Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Antena Mikrostrip Sebagai Sensor Pendeteksi Keretakan Pada Bata Ringan Abigail , Rizky ibrahim; Pramudita, Aloysius Adya; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keretakan pada struktur bata dapat mengancam kekuatan dan kestabilan bangunan. Pendeteksian awal retakan sangat krusial untuk mencegah kerusakan lebih parah dan memastikan keamanan struktur. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan antena sebagai sensor untuk mengidentifikasi retakan pada bata. Antena yang dirancang memanfaatkan teknologi gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi perubahan permukaan material. Proses penelitian mencakup desain dan pembuatan antena, uji laboratorium, dan analisis data. Antena mikrostrip yang digunakan beroperasi pada frekuensi 2,5 GHz.Pengujian dilakukan dengan menciptakan retakan buatan pada bata dan mengamati perubahan sinyal yang dihasilkan antena. Hasil menunjukkan bahwa antena tersebut mampu mendeteksi retakan dengan tingkat akurasi tinggi. Perubahan signifikan pada sinyal yang diterima terlihat saat retakan muncul pada bata. Lebih lanjut, karakteristik retakan seperti kedalaman dan lebar dapat diidentifikasi melalui analisis sinyal. Kata Kunci—Antena, Batu bata, Gelombang elektromagnetik, Sensor.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan Dengan Pengembangan Internet of Things Wisnutama, William Wafi; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui.Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan dengan Pengembangan Internet of Things Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan dengan Pengembangan Internet of Things Aulia, Danny; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Desain dan Analisis Antena Ultra Wideband Dengan Penolakan Pita Menggunakan Patch Persegi Panjang Zaam, Kartika Praty Dina; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Ultra wideband mempunyai Rentang frekuensi kerja 3,1 hingga 10,6 GHz dan alokasi bandwidth yang lebar sebesar 7,5 GHz. Antena Ultra Wideand memiliki beberapa layanan mencakup berbagai frekuensi yang berada pada pita sempit. Antena UWB memiliki keunggulan diantaranya adalah konsumsi daya pancar yang rendah dan bandwidth yang dihasilkan oleh sistem UWB sangat besar dengan adanya beragam layanan frekuensi yang dicakup maka akan mengalami gangguan elektromagnetik atau mengakibatkan permasalah interferensi. Interferensi atau gangguan yang terjadi harus dihindari. Dari perancangan antena ultra wideband ini menghasilkan frekuensi yang bekerja pada frekuensi 3,1 GHz hingga 10,6 GHz dengan nilai return loss rentang frekuensi UWB -10 dan lebar bandwidth yang didapat adalah 7,6657 GHz. Dari hasil simulasi antena ultra wideband dengan penambahan slot didapatkan frekuensi penolakan pada rentang 4,8 GHz hingga 7,15 GHz. Pada rentang frekuensi penolakan mampu menolak beberapa frekuensi kerja, antara lain WLAN pada frekuensi 4,9-5,9 GHz, Mid Band 5G pada frekuensi 4,8-6 GHz, DSRC pada frekuensi 5,85 GHz - 5,925 GHz, dan komunikasi downlink. Satelit X-Band pada frekuensi 7,1 - 7,6 GHz.Kata Kunci-Ultra WideBand, notch band, lebar pita, penolakan.
