadap informasi terkait kekerasan. Menyikapi persoalan tersebut, penulis melakukan penyuluhan tentang berbagai aspek terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada masyarakat Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh perempuan dan laki-laki yang mewakili berbagai kelompok masyarakat. Materi yang disampaikan berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan hukum, budaya yang menyebabkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dampak serta peran tokoh masyarakat  dan Pemerintah Nagari dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin baik, namun belum utuh. Masyarakat masih menganggap bentuk kekerasan adalah dalam bentuk luka fisik. Padahal ada bentuk kekerasan lain seperti kekerasan yang bersifat psikologis. Sikap masyarakat juga semakin baik karena tidak lagi menganggap kekerasan terhadap perempuan sebagai aib yang harus ditutupi. Masyarakat juga sudah paham tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi kekerasan. Di samping itu, mereka juga merasa perlu adanya lembaga khusus di desa untuk memudahkan akses penanganan kekerasan. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan ini, memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap yang baik, tindakan yang tepat oleh masyarakat dalam upaya mencegah dan menangani masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nagari tersebut
Pemberdayaan Aparatur Pemerintahan Nagari Melalui Literasi Digital Anti-Hoaks dan Penguatan Ketahanan Informasi Nagari Irwan Irwan; Alia Azmi; Rizki Syafril; Monica Tiara
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v3i2.165

Abstract

Penguatan Ketahanan Informasi bagi aparatur pemerintahan menjadi hal yang urgent saat sekarang ini sebab sebagai abdi masyarakat, aparatur pemerintahan dituntut untuk dapat memberikan informasi dan melayani masyarakat dengan optimal. Salah satunya dengan penyampaian informasi yang valid dan jauh dari hoaks yang dapat meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, tim pengabdi dari Program studi PPKn melaksanakan kegiatan pemberdayaan aparatur pemerintahan nagari melalui literasi digital anti hoaks. Pengabdian ini dilaksanakan di Nagari Panampung Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam. Metode kegiatannya yaitu: (1) Peningkatan dan pengetahuan aparatur nagari terkait dengan informasi-informasi yang tergolong hoaks, serta bahayanya jika beredar di masyarakat; (2) Peningkatan pengetahuan aparatur nagari tentang literasi digital; (3) Identifikasi strategi dan langkah-langkah untuk menghindari dan melawan informasi hoaks demi menciptakan ketahanan informasi nagari; (4) Strategi dan evaluasi terhadap keberlanjutan program. Implikasi dari kegiatan ini yaitu terciptanya ketahanan informasi bagi segenap aparatur Nagari Panampung yang bermuara pada tata kelola pemerintahan yang baik (good corporate governance).
Dinamika Aktualisasi Diri Pemuda Rantau Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi (Studi Pada Mahasiswa Rantau Asal Sumatera Barat Di Asrama Putri Bundo Kanduang Daerah Istimewa Yogyakarta) Irwan Hamdi; Muhammad Supraja; Ahmad Zubaidi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16353

