Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Cakrawala Linguista

EKRANISASI NOVEL PERBURUAN KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER KE FILM PERBURUAN KARYA SUTRADARA RICHARD OH Windi Carolita; Shakia Septiana; Fitri Fitri; Sri Mulyani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Number 2 December 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v4i2.2726

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah pendeskripsian proses ekranisasi novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer ke film Perburuan karya sutradara Richard Oh yang meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan variasi, serta implementasi hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pendekatan penelitian yakni pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer dan film Perburuan karya sutradara Richard Oh. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, klausa, kalimat dan  kutipan yang terdapat di dalam novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer dan dialog yang terdapat dalam film Perburuan karya sutradara Richard Oh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, teknik baca dan catat, serta teknik transkripsi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman yang dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan empat cara yaitu ketekunan pengamatan, kecukupan referensi, tringulasi, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Berdasarkan hasil penelitian, data yang diperoleh adalah penciutan sebanyak 196 data, penambahan 102 data, dan perubahan variasi 52 data. Hasil penelitian selanjutnya diimplementasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia (peminatan) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII semester ganjil pada kompetensi dasar KD 3.3 “Menganalisis hasil alih wahana (konversi) dalam karya satra baik dari novel ke film maupun sebaliknya” dan KD 4.3 “Mengevaluasi hasil analisis alih wahana (konversi) novel ke film maupun sebaliknya”.
DISKRIMINASI ETNIS ROHINGYA DALAM NOVEL DEBU-DEBU RAKHINE KARYA ZHAENAL FANANI Fitri Fitri; Susan Neni Triani; Evilianti Evilianti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i1.1298

Abstract

Penelitian ini berjudul “Diskriminasi Etnis Rohingya  dalam Novel Debu-Debu  Rakhine  Karya Zhaenal Fanani.” Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk perlakuan diskriminasi ras, bentuk perlakuan diskriminasi agama, dan implementasi terhadap pembelajaran Bahasa dan  Sastra  Indonesia dalam novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani. Sejalan dengan itu tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah pendeskripsian masalah bentuk perlakuan diskriminasi ras, bentuk perlakuan diskriminasi agama. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini yaitu novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani (2013). Data dalam penelitian ini yaitu kata, frasa, dan kalimat atau pernyataan yang tersaji dalam sumber data penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik langsung, yaitu teknik studi dokumentar dengan alat pengumpulan data yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dan kertas pencatat data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis teks deskriptif. Pengecekan keabsahaan data dilakukan dengan teknik pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani. Maka dapat disimpulkan: (1) bentuk diskriminasi yang dialami oleh etnis muslim Rohingya yang terdapat dalam novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani, berupa diskriminasi rasisme yang berbentuk perlakuan diskriminasi ras berupa pencabutan hak kewarganegaraan, pemusnahan ras, pembunuhan, tidak ada jaminan kesejahteraan hidup, pencabutan hak-hak politik, serta minimnya akses pendidikan. (2) bentuk perlakuan diskriminasi agama berupa, dilarang melakukan ibadah, beberapa masjid dibakar,  sekolah-sekolah agama yang selalu dicurigai
Simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Eko Eko; Fitri Fitri; Zulfahita ZUlfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Submasalah dalam [enelitian ini meliputi, pendeskripsian Simbol mantra, pendeskripsian makna dalam mantra, pendeskripsian, dan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  pendekatan semiotik. Sumber data dalam penelitian ini adalah 2 informan Dusun Raharja Desa Mayak Kecamatan seluas Kabupaten Bengkayang. Data dalam penelitian ini adalah rekaman mantra Balenggang. Alat pegumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik wawancara, dan teknik documenter. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini yaitu pendeskripsian, pengklasifikasian data, penganalisian, penyimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi atau pengecekan ulang, kecukupan referensi, dan diskusi teman sejawat. Berdasarkan analisis data dan pembehasan dapat disimpulkan bahwa simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas kabupaten Bengkayang  .terdapat: 3 simbol mantra yaitu, 1) simbol tanda verbal, 2) simbol tanda non verbal, 3) simbol interpretasi ritual. Terdapat 4 aspek makna yaitu, 1) pengertian, 2) perasaan, 3) nada, 4) tujuan. Selanjutnya, penelitian ini biasa implementasikan pada kelas VII semester genap, dengan kompetensi dasar 3.10 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI SAJAK NOL KARYA GUNTA WIRAWAN (KAJIAN STILISTIKA) Iis Mutiara Sandi; Fitri Fitri; Zulfahita Zulfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1929

