Kurniati Puji Lestari
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : link

MANFAAT PIJAT OKSITOSIN UNTUK PENCEGAHAN PERDARAHAN IBU PASCA MELAHIRKAN Elisa Elisa; Kurniati Puji Lestari; Iis Sriningsih
Jurnal LINK Vol 12, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.784 KB) | DOI: 10.31983/link.v12i1.434

Abstract

This is a Efforts to prevent postpartum hemorrhage can be done since the third stage of labor day up to ten with a massage that stimulates the release of oxytocin, causing the process of involution. Information about oxytocin massage is very important to convey to the general public in order to increase knowledge so as to reduce the incidence of bleeding. Methods in community service activities consists of input, process and output. Input in this activity is the mother - PKK cadres, pregnant women in Sub Meteseh. The process is in the form of health education with lectures and demonstrations while the output is the measure of understanding about the prevention of maternal postpartum hemorrhage with pre and post questionnaires given during the event. Perceived outcome of this activity is that participants understand the massage action of oxytocin to prevent postpartum hemorrhage resulting in a change of behavior to take steps to prevent postpartum hemorrhage in the mother. It can be seen from the results of the posttest as much as 40% of participants had a value of 80-60, 60% obtain grades 50-20 while in the posttest as much as 80% of the participants has a value of 90-80, 20% scored 70-60.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBNG KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP DAN MENTORSHIP Kurniati Puji Lestari; Muhamad Jauhar; Ike Puspitaningrum; Shobirun Shobirun; Iis Sriningsih; Mugi Hartoyo
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1979.314 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.6632

Abstract

Preceptors bertugas mengajar, menasihati, menginspirasi, panutan, serta mendukung tumbuh kembang mahasiswa keperawatan. Model bimbingan preceptroship adalah proses pendelegasian wewenang dari pembimbing kepada mahasiswa. Metode Pelatihan Preceptorship memfasilitasi pembelajaran tentang pengetahuan, keterampilan, dan perilaku preceptor. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan bekal bimbingan klinis dalam menerapkan pembelajaran klinik aktif. Metode kegiatan melalui pelatihan Preceptorship, dengan pre dan post test, ceramah, simulasi peran, evaluasi, dan pendampingan bimbingan klinis. Preceptor adalah 56,5% perempuan, dan 52,2% memiliki pengalaman pelatihan bimbingan klinis. Rerata pengetahuan sebelum pelatihan 27,74 dengan SD 12,638, dan rerata 52,74 dan SD 20,324 setelah pelatihan. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dengan p-value = 0,000 (p 0,05). 31 CI (77,5%) menyatakan tema pelatihan sangat baik, 23 CI (57,5%) menyatakan ketepatan waktu sangat baik, 23 CI (53,5%) menyatakan bahwa layanan penyelenggara sangat baik. Pelatihan Metode Pembelajaran Preceptorship meningkatkan pengetahuan pembimbing klinik. Kegiatan ini dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran klinik kerjasama antara pihak pendidikan dan pelayanan
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Sopir Truk Dengan Ims Untuk Test Hiv Di Wilayah Pantai Utara Jawa Tengah Fajar Surahmi; Kurniati Puji Lestari; Sri Endang Windiarti
Jurnal LINK Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3891.384 KB) | DOI: 10.31983/link.v9i2.249

Abstract

As a truck driver, is a consequence of having to travel a long and tiring from the eastern end of Java samapai Jakarta. This trip is done regularly and over 3 profinsi the area of Central Java, West Java and DKI Jakarta entered. Through out the rest of the crew truck where there are female sex hawkers (WPS) which directly or indirectly coloring transactional sex to the crew's truck. Supply and demand is very high in the area, so the issue of sexual behavior to be important to convey. Survey conducted by BPS and the MOH in this group in 2007 issued 5% of data that this truck crews have an STI. Research purposes Mendidkripsikan factor - factor that affect truckers IMS for HIV test. This research will be conducted descriptive analytic cross sectional design. Research places like truck stops Tegal, Batang, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak and Apex. Sample population and sample work was taken by sampling the total sampling technique, the sample size of approximately 47 truck drivers. Analysis of test results using ststistik with chi-square test showed that there is one variable significantly affect the HIV test is a truck driver attitudes towards HIV testing behavior, with a significance level of 5% is obtained p value 0.009, independent Variable most predominant predictor truck driver HIV test is a truck driver attitudes towards HIV testing with significant value of 0.013. Attitudes towards HIV testing truckers who do not support the Wald p value = 6,237 and the value adjusted OR or exp (B) 0, 117 means that the truck driver attitudes towards HIV testing do not support having 0.143 times the risk for contracting HIV. This research should continue because the ground was very poor, so the results of the present invention can determine the appropriate intervention to increase awareness of truck drivers to maintain her health
Pemberdayaan Keluarga Dengan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Menggunakan Media Edukasi Video dan E-Flashcard Lestari, Kurniati Puji; Wagiyo, Wagiyo; Hartati, Lucia Endang
Jurnal LINK Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12844

