Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MELINDUNGI HUTAN DAN AIR DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA IKAN SIDAT LARIKE Mosse, Jacobus Wilson; Hutubessy, Barbara Grace
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2464

Abstract

Hutan dan sungai merupakan dua ekosistem yang terintegrasi  dan saling mendukung kehidupan flora dan faunanya. Negeri Larike memiliki ikan endemik yang berukuran besar yaitu ikan Sidat  dengan nama lokal morea (Anguilla bicolor) dan telah menjadi obyek wisata bagi masyarakat lokal, nasional maupun internasional. Namun masyarakat belum menerima edukasi tentang eko-biologi ikan Sidat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membagikan pengetahuan eko-biologi ikan Sidat kepada aparat desa Negeri Larike. Penyuluhan ini ditujukan kepada aparat desa Larike sebagai kelanjutan dari kunjungan sebelumnya. Poster siklus hidup ikan Sidat digunakan untuk penjelasan dan sebagai bahan edukasi bagi pengunjung ikan Sidat.  Dengan dilaksanakan penyuluhan ini, aparat desa semakin diyakinkan untuk lebih menjaga hutan, air dan morea (HAM) karena ketiganya mempunyai peranan yang saling berkaitan melindungi lingkungan dan manusia. Dengan menjaga hutan dari penebangan liar, air kali Wailela tetap sehat dan keberadaan ikan Sidat dapat berlangsung terus secara berkesinambungan. Dengan menjaga air dan hutan, ekowisata ikan Sidat semakin meningkatkan perekonomian masyarakat Negeri Larike.
Response of Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta) Biomass Size-Spectra Towards Moon Phase Hutubessy, Barbara Grace; Mosse, Jacobus Wilson; Bahari, Muthia; Aome, Dyah
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i2.6327

Abstract

Lift net is one of light fishing which is occupied to catch small pelagic species. Plenty of studies on lift net have been presented but very view has explored at the biomass size spectrum of Indian Mackerel as a description of fishing intensity and selectivity. Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta) is among other small pelagic species captured by lift net. Observation of biomass size spectrum under different environmental factors aims to describe the selectivity of Indian Mackerel towards lift nets operated at Waralohi waters, Western Seram Regency. Length (cm) and weight (gr) of fish were used to calculate biomass size spectrum. Length of fish ranged from 16.5 cm to 22.5 cm with mean 18.2 cm, median and modus of 18.5 cm. The weight ranged from 16 gr to 149 gr, with mean and median 80 gr and modus 89 gr. Succeed of lift net operation to catch Indian Mackerel occurred during last quarter moon phase. The catch of Indian Mackerel is categorised as juveniles and undersized catch. Biomass size spectra identified that less fishing intensity during full moon affect less vulnerability of small fish being caught. This result should be concerned otherwise growth overfishing could not be avoided.
PERBEDAAN WARNA UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING PADA PENANGKAPAN IKAN LAYANG (Decapterus sp) DENGAN PANCING ULUR Wursing, PR; Hutubessy, Barbara Grace; Sangadji, Selfi
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p33-41

Abstract

Percobaan pancing ulur dengan warna umpan buatan beda dan ukuran mata kail yang berbeda bertujuan untuk mengukur efektifitas pemancingan ikan layang dengan menggunakan pancing ulur. Penelitian dilakukan pada peraran Negeri Noloth, Kabupaten Maluku Tengah pada bulan Juni sampai Juli 2019. Dua unit pancing ulur (Multiple Handline), masing-masing dipasang 15 mata kail dengan umpan buatan (sifon) berwarna merah dan kuning dan ukuran mata kail nomor 16 dan 18 yang dipasang berselingan dengan jarak antar mata pancing 30cm. Hasil tangkapan diukur dan ditimbang dan kemudian dianalisis ANOVA factorial 2x2 untuk warna umpan dan ukuran mata kail yang berbeda dan metode SELECT digunakan untuk mengestimasi selektifitas mata pancing terhadap ikan layang. Hasil analisis menunjukkan bahwa umpan merah dan kuning tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terdahap jumlah ikan layang yang tertangkap (F= 1.168; P=0.282) serta untuk ukuran mata kail (F=0.578; P=0.448). Ketika semua data digabungkan, jumlah ikan pada ukuran mata jarring no 16 dan 18 berbeda secara signifikan (F=4.85; P<0.05) demikian dengan rata-rata biomasa tangkapan (F=10.15; P<0.05). Ukuran optimum ikan layang tertangkap oleh mata kail 16 adalah 23.3cm dan mata kail nomor 18 adalah 22.2cm. Hasil penelitian ini menyarankan penggunakan umpan warna merah atau kuning memberikan hasil yang maksimal namun dari segi ukurannya, masih di bawah ukuran layak tangkap (25cm). Maka penggunaan ukjran mata kail yang lebih besar tetap dianjurkan
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BALOBO (Hyporhamphus quoyi) HASIL TANGKAPAN JARING BALOBO DI PERAIRAN DESA APARA KABUPATEN KEPULAUAN ARU deFretes, Juliet J; Haruna, Haruna; Hutubessy, Barbara Grace
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 13 No 2 (2024): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisal.v13i2.15052

Abstract

Garfish is a small pelagic species that has long been used as a raw material for dry fish production from Maluku called balobo dried fish. Many species of Garfish have been exploited but the species Hyporhamphus quoyi has not much been informed. This study aims to understand the reproductive aspects of Garfish consisting of measuring the sex ratio, changes in the gonad maturity stages (GMS) and counting the size of the first size gonad maturity. Located at the waters of Apara village, Aru Archipelago Regency, this study was conducted using a balobo net from November to December 2023. The catches were identified, measured its fork length (FL cm) and dissected to examine its reproductive organ. The Chi-squire heterogeneity test was occupied to measure sex ratio at different sizes. GMS was accessed based on the morphology of testis and ovary. First size maturity was calculated using Spearman-Karber method. The target fish captured by the balobo net consists of the Hemirhamphus far and Hyporhamphus quoyi. The ratio of male and female Hyporhamphus quoyi is unbalanced (c2=8.36; df=1; P=0.0038) but the sex ratio based on the length distribution of fish is not significantly different ( c2=6.92; df=6; P =0.328). Changes in GMS during the observation period indicate the occurrence of spawning in November. Balobo fish reach gonad maturity at FL = 24.9cm for females and FL = 26.8cm for males. Since the optimum size of the fish Hyporhamphus quoyi caught by balobo net is 27cm, this net produced legal sized of fishes.