Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Identification of Enhancing Factors for Increasing The Power Competitiveness of Small Medium Industry of Batik in Sidoarjo District With Integration of Green Innovation Approach and ISM Ida Kusnawati Tjahjani; Abdul Hakim; Bagyo Yanuwiadi; Dias Satria
IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development) Vol 3 No 3 (2020): September 2020
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.68 KB) | DOI: 10.29138/ijebd.v3i3.1083

Abstract

This research was conducted at the Small and Medium Industry (IKM) of batik in the district of Sidoarjo, which is one of 15 districts in East Java who chose One Village One Product (OVOP) as strategies increase the power of competitiveness. There are many problems with SME batik ranging from resources, production processes to product sales, which affect the chosen competitiveness strategy. The respondents were entrepreneurs, the office of SMEs, the Ministry of Industry and Trade, the sub-district, and the village. This research aims to identify the inhibiting factors of increasing competitiveness in the small and medium batik industry in the district of Sidoarjo. The data collection process uses a questionnaire compiled with the Green Innovation approach with five main variables, Green Resource, Green Process, Green Product, Green Innovation, and Competitive Advantage. Green Innovation is a process of continuous innovation that considers the integration of the environment, finance, social systems in the company from the stage of ideas through research and development and commercialization that affect new products, services, technology, business, and organizational models. Determination of alternatives and strategy analysis using the Interpretative Structural Modeling (ISM) approach is a method that uses the opinions of experts on the questionnaire that has been distributed. Based on the analysis results, 14 inhibiting factors and six priority levels were obtained, with the highest value of the power driver in the training and outreach factor (10) as the main inhibiting factor in increasing competitiveness. Therefore, it requires the involvement of all parties related to the batik SMEs to improve their competitiveness and the strategies they choose.
SPECIES DIVERSITY OF BIRDS IN CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION SENDANG BIRU, KABUPATEN MALANG, EAST JAVA AS BIOINDICATOR Aditya Rachmaputra; Bagyo Yanuwiadi; Amin Setyo Leksono
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.538 KB) | DOI: 10.21776/ub.jeest.2018.005.02.1

Abstract

Clungup Mangrove Conservation (CMC) is a location managed by Bhakti Alam Sendang Biru Organization. Mangrove management activities were carried out continuously starting from mangroves clearing in 1998 until it is all used up and started replanting when people found it difficult to catch fish. Mangroves are plants which lived at maximum subsiding tide point to maximum rising tide point area, with mud as its substrate. For other organisms, mangroves used as shelter and foraging place. One of those organisms is birds, birds can be used as bioindicators of environmental quality because it has a sensitivity to environmental changes. This study divided into 4 stations based on mangrove vegetation, the results observed were for Shannon Index at 1.99-2.3 and Margalef Index at 3.5-3.8 for morning observations. While for afternoon observation resulted as Shannon Index at 1.2-2.2 and Margalef Index at 1.8-3.9. The main focus is some water birds such as Ardeola speciousa, Todiramphus chloris, Aldeco coerulescens, Butorides Striata, Todiramphus sanctus and Charadrius javanicus which shows that mangrove ecosystems provide a function of nursery ground for fish and feeding ground for birds.
PENGARUH PUASA SUNNAH SENIN KAMIS TERHADAP HITUNG JENIS LEUKOSIT Faris Hamidi; Abdul Hakim; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.968 KB)

Abstract

Latar Belakang : Puasa sunnah Senin Kamis merupakan puasa yang dilakukan pada hari senin dan kamis yang hukumnya sunnah. Banyak orang belum mengetahui manfaat kesehatan bagi tubuh manusia bila melakukan puasa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh puasa sunnah senin kamis terhadap jumlah jenis leukosit. Metode : Penelitian ini bersifat analitik jenis cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel dengan kriteria usia antara 19 sampai 22 tahun, sehat, tidak menstruasi (bagi perempuan) dan tidak perokok yang berjumlah 25. Sampel yang diteliti berjumlah 10 sampel. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak 2 kali, pengambilan darah sebelum dan sesudah puasa sunnah senin kamis. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil : Berdasarkan hasil pemeriksaan ini dilakukan uji normalitas dan uji T berpasangan.Sel basofil memiliki nilai p = 0,191 ( ditolak), sel eosinofil memiliki nilai p 0,007 ( diterima), sel neutrofil segmen memiliki nilai p = 0,000 maka ( diterima), sel neutrofil batang memiliki nilai p = 0,191 ( ditolak), sel limfosit memiliki nilai p = 0,000 ( diterima) dan sel monosit memiliki nilai p = 0,732 ( ditolak). Berdasarkan hipotesis yaitu Ho ditolak (tidak ada pengaruh) dan H1 diterima (ada pengaruh) dengan nilai p<0,05, artinya selisih rata-rata berbeda sehingga dapat dikatakan bahwa adanya pengaruh puasa sunnah senin kamis terhadap hitung jenis leukosit. Kesimpulan : Ada pengaruh puasa sunnah Senin Kamis terhadap hitung jenis leukosit. Pada sel eosinofil, neutrofil segmen dan limfosit. Diharapkan kepada masyarakat untuk melakukan puasa sunnah Senin Kamis karena dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh manusia
PREFERENSI SERANGGA FAMILIA COCCINELIDAE UNTUK MEMILIH KOMBINASI TUMBUHAN FAMILIA ASTERACEAE Sukaromah Sukaromah; Bagyo Yanuwiadi
Bioscientiae Vol 3, No 1 (2006): Bioscientiae Volume 3 No 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.479 KB) | DOI: 10.20527/b.v3i1.149