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya gaya bahasa yang terdapat dalam sebuah karya sastra yaitu puisi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui Gaya Bahasa dalam Kumpulan Puisi Sajak Nol Karya Gunta Wirawan (Kajian Stilistika). 2) untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan puisi Sajak Nol karya Gunta Wirawan. Gaya bahasa yang digunakan dalam tulisan ini ialah berdasarkan teori Tarigan, yaitu gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan dan perulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Sajak Nol karya Gunta Wirawan. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang mengandung gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter. Teknik pengecekan data ialah triangulasi, ketekunan pembaca, dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang ditemukan 27 gaya bahasa yang digunakan. Yaitu 28 perumpamaan, 30 metafora, 42 personifikasi, 9 alegori, 2 antitesis, 5 pleonasme, 16 hiperbola, 4 litotes, 2 ironi, 2 inversi, 2 sinisme, 1 sarkasme, 11 metonimia, 7 sinekdoke, 1 eufemisme, 1 antonomasia, 12 erotesis, 3 elipsis, 1 asindeton, 9 polisindeton, 11 aliterasi, 6 asonansi, 4 anafora, 1 epizeukis, 5 mesodiplosis, 3 epanalepsis, dan 1 anadiplosis.
Analisis Tuturan Imperatif Bahasa Melayu Dialek Sambas di Desa Semberang Sumber Harapan Kabupaten Sambas Hesti Hesti; Fitri Fitri; Sri Mulyani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1962

Abstract

ABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Bagaimanakah kalimat imperatif permintaan dalam bahasa Melayu dialek Sambas, (2) Bagaimanakah kalimat imperatif ajakan dalam bahasa Melayu dialek Sambas (3) Bagaimanakah kalimat imperatif suruhan dalam bahasa Melayu dialek Sambas (4) Bagaimanakah implementasi hasil penelitian analisis tuturan imperatif pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif bentuk deskriptif. Secara umum penentuan sumber data didasari atas jenis data yang subjek data dalam penelitian ini bersumber dari bahasa lisan, yaitu segenap tuturan yang diungkapkan oleh penutur didalam masyarakat pada bentuk Analisis tuturan imperatif bahasa Melayu dialek Sambas di desa Semberang Sumber Harapan Kecamatan Sambas. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap, teknik catat, teknik dokumenter, dan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Hasil penelitian pada penelitian ini terdapat kalimat imperatif permintaan berjumlah 21 data, kalimat imperatif ajakan berjumlah 33 data, dan kalimat imperatif suruhan berjumlah 33 data. Selanjutnya penelitian ini dapat diimplementasikan pada kelas X semester 1 dengan KD 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks prosedur kompleks baik melalui lisan maupun tulisan.
PENGGUNAAN DIKSI DALAM JUDUL BERITA MEDIA ONLINE DETIK.COM EDISI APRIL 2019 Fitri Fitri; Sri Mulyani; Radha Ramadhanti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Number 1 July 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v4i1.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata denotasi dan konotasi, penggunaan kata umum dan kata khusus, penggunaan kata indria dalam judul berita media online detik.com edisi April 2019 dan mendeskripsikan hasil implementasi hasil penelitian penggunaan diksi pada pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah diperoleh dari media online detik.com edisi April 2019 dari tanggal 01-30 April 2019.Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, berupa penggunaan kata denotasi dan konotasi, penggunaan kata umum dan kata khusus, penggunaan kata indria pada media online detik.com edisi April 2019. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik catat. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti, alat tulis, dan instrumen pembantu penelitian. Teknik dalam analisis data, yaitu 1) mengumpulkan berita detik.com edisi April 2019 setiap harinya. 2) mencatat bagian judul, dikumpulkan dan diurutkan sesuai tanggal terbit. 3) membaca judul berita dan menandai kata-kata yang termasuk diksi dalam judul tersebut.4) menggolongkan jenis kata yang sesuai dengan penggolongan. 5) mencermati dan menjelaskan hasil temuan yang berupa jenis penggolongan kata pada judul berita detik.com. Keabsahan dataini dilakukan dengan tiga cara yaitu diskusi teman sejawat, triangulasi dan kecukupan referensi. Berdasarkan hasil penelitian  data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi dalam judul berita media online detik.com edisi April 2019 yang terdapat dalam 150 berita yang dianalisis berjumlah yaitu: 1) penggunaan kata denotatif berjumlah 81 kata, 2) penggunaan kata konotatif berjumlah 56 kata, 3) penggunaan kata umum berjumlah 3 kata, 4) penggunaan kata khusus berjumlah 3 kata, 5) penggunaan kata indria berjumlah 7 kata. Hasil penelitian ini dapat diterapkan berdasarkan kurikulum 2013 kelas VIII semester ganjil, dan kompetensi dasar yaitu, 3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca berita.