Desain dan Analisis Antena UWB Patch Triangular Dengan Penolakan Pita (Notch Band) Zaam, Kartika Praty Dena; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Antena UWB adalah salah satu teknologi radio yang banyak digunakan saat ini. Setiap rentang frekuensi tertentu pada UWB memiliki layanan yang beroperasi secara bersamaan, hal tersebut akan memunculkan permasalahan baru yaitu akan terjadi interferensi. Untuk itu antena UWB perlu dimodifikasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang bisa diusulkan adalah dengan melakukan penolakan atau Notch Band. Penolakan pita sendiri bisa didapatkan dengan cara menambahkan slot pada antena. Rentang frekuensi penolakan yang diharapkan pada perancangan antena ini menggunakan frekuensi WLAN direntang 5,15-5,85 GHz. perancangan antena UWB yang akan ditambahkan slot pada patch antena yang berfungsi untuk melakukan penolakan pita dan akan menghasilkan frekuensi antena bekerja menjadi dual band. Proses penambahan slot pada patch antena sudah terbukti secara eksperimental menghasilkan penolakan pita pada frekuensi yang diinginkan pada rentang frekuensi WLAN.Kata kunci— antena monopole, penolakan pita, notch band, triangular patch
Perancangan Antena Mikrostrip Sebagai Sensor Deteksi Kadar Air Pada Jagung Fikana, Zahara Nur; Pramudita, Aloysius Adya; Nur, Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Antena mikrostrip merupakan antena yang berbentuk pelat konduktor tipis dan terdiri dari 3 komponen utama yaitu patch, ground dan substrat. Antena mikrostrip yang dibuat pada tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kadar air pada jagung. Pengukuran kadar air pada jagung biasanya dilakukan dengan pengukuran laboratorium atau diperkirakan secara visual. Pengukuran laboratorium memerlukan waktu dan biaya yang signifikan, sedangkan estimasi secara visual tidak menjamin keakuratan hasil. Dalam tugas akhir ini antena yang digunakan adalah antena mikrostrip patch rectangular dengan frekuensi kerja 2,5 GHz. Antena pada tugas akhir ini menggunakan teknik pencatuan discrete port. Dengan metode yang diusulkan dapat dilakukan dengan mengambil sampel jagung, kemudian dimasukkan ke dalam antena yang telah dibuat kemudian disambungkan ke Vector Network Analyzer (VNA). Setelah dilakukan pengukuran antena maka hasil pengukuran dari sampel jagung dapat mengetahui banyaknya kadar air pada sampel jagung tersebut. Dengan frekuensi kerja 2,5 GHz, antena pada penelitian ini dapat membedakan antara jagung dengan kadar air tinggi dengan jagung dengan kadar air rendah. Dengan menggunakan metode persamaan curve fitting persamaan yang didapat adalah persamaan rasional dengan nilai Sum Square of Error (SSE) sebesar 0,002347, nilai R-Square sebesar 0,9599, dan nilai Root Mean Square (RMSE) sebesar 0,01713.Kata kunci- antena mikrostrip, kadar air, sensor
Perancangan Antena Mikrostrip Sebagai Sensor Pendeteksi Kadar Air pada Benih Tomat Sahara, Ghehena Latipah Adha; Pramudita, Aloysius Adya; Nur, Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Pada Tugas Akhir ini akan menggunakan antena mikrostrip sebagai sensor deteksi kadar air pada benih tomat. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pada benih tomat masih terbatas. Untuk penggunaan antena mikrostrip sebagai sensor deteksi kadar air pada benih juga masih belum banyak ditemukan. Selain itu, biasanya orang-orang hanya akan mengira-ngira kadar air pada benih tomat. Pada penelitian ini antena yang digunakan adalah antena mikrostrip patch rectangular yang bekerja pada frekuensi 3GHz. Teknik pencatuan yang digunakan adalah discrete port. Antena ini akan digunakan sebagai sensor deteksi kadar air pada benih tomat dalam kondisi basah, penjemuran 10 menit pertama hingga 12 dan kering. Metode yang digunakan adalah dengan memasukan benih tomat ke antena yang telach dibuat seperti penampang dan dihubungkan dengan VNA (Vector Network Analyzer). Kandungan air pada benih tomat dihitung terlebih dahulu menggunakan metode gravimetri. Hasil yang dicapai pada penelitian ini yaitu telah didapatkan antena yang bekerja pada frekuensi 3GHz dan telah berhasil membedakan antara benih basah dan benih kering. Dengan metode curve fitting persamaan yang didapat adalah persamaan polinomial dengan nilai Sum Square of Error (SSE) sebesar 0,01944, nilai R-Square sebesar 0,902, dan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,04647.Kata Kunci-antena mikrostrip, sensor, benih tomat, discrete port.
UI/UX Mobile Aplikasi Geo Air Josephine , Sheryl; Pramudita, Aloysius Adya; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan dan evaluasi antarmuka pengguna (UI) serta pengalaman pengguna (UX) pada aplikasi Geo Air, yaitu aplikasi mobile untuk pemantauan kualitas udara berbasis data sensor Internet of Things (IoT). Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan desain antarmuka yang sederhana, intuitif, sekaligus informatif sehingga dapat digunakan secara optimal baik oleh masyarakat umum, akademisi, maupun peneliti dalam memantau kondisi lingkungan secara real-time. Metode penelitian mencakup penerapan pendekatan User-Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan pengguna, evaluasi heuristik berdasarkan prinsip Nielsen, serta pengumpulan data melalui observasi, kuesioner System Usability Scale (SUS), dan wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan antarmuka Geo Air mampu menampilkan parameter kualitas udara seperti PM2.5, PM10, CO₂, suhu, dan kelembapan dengan hierarki informasi yang jelas, didukung elemen visual berupa ikon, warna, grafik tren, serta peta interaktif. Fitur-fitur tersebut terbukti meningkatkan keterbacaan, memperkuat kepercayaan pengguna terhadap aplikasi, serta memudahkan pengambilan keputusan terkait aktivitas harian berdasarkan kondisi kualitas udara. Kata kunci — UI/UX, GeoAir, kualitas udara, IoT, User-Centered Design.
