Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga Valeton and Zijp) Terhadap Berat Badan Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yunisha Elzhi Adelin; Dyan Fitri Nugraha; Dede Mahdiyah
Sains Medisina Vol 1 No 1 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.502 KB)

Abstract

Berat badan lahir rendah hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara karena merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi. Berat badan lahir rendah pada anak-anak kerap diatasi oleh masyarakat dengan menggunakan sediaan-sediaan herbal seperti temu mangga. Temu mangga diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu Curcuminoid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ektrak etanol rimpang temu mangga (Curcuma mangga Valeton and Zijp) terhadap berat badan tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan true eksperimental design, dengan pendekatan Pre-Posttest control group. Melakukan uji fitokimia, uji penambahan berat badan dengan ekstrak etanol rimpang temu mangga dengan 3 kelompok (dosis 90mg/200gr, 180mg/200gr dan 360mg/200gr), kontrol positif( curcuma plus 5 ml) dan kontrol negatif (Na CMC 0,5%). Analisis data menggunakan Regresi Linier Sederhana. Pada hasil uji skrining fitokimia pada estrak etanol rimpang temu mangga didapatkan senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Pada data berat badan rara-rata pada hewan uji dengan kontrol negatif 66.2gr, kelompok positif 52.8gr, ekstrak etanol dosis 1 28gr, dosis 2 8.8gr dan dosis 3 37.8gr berdasarkan analisis data regresi linier diperoleh nilai signifikan 0,757 > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh ekstrak etanol rimpang temu mangga terhadap berat badan. Pada kontrol positif curcuma plus tidak memiliki pengaruh terhadap berat badan hal ini dikarenakan suplemen makanan digunakan untuk memelihara kesehatan dan memenuhi kebutuhan vitamin selama masa pertumbuhan. Berdasarkan hasil maka dapat disimpulkan bahwa pada dosis 1, dosis 2 dosis 3 ektrak etanol rimpang temu mangga tidak memiliki pengaruh terhadap berat badan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Kayu Laban (Vitex Pubescens Vahl) Terhadap Bakteri Shigella flexneri Daerna Wati; Dede Mahdiyah; Siti Malahayati
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.02 KB)

Abstract

ABSTRAK. Menurut WHO diare merupakan penyebab kematian ke-2 pada balita. Di Indonesia diare dikarenakan, salah satunya bakteri Shigella.flexneri. Secara empiris masyarakat di Tabalong, Kalimantan Selatan menggunakan kulit laban sebagai obat sakit perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit kayu laban serta menentukan nilai konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat dan membunuh bakteri Shigella flexneri. Peneltian ini menggunakan True Eksperimental Design dengan Post Test Only Wiht Control Group Design menggunakan 4 kelompok perlakuan konsentrasi 50,% 75% dan 100%, DMSO 10% sebagai pembanding menggunakan metode difusi sumuran, dilusi dan skrining fitokimia. Pada hasil uji skrining fitokimia terdapat senyawa flavonoid dan saponin. Pada aktivitas antibakteri ekstrak laban terhadap Shigella flexneri menunjukan zona hambat 50% (12,51 mm) kategori kuat, 75% (19,50 mm) kategori kuat dan 100% (23.08 mm) kategori sangat kuat, pengujian Kruskal-Wallis Test didapatkan nilai signifikansi 0,015 . Pada uji dilusi memiliki nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) di 50%, uji statistik Kruskal-Wallis Test didapatkan nilai signifikansi 0,012 dan tidak memiliki nilai konsentrasi bunuh minimum (KBM). Dapat disimpulkan ekstrak kulit kayu laban memiliki diameter zona bening 23,08 mm konsentrasi 100% , dan memiliki KHM pada konsentrasi 50% namun tidak memiliki KBM terhadap Shigella flexneri. Berdasarkan uji statistik Kruskal-Wallis Test pada hasil difusi sumuran dan KHM didapatkan nilai signifikansi 0,015 dan 0,012 yang berarti ada perbedaan yang bermakna pada antar semua perlakuan. Kata kunci: Antibakteri, Shigella flexneri, Laban (Vitex pubescens vahl)
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Facial Wash Gel Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) Sebagai Antiokidan Riskia Wulan Ramadeni; Siti Malahayati; Dede Mahdiyah
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit wajah merupakan bagian yang sering terpapar radikal bebas, yang mana dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kusam, perubahan warna kulit dan munculnya penuaan dini. Untuk mencegah terpapar radikal bebas diperlukan senyawa antioksidan, salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah daun kersen, sehingga dibuat sediaan dalam bentuk facial wash gel. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi konsentrasi carbopol 940 terhadap evaluasi fisika dan kimia formulasi sediaan facial wash gel ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang optimal. Metode penelitian yang dilakukan adalah pre-eksperimental laboratorium one-shot case study. formulasi sediaan facial wash gel menggunakan basis carbopol 940 dengan konsentrasi yaitu 1%, 1,5 %, dan 2%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi pH, viskositas, dan antioksidan. selanjutnya data analisa dengan uji statistik One Way Anova. Hasil penelitian  uji organoleptik formula yang baik adalah formula I (1%) dan II (1.5%), uji homogenitas adalah formula I (1%), II (1,5%), dan III (2%), uji pH adalah formula III (2%), uji daya sebar adalah formula III (2%), uji viskositas adalah formula III (2%) dan uji antioksidan adalah formula III (2%). Formulasi sediaan facial wash gel dari ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang optimal didapatkan pada formula III (2%) dengan konsentrasi carbopol 940 sebanyak 2%.
Aktivitas Enzim Protease Dan Enzim Amilase Dari Senyawa Isolat Bakteri Tanah Gambut Sept Enno Putri; Dede Mahdiyah; Noval Noval
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai spesies mikroorganisme terdapat di dalam tanah gambut. Mikroorganisme merupakan sumber enzim yang paling sering dimanfaatkan, enzim yang berasal dari mikroorganisme lebih menguntungkan. Hal ini karena enzim yang berasal dari mikroorganisme tumbuh lebih cepat, dapat tumbuh pada substrat yang murah dan hasil mudah ditingkatkan dengan pertumbuhan serta rekayasa genetika. Meningkatnya permintaan akan enzim yang dimanfaatkan dalam bidang industri farmasi baik dalam pembuatan obat atau suplemen diperlukan produksi dalam jumlah besar. Oleh karenanya, dapat dipenuhi dengan pemilihan mikroorganisme yang unggul sebagai produk enzim yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas enzim protease dan enzim amilase dari senyawa isolat bakteri tanah gambut, Kecamatan gambut Banjarmasin Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang dilakukan yakni, pengambilan sampel tanah gambut, identifikasi morfologi dan mikroskopis menggunakan metode pewarnaan gram, uji aktivitas enzim protease dan uji aktivitas enzim amilase menggunakan metode observasi adanya zona pada media disekitar koloni. Didapatkan hasil 11 isolat tanah gambut dengan karakteristik morfologi bentuk batang dan termasuk gram positif dengan kode ITG (Isolat Tanah Gambut). 11 ITG memiliki aktivitas enzim protease dan enzim amilase yang ditandai dengan adanya zona jernih disekitar koloni yang ditanamkan pada media susu skim 1% + Na yang menandakan adanya (protease) dan pati 1,5% + Na (amilase). Didapatkan kesimpulan 11 isolat dari senyawa bakteri tanah gambut, semua isolat bakteri memiliki aktivitas enzim protease dan aktivitas enzim amilase. Berdasarkan identifikasi morfologi dan mikroskopis yaitu memiliki bentuk batang dengan jenis gram positif.