Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Identifikasi Pola Bakteri dan Uji Sensitivitas Antibiotik di Ruangan Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih Manado Sandjaya, Sulaiman F.; Waworuntu, Olivia A.; Homenta, Heriyannis
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.54050

Abstract

Abstract: Incidents of infection originating from hospitals can be referred to as Healthcare-Associated Infections (HAIs). Generally, hospitals have implemented policies and clinical practices in control of HAIs and the appropriate use of antibiotics to reduce the risk of infection spread and the development of antibiotic resistance. However, antibiotic administration in the Emergency Room (ER) significantly contributes to the excessive use of antibiotics, which may pose a problem of antibiotic resistance. This study aieds to determine the bacterial pattern and antibiotic sensitivity in the ER of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This was an observational and descriptive study with a cross-sectional design. Identification of bacterial pattern and antibiotic sensitivity test on bacteria in the ER of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado used the standard procedure in Microbiology Laboratory of Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. The antibiotic sensitivity test for Bacillus sp. (53.84%), Staphylococcus sp. (38,46%), and Streptococcus sp. (7,69%) revealed the highest sensitivity to the antibiotics meropenem and gentamicin, while the antibiotics ampicillin/sulbactam and vancomycin showed the highest resistance levels. In conclusion, Gram-positive bacteria dominates the bacteria in the emerfency room of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, with Bacillus sp. being the most prevalent. Keywords: bacterial pattern; antibiotic sensitivity test; emergency room   Abstrak: Kejadian infeksi yang berasal dari rumah sakit termasuk dalam Healthcare-Associated Infections (HAIs). Rumah sakit telah menerapkan kebijakan dan praktik klinis dalam pengendalian HAIs dan penggunaan antibiotik yang tepat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi dan perkembangan resistansi antibiotik. Namun, ditemukan bahwa pemberian antibiotik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara signifikan berkontribusi terhadap penggunaan berlebihan dari obat antibiotik yang kemungkinan menimbulkan masalah resistansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola bakteri dan sensitivitas antibiotik di ruangan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observational dengan desain potong lintang. Identifikasi pola bakteri dan uji sensitivitas pada bakteri di ruangan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado menggunakan prosedur standar di Laboratorium FK Unsrat. Hasil identifikasi diperoleh bakteri Bacillus sp., Staphylococcus sp., dan Streptococcus sp. Uji sensitivitas antibiotik dari bakteri Bacillus sp. (53,84%), Staphylococcus sp. (38,46%), serta Streptococcus sp. (7,69%), mendapatkan tingkat sensitivitas tertinggi ditunjukkan terhadap antibiotik meropenem dan gentamicin, sedangkan hasil antibiotik ampicillin/sulbactam dan vancomycin memiliki tingkat resistensi tertinggi. Simpulan penelitian ini ialah bakteri Gram positif mendominasi bakteri di ruangan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, dengan ditemukannya Bacillus sp. terbanyak. Kata kunci: pola bakteri; uji sensitivitas antibiotik; Instalasi Gawat Darurat
Persepsi Mahasiswa terhadap Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi 2023 Dolot, Jecky F.; Wungouw, Herlina I. S.; Homenta, Heriyannis
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.54913

Abstract

Abstract: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is a case scenario-based assessment method expected to be carried out by medical students as a benchmark for their future professional readiness. This study aimed to identify medical students' perceptions about OSCE. This was a retrospective and descriptive study with a cross-sectional design, employing a questionnaire designed by Fisseha and Desalegn. The results showed that based on a total of 85 students who took the UKMPPD OSCE exam in August 2023, 71 respondents (87.65%) completed the questionnaire. Students expressed that the OSCE exam was one of the triggers for stress. The OSCE exam structure received the highest score in the statement regarding students' readiness to take the OSCE exam. Organization of OSCE exam also received the highest score in the statement related to the conducive location of the OSCE exam, free from disturbances. The validity and reliability of OSCE exam were rated highest in the statement that the conduct of the OSCE exam was considered fair, without regard to ethnicity, race, culture, and gender. In conclusion, students' perceptions of the OCSE exam are considered good, covering characteristics, structure, management, validity, and reliability of the OSCE exam. The implementation of the OSCE exam has been standardized according to the OSCE exam implementation standards. Keywords: student perception; OSCE examination; medical education   Abstrak: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu metode penilaian berbasis skenario kasus yang diharapkan dapat dikerjakan oleh mahasiswa rumpun kesehatan sebagai tolok ukur kesiapan profesi, yang bertujuan untuk menguji mahasiswa dari segi keterampilan komuni-kasi, pengetahuan klinis serta keterampilan klinis lainnya. Diperlukan evaluasi bagi setiap metode penilaian pendidikan kedokteran, baik dari tenaga pendidik maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa Fakultas Kedokteran terhadap ujian OSCE. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang, menggunakan kuesioner yang didesain oleh Fisseha dan Desalegn. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari total 85 mahasiswa yang mengikuti ujian UKMPPD OSCE periode agustus 2023, didapatkan sebanyak 71 (87,65%) responden yang mengisi kuesioner. Mahasiswa berpendapat ujian OSCE salah satu pemicu stres, struktur ujian OSCE baik dengan pernyataan skor terbanyak yaitu kesiapan mahasiswa mengikuti ujian OSCE, pengelolaan ujian OSCE baik dengan pernyataan skor terbanyak yaitu lokasi pelaksanaan ujian OSCE kondusif, dan bebas dari gangguan, validitas dan reliabilitas ujian OSCE baik dengan pernyataan skor terbanyak yaitu pelaksanaan ujian OSCE dinilai adil, tanpa memandang suku, ras, budaya, dan jenis kelamin. Simpulan penelitian ini ialah persepsi mahasiswa terhadap ujian OCSE dinilai baik meliputi karakteristik, struktur, pengelolaan, validitas dan reliabilitas ujian OSCE. Pelaksanaan ujian OSCE sudah terstandarisasi sesuai dengan standar pelaksanaan ujian OSCE. Kata kunci: persepsi mahasiswa; ujian OSCE; pendidikan kedokteran
Korelasi Penggunaan Artificial Intelligence dengan Nilai Modul Keterampilan Belajar, Komunikasi, dan Informasi Teknologi Mahasiswa Kedokteran Pontororing, Aveva V.; Homenta, Heriyannis; Manoppo, Firginia P.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i2.61267

