Articles
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN EKONOMI MARITIM DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Syamsir Nur;
Roslindah Daeng Siang
Jurnal Bisnis Perikanan (Journal of Fishery Business) Vol 3, No 2: OKTOBER 2016 : JURNAL BISNIS PERIKANAN
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.49 KB)
The economic opportunities of the utilization of marine resources is so large in Southeast Sulawesi has been duly made a great contribution also for the improvement of the regional economy, and even become the driving sectors of the regional economy are dominant. However, the potential of the maritime sector has not been optimally, which is characterized by the contribution of the fisheries sector to the regional economy that is still lower than the agricultural and plantation sectors and socio-economic conditions of the people who come into contact with maritime sector has not been encouraging. This study aims to identify policies that support the maritime economy and maritime economic development strategy in Sulawesi. The result showed that there are various policies identified in supporting the development of the maritime economy in Southeast Sulawesi, among others: the policy in the field of regional economic development, policies in the field of transport, policies in the field of fisheries policy in the field of development of tourism and creative economy, policy development in the field of infrastructure development cantonal. Various strategies that can be taken in the optimization of the development of the maritime economy in Southeast Sulawesi based on the potential and opportunities of making marine (maritime) as the leading sector in the economic development area.Keywords: Maritime Economy, Planning, Development
ANALISIS PELAYANAN PUBLIK YANG PRO POOR PADA PENYEDIAAN AIR BERSIH PERPIPAAN
Syamsir Nur;
Muhammad Armawaddin;
Syamsul Anam
Mega Aktiva Vol 7, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.35 KB)
|
DOI: 10.32833/majem.v7i1.60
Target luaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah nasional, disampaikan pada dalam bentuk makalah pada temu ilmiah lokal dan nasional serta bahan ajar untuk pengembangan mata kuliah sehingga memberikan kontribusi yang penting pada ilmu pengetahuan. Penelitian ini difokuskan pada penyedia layanan dan pengguna layanan PDAM Kota Kendari dan PDAM Kabupaten Kolaka. Pemilihan informan penyedia layanan dan responden pengguna layanan dilakukan secara purposive sampling. Penyedia layanan adalah direktur atau jajaran pimpinan PDAM Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka sebagai informan kunci, sedangkan pengguna layanan adalah pelanggan rumah tangga sebanyak 100 orang dengan kriteria pelanggan golongan rumah tangga yang mengkonsumsi air pada kategori Blok I (0-20 M3). Analisis data dilakukan dengan metode desksriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperloeh bahwa kinerja PDAM di Sulawesi Tenggara dalam melakukan pelayanan publik di pengaruhi oleh kondisi pembiayaan infrastruktur yang dimilkiki serta penerapan terhadap prinsip-prinsip corporate governance dalam mengelola dan menyediakan air bersih perpipaan. Selain itu diperoleh pula bahwa pelayanan publik (public service) yang dilakukan PDAM dalam mengelola dan menyediakan air bersih perpipaan berdampak terhadap pelayanan yang pro poor. Adanya persoalan pada kualitas pelayanan dan cakupan pelayanan berdampak terhadap kemampuan PDAM dalam menghasilkan air bersih perpipaan cenderung tidak pro poor (tidak dapat meningkatkan akses dan keterjangkauan) pelayanan air bersih. Public service PDAM yang baik akan menciptakan terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang mudah, murah dan terjangkau.
ANALISIS KESEDIAAN MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TARIF PDAM KOTA KENDARI
Syamsir Nur;
Arifin Arifin
Mega Aktiva Vol 8, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32833/majem.v8i2.94
This study aims to estimate the value of Willingness to Pay PDAM rates at Green Anggoeya Resort Kendari and the Affecting Factors. The type of data used is primary data obtained from the PDAM water user community, and secondary data obtained from the office of PDAM Tirta Anoa Kendari. The method used is the Willingness to Pay (WTP) approach using the Contingent Valuation Method (CVM) analysis method. The results showed that the average WTP (Willingness to Pay) value of the community in paying for PDAM water is IDR 6,210.14 per m3 for each family head (KK), this value is lower than the current PDAM rates of IDR 6,500 /m3. The total value of the PAPs is IDR 1,620,847.83 per month so that the amount of willingness to pay PDAM rates at Green Anggoeya Resort Kendari in one year is IDR 19,450,173.96. The factors that influence WTP are the Water Quality and Service of PDAM obtained by PDAM customers in Kendari City.
