Desy Setyowulan
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Studi Analisis Perilaku Kolom Pendek Komposit Berongga dengan Baja Cold Formed Tipe C Ganda Nabilah Elsa Azzar; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi merupakan salah satu hal penting agar sebuah negara dapat meningkatkan daya saing. Sektor konstruksi di Indonesia dewasa ini telah mengalami kemajuan, hal ini memicu peningkatan permintaan bahan konstruksi yang berkualitas dan memiliki daya tahan tinggi, salah satunya adalah baja cold-formed. Baja jenis ini memiliki keunggulan dalam ketahanan terhadap beban lateral, ketahanan terhadap gempa, dan kemampuan untuk membentuk struktur kompleks dengan berat yang relatif ringan. Baja cold-formed tipe C ganda dengan dimensi C80×30×90×0.75 yang dikompositkan dengan beton ke dalam struktur kolom pendek dengan variasi pada panjang kolom 400 mm, 500 mm, dan 600 mm. Dilakukan analisis pembebanan pada bagian atas kolom dengan jenis beban merata dengan peningkatan beban secara bertahap hingga struktur tidak dapat lagi menerima beban atau mengalami kehancuran. Dari hasil analisis didapatkan benda uji dengan panjang kolom 400 mm memiliki nilai tegangan dan regangan terbesar baik pada beton maupun baja cold-formed, diikuti dengan nilai kapasitas beban maksimum terbesar. Pola kegagalan yang terjadi pada semua benda uji yaitu kegagalan tekan akibat beban aksial. Kata Kunci : Kolom Pendek Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Software ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Beban Aksial, Perilaku Kegagalan Kolom.
Analisis Metode Elemen Hingga Perilaku Retak Pelat Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) dengan Variasi Mutu Beton Kuswalalita Mangesti Janarka; Roland Martin Simatupang; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur jalan di Indonesia dominan memakai jenis perkerasan kaku (rigid pavement), khususnya jalan pedesaan. Pelaksanaan pekerjaan jalan pedesaan tipikal berupa padat karya. Sehingga sulit untuk mencapai kualitas beton yang direncanakan. Pembebanan pada jalan pedesaan memiliki karakter unik karena beban sering kali mengalami fluktuatif yang besar (overloading). Oleh sebab itu, diperlukan penelitian mengenai perilaku retak perkerasan kaku dengan variasi nilai mutu beton secara efektif menggunakan analisis metode elemen hingga. Penelitian ini menggunakan variasi mutu beton sebesar 9,13 MPa, 20,23 MPa, dan 35,06 MPa pada nilai CBR tanah 12,83%. Berdasarkan hasil analisis metode elemen hingga menggunakan software ABAQUS dan eksperimen, mutu beton memengaruhi perilaku retak pelat perkerasan kaku. Pada pembebanan 20 ton, variasi mutu beton 9,13 MPa, 20,23 MPa, dan 35,06 MPa memberikan jumlah pola keretakan yang hampir sama. Lebar retakan maksimum pada 9,13 MPa dan 20,23 MPa lebih kecil dari hasil eksperimen sebesar 81,79% dan 60,77%, sementara pada mutu 35,06 MPa lebih besar 22,12%. Hasil analisis software ABAQUS tidak sesuai dengan eksperimen disebabkan oleh faktor seperti ukuran meshing, kesesuaian data material properties, interaction, dan lain-lain. Kata kunci: BoEF (beam on elastic foundation), lebar retak maksimum pelat, mutu beton, perkerasan kaku, pola keretakan pelat
Prediction of Creep Concrete in Lightweight Concrete with Pumice as Coarse Aggregate Maulidyah, Chairah; Wisnumurti; Desy Setyowulan
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.03.7

Abstract

Concrete creep is the additional strain that develops in concrete under constant stress over time. In this study, lightweight concrete is created by entirely replacing coarse aggregate with pumice to reduce the concrete's overall weight. The research involves producing 18 cylindrical concrete test specimens with a diameter of 150mm and a height of 300mm. These specimens include three normal and three lightweight concrete samples for each 90-day creep test and three normal and three lightweight concrete samples for compressive strength tests on the 14th and 28th days. The variation in aggregate proportions affects the aggregate content and weight in each type of concrete, influencing their properties. This is evident in the creep curves for the lightweight concrete samples. Similarly, the differences in the creep curves for normal concrete samples are attributed to stress distribution during loading. The strain acceleration between normal and lightweight concrete under load remains similar until the final loading day at 90 days. However, lightweight concrete significantly increases creep value after prolonged loading, rising by 35.85%. In contrast, normal concrete exhibits a creep increase of 16.51% from the beginning of loading until the 90th day.
Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku Dinding Geser (Shear Wall) Menggunakan Metode Performance Based Design (PBD) Chintya Aulia Khoirunisa; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia mengharuskan bangunan di Indonesia dirancang dengan persyaratan ketahanan gempa yang tinggi sehingga membatasi variasi bentuk bangunan yang ada. Bangunan dengan variasi bentuk yang kompleks dapat dikategorikan sebagai bangunan irregular, namun bangunan ini dianggap tidak terlalu baik dalam merespon beban gempa. Bangunan irregular akan mengalami torsi karena terdapat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuannya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memberikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall) pada titik lemah bangunan. Bangunan ini dianalisa menggunakan metode Performance Based Design (PBD) dan Pushover Analysis untuk mengetahui respon struktur terhadap beban gempanya. Penggunaan kedua metode ini sudah dianggap mendekati dengan kondisi realitas struktur pada saat terkena beban gempa. Pushover Analysis akan membantu untuk mendapatkan Drift, Displacement, Performance Point, serta Performance Level dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan setelah diaplikasikan perkuatan pengaku berupa dinding geser (shear wall). Tiga tipe konfigurasi perletakan dinding geser (shear wall) digunakan sebagai perkuatan pada arah X-X dan Y-Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga tipe tersebut berkontribusi dalam mengurangi displacement dan drift dibandingkan dengan struktur tanpa perkuatan. Ketiga tipe ini termasuk dalam klasifikasi Performance Level Immediate Occupancy (IO) yang menandakan bahwa struktur tetap dapat digunakan setelah mengalami gempa. Selain itu, semua tipe ini telah memenuhi standar keamanan karena nilai simpangan antar lantai masih berada di bawah nilai simpangan izin struktur berdasarkan SNI 1726:2019.   Kata Kunci : Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Dinding Geser (Shear Wall), Metode Performance Based Design (PBD), Pushover Analysis
Analisis Momen-Kurvatur Balok Bangunan Berdasarkan Pengaruh SRPM Menggunakan SNI 1726:2019 Jehezkiel Dyero; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik merupakan salah satu penyebab utama tingginya potensi gempa bumi di negara ini. Menjadi daerah yang rawan gempa tentunya berdampak terhadap infrastruktur yang menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Konsep dasar konstruksi tahan gempa merupakan salah satu peranan penting dalam mencegah kerugian yang disebabkan oleh gempa bumi. Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) merupakan salah satu bentuk konstruksi yang mampu menahan beban seismik. Dalam penelitian ini, penulis ingin melakukan analisis terhadap perubahan jenis SRPM apakah perubahan jenis SRPM dapat mempengaruhi daktilitas elemen struktur terkhususnya pada elemen balok dengan menggunakan bantuan software SAP 2000. Kurva hubungan antara momen dengan kurvatur dapat digunakan dalam menentukan daktilitas suatu elemen struktur khususnya balok. Pada analisis momen-kurvautr balok ini, akan diketahui bagaimana perubahan kelengkungan balok terhadap momen pada kondisi sebelum retak (crack), keadaan leleh (yield), dan keadaan ultimit (ultimate). Pada penelitian ini digunakan bangunan eksisting yang telah dimodifikasi dan dianalisis Kembali menggunakan SRPMM dan SRPMK berdasarkan acuan pedoman SNI 1726:2019. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan jumlah tulangan yang digunakan yang menyebabkan perbedaan rasio tulangan antara balok yang menggunakan SRPMK dengan balok yang menggunakan SRPMM. Salah satu balok yang dijadikan objek analisis ini yakni balok B4 dari bangunan. Berdasarkan grafik momen-kurvatur didapatkan bahwa daktilitas kurvatur yang terdapat di balok yang menggunakan SRPMK lebih besar dibandingkan dengan balok yang menggunakan SRPMM. Kata Kunci : SNI 1726:2019, Balok, Tulangan, Momen-Kurvatur, Daktilitas Kurvatur.
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Tebal Selimut Beton Panggabean, Jeremia Aditya; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retak pada beton bertulang merupakan permasalahan signifikan yang dapat memengaruhi kekuatan, durabilitas, dan umur layan struktur. Salah satu faktor penting yang memengaruhi terbentuknya retak adalah tebal selimut beton, yang berfungsi melindungi tulangan sekaligus berperan dalam distribusi tegangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi tebal selimut beton terhadap lebar retak maksimum pada pelat beton bertulang satu arah melalui simulasi numerik berbasis metode elemen hingga (MEH) menggunakan software ABAQUS. Model pelat dibuat dengan variasi tebal selimut beton 25 mm, 30 mm, 35 mm, dan 40 mm, dengan parameter utama berupa tegangan aksial tulangan baja dan regangan plastis serat tarik terluar beton. Hasil simulasi dibandingkan dengan perhitungan teoritis menurut SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Secara umum, lebar retak maksimum dari simulasi ABAQUS lebih besar dibandingkan hasil teoritis, dan regresi linier menunjukkan bahwa semakin besar tebal selimut beton, maka lebar retak maksimum juga meningkat. Metode JSCE menunjukkan hasil yang lebih mendekati simulasi numerik dibandingkan SNI. Kata-kata Kunci: Pelat Beton Bertulang, Selimut Beton, Lebar Retak Maksimum, ABAQUS, Pendekatan Teoritis