Abstract

ABSTRACTThis research examined the dynamics of self-development college student migrant and its implication towards personal resilience. Particularly this research aimed to knew about the process of self-development including many factors that supported college students from Minangkabau who continued study in Yogyakarta and stayed at Bundo Kanduang Dormitory. Then, the kind of dynamics self-development would implicate of personal reselience.Qualitative approaches had been used which emphasized on phenomena and social relations context. So there were two kinds of data resources in this paper: primary and secondary data. The primary data was collected based on in-depth interviews with research participants and deeper observation in the field. Meanwhile, secondary data relied thoroughly on published data and academic journals or papers and also documentation. Due to analyze data were used Self-Development Theory that beginning with fullfilled basic of needs. This study indicated that college students had fullfilled their basic of needs as long as they studied in Yogyakarta. So that, the self-development process were being well. Although some obstacles occured in small scale. The form of self-development which showed traditional art, established or joint activities, cultural mixing, etc. The process of self-development sustainly had implicated to personal resilience of student. These implications were explained through some values of personal resilience. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis dinamika aktualisasi diri mahasiswa yang tinggal di perantauan dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan diri mahasiswa beserta faktor-faktor yang dapat mendukung dan menjadi kendala bagi mahasiswa asal Sumatera Barat/Minangkabau yang sedang melanjutkan studi di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta dan tinggal di Asrama Putri Bundo Kanduang. Kemudian dari proses aktualisasi diri tersebut akan berimplikasi terhadap ketahanan pribadi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diolah berdasarkan pada pengamatan terhadap fenomena dan gejala sosial. Oleh karena itu sumber data penelitian ini dibagi atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer terdiri atas wawancara mendalam terhadap informan dan observasi/pengamatan langsung di lapangan. Sementara sumber data sekunder berasal dari studi literatur dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori aktualisasi diri yang didahului dengan pemenuhan kebutuhan dasar dalam hidup di rantau. Hasil penelitian ini menunjukkan para mahasiswa telah mampu memenuhi kebutuhan dasar kehidupan saat menimba ilmu di Yogyakarta. Sehingga proses aktualisasi diri berjalan dengan baik. Meskipun demikian terdapat beberapa faktor yang menghambat proses aktualisasi diri tersebut meski dalam skala yang sangat kecil. Bentuk aktualisasi diri mereka misalnya pelestarian kesenian daerah, membuat kegiatan bersama, pembauran kebudayaan, dan lain- lain. Proses aktualisasi diri yang terus menerus dikembangkan oleh mahasiswa selama menjalani proses pendidikan telah berimplikasi terhadap ketahanan pribadi. Implikasi terhadap ketahanan pribadi mahasiswa dijelaskan dalam bentuk nilai-nilai ketahanan pribadi. 
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Pada Pembelajaran PPKn Dalam Meningkatkan Ketahanan Pribadi Guru Sekolah Menengah Pertama Remote Area Di Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat Irwan Irwan; Monica Tiara
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.68636

Abstract

ABSTRACTStrengthening Pancasila could be implemented comprehensively if the teacher had a good personal resilience. This was suspected because a civics teacher who had personal resilience was assumed to be a person who had an identity, good character, and had competence. Therefore, this article aimed to analyzed the strengthening of Pancasila in civics learning in increasing the personal resilience of the teacher in remote area.This article was analyzed using a qualitative approach by determining the informants using purposive sampling technique. Data were obtained through observation, interviews, FGDs and documentation studies then analyzed using the Miles and Hubermen technique.The research findings showed that the formation of teachers' personal resilience was carried out in two forms, namely physically and non-physically. Physically, this was obtain by requiring teachers to conducted rapid antigen tests on a regular basis and provided vaccine facilities through schools, the education office and local government. In addition, it was also done by providing vitamins and hand sanitizer to teachers through self-help schools. Non-physically, this was done through civic literacy by synergizing PPKn MGMP which continued to hold meetings to shared knowledge. The results of civic literacy were used as the basis for selecting suitable materials and methods in learning and strengthening Pancasila in various situations. Furthermore, the results of the study also revealed that the strengthening of Pancasila in Civics learning was carried out by teachers by being role models for students and using the story method to aroused students' enthusiasm in applying the understanding of Pancasila.ABSTRAKPenguatan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan secara komprehensif apabila guru memiliki ketahanan pribadi yang kuat. Hal ini disebabkan karena seorang guru PPKn yang memiliki ketahanan pribadi diasumsikan sebagai orang yang memiliki jati diri, berkarakter baik, dan memiliki kompetensi. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai-nilai Pancasila pada pembelajaran PPKn dalam meningkatkan ketahanan pribadi guru SMP remote area di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat.Artikel ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, FGD dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan ketahanan pribadi guru dilakukan dalam dua bentuk yakni secara fisik dan non-fisik. Secara fisik dilakukan dengan mengharuskan guru melakukan tes rapid antigen secara berkala dan menyediakan fasilitas vaksin melalui sekolah, dinas pendidikan dan pemerintahan daerah setempat. Selain itu, juga dilakukan dengan memberikan vitamin dan hand sanitizer pada guru melalui sekolah secara swadaya. Secara non fisik dilakukan dengan mensinergikan MGMP PPKn dengan tetap melaksanakan pertemuan untuk sharing keilmuan. Sharing keilmuan yang secara rutin dilakukan MGMP PPKn SMP Kabupaten Kepulauan Mentawai dijadikan dasar dalam pemilihan materi dan metode yang cocok dalam pembelajaran dan penguatan nilai-nilai Pancasila di berbagai situasi. Lebih lanjut, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PPKn dilakukan guru dengan menjadi teladan bagi siswa. Keteladanan dimunculkan guru dengan menceritakan perjuangannya menuju sekolah untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila yang dipahaminya. 
Nasionalisme Masyarakat di Perbatasan Indonesia-Singapura: Studi Kasus Masyarakat Tionghoa-Batam M. Khoiri; Irwan Irwan
Journal of Moral and Civic Education Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.212 KB) | DOI: 10.24036/8851412412020232

