Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH KOTABARU DARAT, KALIMANTAN SELATAN Pramana, King Law; Ridhani, Muhammad Yusuf
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/uniplan.v5i2.75962

Abstract

Tujuan dari Analisis Kemampuan Lahan Kotabaru adalah untuk menentukan batasan dan potensi lahan untukpembangunan berkelanjutan. Metode superimpose digunakan untuk menggabungkan peta fisik dasar perencanaan.Kemudian, hasilnya dinilai melalui teknik pembobotan untuk mengetahui kapasitas setiap satuan lahan. Studi inidilakukan di Kotabaru Darat, Kalimantan Selatan, dan bertujuan untuk menemukan cara terbaik untuk memanfaatkanlahan. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya DukungLingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20 Tahun 2007 tentangPedoman Analisis Fisik Lingkungan adalah pedoman yang digunakan selama proses analisis. Data sekunder diolahmenggunakan ArcGIS dari berbagai lembaga pemerintah dan situs web, seperti Indo Geospasial, Chrips,dan Inarisk BNPB.
PENGARUH KOMPOSISI PENDUDUK TERHADAP BENTUK PIRAMIDA PENDUDUK Citra, Yulia; Ridhani, Muhammad Yusuf
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 5, No 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/uniplan.v5i1.75739

Abstract

Abstrak : Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap. Melalui metode observasi lapangan dan pengambilan data sekunder dari dinas-dinas terkait untuk memenuhi kelengkapan data yang diperlukan dalam melakukan analisis kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi penduduk meliputi rasio jenis kelamin, beban tanggungan dan rasio rasio anak perempuan yang akan mempengaruhi bentuk piramida penduduk. Berdasarkan hasil penghitungan, total rasio jenis kelamin di Kotabaru Pulau adalah 105 terdiri dari 83.294 penduduk laki-laki dan 79.355 penduduk perempuan. Sedangkan untuk rasio beban tanggungannya sebesar 47%.  Kata kunci: penduduk, rasio jenis kelamin, rasio ketergantungan.  Abstrak : Penduduk adalah setiap orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan/atau berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan untuk menetap. Melalui metode observasi lapangan dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait untuk memenuhi kelengkapan data yang diperlukan untuk melakukan analisis kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi penduduk meliputi rasio jenis kelamin, rasio beban tanggungan dan rasio anak perempuan yang akan mempengaruhi bentuk piramida penduduk. Berdasarkan hasil perhitungan, total sex ratio di Pulau Kotabaru adalah 105 yang terdiri dari 83.294 penduduk laki-laki dan 79.355 penduduk perempuan. Sedangkan rasio ketergantungan sebesar 47%.Kata Kunci: jumlah penduduk, rasio jenis kelamin, rasio ketergantungan.
Pentingnya Kesesuaian Kondisi Eksisting Terhadap Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanah Bumbu Wulandari, Asti; Ridhani, Muhammad Yusuf
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/uniplan.v5i2.78630

Abstract

Abstrak : Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW  ) adalah salah satu payung hukum yang mengatur perihal pembangunan daerah. Oleh karena itu kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah yang menjadi dasar dalam pembangunan daerah harus sesuai dengan keadaan di lapangan, kesesuaian kondisi yang ada perlu diperhatikan agar pembangunan dapat terealisasi dengan baik tanpa adanya hambatan, ketidaksesuaian kondisi yang ada dapat menjadi salah satu faktor hambatan yang akan berpengaruh terhadap perkembangan suatu wilayah. Metode penelitian kebijakan (policy Research) digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan sinkronisasi antara Kebijakan RTRW dengan kondisi di lapangan.Abstrak : Kebijakan Penataan Ruang Daerah (RTRW) merupakan payung hukum bagi daerah perkembangan. Oleh karena itu, kebijakan Penataan Ruang Daerah yang menjadi acuan di dalamnyapembangunan daerah harus sesuai dengan kondisi lapangan, keseimbanganKondisi yang perlu diperhatikan agar pembangunan dapat terlaksanaTerwujud dengan baik tanpa adanya hambatan, ketidaksesuaian dengan kondisi yang ada dapat menjadi salah satu penyebabnyafaktor penghambat yang akan mempengaruhi pembangunan. suatu wilayah. Penelitian kebijakanMetode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan sinkronisasi Kebijakan RTRW dengan kondisi dilapangan.
STRATEGI PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI GEOSPASIAL KABUPATEN BARITO KUALA Setiawan, Kiky Permana; Ridhani, Muhammad Yusuf
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 7 No 1 (2025): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54683/sociopolitico.v7i1.170

