Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM JURNAL TERPILIH: IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN Astri Widyaruli Anggraeni; Ruaidah; Kristi Nuraini
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 4 (2022): APRIL-MEI TAHUN 2022
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v1i4.529

Abstract

Artikel ini berupa tulisan dari beberapa review jurnal yang penulis telah lakukan. Tulisan ini berfokus pada model pembelajaran campuran (blended learning) yang telah dipublikasikan di jurnal online dari Database Informasi Sumber Daya Pendidikan Pusat (ERIC) dan Pangkalan Data Penelitian Ilmiah dan Medis (Science.direct). Sebanyak 12 artikel yang dipilih sesuai dengan fokus tulisan. Dalam konteks ini, fokus utamanya adalah membuat analisis isi berdasarkan beberapa aspek penting dalam hal rancangan penelitian, instrumen, dan metode penelitian. hasil analisis yang telah dibuat terhadap artikel-artikel yang diterbitkan dalam pangkalan data Education Resources Information Center (ERIC) dan science.direct menunjukkan kajian tentang blended learning semakin berkembang dari masa ke masa. Walau bagaimanapun dapat dinyatakan bahwa mayoritas artikel yang dihasilkan adalah dengan menggunakan kajian berbentuk kualitatif untuk mendapatkan data kajian. Konsep blended learning merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran. Inovasi ini menyangkut pencampuran model belajar konvensional dan model belajar online dengan jaringan internet. Pembelajaran blended learning akan mengharuskan peserta didik memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya, karena blended learning ini adalah model pembelajaran campuran maka teori yang digunakan pun terdiri atas berbagai teori belajar dari beberapa ahli dengan menyesuaikan situasi dan kondisi belajar peserta didik. Blended Learning ini tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengembangan teknologi pendidikan.
Demonstrating Reading Aloud in Improving EFL Student’s Pronunciation Arifatul Latifah; Kristi Nuraini; Henri Fatkurochman; Diki Wahyudi
ENGLISH FRANCA : Academic Journal of English Language and Education Vol. 9 No. 2 November (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ef.v9i2 November.14855

Abstract

The pronunciation of the English phonemes /ʃ/, /ð/ and /θ/ remains challenging for EFL learners in Indonesia due to the absence of these sounds in the Indonesian Phonological system. A preliminary study conducted with eleventh-grade students at SMK Al-Mu’ien revealed that the average pronunciation score was only 46.97, which was far below the minimum criterian of succes (70). This classroom action research aimed to determine how to improve students’ pronunciation by applying the Reading Aloud technique to XI grade students at SMK Al-Mu’ien in Jember. Data were collected through a pronunciation test to measure students' accuracy in pronouncing 51 targeted phonemes. Classroom observations were done to document the application of the Reading Aloud technique during each cycle. The data were then analyzed quantitatively to evaluate the improvements the students have made in their pronunciation and to capture how the learning process has taken place. The finding continuous improvement from the preliminary study (46.97) to Cycle 1 (53.58) and Cycle 2 (66.36), with 63.63% of students achieving the success criteria. The result suggest that the use of Reading Aloud, supported by teacher modeling, corrective feedback, and repetitive practice can significantly enhance students’ pronunciation. This study contributes to the growing body of literature on pronunciation teaching and highlights the pedagogical value of Reading Aloud for EFL learners.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi Digital Christine Wulandari Suraningrum; Nurul Imaman Ah.; Kristi Nuraini; Devita Ismayanti; Charissa Wahyu Qomala Rahma
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3985

Abstract

Perkembangan teknologi digital serta implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, serta mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. SD Muhammadiyah Kaliwates Jember sebagai sekolah mitra masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 80% guru belum optimal memanfaatkan berbagai platform digital seperti Artificial Intelligence (AI), Canva, serta media pembelajaran interaktif sebagai bagian dari inovasi pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan deep learning berbasis teknologi digital, mengembangkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran interaktif menggunakan Artificial Intelligence tools dan Canva, serta memperkuat implementasi pembelajaran mendalam dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah mitra. Metode kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, praktik pengembangan perangkat pembelajaran, serta refleksi bersama melalui lesson study. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi deep learning, meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berbasis teknologi digital, serta penguatan integrasi keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi terhadap transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif, inovatif, dan bermakna di lingkungan sekolah mitra.