Machmudah Machmudah
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Holistic Nursing Care Approach

Penurunan Nyeri dengan Intervensi Kombinasi Terapi Relaksasi Pernafasan dan Terapi SEFT pada Pasien dengan Kanker Servik Stadium IIIB Amalia Warnandiah Safitri; Machmudah Machmudah
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.438 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8252

Abstract

Kanker servik merupakan kanker primer karena adanya infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Nyeri pada pasien kanker servik stadium lanjut merupakan nyeri kronis yang bersifat subjektif.  Terapi SEFT merupakan suatu teknik penggabungan dari sistem energi tubuh (energy medicine) dan terapi spiritualitas dengan menggunakan metode tapping (ketukan) pada tubuh. Sebelum dilakukan terapi SEFT pasien dirilekskan dengan metode relaksasi nafas dalam 3 kali tarikan nafas setelah itu  lakukan terapi SEFT 1 kali setiap pertemuan dengan kisaran waktu 15 menit selama 3 hari dengan pertemuan tidak terstruktur mengikuti pola pada responden. Responden pada penerapan ini yaitu pasien kanker servik stadium IIIB. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari skala sedang menjadi ringan pada pasien kanker servik stadium IIIB dengan intervensi terapi relaksasi nafas dalam dan terapi SEFT. Analisis kasus 1 hari pertama  skala nyeri 4, sampai di hari ke ketiga skala nyeri mengalami penurunan menjadi 3, untuk kasus 2 hari pertama skala nyeri 3, sampai hari ke ketiga mengalami penurunan menjadi 2. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa relaksasi nafas dalam  dan terapi SEFT  mampu menurunkan skala nyeri. Pada kasus kali ini peneliti menggunakan dua responden pasien penderita kanker servik dengan stadium IIIB. Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) bekerja dengan prinsip yang kurang lebih sama dengan akupuntur & akupressur. Teknik ini berusaha merangsang titik-titik kunci di sepanjang 12 jalur energi (energi meridian) tubuh yang sangat berpengaruh pada kesehatan kita. Terapi nonfarmakologi relaksasi pernafasan dan terapi SEFT mampu menurunkan skala nyeri pada pasien kanker servik.
Penerapan kinesiotapping terhadap low back pain pada kehamilan trimester III Fatkhur Rohman; Machmudah Machmudah
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i2.12847

Abstract

Low back pain akibat kehamilan merupakan suatu sindroma klinis bergejala utama rasa nyeri atau ketidak nyamanan pada daerah tulang belakang dikarenakan perubahan sikap dan penambahan beban pada usia kehamilan, apabila tidak ditangani menyebabkan kualitas hidup ibu hamil menjadi kurang baik, dan khawatir terhadap buah hati. Salah satu upaya dalam mengurangi low back pain yaitu menggunakan terapi kinesiotapping. Terapi ini meningkatkan fleksibilitas dan memperbaiki disabilitas pasien dengan low back pain. Tujuan dari penerapan ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinesiotapping terhadap low back pain pada kemahilan trimester III. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Kriteria responden dalam studi kasus ini yaitu ibu hamil trimester III dengan keluhan low back pain. Sampel yang diambil berjumlah 2 orang diaplikasikan 4x selama 2 minggu, intervensi selama 15 menit. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan metode asuhan keperawatan. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur tingkat nyeri menggunakan NRS (numeric rating scale). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat nyeri yang dirasakan sebelum dan sesudah diberikan terapi, penurunan 2 level nyeri pada kedua responden. Sehingga intervensi ini terbukti berpengaruh dalam menurunkan skala low back pain, dan meningkatkan rasa nyaman pasien low back pain pada kehamilan trimester III.