Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Infestasi

KESESUAIAN PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN SYARIAH DENGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN ISLAMIC VALUES (Studi kasus Bank Syariah Mandiri Cabang Pamekasan) Dewi Ika Rahmawati; Yudhanta Sambharakreshna; Muhammad Syam Kusufi
InFestasi Vol 5, No 1 (2009): JUNI
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v5i1.1162

Abstract

Perkembangan tidak hanya pada sektor perindutrian saja,namun juga sektor perbankan. Perkembangan dunia perbankan terbuktidengan berdirinya bank syariah. Bank syariah memberikan fasilitaspembiayaan untuk kegiatan produktif. Salah satu jenis pembiayaan dibank syariah yaitu murabahah dan mudharabah. Murabahah adalahpembiayaan dalam bentuk jual beli, sedangkan mudharabah adalahpembiayaan dalam bentuk bagi hasil. Penerapan pembiayaan yangdilaksanakan bank syariah harus berdasar pada standar keuanganuntuk perbankan syariah yaitu PSAK No. 59 dan berdasar nilai syariahyaitu pengungkapan Islamic Values.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif denganpendekatan deskriptif kritis. Dengan pendekatan deskriptif kritis,peneliti tidak hanya mengetahui perlakuan akuntansi pembiayaansyariah BSM cabang Pamekasan dilihat dari PSAK No. 59, namun jugamenggambarkan secara mendalam alasan BSM cabang Pamekasanmenggunakan kebijakan yang terinci pada pengungkapan akuntansinya.Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.Tujuan dari penelitian ini menguraikan perlakuan akuntansi pembiayaanmudharabah dan murabahah BSM cabang Pamekasan, memberikanuraian mengenai perbandingan atas perlakuan akuntansi pembiayaansyariah BSM cabang Pamekasan dengan PSAK No. 59 dan Islamic Values,dan memberikan deskriptif kritis atas perlakuan akuntansi pembiayaanmudharabah dan murabahah yang diterapkan BSM cabang Pamekasan.Dari hasil pembahasan mengenai pembiayaan mudharabah danmurabahah diperoleh hasil bahwa untuk metode pengakuan pendapatanpembiayaan mudharabah dan murabahah telah sesuai denganpengungkapan pendapatan berdasar prinsip Islam yaitu menggunakanmetode cash basis . Dengan metode cash basis BSM mengakuipendapatan yang sudah pasti. Untuk denda yang diterapkan BSM tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan PSAK No. 59, karena BSMmembebani denda untuk semua nasabah baik yang mampu maupuntidak mampu dalam hal materi. Secara keseluruhan pengungkapanakuntansi pembiayaan BSM cabang Pamekasan tidak sesuai denganpengungkapan Islamic Values.
PENGARUH SELISIH KURS TERHADAP PENGGUNAAN POLA MANAJEMEN LABA PADA SAAT PENERAPAN KEBIJAKAN MULTI PAPAN DI BURSA EFEK JAKARTA (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA Muhammad Syam Kusufi
InFestasi Vol 4, No 1 (2008): JUNI
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v4i1.1167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola manajemenlaba yang digunakan oleh manajer pada perusahaan manufaktur yangmasuk ke papan perdagangan utama di Bursa Efek Jakarta, sertapengaruh selisih kurs dalam mendukung pola manajemen labatersebut. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposivesampling, yaitu perusahaan manufaktur yang masuk atau pindah kepapan perdagangan utama sebanyak 17 perusahaan.Untukmenghasilkan nilai discretionary accrual digunakan Model ModifikasiJones sesuai dengan yang direkomendasikan oleh penelitian Dechowet al (1989). Kemudian dilakukan uji regresi selisih kurs terhadappola manajemen laba yang di proksikan dengan discretionary accrualsUji beda laba (t-test) dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yangpindah ke posisi papan perdagangan utama, untuk mengetahuiapakah terjadi indikasi praktik manajemen laba pada perusahaansampel. Hasilnya adalah terjadi beda laba, yang di representasikandengan ROE, antara sebelum dan setelah masuk papan perdaganganutama. Sehingga, diindikasikan terjadi praktik manajemen laba yangdilakukan oleh manajer agar perusahaan masuk dalam papanperdagangan utama.Hasil uji Model Modifikasi Jones menghasilkan nilai discretionaryaccruals yang positif dan sebagian besar perusahaan sampel (10perusahaan) cenderung naik penggunaan discretionary accruals untukmenaikkan laba perusahaan. Sehingga pola manajemen laba yangdigunakan oleh sebagian besar perusahaan sampel adalah increasingincome. Hasil ini wajar, karena manajer termotivasi untuk menaikkanlaba agar bisa masuk atau pindah ke papan perdagangan utama.Sedangkan hasil uji regresi selisih kurs terhadap discretionaryaccruals sebagai proksi dari pola manajemen laba adalah tidaksignifikan. Jadi selisih kurs tidak mempengaruhi atau bukannyasebagai faktor pendukung yang utama bagi perusahaan untukmendukung pola manajemen laba yang digunakannya yaitu increasingincome.
PENGGUNAAN POLA MANAJEMEN LABA PADA SAAT PENERAPAN KEBIJAKAN MULTI PAPAN DI BURSA EFEK JAKARTA Muhammad Syam Kusufi
InFestasi Vol 5, No 1 (2009): JUNI
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v5i1.1163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola manajemenlaba yang digunakan oleh manajer pada perusahaan manufaktur yangmasuk ke papan perdagangan utama di Bursa Efek Jakarta. Sampelpenelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, yaituperusahaan manufaktur yang masuk atau pindah ke papanperdagangan utama sebanyak 17 perusahaan.Untuk menghasilkannilai discretionary accrual digunakan Model Modifikasi Jones sesuaidengan yang direkomendasikan oleh penelitian Dechow et al (1989).Kemudian dilakukan uji regresi selisih kurs terhadap pola manajemenlaba yang di proksikan dengan discretionary accrualsUji beda laba (t-test) dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yangpindah ke posisi papan perdagangan utama, untuk mengetahuiapakah terjadi indikasi praktik manajemen laba pada perusahaansampel. Hasilnya adalah terjadi beda laba, yang di representasikandengan ROE, antara sebelum dan setelah masuk papan perdaganganutama. Sehingga, diindikasikan terjadi praktik manajemen laba yangdilakukan oleh manajer agar perusahaan masuk dalam papanperdagangan utama.Hasil uji Model Modifikasi Jones menghasilkan nilai discretionaryaccruals yang positif dan sebagian besar perusahaan sampel (10perusahaan) cenderung naik penggunaan discretionary accruals untukmenaikkan laba perusahaan. Sehingga pola manajemen laba yangdigunakan oleh sebagian besar perusahaan sampel adalah increasingincome. Hasil ini wajar, karena manajer termotivasi untuk menaikkanlaba agar bisa masuk atau pindah ke papan perdagangan utama
SFAS No. 106: ANALISIS KONSEKUENSI EKONOMI TERHADAP PERUSAHAAN Muhammad Syam Kusufi
InFestasi Vol 2, No 2 (2006): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v2i2.1195

