Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Usulan Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Gipang Singkong Pada IKM IKA-KE Cilegon, Banten Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62008

Abstract

IKM IKA-KE merupakan IKM yang bergerak dibidang produksi makanan khas Cilegon yang memproduksi Gipang Singkong. Pemerintahan daerah saat ini mulai mengenalkan gipang singkong ini sebagai makanan ringan olahan khas Cilegon. Masalah yang dialami oleh IKM IKA-KE yaitu, sering ditemukan beberapa risiko yang terjadi sepanjang alur rantai pasok produk makanan tersebut terutama bahan baku dasar singkong, sehingga pemenuhan jumlah pesanan tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko dan sumber risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas rantai pasok Gipang Singkong serta mengusulkan aksi mitigasi risiko rantai pasok yang diprioritaskan di IKM IKA-KE. Dalam identifikasi risiko rantai pasok pada penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR). Dari hasil identifikasi sepanjang aktivitas rantai pasok Gipang Singkong di IKM IKA-KE diperoleh 32 risiko (risk event) dan 36 sumber risiko (risk agent) serta diusulkan 15 aksi mitigasi risiko rantai pasok pada IKM IKA-KE yaitu memberikan informasi yang jelas kepada konsumen, mengatur jawal waktu tanam dan panen dari bahan baku, mengatur pesanan bahan baku dengan pertimbangan kondisi cuaca, menggunakan timbangan digital, memberikan pelayanan barang return, dibuat SOP untuk waktu memasak, diadakan seleksi sebelum pengemasan, dibuat SOP untuk pengemasan, diadakan inspeksi ulang sebelum pengemasan, memberikan informasi yang lebih detail pada jasa pengiriman, menentukan jadwal pengiriman diwaktu yang tidak sibuk, digunakan alternatif menggunakan mesin (oven), menggunakan satu supplier gula yang terpercaya, pengaturan jadwal kerja yang baik, dan memberikan ruang penyimpanan yang kering.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menggunakan metode Servqual dan Lean healthcare Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Faula Arina; Putro Ferro Ferdinant; Atia Sonda
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14443

Abstract

RSIA Permata Serdang merupakan salah satu rumah sakit tipe C yang mengalami penurunan kunjungan pasien dan menerima banyak keluhan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor dominan dan tipe waste yang menjadi sumber ketidakpuasan pasien serta menentukan perbaikan dari waste kritis yang terjadi terhadap pelayanan rawat jalan RSIA. Penelitian ini menggunakan kerangka Six Sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control). Tahapan penelitian dilakukan dengan menghitung nilai gap setiap atribut kepuasan pelanggan, menganalisis akar penyebab ketidakpuasan dan memberikan rekomendasi perbaikan lean healthcare untuk mereduksi pemborosan pada sistem pelayanan. Berdasarkan metode tersebut diperoleh waste kritis yaitu waiting, unnecessary inventory dan overproduction. Pengurangan dan eliminasi waste yang telah terindikasi dilakukan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Setelah itu, disusun action planning dari penyebab terjadinya waste tersebut dengan menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Usulan perbaikan yaitu membuat loket khusus atau membuat loket tambahan untuk pasien yang menggunakan asuransi kesehatan serta perekrutan petugas pendaftran rawat jalan, mengalokasikan sumber daya dengan mencocokkan kapasitas yang tersedia, meninjau ulang jadwal praktek dokter, memaksimalkan penggunaan database pasien secara elektronik dan menerapkan visual management (kode warna) pada tiap rak penyimpanan rekam medis, membuat display tata letak ruangan serta membuat display penunjuk ruangan sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pelayanan.
PENENTUAN SETTING OPTIMUM PADA PROSES HEAT TREATMENT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KEKERASAN BAJA DENGAN METODE TAGUCHI Maria Ulfah; Putro Ferro Ferdinant; Riska Apriliani
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri )
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v7i2.5931

