Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN CARA PENGOLAHAN PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA KELOMPOK UKM OLAHAN PANGAN DI DESA CILEUNYI KULON, JAWA BARAT Subroto, Edy; Marta, Herlina; Indiarto, Rossi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.7948

Abstract

Desa Cileunyi Kulon memiliki beberapa usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengolahan pangan, diantaranya memproduksi keripik singkong, keripik pisang, baso goreng (basreng), roti, kerupuk, dan lain-lain. Namun demikian proses pengolahannya masih banyak yang belum menerapkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB). Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada kelompok UKM tersebut untuk memperbaiki proses produksi yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas produk dan daya saing UKM. Kegiatan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang terintegrasi dengan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Padjadjaran. Kegiatan dimulai dengan survey pada para pelaku UKM, pemaparan materi pelatihan dan diskusi interaktif, dan pendampingan pada para pelaku UKM. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan para pelaku UKM terkait dengan Cara pengolahan pangan yang baik, kerusakan dan bahaya penggunaan minyak goreng bekas, sanitasi dan keamanan pangan, serta manajemen dan pemasaran. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam pembelajaran bermasyarakat, dan meotivasi pelaku UKM pengolahan pangan di Desa Cileunyi Kulon untuk terus bangkit, tumbuh, dan berkembang.
PERBAIKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN PADA UKM ANEKA CEMILAN DI KECAMATAN CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Indiarto, Rossi; Ernah, Ernah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.6663

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia termasuk kelompok usaha kecil menengah (UKM). UKM aneka cemilan “Hikmah”, yang memproduksi dan menjual berbagai macam cemilan juga mengalami penurunan produksi dan penjualan lebih dari 50%. Kegiatan ini bertujuan membina kelompok UKM dalam memperbaiki produksi, mutu produk, serta menerapkan digital marketing sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, praktis, dan sangat cocok diterapkan di era adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan pada Mitra UKM aneka cemilan yaitu peningkatan penggunaan teknologi modern dengan diberikan alat-alat produksi penunjang produktivitas UKM, diantaranya adalah mesin penggiling bumbu dengan kapasitas 500 gram/menit, dan mesin perajang bawang yang beroperasi secara kontinyu. Keterampilan mitra UKM juga mengalami peningkatan melalui pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pelatihan digital marketing dengan konsep Less Contact Economy. Melalui kegiatan ini mitra UKM dapat memperbaiki proses produksi, mutu produk, dan penjualan melalui digital marketing sehingga dapat bertahan ditengah pandemi Covid 19.
Optimization of the use of sorghum flour, peanuts, and moringa leaves in the making of high-protein gluten-free biscuits [Optimasi penggunaan tepung sorgum, kacang tanah dan daun kelor pada pembuatan biskuit non-gluten tinggi protein] Wulandari, Endah; Indiarto, Rossi; Arifin, Heni Radiani; Talitha, Shabrina Gitta
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 29, No 2 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i2.144-156

Abstract

Protein is one of the macronutrients that the body needs in large quantities in addition to carbohydrates and fats. Eating high-protein biscuits can be one way to meet daily protein needs. Biscuits made from sorghum flour, peanuts, and Moringa leaves can produce non-gluten biscuits high in protein. This study aimed to determine the optimal balance of using sorghum flour, peanuts, and moringa leaves to produce high-protein biscuits with acceptable sensory values. The research method used is an experimental method with descriptive data analysis. The optimization method uses the Response Surface Methodology (RSM) experimental design with a central composite design (CCD). The best biscuit formula, as a result of the RSM experimental design optimization, has a protein nutrient content of 8.71%, 2.60% moisture content, 2.60% ash content, 32.99% fat content, and 53.85% carbohydrate content. The combination of using flour significantly affects the texture of the biscuits but does not significantly affect the color. Using composite flour consisting of 60% sorghum flour, 37% peanuts, and 4% moringa leaves to manufacture non-gluten biscuits can produce biscuits that are high in protein and have physicochemical properties and good sensory acceptability.
MODERNISASI PERALATAN PRODUKSI DAN PELATIHAN PENGGUNAANNYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KUE SUS Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fedryansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28852