Abstract

Sejak adanya pertanian menetap, usaha perlindungan tanaman telah dikenal. Adanya organisme pengganggu tanaman, khususnya serangga menyebabkan kerugian yang cukup tinggi. Penggunaan pestisida untuk memberantas pengganggu tertentu malah berakibat resurgensi, resistensi, musnahnya musuh alami, serta pencemaran lingkungan.  Salah satu teknik augmentasi adalah perlindungan yang memberikan gulma sintetis sebagai habitat pengganti untuk serangga predator, dengan tujuan untuk memberikan musuh alami bagi pengganggu.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi serangga familia Coccinelidae untuk memilih kombinasi tanaman familia Asteraceae dan waktu orientasinya. Dalam penelitian ini digunakan olfaktometer. Serangga uji diaklimasi selama 24 jam, dengan replikasi dua puluh kali. Waktu yang dibutuhkan serangga untuk memilik keempat kombinasi tanaman dicatat. Digunakan analisis deskriptif.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coccinella septempunctata tertarik kepada Eupatorium odoratum dengan persentase ketertarikan sebesar 50% dan waktu orientasinya 419 detik. Synharmonia conglobata 35 % lebih tertarik pada kombinasi tanaman Bidens pilosa dan Crassocephalu crepidiodes dengan waktu orientasi rata-rata 457 detik.
Risk Management of OHS for Landfilling Construction in Talangagung Edu-Tourism Landfill Dhymas Sulistyono Putro; Arief Rachmansyah; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talangagung Edu-Tourism Landfill is one of the landfills in Indonesia that leads to the Edu-Tourism Landfill. Thus, there is a need for OHS risk management for workers to improve service to tourists. Aim of the study is to determine, identify, analyze, and compile hazard sources or injury potential and risk assessment in activities from technical workers in the work area of Talangagung Edu-Tourism, as well as risk control that can be applied to reduce the consequences of each hazard sources or injury potential. The data collected through observations, interviews, and brainstorming to all technical workers and a chief. The processing of occupational health and safety risk management data was based on the Job Safety Analysis (JSA) concept. The hazard source or injury potential identification finds 7 activities. Each of which several steps along with their hazard source or injury potential and consequences identified. There are 43 hazard sources or injury potentials, from which, based on the risk assessment, 14 are extreme (E), 12 are high (H), 2 are medium (M), and 15 are low (L). The control divided into two. Eight of the controls conducted by the management of Talangagung Edu-Tourism and seventeen of the rest controls suggested by the researcher. By applying OHS Risk Management, they will increase the number of tourists because it improves the quality of the workers in service.Keywords: Job Safety analysis, OHS, risk management.
Penerapan Metode Activated Sludge dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Beru Husni Zaini Abdul Gani; Bagyo Yanuwiadi; Arief Rachmansyah
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.9.2.p.135-143

Abstract

The tofu industry in its production process uses ± 25 liters of water per 1 kg of soybean raw material. Soybean used as raw material for tofu contains protein, carbohydrates, fat, and other nutritional ingredients so that the resulting liquid waste contains high organic matter that has the potential to pollute the environment with a value of Biological Oxygen Demand (BOD) of 467 mg/L and Chemical Oxygen Demand (COD) of 668.2 mg/L. Efforts to control water pollution can be overcome by processing biotechnology using an activated sludge system. This study aims to analyze the effectiveness of polluted water sediment as the main ingredient of activated sludge in reducing levels of Biological Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) and to determine the growth rate of microorganisms in the acclimatization process. This research was carried out on 4 different composition variations in batches under aerobic conditions using an aerator and a pump as a stirrer. The results showed that the composition of the sludge in treatment IV, namely the composition of the sludge consisting of (60% Waste, 40% Nutrients, and cultured RPH sludge) was the best composition at 60 hours of aeration with the effectiveness of removing BOD concentration of 90.10% and COD concentration. amounted to 87.41% or achieved a reduction value of 46.21 mg/L of BOD concentration and 84.14 mg/L of COD concentration with a specific biomass growth rate of 0.054 day-1.
Kajian Jenis - Jenis Burung Di Desa Ngadas Sebagai Dasar Perencanaan Jalur Pengamatan Burung (Birdwatching) Kristin Widyasari; Luchman Hakim; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.03.02