Abstract

Informasi geospasial merupakan perangkat penting untuk perencanaan, pengambilan keputusan, penanggulangan bencana, dan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan ruang bumi. Informasi ini merupakan alat yang sangat penting bagi pengambilan kebijakan, pengambilan keputusan, dan kegiatan ruang geografis, terbukti dari maraknya pemanfaatan peta dan informasi geospasial pada situs web resmi pemerintah daerah atau kementerian/lembaga. Begitu juga pada Kabupaten Barito Kuala yang walaupun sudah memiliki Rumah Data Batola namun belum maksimal pelaksanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi pengelolaan data serta memberikan rekomendasi dalam pengelolaan data dan informasi geospasial Kabupaten Barito Kuala. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT untuk merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan data Informasi Geospasial. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat tiga tahapan untuk menyempurnakan pengelolaan data dan Informasi Geospasial di Kabupaten Barito Kuala, yaitu tahapan pengembangan dan pemanfaatan data geospasial, tahapan peningkatan infrastruktur geospasial, dan tahapan peningkatan sumber daya manusia geospasial.
Konsep Pengembangan Elemen Resilient City di Kota Banjarmasin Mufidah, Mufidah; Caesarina, Hanny Maria; Ridhani, Muhammad Yusuf
Ruang Vol 11, No 1 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.11.1.40-47

Abstract

Pembangunan kota saat ini menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan ketangguhan terhadap bencana, perubahan iklim, dan tekanan sosial ekonomi, sembari tetap menjamin keberlanjutan wilayah. Konsep Resilient City menjadi pendekatan strategis yang mengintegrasikan dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons sebagai upaya menciptakan sistem perkotaan yang mampu pulih dari berbagai gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen ketangguhan kota yang relevan dengan kondisi Kota Banjarmasin dan mengevaluasi sejauh mana penerapan konsep Resilient City telah dilakukan. Sasaran penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kondisi eksisting kota terhadap potensi bencana, (2) menganalisis integrasi variabel tata ruang, sosial ekonomi, dan perubahan iklim dalam kebijakan perkotaan, serta (3) merumuskan rekomendasi penguatan elemen kota tangguh berdasarkan hasil analisis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method melalui triangulasi kebijakan, observasi lapangan, dan wawancara terhadap aktor kunci lokal.Hasil penelitian mengungkapkan tujuh elemen ketangguhan kota yang telah diterapkan, yaitu: perencanaan dan perizinan, infrastruktur, fasilitas pelayanan publik, kelembagaan, pendanaan, kesiapsiagaan stakeholder, serta ketahanan iklim dan risiko. Temuan ini menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan dalam integrasi kebijakan, penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan infrastruktur adaptif, dan pelibatan masyarakat secara aktif untuk membangun Kota Banjarmasin yang tangguh dan berkelanjutan
Kualitas Elemen Fisik Ruang Publik pada Koridor Komersial Pasar Sudimampir Kota Banjarmasin Annisa; Muhammad Yusuf Ridhani
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 3 No. 2 (2024): Archvisual JAP, Februari 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/1k5j6m69

Abstract

The Sudimampir Market area is a public space located along the Sudimampir and Ujung Murung Road corridors and along the banks of the Martapura River, which is used to carry out various activities, especially commercial activities in Banjarmasin. The Sudimampir Market area is part of the old city area where some of the elements that form the physical area are not feasible or visible. This research aims to examine the implementation of 8 physical elements of public space along the commercial corridor of the Sudimampir Market area using Hamid Shirvani's (1985) theory. The research method used in this research is a descriptive qualitative method, which is then analysed, and conclusions are obtained, starting with direct observation in the field, obtaining data which is then identified as the physical elements of forming urban space around the Sudimampir Market area. The results obtained show that the Sudimampir Market area of Banjarmasin City has not fulfilled the criteria for applying the physical elements of forming urban space, land use and building functions have a fairly good quality, but for circulation and parking, pedestrian ways, open space, activity support, signage and preservation still need to improve quality with better planning and design in the future.
Evaluation of Road Network Connectivity in the Aerocity Area of Banjarbaru City: Evaluasi Konektivitas Jaringan Jalan Wilayah Aerocity Kota Banjarbaru Miftahul Ridhoni; Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Kiky Permana Setiawan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road layout is a fundamental framework that shapes the long-term development of a city. A road network with high connectivity provides residents with more efficient travel options and better access to public facilities, while low connectivity tends to increase dependence on private vehicles and extend travel distances. This study aims to measure the connectivity of physical road infrastructure in the Aerocity Area of Banjarbaru City, which is designated as a transportation activity center based on Regional Regulation No. 4 of 2024. The method used is quantitative analysis using three indicators: Road Density Index, Beta Connectivity Index, and Gamma Connectivity Index. Road network data in 2025, including road length, number of segments, and number of intersections, was analyzed using ArcMap software. The analysis results show that the connectivity of the Aerocity Area based on travel route choices is classified as good, with an overall Beta Index value of 1.47 (>1). However, the connectivity cannot be said to be perfect, as indicated by the Gamma Index value of 0.49 (<1). The low Gamma Index value is caused by many road segments that form cul-de-sacs (dead ends) so that they have not been optimally developed. It is lead to the recommendation that although the Aerocity Area has a good choice of routes from the Road Density Index, its structural connectivity still needs to be improved by optimizing intersections and avoiding the development of single-access areas.
Case Study Evaluation of Road Network Connectivity in Center Banjarmasin: Studi Kasus Evaluasi Konektivitas Jaringan Jalan di Banjarmasin Tengah Miftahul Ridhoni; Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Kiky Permana Setiawan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v10i1.471