Abstract

Tulisan ini mencoba menelaah dampak pemberlakuansalah satu standar yang diterapkan di Amerika yaitu Statement ofFinancial Accounting Standard (SFAS) No.106 yang berjudul“Employer’s Accounting for Postretirement Benefits Other ThanPensions” (Akuntansi Pemberi Kerja untuk Tunjangan PascapensiunNon Pensiun). Standar ini mengharuskan adanya perubahan daripraktik yang dominan yang mempertanggungjawabkan tunjanganpascapensiun atas dasar kas ke dasar akrual. Konsekuensi ekonomidari pemberlakuan standar ini adalah adanya kenaikan beban yangsangat besar pada laporan keuangan perusahaan yang padaakhirnya menyebabkan adanya penurunan tunjangan pascapensiunkesehatan. FASB mewajibkan SFAS No.106 dengan alasan kewajibanuntuk memberikan tunjangan pascapensiun memenuhi definisi darikewajiban, jujur dalam penyajiannya, relevan bagi pemakai laporankeuangan, dan dapat diukur dengan reliabilitas yang memadai padabiaya wajar. Namun, pada kenyataannya banyak pihak yang tidaksetuju dengan pemberlakuan standar ini.
ANALISIS POTENSI, PREFERENSI DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP BANK SYARIAH DI KABUPATEN PAMEKASAN Atina Maskurotin; M. Nizarul Alim; Muhammad Syam Kusufi
InFestasi Vol 4, No 1 (2008): JUNI
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v4i1.1166

Abstract

Bank syariah di Indonesia saat ini mengalamiperkembangan yang cukup pesat. Hal ini terjadi karena adanyaperubahan regulasi yang semakin mempermudah pendirian danberoperasinya bank syariah. Selain itu, masyarakat Indonesia yangsebagian besar beragama Islam dimungkinkan bisa menjadi potensibesar bagi perkembangan bank syariah, salah satunya di wilayahkabupaten Pamekasan-Madura yang memiliki adat keislaman kuat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi, preferensi dan perilakumasyarakat Pamekasan terhadap bank syariah. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa masyarakat Pamekasan memiliki potensi yangcukup besar untuk perkembangan bank syariah yang bisa dijelaskanmelalui faktor demografi dan ekonomi. Prefferensi memperlihatkanbahwa masyarakat Pamekasan memilki sikap menerima prinsip danproduk syariah yang ditunjukkan oleh pengaruh variabel independensistem sosial (X2), kompatibilitas (X3), Kompleksitas (X4), dan Persepsi(X6). Sedangkan perilaku masyarakat Pamekasan menunjukkanbahwa mereka berminat untuk menabung dan mendapatkanpembiayaan dari bank syariah.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DASAR ANTARA GRAMEEN BANK DAN BANK SYARIAH DALAM MENGURANGI KEMISKINAN DAN MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI Ardi Hamzah; Muhammad Syam Kusufi
InFestasi Vol 3, No 1 (2007): JUNI
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v3i1.1177

Abstract

The elementary characteristic at Grameen Bank with majoritysocial capital than economic capital and also discipline, unity, courage,and hard work and also supported with fundamental belief, sincerity,openness, and help each other able to lessen the poorness and improvethe economic growth. This differ from the Syariah Bank that have goodbase characteristic, but not supported with the development of socialcapital among client and society. The concept of Syariah Bank whichdo not differ far with the Non Syariah Bank with orientation economiccapital that make the imbalance between the bank development withthe society prosperity.