Abstract

This study aims to describe the nationalism of the Chinese ethnic community near the Indonesia-Singapore border, Batam island, analyzing the extent to which the community interpret their sense of nationalism, and to find out the state's efforts to preserve the Chinese-Batam community's sense of nationalism. This research used desciptive qualitative approach. Data were collected through observation and interviews located in Nongsa area. This study found that the nationalism of the border community was not so visible due to several factors: the high mobility, information and communication exchange. The Chinese-Batam community is more interested in using Mandarin, Hokkien language, compared to Indonesian in interacting. They are also more interested in watching Singaporean and Malaysian television channels that use Mandarin language. Therefore, they are not interested in national issues and developments. The Riau Islands provincial administration has mandated, among others, to raise the Indonesian flag during the Indonesian Independence Day celebration to maintain their nationalism. They also held various traditional and cultural parades to improve their love for Indonesian customs and culture, as well as dissemination on the importance of preferring domestic products to Chinese-Batam community associations. Keywords: nationalism, Chinese-Batam community, Indonesia-Singapore Border Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nasionalisme masyarakat Tionghoa Batam di dekat perbatasan Indonesia-Singapura, menganalisis sejauh mana mereka memaknai rasa nasionalismenya, serta mengetahui upaya pemeliharaan rasa nasionalisme yang dilakukan negara terhadap masyarakat Tionghoa-Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Lokasi penelitian adalah di wilayah Nongsa Batam. Penelitian ini menemukan bahwa nasionalisme masyarakat di perbatasan tidak begitu terlihat disebabkan oleh beberapa faktor-faktor, di antaranya mobi-litas yang tinggi serta pertukaran informasi dan kamunikasi. Masyarakat Tionghoa-Batam lebih tertarik menggunakan Bahasa Mandarin, Hokkian dibandingkan bahasa Indonesia dalam berinteraksi. Mereka juga lebih tertarik melihat saluran televisi Singapura dan Malay-sia yang menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan demikian mereka tidak tertarik dengan isu dan perkembangan nasional. Upaya yang dilakukan pemerintah daerah Kepulau-an Riau untuk memelihara rasa nasionalisme masyarakat Tionghoa-Batam di antaranya yaitu mewajibkan memasang bendera Indonesia saat perayaan HUT RI. Selain itu juga se-ring dilaksanakan berbagai pawai adat dan budaya untuk membangun rasa cinta terhadap adat dan budaya Indonesia, serta kegiatan sosialisasi pentingnya mencintai produk dalam negeri dan melakukan pembinaan terhadap perkumpulan warga masyarakat Tionghoa-Batam. Kata kunci: nasionalisme, masyarakat Tionghoa-Batam, perbatasan Indonesia-Singapura
PROGRAM PELATIHAN PENIGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK-ANAK PANTI ASUHAN MELALUI PEMBERDAYAAN MAHASISWA Jaka Satria Warman; Vivi Mardian; Laila Suryani; Fina Rahayu Fista; Irwan Irwan
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.3304