Abstract

Pertumbuhan industri baja di Indonesia pada industri otomotif, diproyeksikan tahun 2025 akan memproduksi 3 juta unit mobil sehingga membutuhkan sebanyak 1,8 juta ton baja otomotif. Peningkatan kapasitas produksi industri baja nasional dan produksi industri baja dalam negeri terus dioptimalkan dan diarahkan pada pengembangan produk khusus bernilai tambah tinggi, dengan adanya hal tersebut, untuk mengembangkan produksi, maka diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan kualitas baja dengan meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus dari komponen. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan proses heat treatment, tujuannya untuk mendapatkan struktur yang keras. Dalam proses heat treatment dapat digunakan desain eksperimen. Desain eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini adalah faktorial dan Taguchi. Hasil penelitian berdasarkan hasil Anova menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi respons kualitas kekerasan baja (Fhitung > Ftabel) yaitu temperatur dan media, sedangkan faktor holding time tidak memiliki pengaruh yang signifikan, namun pada proses heat treatment seluruh faktor tersebut saling bergantung dan tidak bisa dihilangkan, maka faktor holding time tetap digunakan. Berdasarkan analisa yang dilakukan, setting level faktor optimum yaitu menggunakan holding time sebesar 30 menit, temperatur sebesar 900oC, dan media pendingin air. Faktor yang paling berkontribusi terhadap respon kualitas yaitu faktor temperatur, dengan kontribusi sebesar 30,53%.
Analisa survival untuk mengurangi customer churn pada perusahaan telekomunikasi Faula Arina; Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14313

Abstract

Banyak perusahaan telekomunikasi di Indonesia membuat pelanggan yang telah berlangganan melakukan churn. Churn adalah pindahnya pelanggan dari satu provider ke provider lainnya. Perusahaan lebih memutuskan mempertahankan pelanggan, karena dibutuhkan biaya lebih sedikit daripada mencari pelanggan baru. Untuk mengurangi churn, maka penelitian ini akan memodelkan waktu survival. Metode yang digunakan adalah analisis survival dengan model regresi Cox. Hasil analisis survival diperoleh faktor faktor yang cenderung mempengaruhi pelanggan telekomunikasi bertahan di satu provider adalah status pernikahan, lama tinggal di alamat sekarang, dan pengalaman bekerja. Dari 1000 pelanggan telekomunikasi status menikah 49,5% sisanya tidak menikah. Pelanggan telekomunikasi status menikah memiliki resiko churn 0,6409 kali lebih kecil dari pada pelanggan komunikasi yang tidak menikah. Lama tinggal di alamat sekarang berpengaruh sebesar 0,9405 dan pengalaman kerja berpengaruh sebesar 0,9195 terhadap laju ketahanan hidup pelanggan telekomunikasi.
Mitigasi risiko rantai pasok industri kue menggunakan house of risk Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14315

Abstract

IKM Kue Enggal Jaya merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak pada industri kuliner seperti bolu kotak, bolu gulung dan kue bolu lapis Surabaya. Produk yang menjadi obyek penelitian adalah kue bolu lapis Surabaya karena paling banyak diminati pelanggan. Pada proses pembuatan kue bolu lapis Surabaya tersebut ditemukan beberapa risiko pada aktivitas rantai pasoknya sehingga tidak dapat berjalan lancar, oleh karena itu perlu dilakukan aksi mitigasi risiko untuk mengurangi risiko yang terjadi pada alur rantai pasok. Tujuan penelitian ini adalah mengusulkan aksi mitigasi risiko yang akan dilakukan dalam kegiatan rantai pasok kue di IKM Kue Enggal Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengisian kuesioner. Metode yang digunakan House of Risk (HOR) sedangkan penentuan kriteria bisnis proses menggunakan dimensi Supply Chain Operation Reference (SCOR). Usulan aksi mitigasi risiko yaitu melakukan pengecekan ulang sebelum produk dikirimkan, melakukan penekanan Standard Operating Procedure (SOP) kepada setiap pekerja,  driver membawa jas hujan di bagasi motor, melakukan pengemasan tambahan, meningkatkan komunikasi antar owner dengan driver, melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan supplier, menyediakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, mengadakan stock, melakukan pembuatan lisensi halal, membuat rencana produksi yang jelas, membuat inovasi pemasaran produk, lebih efektif dalam pemilihan driver dan kebijakan subkontrak.
ANALISIS BEBAN KERJA UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) PADA PT SO GOOD FOOD Akbar Gunawan; Kee Evelyne; Ade Irman Mutakin; Hadi Setiawan; Dhena ria Barleany; Maria Ulfah
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 6 No 1 (2023): INDUSTRIAL
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v6i1.2652

