Nikmatul Khayati
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis of the Level of Knowledge about Pedophilia in School Children Reina Dhamanik; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.1.2026.52-58

Abstract

Sexual misconduct has existed since long ago, and every year millions of children are exposed to various forms of abuse. Pedophilia among children in Demak has become a phenomenon that must be handled properly between perpetrators and victims. Pedophilia among children: Incidents of child pedophilia will disrupt the balance of children's thought processes in the future regarding the concept of sexuality. Pedophilia and child sexual abuse require in-depth scientific knowledge to improve prevention strategies in society. The purpose of this study is to analyze the level of knowledge about pedophilia among school children in the Demak region of Indonesia. The research method used descriptive analysis with the CKAQ questionnaire, including children's knowledge related to pedophilia and sexual deviance, with a sample of 196 children with an average age of 10-11 years. The results of the study show that there are still students who lack understanding about pedophilia in the low to moderate range. The conclusion of the study shows that the level of knowledge among schoolchildren regarding pedophilia still needs to be improved through regular education on the importance of knowing and maintaining reproductive health and understanding the correct concept of sexuality.
Aplikasi rolling massage punggung terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas Anis Nur Fatimah; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i1.13155

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alami terbaik untuk bayi karena memiliki kandungan zat dan energi yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI yang tidak lancar diakibatkan karena terhambatnya hormon prolaktin membuat ASI terhambat karena tingginya kadar estrogen saat melahirkan. Terapi non farmakologi yang dapat mempercepat produksi ASI Rolling Massage punggung. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasikan pijat Rolling Massage punggung untuk meningkatkan suplai ASI. Metode yang diterapkan dalam  studi kasus ini adalah penelitian deskriptif studi dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi adalah 3 orang ibu nifas yang  memenuhi kriteria inklusi antara lain ibu nifas yang dengan ASI tidak lancar, ibu nifas dengan usia 20-35 tahun, ibu nifas hari ke 2-4 hari. Pemberian Rolling Massage dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore selama 3 hari berturut-turut selama dengan gerakan empat gerakan secara berulang selama 10-15 menit,menggunakan alat ukur lembar obervasi BAB dan BAK selama 24 jam. Hasil dari pemijatan Rolling Massage punggung selama 3 hari pada pagi dan sore hari selama 10-15 menit adalah  peningkatan produksi ASI disertai dengan BAB dan BAK bayi yang lebih banyak selama tiga hari dengan rata-rata peningkatan BAK 7 kali dalam 24 jam pada hari ke 3 setelah dilakukan intervensi. Pemijatan Rolling Massage punggung dapat melancarkan dan meningkatkan suplai ASI pada ibu nifas dengan cara memberikan rangsangan pemijatan pada tulang belakang dengan meletakan costae 5-6  tulang rusuk pada scapula dengan gerakan pemijatan memutar. Rangsangan pada Rolling Massage dapat membantu ibu merasa lebih nyaman dan membantu meningkatkan kelancaran suplai ASI. Hasil yang diperoleh dari ketiga respoden setelah dilakukan intervensi berupa terapi Rolling Massage punggung selama 3 hari adalah produksi ASI yang meningkat dapat dilihat dari lembar observasi peningkatan produksi ASI.
Pijat oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui pasca sectio caesarea Siska Zahrotun; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15602

Abstract

Persalinan metode sectio caesarea dapat menimbulkan komplikasi berupa kesulitan menyusui akibat keterlambatan ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada jam pertama setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya stimulasi produksi Air Susu Ibu (ASI) sehingga produksi ASI kurang. Upaya untuk mengatasi kondisi ini dengan terapi non farmakologis berupa pijat oketani. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat oketani terhadap peningkatkan produksi ASI pada ibu post partum sectio caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan pada 3 subjek studi. Pengambilan data dilakukan pada subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu tidak ada riwayat operasi payudara atau tumor payudara, kehamilan tunggal, usia kehamilan 38-42 minggu (aterm), tidak ada kelainan anatomi pada payudara, bayi bisa menyusu. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat oketani selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan selama 15 menit pemijatan. Hasil studi kasus menunjukkan 3 subyek studi mengalami peningkatan pada frekuensi menyusui, BAK dan BAB. Pada subjek 1 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 4x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 2 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 3x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 3 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 7x/hari; BAK 4x/hari; BAB 1x/hari. Pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI karena adanya rangsangan pada alveoli yang dapat merangsang hormon prolaktin.
Edukasi “PERISAI” Pendidikan Perlindungan Anak dari Ancaman Kekerasan dan Predator Seksual Reina Dhamanik; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i2.20508

