Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Evolusi Penggunaan Media Sosial di SMP Bhinneka Tunggal Ika Pasuruan sebagai Sarana Alternatif Pembelajaran di Rumah Sholihun; Gatut Setiadi; Nurma Yuwita
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 2 (2020): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial dan internet merupakan hal penting yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Semakin bekembangnya aplikasi media sosial membuat para pengguna semakin mudah berinteraksi. Hampir mayoritas penduduk Indonesia telah menjadi pengguna aktif sarana media sosial guna mempermudah, mempercepat interaksi tanpa terkendala oleh waktu dan jarak. Pada tahun 2020 mewabahnya pandemi Covid-19 hingga memaksa untuk pemberlakuan belajar di rumah bagi sekolah-sekolah di berbagai jenjang, tidak terkecuali di SMP Bhinneka Tunggal Ika Pasuruan memberikan masalah serius dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang datang secara tiba-tiba ini berusaha diatasi dengan memanfaatkan berbagai kemudahan dalam berinterasi di dunia maya melalui pemanfaatan media sosial dalam bidang pendidikan. Beberapa media sosial yang sering serta dirasa sesuai untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran di rumah yaitu: 1) WhatsApp 42%, 2) Google form 53%, dan 3) Google classroom 5%. Agar dapat memahami tentang fungsi penggunaan media sosial dalam bidang pendidikan maka jenis penelitian ini yakni ex post facto, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, serta teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan instrumen angket tertutup yang disebarkan secara online dalam bentuk google form kepada guru dan siswa agar diperoleh data yang valid dan objektif. Hasil jawaban responden dianalisis tingkat persentasenya untuk memahami keunggulan dan kelebihan penggunaan media sosial sebagai sarana alternatif dalam penerapan sistem pembelajaran di rumah.
Komunikasi Transedental Jamaah Gerak Batin di Desa Glagahsari dengan Pendekatan Symbolic Interaction Theory Robbi Hidayat; Nurma Yuwita; Gatut Setiadi
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 1 (2021): AL-ITTISHOL: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v2i1.227

Abstract

Gerak batin merupakan salah satu jamaah pengajian muslimah tertua dibawah naungan NU Kabupaten Pasuruan. Dalam prosesnya, terjadi perubahan makna dan tujuan dari kegiatannya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara terstruktur. Hati, nafsu dan jiwa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hati mewadahi nafsu dan jiwa yang berisikan dorongan untuk melakukan perbuatan baik dan buruk. Nafsu dan jiwa harus dikendalikan agar jamaah dapat memperoleh ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya. Pendalaman spiritual melalui ibadah yang dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah akan akan berdampak pada perubahan akhlak dan perilaku jamaah.
DRAMATURGI: BUDAYA FLEXING BERKEDOK PENIPUAN DI MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS INDRA KENZ DAN DONI SALMANAN) nurma yuwita; Naili Mauhibatillah; Himmatul ‘Ulyah
Commed : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 7 No. 1 (2022): Commed : Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/commed.v7i1.6602

Abstract

Flexing is a term used for someone who often shows off his wealth. Flexing culture is now becoming a sensational phenomenon in society since the arrests of Indra Kenz and Doni Salmanan. As binary option affiliates, Indra Kenz and Doni Salmanan often show off their wealth in their social media accounts so that they are known as Crazy Rich Medan and Crazy Rich Bandung. But behind that, they also try to cover up the cover of their fraud so that it is not known by others. This study aims to analyze the cases of Indra Kenz and Doni Salmanan as binary option affiliators. This research approach uses a qualitative descriptive approach. The researcher uses the theory of dramaturgy by Erving Goffman, which will analyze the front stage and back stage performed by Indra Kenz and Doni Salmanan. From the results of the analysis it can be seen that Indra Kenz and Doni Salmanan flexed on social media with the aim of attracting victims to participate in binary options trading so that they can reap huge profits from the victims' losses, but behind that they are also trying to cover up the guise of their fraud. As binary option affiliates, they try to present everything that is good about themselves (front stage) and cover their cover (back stage).
Analisis Digital Marketing Live Tiktok Shop @Tantelalapunyacerita Sebagai New Media Promotion di Era Disrupsi Menggunakanpendekatan Model Aida Riska Amelia; Nurma Yuwita
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v4i2.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi Digital Marketing di akun TikTok @tantelalapunyacerita dengan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Maraknya minat masyarakat yang serba efektif membuat banyak platform hiburan bermultifungsi menjadi sarana bisnis jual-beli. Salah satunya media TikTok yang awal pertama kali muncul menjadi media sosial hiburan kini juga berkembang sebagai e-comerce. Penelitian ini menjadi menarik untuk mengungkap bagaima stategic promotion baru yang digunakan oleh akun @tantelalapunyacerita dalam relasi etika dan estetika promosi Komunikasi. Subjek penelitian ini adalah teks, gambar dan komentar warganet dalam akun TikTok @tantelalpunyacerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis digital marketing yang diterapkan oleh tante lala selaras dengan model AIDA, strategi promosi yang disampaikan oleh pada akun TikTok yang diteliti banyak mengundang perhatian dan peminat, ditampilkan dari hasil komentar viewers yang tergabung. Meski jarang ditemui dan tidak menggunakan strategi pada umumnya yang digunakan, tetapi akun @tantelalapunyacerita berhasil menarik perhatian, dan kini semakin banyak yang mengikuti jejak strategi promosi dari tante Lala.
REPRESENTASI KONFLIK KEBANGKITAN SOSIAL DALAM FILM ANIME ONE PIECE ARC DRESSROSA (STUDI ANALISIS ROLAND BARTHES) M. Soffan Azis; Nurma Yuwita
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.113