Abstract

Qualified human resources are the most important factor in an organization or company. Human resources are one of the factors that can be a source of excellence for an organization or company to achieve efficiency, effectiveness and productivity in carrying out its business. The role of human resources is very important at PT So Good Food. Efficiency in the field of human resources is related to the workload that must be borne by an organizational unit. Planning and managing human resources can be done by making an appropriate analysis of the activities that occur and the resulting workload or by optimizing the number of employees so that they carry out their work activities properly. One of the workload calculation methods is the Full Time Equivalent (FTE) method. This study aims to determine the workload received by each employee and determine the optimal number of workers at PT So Good Food using the Full Time Equivalent (FTE) method. Based on the results of calculations that have been carried out using the FTE method, purchasing and logistics managers obtained an FTE index of 1.25, which means less than 1.28, the workload is normal or fit, while the purchasing staff has a workforce of 3 people so that the total owned FTE index of 3.75 which is rounded to 4, in the finance and accounting staff which totaled 3 people, a total FTE index of 3.75 was obtained which was rounded to 4, and the account receivable staff had a total workforce of 3 people so that the total index Owned FTE is 3.75 which is rounded to 4, so the workload is overloaded so that an additional 1 worker is needed
Analisa Kapabilitas Proses Packing Semen Menggunakan Peta Kendali Atribut p di PT X Faula Arina; Maria Ulfah; Atia Sonda
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.21866

Abstract

PT X merupakan perusahaan semen yang berada di Cilegon Banten. Dalam pengemasan semen sering terjadi kecacatan diantaranya kantong bocor, kantong sobek, kantong tidak memenuhi standar. Perusahaan tentunya ingin meminimalisir adanya produk cacat yang terjadi pada proses packing. Analisa kapabilitas proses dengan menggunakan peta kendali atribut proporsi sangat diperlukan, untuk mengetahui apakah proses pengepakan semen telah kapabel atau belum. Hasil analisis statistik dengan peta kendali p  periode 15 Juni – 5 Juli  2023 secara statistik belum terkendali dan hasil pengemasan tidak sesuai dengan spesifikasi atau dengan kata lain proses pengemasan tidak sesuai dengan standar
Analisis Pengendalian Persediaan Aluminium Sulfat dengan Metode Continuous Review Model Pada Proses Penjernihan Air di PT XYZ Yusraini Muharni; Ade Irman S. Mutaqin; Fauzan Isnan Rosep; Maria Ulfah; Hartono Hartono; Muhammad Adha Ilhami; Ade Sri Mariawati; Nurul Ummi; Bobby Kurniawan
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22306

Abstract

Ketersediaan bahan baku yang tepat menjadi suatu keharusan demi menjamin kelancaran proses produksi. Industri pengolahan air  memiliki pengendalian persediaan yang kurang baik sehingga dapat mengakibatkan kekurangan ataupun kelebihan persediaan dimana hal itu dapat mengakibatkan penumpukan persediaan yang berisiko merugikan perusahaan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif hasil perhitungan statistik. Pendekatan kuantitatif pada penelitian ini menghasilkan pengendalian bahan baku optimal menggunakan Continuous Review Model. Model pengendalian persediaan yang dikembangkan melalui Continuous Review Model memiliki tiga variabel keputusan dan satu fungsi tujuan. Variabel keputusan model diantaranya ukuran lot pemesanan, titik pemesanan ulang (r) dan persediaan pengaman (Ss). Fungsi tujuan model adalah ongkos total persediaan. Hasil pengembangan model pengendalian persediaan Continuous Review Model memberikan solusi yang optimal bagi perusahaan karena mampu meminimalkan ongkos total persediaan bahan baku aluminium sulfat sebesar Rp.67.782.020.. Dengan jumlah persediaan bahan baku aluminium sulfat sebesar 211.156Kg dan. Titik pemesanan kembali (r) bahan baku aluminium sulfat sebesar 15.207Kg. Untuk persediaan pengaman (Ss) bahan baku ethylene sebesar 2.838Kg.
Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Kue Kering Tando Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Yusraini Muharni
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22221