Abstract

Kejadian ibu melahirkan dengan kelahiran hidup (ALH) 13 dari 100 kelahiran  pada dua tahun terakhir dengan kondisi BBLR di pedesaan persentase nya lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan (tahun 2020 – 2022). Kelompok umur ibu yang melahirkan BBLR paling tinggi usia 15-19 (18%) dan kelompok umur 45 – 49 tahun (17%) dibanding kelompok umur 20 – 44 tahun (12%) dan lebih berisiko mengalami    stunting. Stunting terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga setelah lahir atau biasa disebut 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan Pengabmas adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga ibu hamil tentang pencegahan stunting dan penggunaan media edukasi video dan e flashcarddalam pendampingan ibu hamil mencegah stunting. Bentuk pendampingan dilakukan pendampingan oleh keluarga terhadap ibu hamil sehingga identifikasi  ibu hamil dengan risiko tinggi dapat diketahui sejak awal dilakukan secara berkelanjutan dengan upaya promotif dan preventif melalui Aplikasi Smartphone. Sehingga pengetahuan ibu hamil meningkat, dapat mengelola kehamilannya secara tepat, meminimalkan risiko kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat serta melahirkan dengan selamat. Pengabdi melakukan edukasi menggunakan E Book dan Video yang telah mendapat HKI kepada keluarga dan ibu hamil tentang pencegahan stunting pada kehamilan. Kegiatan  pengabmas ini dapat berdampak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kejadian stunting saat masa kehamilan melalui partisipasi keterlibatan keluarga yang memiliki ibu hamil dan kader kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.
Pemberdayaan Keluarga Dengan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Menggunakan Media Edukasi Video dan E-Flashcard Kurniati Puji Lestari; Wagiyo Wagiyo; Lucia Endang Hartati
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12844

Abstract

Kejadian ibu melahirkan dengan kelahiran hidup (ALH) 13 dari 100 kelahiran  pada dua tahun terakhir dengan kondisi BBLR di pedesaan persentase nya lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan (tahun 2020 – 2022). Kelompok umur ibu yang melahirkan BBLR paling tinggi usia 15-19 (18%) dan kelompok umur 45 – 49 tahun (17%) dibanding kelompok umur 20 – 44 tahun (12%) dan lebih berisiko mengalami    stunting. Stunting terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga setelah lahir atau biasa disebut 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan Pengabmas adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga ibu hamil tentang pencegahan stunting dan penggunaan media edukasi video dan e flashcarddalam pendampingan ibu hamil mencegah stunting. Bentuk pendampingan dilakukan pendampingan oleh keluarga terhadap ibu hamil sehingga identifikasi  ibu hamil dengan risiko tinggi dapat diketahui sejak awal dilakukan secara berkelanjutan dengan upaya promotif dan preventif melalui Aplikasi Smartphone. Sehingga pengetahuan ibu hamil meningkat, dapat mengelola kehamilannya secara tepat, meminimalkan risiko kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat serta melahirkan dengan selamat. Pengabdi melakukan edukasi menggunakan E Book dan Video yang telah mendapat HKI kepada keluarga dan ibu hamil tentang pencegahan stunting pada kehamilan. Kegiatan  pengabmas ini dapat berdampak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kejadian stunting saat masa kehamilan melalui partisipasi keterlibatan keluarga yang memiliki ibu hamil dan kader kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.