Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Comparison Effect of Pyrolysis of Eucalyptus Pellita Bark and Empty Fruit Bunches of Oil Palm to Bio-Oil Asof, Marwan; Arita, Susila; Andalia, Winny
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2023 )
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v18i2.32247

Abstract

The use of eucalyptus pelitta (EP) biomass waste and empty fruit bunch of oil palm(EFB) as raw materials for bio-oil is expected to overcome the existing solid waste problems, reduce pollution due to air pollution, and can produce gas and bio-oil which have potential. as new and renewable energy. This study aims to determine the effect of the type of raw material and temperature regulation on the results of pyrolysis products and the characteristics of the resulting bio-oil. The set temperatures used were 300C, 350C, 400C, 450C, and 500C with the raw materials being Eucalyptus pellita (EP) bark biomass and empty fruit bunches of oil palm (EFB). Pyrolysis that occurs with the equipment configuration used a heating rate of 7-14C/minute, where the main reaction of pyrolysis occurs at a temperature of 150C to 270C so that the set temperature does not have a large effect on the yield or characteristics of bio-oil. EP pyrolysis produced an average bio-oil yield of 41.64%, while EFB pyrolysis produced an average bio-oil yield of 46.72%. Bio-oil produced by pyrolysis of EP has a characteristic average value for density of 1.062362 gr/mL, viscosity of 2.1749 cP, and pH 2-3. Meanwhile, bio-oil produced by pyrolysis of EFB has a characteristic average value for density of 1.043146 gr/mL, viscosity of 1.3582 cP, and pH 3-4. EP bio-oil has a composition of C7-C10 carbon, while EFB bio-oil has a composition of C6-C19 carbon.
Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada Bagian Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma Piaggi, Maxsyh; Andalia, Winny; Tamalika, Tolu
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.138-145

Abstract

Pada industri jasa penerapan manajemen kualitas telah menjadi kebutuhan pokok utama. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat pengajuan klaim yang disampaikan konsumen. PT. Sicepat ekpress merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa yaitu sebagai perusahaan distribusi barang.dalam pengirimannya sering mengalami keterlambatan. Faktor penyebab permasalahan yang sering terjadi di PT. Sicepat Ekpress adalah barang Criss cross dengan frekuensi kejadian yang sering terjadi yaitu mencapai 3580 unit dengan persentase 56,9% dari total defect, untuk permasalahan Bad addres yaitu sebanyak 2273 unit dengan persentase 37,8% dari total defect, untuk permasalahan paket hilang yaitu sebanyak 165 unit dengan persentase 2,7% dari total defect, untuk permasalahan Broken yaitu sebanyak 156 unit dengan persentase 2,6% dari total defect. Dari hasil pengolahan data, menunjukan bahwa bedasarkan table nilai Six Sigma, PT. Sicepat Ekspress  berada pada level 3,96 atau bisa dikatakan pada level 3σ dengan nilai rata-rata DPMO yaitu 6.867,09 setiap satu juta kiriman. Dari hasil nilai DPMO dan nilai Sigma tersebut dapat diketahui adal 4 jenis faktor yang mempengaruhi defect yaitu: Man, Peralatan, Methode dan Environment yang perlu mendapatkan perbaikan
Proses Produksi Conblock dari Limbah Plastik sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Sidomulyo Andalia , Winny; Woro Setiati, Tri; Pratiwi, Irnanda
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4093

Abstract

Limbah rumah tangga meliputi limbah sayur, limbah buah, limbah plastik bekas makanan minuman, limbah sisa ranting kayu, yang seringkali dibuang dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu mengedukasi masyarakat untuk mengetahui cara mengelolah sampah plastik menjadi produk conblock yang ada di desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang, Mengetahui efektivitas penggunaan conblock dalam mengurangi sampah yang tersebar di desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang,serta meningkatkan keterampilan kreativitas sekaligus jiwa kewirausahaan masyarakat di desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang. Akumulasi sampah yang berada di daerah Desa Sidomulyo merupakan sampah yang sebagian besar berasal dari daerah perkotaan dekat desa tersebut. Hal ini mengakibatkan tumpukan sampah akan mensubsitusi lahan produktif di daerah tersebut. Belum adanya upaya sistem pengelolaan sampah rumah tangga terutama sampah plastik di Desa Sidomulyo Kecamatan Banyuasin, banyaknya volume sampah yang masuk hingga mencapai 2,5 Ton/hari. Pembuatan conblock dari plastik merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah plastik dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan pelatihan pembuatan conblock ini melibatkan masyarakat Desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin, khususnya para pemuda karang taruna. Dari bahan baku 1 Kg plastik, dapat dihasilkan 1 buah conblock dengan ukuran dimensi 20 cm x 10 cm x 6 cm dan berat kurang lebih 500 gr.
Pelatihan Pengembangan Produk UMKM di Kecamatan Sako Palembang Pratiwi, Irnanda; Aprilyanti, Selvia; Andalia, Winny
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i1.3568

