Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal EnviScience (Environment Science)

Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Buana Bojonegoro Milla Karunia Candra; Elvania, Nindy Callista; Purwaningrum, Solikhati Indah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.826

Abstract

Air digunakan untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia untuk aktivitas harian seperti mencuci, menyiram tanaman, mandi, dan kakus. Peran air tanah yakni sebesar 70% dimanfaatkan sebagai air bersih oleh penduduk Indonesia. PDAM Tirta Buana Bojonegoro merupakan sarana penyedia air bersih yang menyalurkan ke beberapa daerah khususnya di bagian Bojonegoro. Berdasarkan survey data hasil laboratorium pada tahun 2021 diketahui kualitas air untuk salah satu parameter fisik yaitu TDS nilainya tinggi melebihi baku mutu karena disebabkan adanya kerusakan, sehingga air menjadi kurang layak. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bojonegoro dalam menyediakan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat. Pengambilan sampel air menggunakan metode grab sampling. Perolehan data penelitian dilakukan dengan mendapatkan data pengujian kualitas air bersih dari 2 titik bagian inlet dan outlet sebanyak 500ml botol sampel kaca. Berdasarkan hasil uji lab parameter TDS dengan nilai 364 Mg/L ini tidak memenuhi baku mutu menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2023 tentang Hiegiene dan Sanitasi, hal ini sesuai dengan kondisi fisik lokasi penelitian bahwa sumber air baku berdekatan dengan area pertanian yang menyebabkan endapan lumpur terbawa air hujan. Parameter kekeruhan dengan hasil 3,53 NTU masih melebihi standar. Parameter warna dengan hasil 10 TCU. Sedangkan  hasil uji air olahan parameter TDS 182 Mg/L, parameter kekeruhan 2,24 NTU, dan parameter warna 0 TCU. Berdasarkan hasil perhitungan efektivitas kinerja unit pengolahan menunjukkan parameter TDS sebesar 50,00%, parameter kekeruhan sebesar 36,55%, dan parameter warna sebesar 100%.
Analisis Konsentrasi PM₁₀ di Desa Rengel Akibat Penambangan Batu Kapur Elsa Agustiana; Mulyanti , Heri; Purwaningrum, Solikhati Indah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.833

Abstract

Pencemaran udara merupakan masuknya berbagai bahan kimia yang dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemaran udara akibat aktivitas penambangan batu kapur dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar, terutama melalui partikel udara PM₁₀ (Particulate Matter <10 µm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara di Desa Rengel akibat aktivitas penambangan batu kapur berdasarkan konsentrasi PM₁₀ serta membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel di Dusun Purboyo Mayang Sekar, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Sampel diambil selama tujuh hari pada dua rentang waktu, yaitu pagi (10.00–11.00 WIB) dan siang (13.00–14.00 WIB), dengan pencatatan setiap lima menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM₁₀ tertinggi terjadi pada hari kerja (Sabtu–Kamis) pada pukul 10.45 WIB dengan nilai 79 µg/m³, sedangkan konsentrasi terendah pada hari kerja tercatat pada pukul 13.35 WIB dengan nilai 40 µg/m³. Pada hari libur (Jumat), konsentrasi tertinggi tercatat pada pukul 13.10 WIB sebesar 32 µg/m³, sementara konsentrasi terendah pada pukul 10.05 WIB sebesar 20 µg/m³. Konsentrasi PM₁₀ yang melebihi baku mutu udara ambien (75 µg/m³) ditemukan pada beberapa hari kerja, yaitu Selasa siang (76 µg/m³), Sabtu pagi (77 µg/m³), dan Minggu pagi (76 µg/m³). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas penambangan batu kapur di Desa Rengel berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi PM₁₀, dengan beberapa pengukuran melebihi ambang batas baku mutu udara ambien.
Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X Nugroho, Dimas Bagus; Callista Elvania, Nindy; Indah Purwaningrum, Solikhati
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.949

Abstract

Abstract Hospital wastewater contains pathogenic microorganisms, toxic chemicals, and radioactive substances harmful to health and the environment. Hospital X is a type C hospital with a land area of 10,022 m², a building area of 44,898 m², and 173 beds, generating wastewater with parameters such as TSS, BOD5, COD, ammonia, phosphate, and E. coli. Based on January 2024 testing results at the outlet of the Wastewater Treatment Plant (WWTP), three parameters approached the quality limits set by the East Java Governor Regulation No. 72 of 2013. This condition is due to the WWTP’s long years of operation and new building construction that increased the treatment load. This study aims to identify the characteristics of wastewater and treated water, and to analyze the effectiveness of Hospital X’s WWTP in managing wastewater to be safe for the community and environment. Samples were taken by grab sampling at the inlet and outlet with a volume of 2000 mL. Laboratory results showed ammonia (0.22 mg/L) and phosphate (2.922 mg/L) exceeded quality standards due to insufficient aeration time, causing low dissolved oxygen and inhibiting microorganisms from decomposing NH3 and PO4. The E. coli level (350 MPN/100 mL) met quality standards. Effectiveness calculations showed a significant 96.23% reduction in E. coli, indicating successful disinfection. However, ammonia reduction was only 45.89% and still exceeded limits, while phosphate increased with an effectiveness of -6.22%, indicating phosphate treatment failure. These results highlight the need to optimize aeration and phosphate treatment in Hospital X’s WWTP.