Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Model Advance Organizer untuk Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Matematika Markus Palobo; Nurhayati Nurhayati; Via Rhamadani
Musamus Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): Musamus Journal of Mathematics Education
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjme.v2i2.2783

Abstract

This research is a classroom action research that aims to increase interest and achievement of learning mathematics using Advance Organizer model. This research was conducted in two cycles with 4 meetings in each cycle. Subjects in the study consisted of 28 students, 17 male students and 11 female students of grade IX SMP Negeri 2 Merauke. Data collection techniques used are test techniques for achievement tests and non-test techniques for interest questionnaires and observation sheets. The result of the research is the interest of learning mathematics of students in cycle I was 64,29% which is in good category and very good and in cycle II student learning interest increased to 78,58% which is in good category and very good. Student learning achievement in pre cycle with the value above 61 was 35,71% complete. In the first cycle student achievement increased by 53.57% of students value above 61 and on the second cycle student achievement increased to78.57% of students who reached Minimum Mastery Criteria (KKM). Based on the result, it can be concluded that Advance Organizer model can increase interest and achievement of mathematics learning of grade IX students of SMP Negeri 2 Merauke.
PENERAPAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Nurhayati Nurhayati; Dessy Rizki Suryani; Rian Ade Pratama; Abdul Rachman Taufik
Science Map Journal Vol 4 No 2 (2022): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol4issue2pp67-73

Abstract

This research is a classroom action research that aims to increase interest and achievement in learning mathematics through the application of an approach Realistic Mathematics Education (RME). This research has been conducted in two cycles with each cycle there are 4 meetings. The subjects in the study consisted of 20 students, namely 9 male students and 11 female students in grade VII SMP in Merauke. Data collection techniques used are test techniques for achievement data and non-test techniques for interest data. The results obtained are that students' interest in learning mathematics in the first cycle is 65% or 13 students are in the good or very good category and in the second cycle the student's interest is increased to 85% or 17 students are in the good or very good category. Student achievement in the first cycle who scored above or equal to 65 is 55% or 11 students who completed and in the second cycle student achievement increased by 80% or 16 students have reached the Minimum Completeness Criteria (KKM). Based on these results it can be said that the learning model of Realistic Mathematics Education (RME) can increase the interest and learning achievement of class VII
Visuospatial reasoning of eighth-grade students in solving geometry problems: A gender perspective Kartika Sulistiya Nuriswaty; Sadrack Luden Pagiling; Nurhayati Nurhayati
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 2 (2020): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i2.400

Abstract

[English]: Visuospatial reasoning is indispensable in solving mathematical problems, especially geometry. However, many students face difficulty in visuospatial reasoning. This qualitative study aims to describe eighth-grade students' visuospatial reasoning in solving geometry problems in terms of gender differences. One male and one female student with high mathematics ability were involved. A test and interview were utilized to collect data. The test was used to investigate students' visuospatial reasoning and the interview was administered to confirm students' reasoning. Students’ test and interview results were analyzed in three stages: data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. This study found that both male and female students' visuospatial reasoning in solving the problems is at the synthesis level. However, at the synthesis level, when identifying the spatial relationships between objects, the male student expresses information from the overall view scheme, while the female student expresses part by part of the view scheme. Keywords: Visuospatial reasoning, Geometry problems, Gender [Bahasa]: Penalaran visuospasial sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah matematika terutama pada masalah geometri. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan penalaran visuospasial. Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan penalaran visuospasial siswa kelas VIII yang ditinjau dari perbedaan gender dalam menyelesaikan masalah geometri. Satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan dengan kemampuan matematika tinggi dipilih sebagai subjek. Tes dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Tes digunakan untuk menyelidiki penalaran visuospatial siswa dan wawancara bertujuan mengonfirmasi dan menggali lebih dalam penalaran siswa. Data hasil tes dan wawancara dianalisis dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran visuospasial siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah geometri berada pada jenjang sintesis. Namun, terdapat perbedaan pada jenjang sintesis dalam mengidentifikasi keterkaitan spasial antar objek-objek. Siswa laki-laki mengutarakan informasi dari skema pandangan secara menyeluruh, sedangkan siswa perempuan mengutarakan bagian per bagian dari skema pandangan tersebut. Kata kunci: Penalaran visuospasial, Masalah geometri, Gender
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA YOUTUBE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Ni Made Ika Priyanti; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Matematika Realistik Vol 4, No 1 (2023): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v4i1.2698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar matematika peserta didik kelas XII-IPA SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke pada materi Dimensi Tiga dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Subyek penelitian adalah peserta didik  kelas XII IPA yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 2 kali pertemuan pada siklus 1 dan 2 kali pertemuan pada siklus 2. Pengumpulan data melalui observasi guru dan peserta didik dan pemberian tes di akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 52,16 pada siklus 1 dan 87,5 pada siklus 2. Ketuntasan klasikal hasil belajar mencapai 31,25% pada siklus 1 dan 88% pada siklus 2. Dan hasil partisipan peserta didik pada siklus 1 sampai dengan siklus 2 mengalami peningkatan dari cukup tinggi menjadi sangat tinggi. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan media Youtube dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas XII-IPA SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke.
PENINGKATAN KAPASITAS PENDIDIK DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN MELALUI PELATIHAN ANALISIS BUTIR SOAL BERBASIS RSTUDIO Bhujangga Ayu Putu Priyudahari; Abdul Rahim; Nurhayati Nurhayati; Andi Azizah; Rusli Rusli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2096-2101