Abstract

Sebagian besar masyarakat memanfaatkan waktu luangnya untuk berinvenstasi dalam industri makanan. Namun, hanya sebagian kecil orang yang tahu cara meningkatkan nilai ekonomi produk dan membuatnya berkualitas tinggi dan sesuai standar. Untuk mendapatkan legalitas hukum untuk jenis usahanya, masyarakat yang akan memulai bisnis harus mempertimbangkan perizinan usaha. Selain itu, desain produk, kemasan, standar, dan strategi pemasaran yang efektif. Kemasan makanan yang baik meningkatkan kualitas dan estetika makanan. Seperti yang diketahui, bisnis saat ini lebih suka menggunakan pemasaran online daripada toko fisik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi, sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat di Kecamatan Sako tentang cara mengembangkan UMKM dengan lebih baik dan berbasis teknologi pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini direncanakan selama kurang lebih 6 bulan. Untuk mengatasi masalah tersebut diatas, pemerintah Kecamatan Sako dan masyarakat menggunakan pendekatan untuk mensinergikan aktivitas dalam program pemerintah daerah. Masyarakat dapat menggunakan teknologi dengan benar, dan solusi dapat ditemukan dengan mudah. Pengetahuan masyarakat bertambah dengan pelaksanaan program ini. Dari desain logo yang sebelumnya sederhana, namun dapat diperbaharui dengan lebih menarik dengan gambar dan tulisan yang sangat informatif. Menggabungkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempuh pada semester 7 Program Studi Teknik Industri, kegiatan ini merekognisi satuan kredit mahasiswa.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK PERALATAN LALU LINTAS DENGAN METODE ARC DAN ARD Nusantara, Bangun; Andalia, Winny; Pratiwi, Irnanda
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v6i1.19862

Abstract

This study aims to discuss the flow of material movement to produce the layout of the signpost production facility at PT. Sarana Lalu Lintas, to reduce the distance of movement and material handling cost (OMH). The problem faced in the initial layout was the process flow in the production of signs that were not well arranged. The distance between spaces is far apart. Due to the distance between spaces, this has resulted in considerable material handling costs. The Activity Relationship Chart (ARC) and Activity Relationship Diagram (ARD) are carried out based on the degree of proximity between facilities and then a proposed layout is made. A redesign of the layout of the laboratory facilities was carried out to lower the distance of movement and the cost of handling materials. The results of the study using ARC and ARD obtained a decrease in the distance of movement to 1,350 meters and material handling costs (OMH) of Rp2,199,717. Efficiency produced in the proposed layout was 37.16%.
Optimization of bio-based cellulose-phosphate hydrogel production from rice husk waste using the Taguchi method Aprilyanti, Selvia; Pratiwi, Irnanda; Andalia, Winny; Aprianti, Tine; Faritzie, Hariman Al
Teknomekanik Vol. 9 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/teknomekanik.v9i1.47172

Abstract

This work reports the development and statistical optimization of a fully Bio-based absorbent hydrogel synthesized from rice husk–derived cellulose via phosphoric acid crosslinking. Cellulose was extracted through sequential chemical treatments and subsequently converted into a phosphate-crosslinked hydrogel using a controlled synthesis process. A Taguchi L16 (4⁵) orthogonal array was employed to optimize four key synthesis parameters: cellulose content, reaction time, heating temperature, and phosphoric acid volume. Hydrogel structure and morphology were characterized using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM). FTIR results confirmed the formation of phosphate ester linkages, indicating successful crosslinking, while SEM observations revealed a porous and interconnected network structure favorable for water absorption. The optimized hydrogel formulation achieved a maximum swelling ratio of 91.25 g/g, demonstrating effective absorbent performance despite the absence of synthetic monomers or grafting agents. These findings indicate that rice husk waste can be efficiently valorized into an environmentally benign absorbent material through a simple and statistically guided synthesis route, supporting sustainable hydrogel development and agricultural waste utilization.