Abstract

Abstract: Artificial intelligence (AI) utilization is considered to enhance the efficiency and effectiveness of student learning. However, the correlation between AI utilization and academic performance remains underexplored. This study aimed to analyze the correlation between AI utilization and module scores in Learning, Communication, and Information Technology Skills (KBKIT) among 2024 cohort students of the Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. The total sample comprised 194 students selected using the total sampling method. Data were collected using Google form-based questionnaires and KBKIT module transcripts, then were analyzed using the Gamma test to determine the correlation between the two variables. The results showed that most students were in the moderate category for AI utilization, both in usefulness (67.5%) and ease of use dimensions (64.9%). KBKIT module scores were mostly in categories A (46.4%) and B+ (26.8%). The Gamma correlation test yielded a coefficient of -0.013 with p = 0.913, indicating no significant correlation between AI utilization and KBKIT module scores, with a very weak correlation strength and a negative direction. In conclusion, there is no significant correlation between AI utilization and KBKIT module scores among students of the Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. Keywords: artificial intelligence; KBKIT module scores   Abstrak: Penggunaan artificial intelligence (AI) dianggap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran mahasiswa, namun hubungan antara penggunaan AI dengan kinerja akademik masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara penggunaan AI dengan nilai modul Keterampilan Belajar, Komunikasi, dan Informasi Teknologi (KBKIT) mahasiswa angkatan 2024 Fakultas Kedokteran Unsrat. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Total sampel berjumlah 194 mahasiswa yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis google form dan transkrip nilai modul KBKIT, kemudian dianalisis menggunakan uji Gamma untuk melihat ada tidaknya korelasi antara kedua variabel. Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang dalam penggunaan AI, baik dimensi kegunaan (67,5%) maupun kemudahan (64,9%). Nilai modul KBKIT menunjukkan mayoritas berada pada kategori A (46,4%) dan B+ (26,8%). Uji korelasi Gamma menghasilkan koefisien -0,013 dengan p=0,913, menunjukkan tidak terdapat korelasi bermakna antara pengguanaan AI dengan nilai modul KBKIT dengan kekuatan korelasi sangat lemah dan arah korelasi negatif. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat korelasi bermakna antara penggunaan AI dengan nilai modul KBKIT mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: artificial intelligence; nilai modul KBKIT
Relationship Between Stress And Ear-Nose-Throat Disorder Exam Values In Medical Education Students Of The Faculty Of Medicine, Sam Ratulangi University Waani, Gebriela Naomi; Tompodung, Linda Maya; Homenta, Heriyannis
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i1.6271

Abstract

Stres academic is one of significant challenges? for student medicine, especially Because burden dense and demanding curriculum? high academic. Stress? This can influence performance academic in a way direct and also No directly. Research This focus on relationships between level stress and results exam module Disturbance Ear Nose Throat (ENT-KL) in students medical class of 2022 at Sam Ratulangi University . Research This aiming For analyze connection between level stress experienced? students and results mark exam module ENT-KL disorders, as well as give outlook related interventions that can done For support welfare students. Research use design observational analytic with cross-sectional approach. The sample consists of of the 204 students who met the requirements criteria inclusion. Stress level measured use Perceived Stress Scale (PSS-10) instrument, while mark exam module obtained from notes academic official. Analysis done using the Spearman-rho correlation test to determine connection between level stress and results mark exam. Most of student be at the level stress moderate (71.1%) and successful to obtain A grade (92.6%) on the exam module. The Spearman-rho test shows No existence connection significant between level stress and value test (p = 0.756; r = 0.022). Findings This show that level stress No in a way direct influence achievement academic student in module this. Research results This indicates that although level stress currently often experienced by students, this is the No always become barrier for achievement academic. Support institutional, such as training management stress and counseling, can help student with level stress tall For reach balance between pressure academic and performance.
Analysis of emergency department waiting time evidence from a tertiary hospital in Indonesia: A qualitative study Alouw, Christy Natalia; Kaunang, Erling David; Homenta, Heriyannis
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2001