Abstract

Road network configuration is a permanent element of urban morphology that influences spatial utilization patterns, mobility, and public accessibility. Good network connectivity encourages the use of active and public transportation, while low connectivity increases reliance on private vehicles. This study aims to evaluate the performance of road network connectivity in Banjarmasin City, focusing on Banjarmasin Tengah District as the City Service Center (PPK), and comparing it with other districts. The study uses a quantitative approach with spatial data analysis for the 2021–2025 period using ArcMap software. Three indicators are used: the Road Density Index, the Beta Connectivity Index, and the Gamma Connectivity Index, with road segments as the unit of analysis according to the Indonesian Road Capacity Guidelines. The results show that Banjarmasin Tengah District has the highest road density, reflecting the availability of relatively good physical infrastructure. The highest beta connectivity values ​​are also found in Banjarmasin Tengah and Banjarmasin Timur, although generally still in the low–moderate category. Meanwhile, gamma connectivity values ​​across all districts are relatively low, with an average of around 13% of optimal conditions. These findings indicate the need to improve connectivity between segments, particularly in local and neighborhood road networks, to support a more efficient and sustainable urban transportation system.
Asset based community development sebagai penunjang pembangunan pedesaan di Kabupaten Barito Kuala Ridhani, Muhammad Yusuf; Priyadharma, Andi Achmad
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.56574

Abstract

Di era revolusi industri 4.0, arus globalisasi memberikan pengaruh terhadap aspek pembangunan di Indonesia. Kemajuan teknologi dan informasi berdampak pada modernitas dalam kegiatan pembangunan, perubahan pola pikir masyarakat, dan tingginya keinginan bermigrasi ke wilayah perkotaan. Fenomena ini mengancam keberadaan wilayah pedesaan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pembangunan pedesaan, tetapi perlu didukung oleh pendekatan secara bottom up agar hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran. Asset based community development adalah pendekatan pembangunan secara bottom up yang diharapkan dapat menjadi penunjang dalam kegiatan pembangunan pedesaan terutama pembangunan pedesaan di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengidentifikasi dan inventarisasi aset-aset pedesaan sebagai penunjang program pembangunan pedesaan yang dijalankan pemerintah. Pengumpulan data dilakukan melalui metode pengumpulan primer dan sekunder. Hasil penelitian berupa inventaris aset sosial, aset institusi, dan aset fisik pada Desa Pulau Sewangi dan Desa Pulau Alalak. Hasil inventarisasi aset sosial, aset institusi, dan aset fisik menunjukan terdapat perbedaan dari segi ketersediaan dan kuantitas masing-masing aset di Desa Pulau Sewangi dan Desa Pulau Alalak. Hal ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam perumusan program, kebijakan, dan kegiatan yang diinisasi oleh pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi untuk menunjang pembangunan pedesaan dengan pendekatan asset based community development khususnya bagi desa dengan kategori tertinggal.
Evaluasi Keberlanjutan Terminal Berbasis Transit Oriented Development (TOD), Studi Kasus di Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin Ridhoni, Miftahul; Ridhani, Muhammad Yusuf
Indonesian Green Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.02

Abstract

Saat ini fokus pembangunan pemerintah aniani4d nasional dan daerah di berbagai negara adalah meningkatkan kualitas transportasi publik untuk menanggulangi permasalahan yang diakibatkan oleh kesemrawutan lalu lintas keadaan pribadi pada wilayah perkotaan. Konsep Transit Oriented Development (TOD) hadir sebagai alternatif dalam penanganan permasalahan transportasi perkotaan dengan mengintegrasikan kebijakan infrastruktur transportasi, guna lahan dan lingkungan. Dengan disahkannya Permen ATR BPN RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit maka perlu dilakukan penilaian terhadap kesiapan area dan sarana transit perkotaan untuk mengetahui apakah tema tersebut dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap aplikasi konsep TOD di Kawasan Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin dengan menggunakan 8 variabel kerja yaitu Walk, Cycle, Connect, Transit, Mix, Densify, Compact, dan Shift. Hasil penilaian menunjukan Kawasan Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin sudah memenuhi standar TOD dengan kategori Bronze. Lokasi Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin bukan hanya berperan sebagai Kawasan Strategis Ekonomi untuk mewadahi kebutuhan transit dan keterpaduan antar moda namun juga memenuhi ekspektasi sebagai salah satu pioner penerapan konsep TOD. Kata kunci: Area Terminal, Penilaian, TOD