Abstract

Usaha kue kering Tando adalah salah satu usaha yang berada pada kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kue kering tando merupakan nama dagang yang di miliki oleh perusahaan Indri Lestari yang berdiri sejak tahun 2002. Pada proses pembuatan kue kering  tersebut ditemukan beberapa risiko pada aktivitas rantai pasoknya sehingga tidak dapat berjalan lancar, oleh karena itu perlu dilakukan aksi mitigasi risiko untuk mengurangi risiko yang terjadi pada alur rantai pasok.  Salah satu risiko yang terjadi yaitu terjadinya peningkatan permintaan yang tidak menentu sehingga UMKM tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan penelitian ini adalah mengusulkan aksi mitigasi risiko yang akan dilakukan dalam kegiatan rantai pasok kue kering tando di UMKM. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengisian kuesioner. Metode yang digunakan House of Risk (HOR) sedangkan penentuan kriteria bisnis proses menggunakan dimensi Supply Chain Operation Reference (SCOR).  Aksi mitigasi yang dilakukan yaitu dengan membuat jadwal produksi serta waktu proses produksi, mematok jumlah produk yang dikirim setiap kali pengiriman, pengiriman produk dilakukan berkala sesuai jadwal pemesanan, membuat gelombang pemesanan setiap kali produksi dan melakukan rekap pemesanan setiap minggu.
Aksi mitigasi risiko rantai pasok produk H-Beam menggunakan metode House of Risk Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Putro Ferro Ferdinant; Faula Arina; Atia Sonda; Asep Ridwan; Achmad Bahaudin; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17586

Abstract

PT Sentra Karya Mandiri merupakan perusahaan yang berkembang dan bergerak di bidang pabrikasi baja (structural steel fabrication), spesialis alat berat (heavy equipment), serta konstruksi jembatan (steel bridge construction) sebagai core business perusahaan. Salah satu produk yang diproduksi oleh PT Sentra Karya Mandiri adalah produk H-beam. Aktivitas pada aliran supply chain atau rantai pasok di PT Sentra Karya Mandiri tidak terlepas dari kemunculan risiko. Adanya hambatan atau risiko di sepanjang aliran rantai pasok ini dapat menyebabkan gangguan pasokan sampai konsumen akhir, sehingga manajemen risiko rantai pasok diperlukan untuk mengetahui aksi mitigasi penanganan risiko-risiko yang terjadi sepanjang aktivitas rantai pasok. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent), serta merancang dan mengusulkan strategi mitigasi risiko untuk mengatasi sumber risiko pada rantai pasok produk H-beam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dalam pemetaan aktivitas rantai pasok dan metode House of Risk (HOR) untuk menentukan usulan strategi mitigasi yang dapat diterapkan untuk menangani dan memitigasi sumber risiko pada rantai pasok pembuatan H-beam. Terdapat 4 tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu tahap identifikasi risiko, tahap analisa risiko, dan tahap evaluasi risiko yang termasuk dalam House of Risk tahap 1, serta tahap mitigasi risiko termasuk dalam House of Risk tahap 2. Berdasarkan metode House of Risk, diperoleh 33 kejadian risiko (risk event) dan 27 sumber risiko (risk agent) dengan 2 sumber risiko prioritas primer, 8 sumber risiko prioritas sekunder, dan 17 sumber risiko non prioritas, serta 14 usulan aksi mitigasi untuk menangani sumber risiko prioritas.