Abstract

Prolonged waiting times in the Emergency Department caused by high patient volume, limited resources, and operational inefficiencies. This study aims to identify and analyze the factors contributing to waiting times in the Emergency Department. This qualitative descriptive study was conducted over three months (March to May 2025) in the Emergency Department of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital, Manado. Participants including hospital leadership, emergency physicians, nurses, and the ED head were purposively selected. Data were gathered through semi-structured interviews, direct observations, and patient flow data from the electronic medical records dashboard. Analysis used triangulation to identify patterns and factors influencing waiting times. Emergency Department employs a triage system prioritizing patients by urgency, but faces challenges such as high patient volume, limited staffing and beds, technical issues, and communication delays. Despite efforts to reduce waiting times, critically ill patients often exceed recommended ED stays due to complex care needs. Continuous improvements focus on increasing staff, enhancing infrastructure and information systems, strengthening coordination, and educating the public to optimize patient flow and service quality. Despite effective triage and digital queue systems, persistent staffing, infrastructure, and coordination challenges continue to limit ED efficiency, so improving these areas is essential to enhance performance.
Identifikasi Methicillin – Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) pada Tenaga Kesehatan di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei Manado Ume, Eka Julistri; Waworuntu, Olivia A.; Homenta, Heriyannis
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2468

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) merupakan patogen penyebab Healthcare-Associated Infections (HAIs) yang resisten terhadap antibiotik beta-laktam, termasuk metisilin. Selain itu, penggunaan antibiotik spektrum luas di ICU dapat berkontribusi pada peningkatan beban resistensi antimikroba, yang mendukung munculnya Mikroorganisme Multidrug-Resisten (MDR), termasuk MRSA. Kontaminasi silang antara pasien dan tenaga kesehatan menjadi faktor risiko utama untuk kolonisasi MRSA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya MRSA pada tenaga kesehatan di ruang ICU Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari tenaga kesehatan di ruang ICU Rumah Sakit Dr. J. H. Awaloei Manado dan diuji untuk mengidentifikasi keberadaan MRSA menggunakan media MSA, uji katalase, koagulase, dan uji sensitivitas antibiotik. Dari 22 sampel yang diidentifikasi ditemukan bakteri Staphylococcus aureus (63,6%), Staphylococcus sp., (27,3%), Streptococcus sp., (9,09%) dan uji sensitivitas satu (4,54%) sampel yang resisten terhadap antibiotik cefoxitin. Simpulan dari penelitian ini yaitu ditemukan MRSA pada tenaga kesehatan di ruang ICU RS. Dr. J.H Awaloei Manado sebanyak 1(4,54%) dari 22 sampel. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MRSA pada tenaga kesehatan di ruang ICU rumah sakit ini mengindikasikan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap infeksi MRSA, serta penerapan kebijakan pengendalian infeksi yang lebih efektif. Tindakan preventif seperti peningkatan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri yang lebih baik, dan pengelolaan antibiotik yang bijaksana dapat membantu mencegah penyebaran MRSA dan mengurangi infeksi nosokomial di rumah sakit, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Identifikasi Pola Bakteri Aerob Pada Pasien Dengan Kateter Urin dan Uji Sensitivitas Antibiotik di Intensive Care Unit (ICU) RS. Dr. Jh Awaloei Tesalonika Palit, Preisilia; Silvana Rares, Fredine Esther; Homenta, Heriyannis
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2489

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi, terutama pada pasien yang menggunakan kateter urin di unit perawatan intensif (ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola bakteri aerob pada pasien dengan kateter urin serta menguji sensitivitas antibiotik di RS Dr. JH Awaloei. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang, dengan sampel sebanyak 16 pasien yang menggunakan kateter urin di ICU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus sp. (44,44%), diikuti oleh Streptococcus sp. (33,33%) dan Bacillus sp. (22,22%). Ketiga jenis bakteri ini menunjukkan resistansi terhadap antibiotik Aztreonam, namun umumnya sensitif terhadap Meropenem dan Chloramphenicol. Selain itu, antibiotik seperti Cefuroxime, Cefoperazone, Ceftriaxone, dan Cefotaxime menunjukkan tingkat resistensi yang tinggi. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik terhadap penggunaan kateter urin di ICU guna mencegah terjadinya infeksi saluran kemih dan perkembangan resistensi antibiotik yang semakin meningkat di rumah sakit.