Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RANCANGAN PENILAIAN RISIKO LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (HIRA) Fatah Sulaiman; Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Bima Rofi
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6446

Abstract

Kota Cilegon selain dikenal sebagai Kota Baja, juga dikenal menjadi pusat industri petrokimia terbesar di Indonesia.  Sebagian besar industri baja dan petrokimia di Kota Cilegon menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). PT CK merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Dengan adanya penambahan kapasitas produksi baja per tahun-nya berdampak juga dengan jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penilaian risiko limbah B3 dengan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi limbah B3, menentukan jenis limbah B3 berkategori tinggi, mengidentifikasi permasalahan limbah B3, dan merancang mitigasi risiko untuk perbaikan. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa jenis limbah B3 dengan kategori tinggi adalah limbah slag dengan hasil penilaian risiko sebesar 44; limbah sludge sebesar 44; dan pelumas bekas dengan hasil penilaian risiko sebesar 40. Rancangan mitigasi yang diusulkan adalah pemilihan scrap pada proses peleburan logam, penggantian jenis oli untuk mesin hidrolik, pembuatan jadwal maintenance mesin, pelatihan operator produksi terkait limbah B3, dan pelapisan permukan baja untuk menghindari gesekan.
Implementasi Metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) TULTA Untuk Pengolahan Limbah Industri Minuman Ringan Hendra Permana; Fatah Sulaiman; Marta Pramudita
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.11261

Abstract

Tahapan suatu proses akan menghasilkan limbah, seperti di industri minuman ringan berkemasan. Serta adanya peraturan pemerintah yang mengatur standar baku mutu air limbah sebelum dibuang ke Lingkungan. Dari hasil pengamatan di bulan November 2019 selama 30 hari, ada 2 hari atau sekitar 6.7% effluent limbah cair dari industri minuman ringan ini memliki kadar COD yang masih melebihi baku mutu Pemerintah, ini menunjukkan adanya permasalahan pada Waste Water Treatment (WWT) yang harus diselesaikan. Penyelesaian masalah ini menggunakan metoda Plan-Do-Check-Action (PDCA) Tujuh Langkah Tujuh Alat (TULTA) yang terdapat pada Statistical Process Control (SPC).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kandungan Limbah cair industri minuman ringan seperti kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) nya dan juga akan melakukan perbaikan bila diketahui kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) effluent yang dibuang ke Lingkungan melebihi baku mutu yang ditetapkan Pemerintah dengan metoda Plan-Do-Check-Action (PDCA)Penelitian dilakukan melalui proses observasi dan pengumpulan data parameter limbah cair Waste Water Treatment (WWT) yang akan dibuang ke lingkungan. Dari parameter checksheet harian Waste Water Treatment (WWT) selama 30 hari, ditemukan 2 kali parameter Chemical Oxygen Demand (COD) nya lebih tinggi dari spesifikasi yaitu > 100 mg / L, sedangkan parameter lain seperti BOD, TSS, pH, kandungan minyak & lemak masih dalam spesifikasi. Untuk itu dilakukan penyelesaian masalah menggunakan metode PDCA untuk kadar Chemical Oxygen Demand (COD) yang mengalami out of specification. Dimulai dengan penetapkan tema dan masalah, mengidentifikasi akar permasalahan, menetapkan tindakan penanggulangan, implementasi perbaikan, standarisasi dan langkah selanjutnya.Dari hasil analisa, pada kondisi awal Capability Index (Cpk) kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) masih rendah yaitu berkisar 1.03 yang masih lebih rendah dari standar 1.33. Setelah dilakukan analisa akar penyebabnya, ditemukan beberapa kali masalah pada suplai oksigen pada proses aerasi yang tidak lancar, akibat penyumbatan pada strainer inlet blower. Hal tersebut menyebabkan proses aerasi tidak maksimal. Tetapi setelah dilakukan tindakan penanggulangan, dengan cara membuat jadwal pembersihan strainer secara berkala sebelum mencapai delta pressure (P) yang menandai tersumbatnya strainer. Dan dari monitoring hasil, tidak pernah lagi mendapatkan hasil Chemical Oxygen Demand (COD) yang keluar dari spesifikasi dan Capability Index (Cpk) juga meningkat menjadi 4.26 > 1.33.Setelah berhasil mengatasi permasalahan kadar Chemical Oxygen Demand (COD), dibuatkan standarisasi hasil dan cara pengoperasian sistem air limbah sehingga semua parameter dalam spesifikasi / sesuai peraturan pemerintah.
Review: Performance Analysis Of Bioelectrochemical System For Domestic Wastewater Treatment In Student Center Building Campus E University Of Sultan Ageng Tirtayasa Hatifah Bahrum; Fatah Sulaiman; Rahmayetti Rahmayetti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 18 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.059 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7138543

Abstract

Bioelectrochemical systems (BES) are an umbrella term for a family of technologies that have evolved from traditional electrochemical systems and in which the electrodic processes are related, either directly or indirectly, to the metabolic activity of particular microorganisms. Despite the fact that BES have not yet reached the commercial scale, these technologies show significant promise because they enable for the valorization of various liquid and gas waste streams. The potential of BES in waste management and valorization is investigated in this chapter. To be more precise, it examines the pragmatics of utilizing BES for energy valorization of wastewaters and CO rich streams. Here, BES is demonstrated to be competitive with standard wastewater treatment methods in terms of energy usage by making use of the energy content of certain compounds found in wastewater. Furthermore, it investigates the potential for BES to allow wastewater treatment plants to be used as a load regulation mechanism for electrical grids. Some of the ways in which BES can help the energy-intensive fertilizers business save money include explaining how it can be used to extract fertilizers from trash. The most important examples of scaling up from the field are discussed as a final section. Performance Analysis, Bio-electrochemical System, Domestic Wastewater Treatment