Abstract

Artikel pengabdian ini melaporkan pelatihan analisis butir soal menggunakan RStudio bagi guru SMA KPG Khas Papua, Merauke. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Oktober 2025 sebagai respons atas masih terbatasnya praktik evaluasi berbasis data, dominannya analisis soal secara manual, dan belum optimalnya pemanfaatan perangkat lunak statistik oleh guru. Pelatihan diikuti oleh 18 guru dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung menggunakan data hasil tes, kerja kelompok per mata pelajaran, pendampingan klinis, serta diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep tingkat kesukaran, daya pembeda, efektivitas pengecoh, validitas, dan reliabilitas, sekaligus peningkatan keterampilan teknis dalam menginput data, menjalankan perintah analisis, dan menginterpretasi keluaran RStudio. Kegiatan ini juga menghasilkan rancangan awal bank soal teranalisis serta mendorong pembentukan tim kecil di sekolah untuk melanjutkan analisis butir soal secara berkala. Secara keseluruhan, pelatihan berbasis RStudio memperkuat budaya penilaian berbasis data dan menjadi pijakan awal bagi penguatan penjaminan mutu evaluasi pembelajaran di sekolah mitra
PELATIHAN PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ELEKTRONIK BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) BAGI GURU SMA DI DAERAH 3T Irmawaty Natsir; Nurhayati Nurhayati; Novike Bela Sumanik
PAKEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.6.2.128-138

Abstract

This training activity is designed to improve the ability of Senior High School (SMA) teachers in the Frontier, Remote, and Disadvantaged (3T) areas in utilizing Augmented Reality (AR) technology as an electronic interactive learning media. The main objective of the training is to equip teachers with practical knowledge and skills in developing and using AR applications to create a more engaging and interactive learning experience for students. The training method includes theory sessions, demonstrations of the use of AR software, and direct practice in creating AR-based learning content for several subjects. The results of this activity indicate that teachers are more confident in integrating AR technology into the learning process, despite limited access and resources in the 3T areas. This training is expected to provide a positive contribution to improving the quality of education in the 3T areas and open up opportunities for teachers to explore innovative and adaptive teaching methods.
Upaya Menıngkatkan Kemampuan Lıterası Numerası Sıswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Penerapan Model Contextual Teachıng and Learnıng (CTL) Nurhayati Nurhayati; Etriana Meirista; Irmawaty Natsir; Abdul Rahim; Bhujangga Ayu Priyudahari
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.1885

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa melalui penerapan model Contextual Teaching And Learning (CTL). Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dengan setiap siklus terdapat 4 pertemuan. Subjek dalam penelitian terdiri dari 20 siswa di kelas VII SMP YPK Merauke. Data diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dan guru, serta tes kemampuan literasi numerasi berbentuk soal cerita kontekstual. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa setelah diterapkannya model CTL. Rata-rata nilai literasi numerasi meningkat dari 67,8 pada siklus I menjadi 83,5 pada siklus II. Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari kategori cukup aktif menjadi sangat aktif. Dengan demikian, penerapan model CTL terbukti dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK Ina Amelia Sutarman; Abdul Rahim; Sindi Lestari; Nurhayati Nurhayati; Risma Mahmudah; Kosmas Nayak; Petrus Junior Reyaan; Aloysius Stefanus Milk Tomokaimu
JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/jaim.v2.i2.260

Abstract

Pemahaman siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masih tergolong rendah karena proses pembelajaran yang kurang interaktif dan masih didominasi metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui penerapan media pembelajaran berbasis game edukasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar siswa dan dianalisis menggunakan nilai rata-rata serta persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I nilai rata-rata siswa mencapai 67,63 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 40% atau sebanyak 12 siswa mencapai KKM. Karena belum memenuhi indikator keberhasilan, penelitian dilanjutkan ke Siklus II. Pada Siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79,03 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87% atau sebanyak 26 siswa mencapai KKM, sehingga indikator keberhasilan telah tercapai dan siklus dihentikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis game edukasi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis game edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran TIK.
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL PAPUA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA DI SMA X Nayla Puspita Sari; Abdul Rahim; Nurhayati Nurhayati; Fadillah Eka Maharani; Ulfah Nurrohmah; Benediktus Yalnyo; Gerald Nimitz Lerebulan; Fransina Piakolo Gebze; Amelia Beatrix T Apay
JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/jaim.v2.i2.261

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada era digital menuntut proses pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah peserta didik. Namun, pembelajaran Informatika di SMA X masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya keaktifan siswa, kurangnya keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, serta hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Informatika melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis kearifan lokal Papua. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMA X dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning berbasis kearifan lokal Papua mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar mencapai 50% dengan nilai rata-rata 70,41. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase ketuntasan meningkat menjadi 88% dengan nilai rata-rata 79,66. Terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar 38% dari Siklus I ke Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning berbasis kearifan lokal Papua efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya lokal sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIVITAS SISWA KELAS XII PADA MATA PELAJARAN TIK Veni Alya Sutriyani; Abdul Rahim; Nurhayati Nurhayati; Diah Arumsari; Yubus Heluka; Hermina Kondomi; Novalina Kuruwai; Yale Ouk
JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/jaim.v2.i2.264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Canva dan fitur Transition Morph pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas XII SMK Negeri X Merauke. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dari pra siklus sebesar 29,41% (10 siswa), meningkat menjadi 35% (12 siswa) pada Siklus I, dan meningkat menjadi 88% (30 siswa) pada Siklus II. Data yang dianalisis pada pebelitian ini merupakan data bangkitan yang dibuat secara sistematis sesuai dengan variabel dan kriteria yang telah ditetapkan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan Canva dan fitur Transition Morph efektif dalam meningkatkan kreativitas serta hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan menarik.