Abstract

Abstrak: UMKM Kue Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam efisiensi dan kualitas produksi akibat penggunaan alat manual, seperti hand mixer dan hand sealer, serta kurangnya pemahaman mengenai sanitasi dalam proses produksi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui modernisasi peralatan dan pelatihan intensif. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi produksi, edukasi sanitasi, dan pendampingan operasional, dengan melibatkan mitra UMKM Kue Soes AlGhani, yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan jumlah tenaga kerja 2-3 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat, dari 2.500 gram menjadi 7.500 gram per batch. Efisiensi waktu pencampuran adonan meningkat sebesar 50%, dari 30 menit menjadi 15 menit per batch, dan efisiensi waktu pengemasan berkurang dari 10 menit menjadi 5 menit per batch berkat penggunaan alat yang lebih modern. Dalam aspek sanitasi, mitra mulai menerapkan standar kebersihan, seperti pembersihan rutin meja stainless steel, penggunaan sarung tangan, dan penyimpanan bahan baku secara higienis. Hasil ini mendukung kualitas produk yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di pasar lokal.Abstract: Soes AlGhani Cake MSMEs face challenges in production efficiency and quality due to the use of manual tools such as hand mixers and hand sealers, as well as a lack of understanding of hygiene in the production process. This community service program aims to improve productivity and competitiveness through equipment upgrading and intensive training. Methods used include socialization, technical training, production simulation, hygiene education, and operational support, involving partners of Soes AlGhani Cake MSMEs located in Cileunyi Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency, with a workforce of 2-3 people. Evaluation results showed a threefold increase in production capacity, from 2,500 grams to 7,500 grams per batch. Dough mixing time efficiency increased by 50%, from 30 minutes to 15 minutes per batch, and packaging time efficiency decreased from 10 minutes to 5 minutes per batch, thanks to more modern tools. Regarding sanitation, the partners began implementing hygiene standards such as regular cleaning of stainless-steel tables and gloves and hygienic storing of raw materials. These results support better product quality and increased competitiveness in the local market.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KUE BERBASIS INOVASI DIGITAL DALAM PEMASARAN Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fedryansyah, Muhammad; Al Adawiah, Rubiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29127

Abstract

Abstrak: UMKM Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan pasar akibat rendahnya kesadaran merek dan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis inovasi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penerapan inovasi digital adaptif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, wawancara dengan 10 pertanyaan terstruktur, pelatihan, dan pendampingan mitra. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Soes AlGhani yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan. Solusi yang ditawarkan meliputi pengelolaan akun bisnis dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek, serta penerapan layanan pembayaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan frekuensi tayangan konten pada platform Instagram hingga 7 kali lipat, dengan total tayangan di TikTok melebihi 10.300 kali. Omzet bulanan mitra juga meningkat lebih dari 3 kali lipat. Selain itu, kemampuan mitra dalam memahami strategi pemasaran digital mengalami peningkatan sekitar 80%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan inovasi digital adaptif dalam strategi pemasaran tidak hanya meningkatkan daya saing dan kesadaran merek, tetapi juga mendukung kelangsungan usaha di era digital.Abstract: Soes AlGhani MSME faces challenges in expanding its market reach due to low brand awareness and a lack of understanding of digital innovation-based marketing strategies. This community service program aims to enhance the competitiveness of MSMEs through the implementation of adaptive digital innovations. The methods employed include observation, structured interviews with 10 questions, training, and mentoring for the partner. The partner in this activity is Soes AlGhani MSME, located in Cileunyi Wetan Village. The proposed solutions involve managing business accounts and social media to strengthen brand awareness, as well as implementing digital payment services. Evaluation results show a sevenfold increase in content impressions on the Instagram platform, with total views on TikTok exceeding 10,300. The partner’s monthly revenue also surged by more than threefold. Additionally, the partner’s understanding of digital marketing strategies improved by approximately 80%. These results demonstrate that the application of adaptive digital innovations in marketing strategies not only enhances competitiveness and brand awareness but also supports business sustainability in the digital era.
DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KUE SOES MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ROTI DAN KUE UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Multazami, Annisa Alia; Ferdyansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30104