PENGUATAN KAPASITAS PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DESA
Arifuddin Arifuddin;
La Ode Anto;
Syamsir Nur;
Nitri Mirosea
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1774.732 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.319
Pandemi global membawa perubahan tatanan pada sektor perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Kecamatan Konda (Sulawesi Tenggara) merupakan sentra UMKM disektor perdagangan hasil tanaman pangan, perkebunan serta industri olahan bahan makanan (BPS Konawe Selatan, 2019). Daerah ini merupakan rantai nilai utama dalam penyediaan bahan pangan, artinya warga desa yang berkarakter semi-urban sangat rawan dalam rantai penyebaran virus. Ruang intervensi pemerintah daerah hingga di level desa dalam pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 dilakukan melalui refocusing dan realokasi anggaran termasuk dana desa. Tujuan dan output kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu menyusun rencana pembangunan desa yang mengintegrasikan risiko ekonomi (kelangsungan usaha masyarakat desa) akibat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action. Hasil analisis situasi sosial melalui metode survei lapangan terdapat keterbatasan kemampuan aparatur desa menyusun rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) serta anggaran pendapatan desa (APBDes) dalam upaya memitigasi risiko bencana dalam kondisi pandemi Covid-19. Fokus pembangunan desa pada infrastruktur seperti pengerasan jalan dan duiker sedangkan fasilitas kesehatan masih minim. Kegiatan dilakukan melalui knowledge sharing dan pelatihan penyusunan rencana anggaran pembangunan desa yang diikuti oleh aparatur dari 15 desa.
Pelatihan Manajemen Produksi dan Pemasaran Usaha Pangan Beku Bagi Calon Entrepreneur Muda
Nur Asizah;
Ernawati Ernawati;
Tajuddin Tajuddin;
Muhammad Syarif;
Muhammad Natsir;
Abd Azis Muthalib;
Zainuddin Saenong;
Saemu Alwi;
Asrianti Dja’wa;
Baheri Baheri;
Syamsir Nur;
Wa Ode Rachmasari Ariani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/linov.v7i2.691
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu meningkatnya pemahaman dan minat calon entrepreneur muda atas produksi dan pemasaran usaha pangan beku. Peserta pelatihan terdiri dari 15 lulusan perguruan tinggi/mahasiswa tahap akhir di Kota Kendari. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan sosialisasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dari aspek produksi dan pemasaran. Kegiatan produksi berupa pelatihan pembuatan frozen food yang terdiri dari bakso daging, bakso tahu, gorengan, dan roti. Instrumen evaluasi kegiatan menggunakan observasi dan kuisioner pre-post kegiatan. Observasi dilakukan untuk menilai kemampuan peserta dalam pembuatan pangan beku, sementara kuisioner digunakan untuk menilai tingkat pemahaman dan minat peserta akan usaha pangan beku. Kegiatan pengabdian masyarakat telah efektif yang ditunjukkan dengan hasil evaluasi dimana peningkatan pemahaman pengelolaan usaha pangan beku peserta berada pada kategori sangat tinggi. Minat peserta untuk membuka usaha pangan beku juga sangat tinggi. Peserta mempersepsikan bahwa kendala utama yang dihadapi membuka usaha pangan beku yaitu permodalan. Rekomendasi yang diajukan berupa ketersediaan lembaga keuangan yang dapat melayani pembiayaan modal kerja bagi wirausaha baru yang merintis usaha. Frozen Food Production Management and Marketing Management Training for Prospective Young Entrepreneurs The aim of community service activities is to increase the understanding and interest of prospective young entrepreneurs in the production and marketing of frozen food businesses. Participants in the activity consisted of 15 college graduates/final stage students in Kendari City. The method of implementation is through training and socialization. Service activities are carried out from the production and marketing aspects. Production activities are in the form of training on making frozen food consisting of meatballs, tofu meatballs, fried foods, and bread. The activity evaluation instrument used observation and pre-post activity questionnaires. Observations were made to assess the ability of participants in making frozen food, while questionnaires were used to assess the level of understanding and interest of participants in the frozen food business. Community service activities have been effective as shown by the evaluation results where the increased understanding of frozen food business management by participants is in the very high category. The participants' interest in opening a frozen food business is also very high. Participants perceived that the main obstacle faced by opening a frozen food business is capital. The recommendation put forward is the availability of financial institutions that can serve working capital financing for new entrepreneurs starting businesses.
ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KOTA BAUBAU TAHUN 2001-2016
Syamsir Nur
JEP (Jurnal Ekonomi Pembangunan) Vol 10, No 2 (2020): JEP (Jurnal Ekonomi Pembangunan)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57206/jep_uho.v10i2.7226
This research was conducted on the government of the City of Bau-Bau with the aim to determine the performance of regional financial management in the City of Bau-Bau 2001-2016. The data used is secondary data sourced from the BPS office of Bau-Bau City and analyzed using financial ratio analysis consisting of decentralization ratios, dependency ratios, independence ratios, effectiveness ratios and efficiency ratios.Has research concluded that the city of Bau-Bau has a decentralization ratio, regional financial dependency ratio and a low independence ratio and is on a scale of 10 percent, however the effective ratio shows the city of Bau-Bau is effective in the use of financial funds with the above percentage 90 percent that is more than 100 percent so it is not efficient. The performance of this financial management also shows that the city of Bau-Bau has a relatively high regional expenditure, which can be seen from regional spending with greater realization.
ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KOTA BAUBAU TAHUN 2001-2016
Syamsir Nur
JEP (Jurnal Ekonomi Pembangunan) Vol 10, No 2 (2020): JEP (Jurnal Ekonomi Pembangunan)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57206/jep_uho.v10i2.7226
This research was conducted on the government of the City of Bau-Bau with the aim to determine the performance of regional financial management in the City of Bau-Bau 2001-2016. The data used is secondary data sourced from the BPS office of Bau-Bau City and analyzed using financial ratio analysis consisting of decentralization ratios, dependency ratios, independence ratios, effectiveness ratios and efficiency ratios.Has research concluded that the city of Bau-Bau has a decentralization ratio, regional financial dependency ratio and a low independence ratio and is on a scale of 10 percent, however the effective ratio shows the city of Bau-Bau is effective in the use of financial funds with the above percentage 90 percent that is more than 100 percent so it is not efficient. The performance of this financial management also shows that the city of Bau-Bau has a relatively high regional expenditure, which can be seen from regional spending with greater realization.
OPTIMALISASI TATA KELOLA KEUANGAN DESA MELALUI PENDEKATAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS DESA (ZiDes) DI DESA CIALAM JAYA KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN
La Ode Anto;
Fitriaman;
Syamsir Nur;
Ika Maya Sari;
Waode Aswati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59024/jpma.v1i4.408
This study aims to analyze the effectiveness of the Village Integrity Zone Development Approach (ZiDes) in improving village financial governance in Cialam Jaya Village, Konda District, South Konawe Regency. The ZiDes approach is an effort to strengthen transparency, accountability and public participation in financial management. The research method uses surveys, interviews and document analysis to measure the impact of ZiDes implementation on village financial governance. The results of the study show that the ZiDes Approach has succeeded in increasing transparency in presenting village financial information. The village community and village officials are actively involved in the decision-making process related to the village budget
Reduksi Kemiskinan dengan Mengoptimalkan Digitalisasi Ekonomi Maritim di Provinsi Sulawesi Tenggara
Ilyas;
Tajuddin;
Syamsir Nur;
Caesar Muslim;
Isalman
Journal of Economics Development Issues Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Economics Development Issues
Publisher : Journal of Economics Development Issues
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/jedi.v6i1.153
This study aims to determine the steps taken to reduce poverty through optimizing the digital-based maritime economy. This research method uses a quantitative approach. The data used is secondary data. Data analysis was done by descriptive analysis. The results of this study indicate that there are several steps taken by the Southeast Sulawesi Government to encourage the optimization of digitalization in the maritime sector including building synergy and collaboration between local governments and relevant ministries; development of social media and film-based tourism; optimizing the role of local governments; providing quality human resources in the digital field and increasing digital infrastructure development.
Kajian Feasibilitas Pengembangan Kali Baubau Sebagai Kawasan Kegiatan Ekonomi Berbasis Budi Daya
Syamsir Nur;
Wahyuniati Hamid;
Ruslaini;
Rizal Muchtasar
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.163-178
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji prospek usaha yang dapat dilakukan di daerah aliran sungai di Kota Baubau, menganalisis kelayakan usaha budi daya ikan di daerah aliran sungai di Kota Baubau, sebagai bahan informasi bagi pelaku bisnis dan diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di daerah aliran sungai Kota Baubau, serta sebagai bahan evaluasi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat setempat. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif kondisi terkini dari suatu obyek penelitian dalam kondisi waktu tertentu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kualitas air Sungai Baubau sesuai dengan Baku Mutu Air Kelas III, termasuk kategori belum tercemar atau memenuhi baku mutu, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya ikan. Beberapa rekomendasi sebagai tindak lanjut yakni pertama, perlu menyamakan persepsi tentang keberadaan kali Baubau sebagai salah satu potensi ekonomi yang dapat dikembangkan bagi masyarakat dan pemerintah kota tanpa mengabaikan aspek ekologi dan nilai kearifan lokal. Kedua, perlunya penataan dan perbaikan tanggul Kali Baubau untuk memastikan kesiapan penggunaan kali sebagai kawasan budi daya ikan maupun kegiatan ekonomi lainnya, dan ketiga, perlunya dilakukan kajian yang menyeluruh terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat di bantaran kali untuk memastikan beberapa alternatif kegiatan ekonomi yang perlu dikembangkan dan berkesesuaian dengan karakteristik Kali Baubau.