Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : JUPE

Hubungan Antara Panjang Tungkai Dan Power Tungkai Dengan Hasil Tendangan Dollyo Chagi Ahmad Fuadi Asy'ari; Sudirman Husin; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 3 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the relationship between the length of leg and the power of leg to the result of dollyo chagi kick. The method that is used in this research is correlational and product moment. The sample is population sample including 30 athletes at THJC Bandar Lampung. The instruments that are used to collect the data is antrophometer, vertical jump, and kicking a sandsack. the result of this research showed that correlation coefficient value or r quantity between X1 and Y is 0,714, and Y is 0,764, X1 X2 and Y is 0,649 and the value of r table is 0,361. Since the value of rquantity ? r table then it can be concluded that there is a relationship between the length of leg and the power of leg to the result of dollyo chagi kick.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, dan power tungkai dengan hasil tendangan dollyo chagi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dan product moment. Sampel yang digunakan adalah populasi sample yang berjumlah 30 atlet di THJC Bandar Lampung. Pengumpulan data menggunakan antrophometer, vertical jump dan menendang sandsack. Dari hasil penelitian didapatkan hasil nilai koefisien korelasi atau r hitung antara X1 dan Y sebesar 0,714, X2 dan Y sebesar 0,764, X1 X2 dan Y sebesar 0,649 dan nilai r tabel sebesar 0,361. Oleh karena nilai r hitung ? nilai r tabel maka dapat diambil kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan panjang tungkai, dan power tungkai dengan hasil tendangan dollyo chagi.Kata kunci : dollyo chagi, power, tungkai
Studi Tentang Pelaksanaan Olahraga Pencak Silat di IPSI Kota Bandar Lampung Rafiqah Heryas; Akor Sitepu; Sudirman Husin
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 2 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find the facts about the implementation of martial arts sport in Bandar Lampung IPSI. The method used in this research is qualitative method, informants in the research determined by purposive sampling totaling 12 people, collecting data through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques in the study of data reduction, data presentation and conclusion. The results of the research is the organization of IPSI Bandar Lampung present period is already running well over the stewardship of the previous and the implementation of the sport of martial arts in IPSI Bandar Lampung hasnt been done up for the limitations of the hermitage as a place to practice, interest teenagers to martial arts is still low, and martial arts practitioners who havent been able to package the martial arts became a popular sport . For it IPSI Bandar Lampung plans to cooperate with the Department of Education to make martial arts extracurricular school curriculum.Penelitian ini bertujuan mencari berbagai fakta tentang pelaksanaan olahraga pencak silat di IPSI Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, informan dalam penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 12 orang, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik Analisis data pada penelitian ini reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu, kepengurusan dan organisasi IPSI Kota Bandar Lampung periode sekarang sudah berjalan dengan baik dibanding kepengurusan sebelumnya dan pelaksanaan olahraga pencak silat di IPSI Kota Bandar Lampung belum terlaksana secara maksimal karena keterbatasan padepokan sebagai tempat berlatih, minat remaja terhadap pencak silat masih rendah, praktisi pencak silat yang belum mampu mengemas pencak silat menjadi olahraga yang populer. Uuntuk hal itu IPSI Kota Bandar Lampung berencana bekerja sama dengan Dinas Pendidikan agar menjadikan pencak silat kurikulum ekstrakulikuler di sekolah.Kata kunci : IPSI, olahraga, pencak silat