Abstract

Name M. Soffan Azis, Communication Studies Program at Yudharta University Pasuruan 2023. Representation of Social Development Conflicts in the Anime One Piece Arc Dressrosa, Supervisor Nurma Yuwita, S., M.I.Kom. Movies have appeal for children to adults. The One Piece Anime film was produced in 1999 and is now available in the Bstation application. His goal is to find the world's greatest treasure, known as "One Piece", and rise in the ranks to become the Pirate King. The main topic of discussion in this thesis is Roland Barthes' Analysis of Conflict Representation of Social Awakening in Dressrosa Arc Anime One Piece Film. The purpose of this researcher is to understand the conflicts that occur in the Anime One Piece Arc Dressrosa. The research conducted here is descriptive qualitative research. Data analysis for this film uses qualitative methods based on Roland Barthes' semiotic analysis.
PESAN TOLERANSI DALAM FILM “TENGAH” KARYA PONDOK PESANTREN WALISONGO (TINJAUAN TEORI SEMIOTIKA CHARLES SANDER PIERCE) M.Kholil Nawawi; Nurma Yuwita
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.121

Abstract

Film merupakan sebuah penyampai pesan ynag sangat efektif di era ini karena film kerena masyarakat zaman ini memiliki kecenderungan akan sebuah pesan yang berbentuk visualisasi, dan di dalam film Tengah ini Gus Fahrur Rozy selaku penulis naskah, ingin menyampaikan pesan kepada Masyarakat Indonesia yakni pesan toleransi yang di rangkum dalam adegan adegan film Tengah ini,film Tengah ini pernah di ikut sertakan pada festival Film nasional yang diadakan oleh Kementerian Agama RI, pada tahun 2021 lalu, dan di upload di kanal youtube Jadzab.com yang bertemakan #Modeasiberagama, dan film ini mendapat view tiga ribu viewer, film ini menggambar kan tentang tiga orang pejuang yakni Nawawi, Made, Dan Joseph yang ketiganya memiliki latar belakang agama yang berbeda, tetapi mereka tidak mempermasalahkan soal agama, karena di situasi Indonesia yang saat itu akan di jajah Kembali oleh sekutu jepang yakni Inggris, dan mereka Bersatu untuk merebut Kembali kemerdekaan Indonesia. Tujuan meneliti film ini adalah untuk mengetahui pesan toleransi dalam film Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif deskriptif. Analisis data dalam film ini menggunakan metode analisis semiotika Charles Sander Pierce, dimana analisis penelitian ini menekankan pada pencarian tanda,penanda,dan interpretasi. Hasil yang di peroleh peneliti berkaitan dengan pesan toleransi pada film Tengah karya pondok pesantren walisongo, yang di gambarkan dengan tiga pejuang dengan latar belakang yang agama yang berbeda,tetapi mereka Bersatu dan berjuang untuk membela tanah airnya.Dan di dalam pembahsan skripsi ini peneliti menemukan dua pesan toleransi yang terkandung dalam film Tengah ini yaitu, Pesan toleransi beragama, dan pesan toleransi berbentuk kepedulian antar sesama.
Pendampingan Budidaya Maggot Lalat Black Soldier Fly Sebagai Pengembangan Potensi Lokal Masyarakat Yuwita, Nurma; Hasyim, Mochamad; Asfahani, Asfahani
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.1922

