Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Madaniya

Pemberdayaan Bumdes Wisnu Prabawa Desa Guwang Sukawati Menuju Desa Wisata I Gde Agus Jaya Sadguna; I Made Anom Adiaksa; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.284

Abstract

Maraknya pengembangan desa menjadi desa wisata memunculkan niatan desa-desa menjadi desa wisata. Desa Guwang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar dengan memiliki luas wilayah 278,5 Ha. Desa ini dibagi menjadi beberapa wilayah yaitu bagian utara, timur, dan barat. Pada tahun 2015 penduduk Desa Guwang berjumlah 6.029 jiwa. Desa guwang tidak memiliki areal hutan namun demikian Desa Guwang memiliki sentral Pengerajin Industri kecil seperti Pengerajin patung, tukang ukir dan jasa, seni budaya di Desa Guwang sangat berkembang. Desa Guwang merupakan salah satu desa di Bali yang menjadikan potensi objek wisata Hidden Canyon sebagai unit Badan Usaha Milik Desa. Walaupun dikelola oleh BUMdes saat ini status Desa Guwang belum menjadi Desa Wisata. Beberapa permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya pengelolaan desa wisata melalui BUMdes dengan legitimasi Desa Wisata Guwang, kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa dalam memetakan potensi wisatanya serta belum optimalnya peran Pokdarwis dan pemandu wisata dalam memberikan pelayanan serta fasilitas pendukung di objek wisata Hidden Canyon. Solusi yang diberikan untuk permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan mengenai pemetaan potensi desa untuk menuju desa wisata, melakukan pendampingan dan pelatihan kepada Pokdarwis dan pemandu wisata untuk meningkatkan pelayanan di objek wisata Hidden Canyon, memberikan bantuan infrastruktur pendukung di desa wisata dan objek wisata seperti Plang Desa Wisata, plang petunjuk arah, serta denah objek wisata serta melakukan pendampingan dan pelatihan pengelolaan desa wisata melalui Bumdes dengan legitimasi Desa Guwang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarat desa tentang pemetaan potensi desa, meningkatkan pelayanan Pokdarwis dan pemandu wisata, penambahan infratruktur penunjang untuk objek wisata Hidden Canyon serta meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan desa wisata melalui Bumdes dengan legitimasi Desa Guwang.
Pemberdayaan Usaha Kuliner Rumahan Ikan Bakar Khas Jimbaran I Gusti Lanang Made Parwita; I Putu Mertha Astawa; I Gde Agus Jaya Sadguna
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.286

Abstract

Pandemi Covid19 yang melanda dunia mengakibatkan merosotnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, turunnya tingkat hunian hotel, sepinya restoran dan toko souvenir, menurunnya kunjungan ke obyek wisata serta berdampak pada perekonomian masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata. I Made Swandita merupakan salah satu pekerja sektor pariwisata yang terdampak Pandemi Covid19. Hotel tempat Ia bekerja mengalami kondisi sepi dari tamu yang menginap sehingga banyak karyawannya yang terpaksa dirumahkan atau diberikan cuti tanpa diupah. Kondisi ini membuat Bapak I Made Swandita mencoba usaha dengan membuka usaha kuliner Ikan Bakar Khas Jimbaran yang diberi nama Warung Dolpin Lucky 9. Selama ini mitra lebih memfokuskan pemasaran produk ikan bakar khas Jimbarannya dengan memanfaatkan media social seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. Pemasaran dengan memanfaatkan internet sangat cocok diterapkan di era sekarang ini karena sebagian besar masyarakat sudah sangat akrab dengan internet khususnya media social seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. Dalam perkembangannya, usaha Warung Dolpin Lucky 9 belum begitu mengembirakan dan masih mengalami beberapa permasalahan seperti keterbatasan peralatan penunjang proses produksi dan penyimpanan bahan baku, jangkauan pemasaran yang dirasa kurang luas serta keterbatasan dalam manajemen keuangan usaha. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, tim pengabdian memberikan solusi diantaranya: memberikan bantuan peralatan penunjang proses produksi dan penyimpanan bahan baku, memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran online serta memberikan pelatihan laporan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian ini dimulai dari sosialisasi kegiatan, pemberian bantuan peralatan, pelatihan pemasaran online. Selanjutnya tim pengabdian memberikan pelatihan laporan keuangan usaha dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan produktivitas dan pendapatan usaha mitra sebesar 25% disbanding sebelum dilakukan kegiatan pengabdian.
Meningkatkan Pelayanan Wisatawan Asing Asal Malaysia di Desa Kutuh, Badung I Gde Agus Jaya Sadguna; I Gusti Agung Mas Krisna Komala Sari; Ni Made Sintya Rani; Ni Nyoman Harini Puspita
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.636

Abstract

Desa Kutuh memiliki beragam obyek pariwisata seperti Pantai Gunung Payung, Pantai Pandawa, dan Pantai Timbis yang harus didukung dari segi penguatan dan peningkatan knowledge, skill, dan juga attitudenya sehingga mampu memberikan pelayanan hospitality yang baik dan profesional kepada wisatawan. Politeknik Negeri Bali (PNB) sebagai salah satu perguruan tinggi yang dekat dengan Desa Kutuh memiliki peran dalam mengembangkan dan memastikan keberlanjutan pariwisata untuk kepentingan masyarakat desanya, termasuk dalam mempromosikan Green Tourism sebagai unggulan dari PNB. Wisatawan dari Malaysia menduduki peringkat keempat jumlah kunjungan terbesar ke Bali, sehingga pemahaman dan pelayanan kepada wisatawan asal negara tersebut perlu ditingkatkan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemaparan presentasi dan juga workshop. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Politeknik Negeri Bali, Desa Kutuh, dan mitra pendidikan tinggi dari Malaysia yaitu Politeknik Kota Kinabalu. Masing-masing pihak memberikan pemahaman terkait pengelolaan desa wisata, pelayanan terhadap wisatawan Malaysia, dan pemaparan dan workshop pembuatan eco enzyme. Kegiatan ini berjalan lancar dan memiliki harapan yaitu mengecilnya kesenjangan antara harapan dan realitas terhadap pelayanan kepada wisatawan asing khususnya dari Malaysia.