PERBANDINGAN MODEL LATIHAN PEREGANGAN STATIS DAN DINAMIS TERHADAP FLEKSIBILITAS Aditya Permana Putra; Sudirman Husin; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 3 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine how much the comparation of exercise model static stretching anddynamic stretching. Methodology used in this study was experiment. Data analysis technique using a single variance analysis technique. In the model of static stretching exercise it can count that tcount = 8.765 ttable = 2.042 which means rejacted (H0) so theres an influence of static stretching exercises model. In model of dynamic stretching exercises tcount = 3.041 ttable = 2.042, then rejacted the null hypothesis (H0) that there was ab effect of stretching models dynamic. While the analysis of the final test model group differences static stretching exercises and dynamic obtained tcount = 3.041 ttable = 2.042 so that there are differences between groups of static and dynamic stretching exercises model for flexibility.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan model latihan peregangan statis dan model peregangan dinamis. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Teknik analisis menggunakan teknik analisa varians tunggal. Pada model latihan peregangan statis didapat thitung 8,765 ttabel = 2,042 yang berarti tolak ( H0 ) sehingga ada pengaruh model latihan peregangan statis. Pada model latihan peregangan dinamis didapat thitung 3,041 ttabel = 2,042 maka tolak hipotesis nol ( H0 ) sehingga ada pengaruh model peregangan dimanis. Pada analisis perbedaan tes akhir kelompok model latihan peregangan statis dan dinamis didapat thitung 3,041 ttabel = 2,042 sehingga ada perbedaan yang antara kelompok model latihan peregangan statis dan dinamis terhadap fleksibilitas.Kata kunci: dinamis, fleksibilitas, peregangan statis
KONTRIBUSI KEKUATAN LENGAN TUNGKAI, PERUT, KELENTUKAN, DAN KOORDINASI TERHADAP HASIL NECK KIP Rudi Setiyawan; Rahmat Hermawan; Sudirman Husin
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 4 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to know how much the contribution of arm strength, limbs strength, abdominal strength, suppleness, and the coordination of eye-hand-foot to neck kips result. This research used survey method. The samples used were the whole students with a total of 32 students which consisted of 16 males and 16 females. Sampling was using proporsional random sampling techniques. Data was obtained by using test and measuring techniques. Data was analyzed by using regression test. The result of this research showed that the strength of the arm has a contribution of 16,9% for male and female, the strength of limbs have a contribution of 16,4% for male and 16,1% for female, the strength of abdominal has a contribution of 25,1% for male and 19,4% for female, the suppleness has a contribution of 28,9% for male and 31,2% for female, the coordination of eye-hand-foot have a contribution of 10,3% for male and 9,5% for female.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi kekuatan lengan, kekuatan tungkai, kekuatan perut, kelentukan, dan koordinasi mata-tangan-kaki terhadap hasil neck kip. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel yang digunakan adalah Seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Punggur Lampung Tengah dengan jumlah 32 siswa terdiri dari 16 putra dan 16 putri. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan lengan memiliki kontribusi sebesar 16,9% putra dan 16,9% putri, kekuatan tungkai memiliki kontribusi sebesar 16,4% putra dan 16,1% putri, kekuatan perut memiliki kontribusi sebesar 25,1% putra dan 19,4% putri, kelentukan memiliki kontribusi sebesar 28,9% putra dan 31,2% putri, koordinasi mata-tangan-kaki kontribusi sebesar 10,3% putra dan 9,5% putri.Kata kunci : kekuatan, kelentukan, kontribusi, koordinasi, neck kip.
Pengaruh Latihan Shuttle Run dan Lari The Corner Drill Terhadap Kelincahan Arif Rifai Zakiuddin; Sudirman Husin; Akor Sitepu
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 7, No 1 (2019): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim that want to be achieved in this study was to determine the increase in agility through the practice of shuttle run and the corner drill. This research is using experimental method. The sample in this study is 30 students. Based on the results of the study, it was found that the exercise using the shuttle run and the corner drill method had a significant influence on students' agility. The results showed that the average agility of students in the final test exercise shuttle run was 16.1 seconds better than the corner drill training with an average student final test time of 16.5 seconds. The conclusion of this study was that the shuttle run method was more effective compared to the corner drill training to increase the agility of football extracurricular students at Muhammadiyah Middle School Gisting.Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kelincahan melalui latihan shuttle run dan the corner drill. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa.Berdasarkan dari hasil penelitian di dapat bahwa latihan dengan menggunakan metode shuttlerun dan the corner drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelincahan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelincahan siswa pada tes akhir latihan shuttle run adalah 16.1 detik lebih baik dibandingkan dengan latihan the corner drill dengan rata-rata waktu tes akhir siswa 16.5 detik.Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan dengan metode shuttle run lebih efektif dibandingkan dengan latihan the corner drill terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Muhammadiyah Gisting.Kata kunci: kelincahan, latihan shuttle run, latihan the corner drill
HUBUNGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN DENGAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA Chandra Sasongko; Sudirman Husin; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 4 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to find out the correlation between explosive power of leg muscle and agility toward dribbling skill in football team U-15 at football school Roworejo Pesawaran. The method used in this research was correlational descriptive. The population of this research was football team U-15 at football school Roworejo Pesawaran. The data collecting techique used in this research was one shoot model and was analized by using product moment correlation. The result of the research showed that the correlation coefficient of explosive power of leg muscle toward dribbling skill was 52,3%, and correlation coefficient of agility toward dribbling skill was 63,3%. Based on the result of the research it can be concluded that agility had more significant correlation than other variables toward dribbling skill in football team U-15 at football school Roworejo Pesawaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai, dan kelincahan terhadap keterampilan mengggiring bola pada tim sepakbola U-15 SSB Roworejo Pesawaran. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi adalah siswa tim sepakbola U-15 SSB Roworejo Pesawaran. Teknik pengumpulan data dengan one shoot model atau satu kali pengambilan data dan data dianalisis dengan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diperoleh hasil koefisien korelasi antara daya ledak otot tungkai dengan keterampilan menggiring bola sebesar 52,3%, selanjutnya koefesien korelasi antara kelincahan dengan keterampilan menggiring bola sebesar 63,3%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel kelincahan memiliki hubungan yang lebih besar dibanding dengan variabel yang lain terhadap keterampilan menggiring bola pada tim sepakbola U-15 SSB Roworejo Pesawaran.Kata kunci : daya ledak otot tungkai, kelincahan, keterampilan menggiring bola
PENGARUH LATIHAN PULLUP DAN DUMBLEBICEPSCURL TERHADAP KEMAMPUAN KAYUHAN LENGAN RENANG GAYA DADA Yulistian Arismunandar; Sudirman Husin; Rahmat Hermawan
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 1, No 2 (2013): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Pull Up dan Dumble Biceps Curl dalam meningkatkan kemampuan kayuhan lengan renang pada siswa SMK Negeri 2 Kalianda Tahun Pelajaraan 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian Pre test, Ordinal Pairin, treatment, dan Post test. Sample sebanyak 42 siswa yang dibagi kedalam tiga kelompok yaitu, kelompok eksperimen Pull Up, kelompok eksperimen Dumble Biceps Curl dan, kelompok Kontrol. Frekuensi latihan sebanyak 3 kali dalam semingu, sebanyak 2-4 set dengan 8 kali tiap set dan waktu istirahat 2 menit tiap set. Program latihan diberikan selama 6 minggu. Teknik yang digunakan adalah Analisis Varians.Hasil analisis data tes kemampuan kayuhan lengan renang gaya dada menunjukkan bahwa latihan Pull Up dapat meningkatkan kemampuan kayuhan lengan renang gaya dada secara signifikan (fhitung 13,437 ftabel 3,23) begitu pula dengan latihan latihan Dumble Biceps Curl memberikan peningkatan kayuhan lengan renang gaya dada secara signifikan ( fhitung 10,017 ftabel ,3,23). Perbedaan pengaruh menunjukkan bahwa .latihan Pull Up lebih baik dalam meningkatkan kayuhan lengan renang gaya dada dibandingkan latihan latihan Dumble Biceps Curl dan Kontrol (fhitung 3,420 ttabel 3,23.