Abstract

Perilaku menyimpang yang menargetkan anak-anak sebagai objek pelecehan dan kekerasan seksual disebut pedofilia. Fenomena pedofilia memerlukan perhatian segenap elemen masyarakat untuk memutus rantai kasus karena kerap ditemukan pelaku pedofilia merupakan korban tindakan pelecehan seksual di masa lalu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan  anak sekolah tentang pencegahan dari korban pedofilia dan pendeteksian pelaku pedofilia. Pengabdian ini dilakukan karena banyak munculnya kasus korban pedofilia pada anak sekolah yang masih membutuhkan edukasi terkait pencegahan perilaku menyimpang seksual pedofilia. Proses kegiatan pengabdian masyarakat diawali pengkajian, ceramah mengenai materi pentingnya menjaga system reproduksi anak dan upaya pencegahan dari pedofilia, serta berlatih cara mendeteksi pelaku pedofilia yang dihadiri oleh 25 anak di wilayah desa Pilangsari Demak. Hasil pengabddian masyarakat menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan anak setelah diberikan edukasi meningkat dari kurang menjadi baik (92%). Rekomendari dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan pemberian Edukasi “PERISAI” dapat dilakukan berkelanjutan sehingga baik anak ataupun orangtua memahami konsep pedofilia dan berani untuk melaporkan apabila menemui kasus terkait perilaku penyimpangan seksual.
Pijat Tuina Akupoint Dalam Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Post Sectio Caesarea Cahya Namira; Nikmatul Khayati
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.18611

Abstract

Ibu post sectio caesarea (SC) mengalami berbagai permasalahan hambatan produksi ASI yang disebabkan oleh adanya efek obat anastesi, imobitas dan intensitas nyeri yang membatasi pergerakan sehingga rangsang payudara untuk memproduksi ASI terhambat, produksi ASI dapat ditingkatkan dengan melakukan perawatan payudara, salah satunya yaitu dengan pijat laktasi tuina. Tujuan studi ini adalah untuk menerapkan pijat tuina terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu primipara pasca operasi sectio caesarea. Metode yang digunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan, dengan jumlah subjek studi 3 orang. Intervensi dilakukan selama dua hari dengan durasi 30 menit per hari 1 kali , evaluasi dalam penerapan ini yaitu dengan mengukuran produksi ASI menggunakan pompa elektrik yang kemudian hasilnya diukur menggunakan spuit serta mengukur pemulihan involusi uteri (tinggi fundus uteri). Hasil studi kasus menunjukkan peningkatkan produksi ASI dengan rerata produksi ASI 5,7 ml, sedangkan untuk pemulihan uterus menunjukkan kesesuaian antara waktu proses involusi sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pemulihan uterus. Simpualan studi kasus didapatkan bahwa Pijat tuina dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis dalam meningkatkan produksi ASI post sectio caesarea.
Penerapan kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart terhadap tingkat kecemasan, stres, dan depresi pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi Muthoharoh Muthoharoh; Reina Dhamanik; Pawestri Pawestri; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i2.20836

Abstract

Pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi sering mengalami masalah psikologis seperti kecemasan, stres, dan depresi. Kecemasan yang tidak ditangani secara adekuat dan tingkat stress yang tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh, memperburuk gejala fisik, serta mengganggu pengobatan, sehingga diperlukan intervensi keperawatan non-farmakologis sebagai terapi komplementer. Kombinasi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart menjadi salah satu intervensi keperawatan yang berpotensi membantu mengatasi masalah psikologis pada pasien kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menurunakan tingkat kecemasan, depresi, stres pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kombinasi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart diberikan selama 3 hari dengan durasi waktu 20 menit per sesi, hari pertama dilakukan pre-test tingkat kecemasan, stres, dan depresi  dan hari ketiga setelah intervensi dilakukan post-test menggunakan instrumen DASS-21. Hasil intervensi didapatkan penururnan tingkat kecemasan dari kategori berat menjadi kategori sedang. Tingkat stress berubah dari kategori sedang menjadi kategori ringan. Tingkat depresi berubah dari kategori sedang manjadi kategori ringan. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi relaksasi otot progresif dan terapi musik mozart efektif menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan depresi pada pasien kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi, karena kombinasi intervensi tersebut bekerja melalui mekanisme yang saling melengkapi, yaitu relaksasi fisik melalui relaksasi otot progresif dan relaksasi emosional melalui stimulus musik.
Optimalisasi P3K Dan P3P Unit Kesehatan Sekolah Melalui Pelatihan Pada Kader Kesehatan Nury Sukraeny; Khoiriyah Khoiriyah; Arnauly Nurvega Syafaat; Muhammad Yuga Syahputra; Nikmatul Khayati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.16448

Abstract

Unit Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui kegiatan utama UKS yaitu Trias UKS yang meliputi Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Kegiatan Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama untuk meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Pendekatan pelayanan kesehatan terdiri dari intervensi yang ditujukan untuk menyelesaikan atau mengurangi masalah perorangan.  Pada program Pelayanan Kesehatan tersebut terdapat kegiatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kegiatan Trias UKS melalui pelatihan P3K dan P3P pada kader Kesehatan Sekolah. Sasaran kegiatan ini sebanyak 25 orang kader UKS yang diberikan pelatihan berupa pemberian materi tentang P3K dan P3P dilanjutkan praktek dan simulasi P3K dan P3P serta penilaian pretest dan post test. Hasil post test setelah kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang P3K dan P3P. Kegiatan pelatihan P3K dan P3P ini bisa menjadi program yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan pelaksanaan trias UKS utamanya diprogram Pelayanan Kesehatan sehingga peserta didik mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.