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional kerap menghadapi tantangan stagnasi bisnis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui diversifikasi produk berbasis pelatihan roti dan kue. Mitra dalam program ini adalah UMKM Kue Soes AlGhani, usaha mikro yang dikelola oleh seorang pemilik usaha di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung. Metode PKM mencakup tiga tahap: (1) pra-kegiatan (identifikasi masalah); (2) pelaksanaan (pelatihan pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan modern-higienis, dan diversifikasi produk sesuai tren pasar); dan (3) pasca-kegiatan (evaluasi). Dampak program meliputi peningkatan varian produk dari 2 menjadi 16 jenis, kenaikan omset tiga kali lipat (Rp10-12 juta per bulan), dan peningkatan keterampilan mitra-hard skills (teknik produksi) dari 60% menjadi 93% dan soft skills (pemecahan masalah, pemasaran) dari 67% menjadi 87%. Kendala utama mencakup ruang produksi terbatas dan fluktuasi kualitas bahan baku. Simpulan PKM menunjukkan bahwa pelatihan praktis efektif mendorong diversifikasi produk dan ketahanan usaha. Rekomendasi mencakup pendampingan lanjutan serta integrasi inovasi produk dan strategi pemasaran untuk keberlanjutan UMKM.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as a national economic pillar, often face challenges of business stagnation. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the competitiveness of MSMEs through product diversification based on bread and cake training. The program partner is UMKM Kue Soes AlGhani, a micro-business managed by a single owner in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency. The PKM method consists of three stages: (1) pre-activity (problem identification); (2) implementation (training on selecting quality raw materials, modern-hygienic processing techniques, and product diversification aligned with market trends); and (3) post-activity (evaluation). The outcomes include an increase in product variants from 2 to 16 types, a threefold rise in monthly revenue (IDR 10-12 million per month), and improved partner skills-hard skills (production techniques) from 60% to 93% and soft skills (problem-solving, marketing) from 67% to 87%. Key constraints include limited production space and fluctuations in raw material quality. The PKM findings demonstrate that practical training effectively drives product diversification and business resilience. Recommendations include continued mentoring and the integration of product innovation and marketing strategies for MSME sustainability.
Modifikasi Pati Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) dengan Dual Annealing dan Heat Moisture Treatment Subroto, Edy; Supriyadi, Yadi; Indiarto, Rossi; Huda, Syamsul
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.3

Abstract

Umbi gadung adalah komoditas pangan lokal yang dapat digunakan sebagai sumber pati, namun pati gadung memiliki stabilitas yang rendah sehingga di perlukan modifiikasi untuk memperbaiki sifat fungsional dan stabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik pati gadung termodifikasi dual annealing (ANN), dual heat moisture treatment (HMT), dan kombinasi annealing dan HMT (ANN+HMT) yang memiliki sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia yang lebih baik. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan modifikasi dual HMT, dual Annealing maupun kombinasi ANN + HMT berpengaruh terhadap sifat fungional dan amilografi pati gadung. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan dalam sifat amilografi, termasuk suhu awal gelatinisasi, viskositas pasta panas, viskositas pasta dingin, dan breakdown viscosity pada pati gadung yang telah dimodifikasi. Namun, modifikasi ini juga menyebabkan penurunan kecerahan warna pada pati hasil modifikasi dual HMT dan kombinasi ANN + HMT. Modifikasi dual HMT merupakan perlakuan terbaik yang menunjukkan kestabilan pada suhu tinggi. Perlakuan ini ditandai dengan penurunan viskositas breakdown sebesar 74,22 kali. Selain itu, modifikasi dual HMT ini juga meningkatkan nilai swelling volume sebesar 1,29 kali, dan nilai KPA pada modifikasi dual HMT meningkat sebesar 1,71 kali daripada pati gadung alami. Dengan demikian modifikasi dual HMT efektif memperbaiki sifat fungsional dan stabilitas pati gadung.
Optimization of the use of sorghum flour, peanuts, and moringa leaves in the making of high-protein gluten-free biscuits [Optimasi penggunaan tepung sorgum, kacang tanah dan daun kelor pada pembuatan biskuit non-gluten tinggi protein] Wulandari, Endah; Indiarto, Rossi; Arifin, Heni Radiani; Talitha, Shabrina Gitta
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i2.144-156

Abstract

Protein is one of the macronutrients that the body needs in large quantities in addition to carbohydrates and fats. Eating high-protein biscuits can be one way to meet daily protein needs. Biscuits made from sorghum flour, peanuts, and Moringa leaves can produce non-gluten biscuits high in protein. This study aimed to determine the optimal balance of using sorghum flour, peanuts, and moringa leaves to produce high-protein biscuits with acceptable sensory values. The research method used is an experimental method with descriptive data analysis. The optimization method uses the Response Surface Methodology (RSM) experimental design with a central composite design (CCD). The best biscuit formula, as a result of the RSM experimental design optimization, has a protein nutrient content of 8.71%, 2.60% moisture content, 2.60% ash content, 32.99% fat content, and 53.85% carbohydrate content. The combination of using flour significantly affects the texture of the biscuits but does not significantly affect the color. Using composite flour consisting of 60% sorghum flour, 37% peanuts, and 4% moringa leaves to manufacture non-gluten biscuits can produce biscuits that are high in protein and have physicochemical properties and good sensory acceptability.