Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

INTEGRASI DISCOVERY LEARNING DALAM LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA: UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Nafisa Az'zahra; Muhamad Toyib
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of junior high school mathematics learning, which is often perceived as unengaging by students, this study examines the effectiveness of student worksheets (LKPD) based on a discovery learning approach and ethnomathematics on students' mathematical problem-solving abilities, taking into account learning motivation and the interaction between the worksheets and that motivation. The research approach adopted was a quasi-experimental design with cluster random sampling, involving 55 ninth-grade junior high school students as research subjects, focusing on the topic of geometric transformations. Data were collected through tests and questionnaires. The test consisted of three essay items designed to measure mathematical problem-solving ability based on Polya's indicators. The findings reveal a significant effect of the Discovery Learning LKPD integrated with ethnomathematics, with a mean score of 84.39, compared to the Discovery Learning LKPD without ethnomathematics, which yielded a mean score of 75.44. Students with high learning motivation demonstrated stronger problem-solving abilities and were more effective at solving problems. Students with moderate learning motivation exhibited a mid-level ability, whereas those with low learning motivation tended to show lower performance. Therefore, the use of differentiated learning worksheets based on discovery learning integrated with ethnomathematics, alongside students' learning motivation, plays a supportive role in developing students' mathematical problem-solving abilities
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Menyelesaikan Soal Himpunan Berorientasi HOTS ditinjau dari Kecerdasan Emosional Mutiara Nur Hayati; Muhamad Toyib
Jurnal Inovasi Matematika Vol. 4 No. 1 (2022): Inovasi Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.003 KB) | DOI: 10.35438/inomatika.v4i1.320

Abstract

Pemahaman pemecahan masalah merupakan kemampuan yang penting dan harus dimiliki siswa, karena kemampuan ini sangat diperlukan dalam mengembangkan ide – ide dalam membangun pengetahuan baru dalam matematika. Pentingnya kemampuan pemecahan masalah tidak sejalan dengan kualitas pemecahan masalah yang sesungguhnya. Pada kenyataannya kemampuan pemecahan masalah siswa masih tergolong rendah. Kemampuan pemecahan masalah dapat dikembangkan salah satunya melalui soal berorientasi HOTS pada materi himpunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal berorientasi HOTS materi himpunan ditinjau dari kecerdasan emosional siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan pada siswa salah satu SMP Negeri di Nganjuk Jawa Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas VII yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, sedang, dan rendah yang diambil menggunakan teknik snowball. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket, tes dan wawancara. Metode angket digunakan untuk memperoleh data kecerdasan emosional siswa. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan metode tes dan wawancara untuk pemeriksaan keabsahan data. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali jawaban. Siswa dengan kecerdasan emosional sedang dan rendah sudah mampu memenuhi tiga indikator pertama namun belum memeriksa kembali jawaban.