Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Konsep Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia pada Peserta Didik Melalui Media Pembelajaran Poster Digital Rifki Ramzan Adi Putra; Yunisca Nurmalisa; Devi Sutrisno Putri
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penggunaan media pembelajaran poster digital dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada konsep kolaborasi antar budaya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik di SMAN 2 Pringsewu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang terdiri dari 35 responden kelas eksperimen dan 35 responden kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan data penelitian berupa pemahaman peserta didik dalam pembelajaran PPKn sebagai hasil dari penggunaan media pembelajaran poster digital pada kelas eksperimen dan media papan tulis pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwasanya terdapat perbedaan pemahaman materi identitas dan kolaborasi budaya pada peserta didik yang menerapkan media pembelajaran poster digital (kelas eksperimen) dibuktikan dengan uji analisis N-Gain Score. Pembelajaran di kelas ekperimen lebih interaktif dibandingkan dengan dengan kelas kontrol dilihat dari banyaknya peserta didik yang mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mendengarkan penjelasan guru, menjelaskan dan memberikan contoh serta menyimpulkan materi yang sedang dipelajari. Hasil posttest dari kelas ekperimen dan kontrol mengalami perbedaan di mana hasil kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan dengan kelas kontrol. Pemahaman materi identitas dan kolaborasi budaya peserta didik dikelas eksperimen dengan media pembelajaran poster digital berkategori efektif sedangkan dikelas kontrol yang menerapkan media pembelajaran papan tulis berkategori tidak efektif.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD Sebagai Upaya Penguatan Sikap Kebhinekaan Global di SMAN 2 Kotabumi Carollina Berlianti; Hermi Yanzi; Devi Sutrisno Putri
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i1.2208

Abstract

Pendidikan mempunyai peran penting untuk mengubah kebiasaan berprilaku peserta didik. Peserta nantinya dapat belajar bagaimana proses untuk meningkatkan suatu perubahan ke arah kognitif, afektif, dan psikomotor. Pembelajaran yang menunjang kualitas siswa yaitu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Permasalahan yang terjadi serta dihadapi oleh siswa di era kini adalah mengenai Informasi tidak sesuai fakta yang meluas ke berbagai segi kehidupan seperti ekonomi, politik, dan sosial budaya bahkan sampai menimbulkan masalah pada kedamaian bangsa. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Dalam Upaya Meningkatkan Sikap Kebhinekaan Global Pada Materi PPKn Kelas X di SMA Negeri 2 Kotabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik di SMA Negeri 2 Kotabumi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 responden yang terdiri dari 36 responden kelas eksperimen dan 36 responden kelas kontrol. Teknik penghitungan data menggunakan bantuan SPSS versi 20. Berdasarkan hasil perhitungan uji Independent Samples Test yang digunakan dalam penelitian ini dihasilkan bahwa adanya penguatan sikap kebhinekaan global dengan diterapkannya cooperative learning pada materi PPKn kelas X di SMA Negeri 2 Kotabumi yang berdasarkan uji N-Gain Score mempunyai efektifitas sebesar (55,59% )yang dapat dikategorikan cukup efektif. Penerapan model cooperative learning dilakukan mampu memadukan pendekatan yang komunikatif, integratif, dan keterampilan proses, seperti Guru memberikan pemahaman dan materi tentang kebhinekaan, lalu Peserta didik dibuat beberapa kelompok yang kemudian masing-masing peserta didik mengerjakan soal dari materi yang sudah dijelaskan, serta dapat berdiskusi bersama, score nilai benar terbanyak adalah pemenangnya dan berhak mendapatkan reward. Sehingga pembelajaran ini mampu meningkatkan kerja sama, interaksi, menghargai pendapat dan motivasi semangat dalam menjawab soal yang diberikan maka dari itu impementasi sikap kebhinekaan dapat terbentuk di dalam kelompok maupun diluar kelompok contohya lingkungan sekolah peserta didik.
Sosialisasi pendidikan anti korupsi yang berintegritas di SMK Negeri 02 Mei Bandar Lampung Yunisca Nurmalisa; Nurhayati; Hermi Yanzi; Devi Sutrisno Putri
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Sumbangsih (In Process)
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i2.98

Abstract

Implement anti-corruption in oneself, especially for teachers. Integrity in implementing anti-corruption education within oneself and the environment will be one of the solutions in responding to social problems that occur in society and will increase civic disposition as an Indonesian citizen. Through the soft skills approach, it is hoped that teachers and students at SMK Negeri 2 Mei Bandar Lampung can have a high integrtas to deal with corruption problems that occur daily in this global era. This activity method includes socialization activities to teachers of SMK Negeri 02 Mei Bandar Lampung. In the first stage, an analysis was carried out related to the problems experienced in the application of anti-corruption education in schools outside the learning materials. In the second stage, service activities will be carried out in the form of socialization. The participants of this activity are teachers of SMK Negeri 2 Mei Bandar Lampung. The implication of this service is that it can optimize soft skills, especially related to the integrity of teachers and students in implementing anti-corruption both in school and in daily life, with the hope that a good character will be formed, especially in preventing corruption from an early age.