KONTRIBUSI PANJANG, KELENTUKAN, DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT Andria Afiana; Sudirman Husin; Rahmat Hermawan
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 2, No 4 (2014): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to investigate the contribution of leg length, flexibility and explosive power of the leg muscles crescent kick in martial arts sport. The method is used in the survey with a population of 30 people, while a sample of 20 people. Analysis is using multiple regression (multiple regression). Based on the results of multiple regression analysis, product moment correlation coefficient (r), and analysis of multiple correlation coefficient (R) at a significant level, the results of this study concluded as follows: 1 ) There was a significant correlation length leg crescent kick in martial arts, with a value of r0= 0,625. 2 ) There is a significant relationship flexibility to kick sickle in martial arts, with a value of r0= 0,666.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontribusi panjang tungkai, kelentukan dan daya ledak otot tungkai terhadap tendangan sabit pada cabang olahraga pencak silat.  Metodelogi penelitian yang digunakan didalam adalah survey dengan populasi berjumlah 30 orang, sedangkan sampel berjumlah 20 orang. Analisis data menggunakan multiple regresi (regresi ganda). Berdasarkan hasil analisis regresi ganda, koefisien korelasi product moment (r), dan analisis koefisien korelasi ganda (R) pada taraf signifikan, maka hasil penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: 1) Ada hubungan yang signifikan panjang tungkai tendangan sabit pada pencak silat, dengan nilai r0 = 0,625. 2) Ada hubungan yang signifikan kelentukan terhadap tendangan sabit pada pencak silat, dengan nilai r0= 0,666.Kata kunci: daya ledak otot tungkai, kelentukan, kontribusi, panjang tungkai
Hubungan Kekuatan Otot Tangan dan Power Lengan dengan Hasil Forehand Permainan Tenis Lapangan Ivan Kurnia Reza; Sudirman Husin; Suranto Suranto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 6, No 4 (2018): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the magnitude of the relationship between hand muscle strength and arm power with the results of the forehand in the junior tennis court in the city tennis court. The research method used is a survey. Sampling using proportional random sampling technique.  The results showed that the strength of the hand muscles had a relationship with the results of the forehand with the Pearson correlation value of 0.613 with the medium category and the arm power had a significant relationship with the forehand results with Pearson comparative value of 0.620 classified as quite strong. and the results of the calculation of multiple correlation analysis with F test shows Fcount = 8.79 Ftable 3.42 so that it can be concluded that the two independent variables have a significant relationship with the results of the forehand tennis court club junior male athletes.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya  hubungan kekuatan otot tangandan power lengan dengan hasil forehand pada club atlet junior tenis lapangan kotabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey.Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan otot tangan miliki hubungan dengan hasil forehand dengan nilai pearson korelasi sebesar 0.613 dengan kategori sedang dan power lengan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil forehand dengan nilai pearson komparasi sebesar 0.620 tergolong cukup kuat. dan hasil perhitungan analisis korelasi ganda dengan uji F menunjukan Fhitung =8,79 Ftabel 3,42 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas mempunyai hubungan yang signifikan dengan hasil forehand tenis lapangan club atlet junior putra kotabumi.Kata Kunci: forehand, kekuatan, power
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN LARI DENGAN POWER OTOT TUNGKAI TERHADAP HASIL LOMPAT JAUH Meki Vahlevi; Sudirman Husin; Heru Sulistianta
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 1 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between running speed with a leg muscle power of the results of the long jump. The research method used was descriptive correlational. The population used was 51 students. Data collection techniques in this study is a one shoot  model or one-time data capture and data using techniques analilis product moment correlation. Results showed a correlation coefficient between running speed of 30 meters on the results of the jump has a correlation of 6.7% and correlation coefficient leg muscle power to results jump has a correlation of 14.3% of these two variables contribute to the running speed of 30 meters (x1) explosive leg muscle (x2) against the results of the jump (Y) is equal to 20.58% and the remaining 79.42% is determined other factor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan lari dengan power otot tungkai terhadap hasil lompat jauh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi yang digunakan berjumlah 51 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah one shoot model atau satu kali pengambilan data dan teknik analilis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan koefisien korelasi antara kecepatan lari 30 meter terhadap hasil lompat memiliki korelasi sebesar 6,7% dan koefisien korelasi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat memiliki korelasi sebesar 14,3% Dari ke dua variabel tersebut kontribusi antara kecepatan lari 30 meter (x1) dengan daya ledak otot tungkai (x2) terhadap hasil lompat (Y) adalah sebesar 20,58% dan sisanya 79,42 % ditentukan faktor lain.Kata kunci : daya ledak otot tungkai, kecepatan, lompat jauh.