Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Metode Penyelesaian Dalam Kajian Matan Hadis-Hadis Kontroversial Abd Rahman R
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing discusses controversial hadits and the way of understanding the hadis, using various methods and interpretation technique. Although a hadis is recognized controversial, it doesn’t mean that it cannot be solved. Some ulamas of hadis have discussed and put forward some alternative arguments to come to final conclusion. Some methods such as; al-Jam'u, al-Tarjih, al-Nasikh, wa al-Mansukh dan al-Tauqif, as well as  textual, contextual interpretation, linguistic or historical approach  can be regarded  as ways to understand the essentian meaning of the controversial hadis.
Turki dalam Pencarian Bentuk Pemerintahan (Sebuah Catatan Sejarah) Abd Rahman R
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 2 No 01 (2014): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v2i01.1344

Abstract

Turkey was founded by Qayigh Oghus than one child Turkish tribes who inhabit the west Gobi, or local country Mongols and northern regions of China, led by Solomon. Royal Ottoman territory from time to time increasingly expanding to include several regions of three continents, Africa, Asia, and Europe. Kingdom of the Ottoman get the support of a formidable military force. Ottoman empire is one of the oldest Islamic government to survive the experience ups surut.Pemerintahan Ottoman Empire led by a caliph, who has the power, in addition to religious leaders, as well as head of state, which is subsequently transformed into a republic, the caliph as a religious leader eliminated and also the sultan as the head of state dispensed replaced by a government led by a head of state is called the president. Government of the Ottoman Empire in running government aided by large vizier and some ministers who run government services.
Kontribusi Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama dalam Bidang Politik, Pendidikan dan Sosial Budaya dalam Pengembangan dan Penerapan Hukum Islam di Indonesia indra, A.Indraerawati; Kurniati; Abd Rahman R
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2 (2023): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama dalam Bidang Pendidikan, Politik dan Sosial Budaya dalam Pengembangan dan Penerapan Hukum Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologi normatif dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan hukum Islam di Indonesia melalui kontribusi dua ormas Islam yakni Muhammmadiyah dan Nahdatul Ulama sangat berpengaruh hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pendirian Lembaga-lembaga Pendidikan seperti perguruan tinggi, institusi, politeknik bahkan akademi yang berada dibawah naungan Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, sedangkan dalam bidang Politik Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama telah banyak berpartisipasi dalam memberikan fatwa dalam pembentukan perundang-undangan seperti kritik dan sarannya dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Dari setiap ormas Islam yang terdapat di Indonesia, masing-masing memiliki karakter dan pengaruh tersendiri dalam pengembangan dan upaya penegakan hukum Islam. Namun umumnya melakukan kegiatan keagamaan (dakwah), pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, politik, hingga ke pemberdayaan ekonomi. Pembaruan dalam hukum Islam di Indonesia dilakukan secara bertahap dan tidak hanya dalam bidang peribadatan/keagamaan (diyānī), tetapi juga dalam bidang qaḍā’i (yudisial) melalui fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga hukum Islam masing-masing organisasi.
Perbandingan Kinerja Bank Syariah dan Bank Konvensional dalam Melaksanakan Transaksi Firda; Kurniati; Abd Rahman R; Muh Tabran
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2 (2023): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v4i2.216

Abstract

Abstract, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan kinerja bank syariah dan bank konvensional dalam melaksanakan transaksi. Perbankan syariah sebagai bagian struktur keuangan Islam turut berperang dalam pelaksanaan pembangunan perekonomian. Namun demikian banyak yang menganggap sistem perbankan syariah sama halnya dengan sistem perbankan konvensional. Hal itu hanya didasarkan adanya tambahan atas pinjaman bagi bank syariah dan simpanan nasabah bank syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), karena mengumpulan informasi dan data diperoleh langsung beberapa referensi dari buku, jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara perbankan konvensional dengan perbankan syariah dalam melaksanakan transaksi seperti tidak adanya bunga di perbankan syariah sedangkan di bank konvensional berdasarkan indikator ditentukan. Selain itu bank syariah melakukan transaksi berlandaskan prinsip-prinsip syariah yang prinsipnya tidak terdapat unsur riba, maysir, gharar, zalim serta objek haram. Berbeda dengan bank konvensional yang pelaksanaan transaksinya secara konvensional, yang mana jasa dalam melakukan pembayaran berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh Undang – Undang. Kesimpulannya, perbandingan kinerja bank syariah dan konvensional dimana bank syariah pelaksanaan transaksinya berdasarkan prinsip-prinsip syariah sedangkan bank konvensional berdasarkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang.
Problematika Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia Arisyanti; Kurniati; Abd Rahman R
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2 (2023): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v4i2.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Dalam penelitian ini membahas problematika perbankan syariah. Penulis menggunakan penelitian kepuatakaan (Library Research) dengan metode tematik . Dan yang di jadikan sebagai data sekunder dalam penelitian iniyakni data yang diperoleh langsung dari sumber utama yaitu buku-bukudan jurnal-jurnal mengenai problematika perbankkan syariah di Indonesia. Penelitian Kepustakaan merupakan penelitian kualitatif dengan cara mengumpulkan data dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Perbankan syariah untuk menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan bertransaksi dengan sistem syariah, ada beberapa faktor yang menjadi keunggulan bank syariah jika dibandingkan dengan bank konvensional yakni: menyertakan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap transaksi, adanya keterikatan emosional secara religi antara bank dan nasabah, adanya keadilan dalam bagi hasil simpanan dan pembiayaan. Bank syariah harus mampu bersaing denganbank konvensional dengan mengkombinasikan kekuatan korelasi antara pemerintah, institusi pendidikan serta inovasi dari pihak bank syariah itu sendiri. Bank syariah juga dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif terhadap kebutuhan pangsa pasar.
Toleransi yang Bijak sebagai Solusi Islam dalam Menyikapi Pluralitas : Wise Tolerance as an Islamic Solution in Dealing with Plurality Eka Syahriani; Abd Rahman R; Kurniati, Kurniati
NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam Vol. 9 No. 2 (2023): NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/nukhbah.v9i2.868

