Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

PERAN TEMPE KEDELAI HITAM DALAM AKTIVITAS ENZIM ANTIOKSIDAN DAN DAYA TAHAN LIMFOSIT TIKUS TERHADAP HIDROGEN PEROKSIDA IN VIVO - Nurrahman; Mary Astuti; - Suparmo; Marsetyawan HNE Soesatyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Sain, Teknologi, Kimia Sosial dan Humaniora, Kimia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.626 KB)

Abstract

Konsumsi tempe dapat meningkatkan status antioksidan dalam tubuh karena tempe kedelai hitammengandung senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini mengkaji peran tempe kedelai hitamdalam meningkatkan aktivitas enzim antioksidan plasma dan daya tahan limfosit terhadap hidrogenperoksida in vivo. Sebanyak 24 ekor tikus dikelompokan menjadi 4 (empat). Keempat kelompoksebanyak 6 ekor tikus diperlakukan dengan pemberian diit standar, diit ditambah tepung tempekedelai hitam, diit ekstrak tempe kedelai hitam dan diit kombinasi tepung dan ekstrak tempe. Padahari ke-36 tikus dimatikan untuk diambil darah dan limpa. Darah dibuat plasma, yang kemudiandigunakan untuk analisa aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutationperoksidase dan limpa diekstrak limfositnya untuk analisa daya tahan limfosit terhadap hidrogenperoksida (90 μM). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas enzim SOD dan dayatahan limfosit terhadap hidrogen peroksida secara signifikan. Kesimpulan dari penilitian ini bahwakonsumsi tempe kedelai hitam dapat meningkatkan status antioksidan tikus.
PERAN TEMPE KEDELAI HITAM DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS ENZIM ANTIOKSIDAN DAN DAYA TAHAN LIMFOSIT TIKUS TERHADAP HIDROGEN PEROKSIDA IN VIVO - Nurrahman; Mary Astuti; - Suparmo; Marsetyawan HNE Soesatyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.646 KB)

Abstract

Konsumsi tempe dapat meningkatkan status antioksidan dalam tubuh karena tempe kedelaihitam mengandung senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini mengkaji peran tempekedelai hitam dalam meningkatkan aktivitas enzim antioksidan plasma dan daya tahan limfositterhadap hidrogen peroksida in vivo. Sebanyak 24 ekor tikus dikelompokan menjadi 4 (empat).Keempat kelompok sebanyak 6 ekor tikus diperlakukan dengan pemberian diit standar, diitditambah tepung tempe kedelai hitam, diit ekstrak tempe kedelai hitam dan diit kombinasitepung dan ekstrak tempe. Pada hari ke-36 tikus dimatikan untuk diambil darah dan limpa.Darah dibuat plasma, yang kemudian digunakan untuk analisa aktivitas enzim superoksidadismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase dan limpa diekstrak limfositnya untukanalisa daya tahan limfosit terhadap hidrogen peroksida (90 M). Hasil penelitian menunjukkanadanya peningkatan aktivitas enzim SOD dan daya tahan limfosit terhadap hidrogen peroksidasecara signifikan. Kesimpulan dari penilitian ini bahwa konsumsi tempe kedelai hitam dapatmeningkatkan status antioksidan tikus.
Hubungan Produksi IFN- dan IL-4 dengan Pengobatan Strategi DOTS fase intensif pada Penderita Tuberkulosis Paru Sri Andarini Indreswari; Suharyo Hadisaputro; Marsetyawan HNE Soesatyo; Yudhy Dharmawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.051 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis paru masih menjadi masalah utama di seluruh dunia, terutama di Negara sedang berkembang. Di Indonesia hasil pengobatan dan konversi belum optimal. Banyak penyebab kekurang berhasilan pengobatan ini belum diketahui, khususnya yang berkaitan dengan faktor imunologi. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan produksi IFN- dan IL-4 dengan kesembuhan klinis, dalam hal ini terjadinya konversi BTA pasca 2 bulan pengobatan dengan strategi DOTS.Metoda: Rancangan penelitian adalah nested case control, pada penderita baru tuberkulosis paru dengan pemeriksaan sputum BTA positip yang mendapat pengobatan strategi DOTS selama 2 bulan. Kasus adalah penderita yang tidak mengalami konversi pasca 2 bulan pengobatan (BTA tetap positip), sedangkan kontrol adalah penderita yang mengalami konversi pasca 2 bulan pengobatan (BTA menjadi negatip). BTA sebagai hasil pemeriksaan Ziehl Neelsen yang diteruskan dengan tes Niasin. Produksi IFN-dan IL-4 di dalam serum diperiksa dengan metode ELISA. Untuk uji beda rata-rata produksi sitokin antara kasus dan kontrol dilakukan analisis dengan T- test.Hasil: Jumlah sampel 73, diperoleh dari 158 penderita baru berobat jalan yang diikuti selama 2 bulan, terdiri dari 34 kasus (14 diperiksa sitokin) dan 39 kontrol (21 diperiksa sitokin). Penelitian dilakukan di BP4, 12 Puskesmas dan RSUD Kota Semarang. Produksi rata-rata IFN- di dalam serum pasca 2 bulan pengobatan berbeda secara signifikan antara kasus dan kontrol dengan stimulasi PPD 0,5 ug/mL dan PPD 5 ug/mL. Tidak terdapat perbedaan antara kasus dan kontrol pada produksi rata-rata IL-4 dengan semua stimulasi dan tanpa stimulasi.Simpulan: Perbedaan secara signifikan antara kasus dan kontrol pasca 2 bulan pengobatan dalam produksi sitokin (IFN-) bersifat spesifik (hanya dengan stimulasi antigen). Produksi IL-4 tidak terdeteksi kecuali dengan stimulasi PHA, tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara kasus dan kontrol.Kata kunci: Tuberkulosis, Interferon-, Interleukin-4, DOTS