Abstract

The ability to master English is highly essential in this modern era because English is not only used in academic field, but also in the workplace. However, many Indonesian people still have low English skills especially those who come from disadvantaged group like orphans. On the other side, many university students nowadays contribute less to society. One of the causes might be because of the lack of platforms by which they can contribute to. Therefore, the team initiated training program to improve English skills for orphans through the empowerment of university students. The training program was conducted at Al-Falah Orphanage Padang and there were 24 orphans and 10 students involved. The training consisted of 16 meetings and each meeting lasted for about 90 – 120 minutes. The team employed five teaching methods that were combined and modified. The data were obtained from pre- and post test and class observation. The result showed that the orphans’ English ability increased from the mean of 42.8 to 69.5. In addition, there was an increase in their reading and speaking skills as well as their motivation in learning English. Moreover, this program also benefitted both parties inveolved (orphans and students) socially, economically and educationally. This means that there was a significant positive impact after the implementation of this program. Therefore, it is highly recommended to conduct the same program.
Urgensi Internalisasi Nilai-nilai Ketahanan Nasional dalam Pembelajaran PPKn Tingkat SMP (Studi di Kabupaten Solok Selatan Irwan Irwan; Junaidi Indrawadi; Atri Waldi
Journal of Civic Education Vol 1 No 1 (2018): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.598 KB) | DOI: 10.24036/jce.v1i1.95

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi dari internalisasi nilai-nilai ketahanan nasional pada pembelajaran PPKn di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini mengambil lokasi di Kabupaten Solok Selatan sebagai salah satu kabupaten yang masih berkembang di Sumatera Barat. Penanaman nilai-nilai Ketahanan Nasional di tingkat SMP menjadi hal yang urgensi dalam rangka menjaga ketahanan wilayah Solok Selatan. Dari hasil penelitian dan didapatkan informasi bahwa nilai-nilai ketahanan nasional belum menjadi prioritas dalam pembelajaran PPKn. Oleh karena itu nilai-nilai ini perlu untuk ditingkatkan dan dipahami oleh setiap peserta didik sejak jenjang sekolah menengah.
Implementasi Kahoot! sebagai Inovasi Pembelajaran Irwan Irwan
Journal of Civic Education Vol 2 No 1 (2019): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.689 KB) | DOI: 10.24036/jce.v2i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan platform Kahoot! sebagai media dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kahoot! merupakan web tool daring berbasis pendidikan yang dapat digunakan sebagai media asesmen mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode campuran (mixed method) antara kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif digunakan dalam menelaah pemanfaatan Kahoot! sebagai media pembelajaran perkuliahan. Sementara untuk mengukur efektivitas Kahoot! sebagai media pembelajaran maka digunakan metode kuantitatif. Objek penelitian ini yaitu mahasiswa MKWU Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang sebanyak dua kelas pada semester Januari-Juni 2018. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawabcara informan, tes penguasaan materi sebelum dan sesudah penggunaan Kahoot!, serta penyebaran kuesioner terhadap responden. Melalui penelitian ini akan dideskripsikan tata cara pemanfaatan kahoot! sebagai media pembelajaran bagi dosen terhadap mahasiswa sehingga dapat diukur nilai manfaat Kahoot! tersebut. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan apakah Kahoot! efektif dalam sebagai media pembelajaran dalam menunjang proses belajar dan mengajar. Luaran penelitian ini diharapkan dapat menjadi draft artikel yang akan disubmit melalui jurnal lokal.
Meningkatkan Kesadaran Hukum melalui Pembelajaran Ilmu Hukum di Perguruan Tinggi Rita Angraini; Muhammad Prima Ersya; Irwan Irwan; Zaky Farid Luthfi
Journal of Civic Education Vol 1 No 3 (2018): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.948 KB) | DOI: 10.24036/jce.v1i3.249

Abstract

Orientasi utama pembelajaran ilmu hukum adalah untuk meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa yang memiliki sikap taat dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Namun kenyataannya berdasarkan observasi ditemukan bahwa cukup banyak mahasiswa yang tidak memiliki kesadaran terhadap peraturan-peraturan di kampus dan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha menjawab permasalahan bagaimanakah gambaran pembelajaran ilmu hukum dalam meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa prodi PPKn Universitas Negeri Padang dan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kesadaran hukum. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket. Hasil penelitian menemukan bahwa mahasiswa PPKn sebagian besar setuju bahwa dengan adanya pembelajaran ilmu hukum mampu memberikan pengetahuan , pemahaman, sikap dan perilaku hukum. Dan upaya yang dapat dilakuan untuk meningkatkan kesadaran hukum adalah melalui tindakan hukum, pendidikan dan kampanye hukum.