Abstract

Humans live in plurality, which is an unavoidable phenomenon that can encourage conflict and has the potential to divide people. To realize unity based on existing differences, one of the values that must be upheld is the value of tolerance. This research aims to find out Islam's attitude towards plurality, what kind of tolerance is taught, and examples of its implementation. This research is qualitative literature research with a normative theological approach. The results of the research show that Islam's attitude towards plurality is to apply wise tolerance, not the excessive tolerance that is often applied in Indonesia. Wise tolerance means responding to religious plurality with each party continuing to follow its religion, upholding the principles of faith, which are the most basic things in religion, and not disturbing the existence of other parties. It is hoped that with wise tolerance, people can live in peace and tranquility without having to sacrifice the principles of faith that are embedded in their religion.
JIHAD DALAM HUKUM ISLAM: REINTERPRETASI DARI QITĀL MENUJU ETIKA PERJUANGAN Siti Khofifah; Abd Rahman R; Rahmatiah HL
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.258

Abstract

This study aims to reinterpret the concept of jihad within Islamic law in order to clarify its comprehensive meaning and address widespread misconceptions that equate jihad solely with physical violence or warfare. The research employs a qualitative library research design using a normative-theological approach. Primary data are derived from the Qur’an and Hadith, while secondary data consist of classical and contemporary Islamic legal texts, scholarly books, and peer-reviewed journal articles relevant to the discourse on jihad. Data were collected through systematic documentation and analyzed using descriptive-analytical methods to examine the textual foundations, classifications, and objectives of jihad in Islamic jurisprudence. The findings reveal that jihad in Islamic law encompasses multidimensional forms of struggle, including spiritual self-discipline, intellectual and moral efforts, da‘wah, patience, and social responsibility, while armed struggle (qitāl) is limited to specific defensive contexts under strict ethical and legal regulations. This study argues that reducing jihad to warfare reflects a contextual and interpretative distortion rather than the normative teachings of Islam. The novelty of this research lies in its emphasis on jihad as an ethical framework of struggle rooted in justice, humanity, and the preservation of social harmony, rather than as a symbol of violence. The implications of this study are significant for Islamic education, as it provides a balanced and contextual understanding of jihad that can be integrated into curricula to counter radical interpretations and promote peaceful coexistence. This research is expected to serve as a reference for future studies on Islamic legal concepts and their contemporary applications.
ANALISIS PEMIKIRAN PROF ALI YAFIE TERHADAP PENGELOLAAN EKOLOGI BERKELANJUTAN MELALUI PRINSIP HIFZ AL BĪʻAH Faizal; Abd Rahman R; Zaenal Abidin
TAHKIM Vol. 21 No. 2 (2025): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v21i2.11506

Abstract

This article aims to analyse Prof. Ali Yafie's thoughts on hifz al-bī'ah (environmental preservation) in the context of Maqāṣid al-Syarīʻah and its implications for sustainable ecological management. This study employs a literature review method, involving the collection and analysis of various relevant sources, such as books, scientific articles, and documents related to Prof. Ali Yafie's thoughts and the principles of hifz al-bī’ah in Islam. The results of the study show that Prof. Ali Yafie views environmental conservation as part of humanity's responsibility as khalīfah on earth, which is not only related to moral aspects but also to Islamic religious teachings. His thoughts integrate hifz al-bī’ah as part of Maqāṣid al-Syarīʻah, which focuses on five main objectives, namely religion (dīn), soul (nāfs), intellect (‘aql), offspring (nāsl), and wealth (māl), with the addition of the environment as a component that must be protected. In the discussion, this article also reveals practical solutions offered by Prof. Ali Yafie to address ecological challenges such as climate change, deforestation, and pollution, involving a paradigm shift in development, ecological awareness, and active community participation. The implications of this thinking are highly relevant in developing sustainable development policies, particularly in developing countries like Indonesia, by integrating Islamic values into natural resource management and environmental conservation. Keywords: hifz al-bī’ah, maqāṣid al-syarīʻah, environmental conservation, sustainable ecological management