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis  serta sebaran spasial burung-burung yang ada di desa Ngadas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2010- Maret 2011 di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pengamatan burung dilakukan dengan menjelajahi jalur pengamatan yang telah ditentukan sebelumnya. Daerah yang dijadikan lokasi pengamatan adalah hutan disekitar Desa Ngadas, wilayah lahan yang diolah serta daerah pemukiman. Data yang diambil dalam pengamatan burung tersebut meliputi data jenis burung, jenis vegetasi dimana burung dijumpai serta posisi koordinat dan lokasi perjumpaan dengan burung. Data mengenai jenis dan jumlah burung pada masing-masing karakter lahan ditabulasikan dengan menggunakan Microsoft Excel 2007, untuk selanjutnya dibuat diagram yang menunjukkan perbandingan antara jenis burung yang ditemukan pada masing-masing karakter lahan. Sementara untuk posisi koordinat burung tersebut dijumpai ditabulasikan dengan menggunakan Microsoft Access 2007, yang selanjutnya akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3 untuk dibuat peta sebaran burung Desa Ngadas. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Desa Ngadas, diketahui bahwa setidaknya ada 13 famili dan 23 spesies burung yang ada di Desa Ngadas. Ketiga belas famili burung ini tersebar di seluruh wilayah desa Ngadas, namun jumlah famili paling banyak ditemukan di wilayah hutan sekunder, kemudian diikuti oleh wilayah ladang serta daerah pemukiman. Dengan melihat keragaman burung serta distribusinya di Desa Ngadas, perencanaan kegiatan Birdwatching memiliki potensi besar untuk dilaksanakan sebagai salah satu upaya konservasi dan pengenalan akan pentingnya melestarikan dan menjaga keberadaan burung. Kata kunci: Burung, birdwatching, desa Ngadas, sebaran
Analisis Potensi Dan Arahan Strategi Kebijakan Pengembangan Desa Ekowisata di Kecamatan Bumiaji - Kota Batu Muhammad Attar; Luchman Hakim; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2013.001.02.04

Abstract

Kota Batu merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Jawa Timur yang mengandalkan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pengembangan pariwisata lebih mengarah pada objek wisata artifisial atau buatan yang dibangun oleh investor namun menimbulkan permasalahan lingkungan. Perlu alternatif lain pengembangan pariwisata yaitu obyek wisata yang mampu menekan dampak kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan peran masyarakat lokal dan kesejahteraannya yaitu pengembangan Desa Ekowisata berbasis Community Based Ecotourism (CBE). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) di desa - desa wisata, menganalisis kesiapan terhadap pengembangan desa ekowisata, menganalisis desa wisata yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata dan menentukan arahan strategi kebijakan pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan survei primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW), Penilaian kesiapan pengembangan Community Based Ecotourism (CBE), Analisis spasial dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan seluruh desa wisata di Kecamatan Bumiaji memiliki potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) berupa atraksi alam, sumberdaya pertanian dan budaya yang dapat lebih dikembangkan. Penilaian potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) menunjukkan Desa Tulungrejo dan Desa Sumberbrantas termasuk klasifikasi Sangat Baik; Analisis kesiapan terhadap pengembangan desa ekowisata berbasis masyarakat (CBE) menunjukkan Desa Tulungrejo dan Desa Bumiaji termasuk dalam klasifikasi Baik. Hasil analisis spasial menunjukkan Desa Tulungrejo merupakan desa yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji. Analisis Matrik Grand Strategy menunjukkan arahan strategi kebijakan pengembangan Desa Ekowisata di Desa Tulungrejo terletak pada kuadran 1, strategi yang digunakan bersifat agresif (SO). Kata Kunci : Kota Batu, pengembangan, potensi dan ODTW, Desa Ekowisata
Risk Management of OHS for Landfilling Construction in Talangagung Edu-Tourism Landfill Dhymas Sulistyono Putro; Arief Rachmansyah; Bagyo Yanuwiadi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2019.007.03.07

Abstract

Talangagung Edu-Tourism Landfill is one of the landfills in Indonesia that leads to the Edu-Tourism Landfill. Thus, there is a need for OHS risk management for workers to improve service to tourists. Aim of the study is to determine, identify, analyze, and compile hazard sources or injury potential and risk assessment in activities from technical workers in the work area of Talangagung Edu-Tourism, as well as risk control that can be applied to reduce the consequences of each hazard sources or injury potential. The data collected through observations, interviews, and brainstorming to all technical workers and a chief. The processing of occupational health and safety risk management data was based on the Job Safety Analysis (JSA) concept. The hazard source or injury potential identification finds 7 activities. Each of which several steps along with their hazard source or injury potential and consequences identified. There are 43 hazard sources or injury potentials, from which, based on the risk assessment, 14 are extreme (E), 12 are high (H), 2 are medium (M), and 15 are low (L). The control divided into two. Eight of the controls conducted by the management of Talangagung Edu-Tourism and seventeen of the rest controls suggested by the researcher. By applying OHS Risk Management, they will increase the number of tourists because it improves the quality of the workers in service.Keywords: Job Safety analysis, OHS, risk management.