GeoAir: Sistem Pengukuran Kualitas Udara Portabel Berbasis IoT dengan Visualisasi Real-Time Menggunakan Mobile Application Habibi, Muhammad Syauqi; Pramudita, Aloysius Adya; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas udara merupakan aspek penting yang perlu dipantau secara akurat dan real-time karena berdampak langsung terhadap kesehatan manusia. Paparan polutan seperti PM2.5, PM10, CO, dan CO₂ dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit kronis, hingga kematian dini. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang portabel, memanfaatkan kendaraan sebagai media pengukuran bergerak sehingga cakupan pemantauan menjadi lebih luas dan fleksibel. Sistem dilengkapi sensor SCD30 (CO₂, suhu, kelembapan), MQ-07 (CO), DHT22 (suhu, kelembapan), dan GP2Y1010AUOF (PM2.5, PM10) yang terhubung ke mikrokontroler ESP32 serta GPS pada perangkat Android. Data dikirim secara real-time melalui koneksi Wi-Fi ke Blynk Cloud untuk visualisasi parameter udara dan Firebase Realtime Database untuk penyimpanan data lokasi, lalu ditampilkan pada aplikasi mobile berbasis Android serta LCD 16x2 I2C. Pengujian dilakukan di lingkungan Universitas Telkom pada Juli 2025, meliputi validasi sensor dengan alat referensi, pengujian akurasi setelah kalibrasi regresi linear, serta uji alpha dan beta aplikasi dengan 35 responden. Hasil menunjukkan sistem mampu memberikan informasi kualitas udara secara dinamis, akurat, dan mudah diakses, sehingga layak digunakan sebagai solusi pemantauan udara yang efisien dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Kata kunci — Aplikasi Monitoring, GPS, Internet of Things, Kualitas Udara, Sensor Gas
Co-Authors Abigail , Rizky ibrahim Achmad Cahyo Saputro ADITYA, MUHAMMAD ILHAM Aldi Rivaldi Dwinanda Ali, Erfansyah ALIWARGA, CINTHIA Ambarini, Rizky Andarining Palupi Andini Dwi Pratiwi Antonius Setiawan Aulia, Danny Bambang Setia Nugroho Batubara, Raihan Naufalsyah Mumtaz Budi Prasetya Casmika Saputra Devy Roro Dinar Adellie Dharu Arseno DHIYANI, AZIZKA AYU Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan DWINANDA, ALDI RIFALDI Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Edwar EDWAR EDWAR Faradila Purnama, Arrizky Ayu Faris Nur Fauzi Athallah Fikana, Zahara Nur Fiky Y. Suratman Fildha Ridhia Habibi, Muhammad Syauqi Hafizha, Syahna Hamdani, Nizar Alam Harfan Hian Ryanu Helfy Susilawati Hendrawan HIDAYAT, MUJIB RAMADAN Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Zulkarnain ISKANDAR Josephine , Sheryl Latukolan, Merlyn Inova Christie Levy Olivia Nur LUCIA JAMBOLA Luciana Andrawina Lukas Lukas MAARIF, AHMAD FATHAN Maria Angela Kartawidjaja MARPAUNG, YONATAN EDWIN Maulani, Azka Miftadi Sudjai Muhammad Naufal Darma Putra Nasrullah Armi NUGRAHA, BAMBANG SETIA Palupi, Andarining PRATIWI, HANA Putri Milhatun Ni’mah Queen Hesti Ramadhamy Radial Anwar, Radial Rahmita Rufaidah Rayinda Pramuditya Soesanto Restu Wulansari Rina Pudji Astuti Rizky Ambarini S. Sugiharto Sahara, Ghehena Latipah Adha Sania Uswah Nafisah Satyawan, Arief Suryadi Setiawan, Antonius Setiawan, Antonius Darma Setiawan, Antonius Darma Shabrina Zahira Sindoro, Clara Gabriel Utami Ananda Ridwan Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wisnutama, William Wafi Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zaam, Kartika Praty Dena Zaam, Kartika Praty Dina