Abstract

This service aims to empower and explore the potential of Sebandung Village residents in processing organic waste into maggot Black Soldier Fly. The service method used is Community Based Research which is carried out with the community to overcome problems. The service implementation is done through socialization, training, media creation, and the Black Soldier Fly maggot cultivation guidebook. The community is very active and enthusiastic in participating in the education of Black Soldier Fly maggot cultivation from the socialization to the end of the Black Soldier Fly maggot cultivation demonstration. The conclusion is that the maggot cultivation activity in Sebandung village was successful and maximal with indicators of increasing the education and skills of the participants. It is hoped that this service activity will become a milestone for organic waste processing in various villages in the Pasuruan district.
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Nurma Yuwita

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i1.1565

Abstract

Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di riset adalah ”Rudy Habibie”. Alasan periset menganalisis Rudy Habibie adalah karena film ini mengangkat kisah nyata yang diadopsi dari kehidupan presiden ke-3 Indonesia yakni Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie. Film Rudy Habibie masuk nominasi film terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2016. Dalam jangka waktu satu bulan lebih film Rudy Habibie menggenapkan perolehan jumlah penontonnnya di angka dua juta.Film Rudy Habibie menggambarkan seorang yang inspiratif dan memiliki jiwa nasionalis.Periset sengaja mengambil tema nasionalisme karena semangat dan cintanya generasi muda yang mulai luntur pada bangsanya. Representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotik sebagai pendekatannya. Semiotika Charles Sanders Pierce yang digunakan oleh periset adalah modeltriangle meaning yang terdiri atas: Sign, Object, dan Interpretant. Periset akan memilih potongan adegan dalam film Rudy Habibie yang merepresentasikan tentang nasionalisme dengan menggunakan analisis triangle meaning. Riset representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie menghasilkan: 1) Repesentasi nasionalisme Rudy Habibie ditunjukkan dengan cara dan keinginan yang kuat untuk memperjuangkan Indonesia setelah kembali dari studinya dalam bidang industri dirgantara; 2) Representasi nasionalisme yang kedua diinterpretasikan dengan rancangan akan kebutuhan potensi sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh Indonesia dalam bidang industri dirgantara, perikanan, pertanian dan maritim; 3) Representasi nasionalisme Rudy Habibie yang ketiga diinterpretasikan dengan falsafah dari orang tuanya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa Indonesia; 4) Representasi nasionalisme yang keempat diinterpretasikan dengan puisi Habibie tentang sumpah terhadap ibu pertiwi untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita bangsa Indonesia.
DIFUSI INOVASI DALAM MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEKS FANTASI MENGGUNAKAN APLIKASI ADOBE ANIMATE CREATIVE CLOUD Nurma Yuwita; Ahmad Aminudin; Gatut Setiadi

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v7i2.1702

Abstract

Media pembelajaran dengan menggunakan teknologi aplikasi dapat menumbuhkan minat belajar pada peserta didik, sehingga mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Difusi inovasi Aplikasi Adobe Animate Creative Cloud menjadi alternatif aplikasi yang dapat digunakan pada pembelajaran interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah difusi inovasi dalam pengembangan media interaktif teks fantasi menggunakan aplikasi Adobe Animate Creative Cloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi adobe animate creative cloud teks cerita fantasi merupakan gabungan konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan khususnya pada materi teks fantasi oleh peserta didik SMP untuk pembelajaran kurikulum 2013. Aplikasi adobe animate creative cloud teks cerita fantasi harus menggunakan sebuah sarana komputer yang memiliki tingkat spesifikasi yang layak, agar media tersebut dapat digunakan dengan maksimal, yakni (a) kecepatan prosesor Dual Core 1,8 Ghz; (b) operating system windows menggunakan windows 7, windows 8.0 dan 8.1; (c) 2 GB RAM; (d) 250 GB Hard Drive space; (e) 64-bit monitor warna LED 20 inch yang bisa menampilkan resolusi 1336 x 768; (f) CD-ROM drive.
PERAN MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN BAGI ANAK PENYANDANG DISLEKSIA Ninuk Riswandari; Nurma Yuwita

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2782

Abstract

The success of the learning process is when students are able to absorb and understand the information provided by educators. However, not all children have normal conditions that are able to absorb all information without any difficulties. For children with dyslexia, the main learning processes related to reading, writing and arithmetic are activities that are quite difficult for them. This disorder is due to congenital biological factors of the child. The sensitivity of teachers and parents in detecting children with dyslexia is very necessary in order to support their growth and development. Because of the learning difficulties experienced by children with dyslexia, media is needed that helps their learning process so that any information conveyed by the teacher can be well received. Media that can be used can be in the form of human-based media, print-based media, audio-based media, or audio-visual-based media. The form of the picture will usually be more easily understood by children with dyslexia.