Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Escherichia coli Raihan Tresna Munggaran; Livia Syafnir; Indra Topik Maulana
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9170

Abstract

Abstrak. Diare adalah penyakit yang dapat disebabkan infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan terdapat banyak penderita pada waktu yang singkat di dunia termasuk Indonesia. Salah satu penanganannya dapat dengan menggunakan senyawa antibakteri yang terkandung dalam tanaman obat seperti seledri (Apium graveolens L.). Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium tujuannya untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun seledri terhadap Escherichia coli serta konsentrasi hambat minimumnya. Zona hambat ditentukan untuk konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 50% dan 75% menggunakan metode difusi agar cara sumuran. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun seledri memiliki aktivitas antibakteri dengan konsentrasi paling baik yaitu 75% dan mulai memberikan aktivitas pada konsentrasi 15%. Abstract. Diarrhea is a disease caused by a gastrointestinal infection that affects an extensive amount of people worldwide, including Indonesia. Antibacterial compounds found in medical plants, such as celery (Apium graveolens L.) can be used as one of the treatments. This research is a laboratory experiment that aims to determine the inhibition of celery leaf extract against the test bacteria, Escherichia coli. Using the well diffusion method, inhibition zones were determined for concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 50%, and 75%. The results of the study can be concluded that celery leaf extracts have antibacterial activity at the highest effective concentration of 75% and begin toprovide activity at a concentration of 15%.
Potensi Kombinasi Ekstrak Spirulina (Spirulina Platensis) Dan Biji Kopi Hijau Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex A. Froehner) Yang Diformulasikan Menjadi Masker Peel Off Sebagai Antibakteri Dan Antioksidan Wafiq Nur Azizah; Indra Topik Maulana; Vinda Maharani Patricia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9495

Abstract

Abstrak. Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah adanya bakteri Propionibacterium acnes sehingga terjadi inflamasi. Selain itu, stress oksidatif dapat memperparah inflamasi. Sehingga dibutuhkan suatu sediaan kosmetika wajah yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi sediaan masker peel off yang mengandung kombinasi ekstrak mikroalga hijau biru (Spirulina platensis) dengan biji kopi hijau robusta (Coffea canephora) sebagai antibakteri dan antioksidan serta memperoleh KHM dan IC50 nya. Penelitian diawali dengan penetapan karakterisasi simplisia dan ekstrak, kemudian dilakukan penapisan fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa yang terkandung di dalam simplisia dan ekstrak, selanjutnya simplisia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil Pengujian aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan metode difusi agar sumuran diperoleh nilai konsentrasi hambat minimun (KHM) ekstrak S. platensis yaitu pada konsentrasi 50%= 11,23 mm, pada ekstrak C. canephora yaitu konsentrasi 10%= 10,25 mm, hasil terbaik dari kombinasi ekstrak diperoleh pada perbandingan 1:2 (S. platensis : C. canephora) yaitu 26,20 mm, sedangkan hasil pengujian pada sediaan masker peel off tidak menunjukkan adanya diameter hambat. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, pada ekstrak S. platesis diperoleh nilai IC50 yaitu 155,017 ppm, pada ekstrak C. canephora 78,33 ppm dan pada sediaan masker peel off 263,495 ppm. Sediaan masker peel off memiliki warna coklat pekat, bau yang khas dan kental. Abstract. One of the causes of acne is the presence of Propionibacterium acnes bacteria, which leads to inflammation. In addition, oxidative stress can worsen inflammation. Therefore, a facial cosmetic preparation is needed that acts as an antibacterial and antioxidant. This research was conducted to determine the potential of a peel-off mask preparation containing a combination of green-blue microalgae extract (Spirulina platensis) and green beans robusta coffee (Coffea canephora) as antibacterial and antioxidant agents, as well as to obtain their minimum inhibitory concentration (MIC) and IC50 values. The study began with the characterization of the simplicia and extract, followed by phytochemical screening to identify the compounds contained in the simplicia and extract. Subsequently, the simplicia was extracted using the maceration method with 96% ethanol as the solvent. The results of the antibacterial activity test against P. acnes using the agar well diffusion method obtained the minimum inhibitory concentration (MIC) values of 11.23 mm for S. platensis extract at a concentration of 50% and 10.25 mm for C. canephora extract at a concentration of 10%. The best result from the combination of extracts was obtained at a ratio of 1:2 (S. platensis: C. canephora), which was 26.20 mm. However, the testing of the peel-off mask preparation did not show any inhibitory diameter. The antioxidant activity test using the DPPH method resulted in an IC50 value of 155.017 ppm for S. platensis extract, 78,33 ppm for C. canephora extract, and 263.495 ppm for the peel-off mask preparation. The peel-off mask preparation has a dark brown color, a distinct smell, and a thick consistency.
Modifikasi Kandungan Natrium Klorida Dalam Media Tumbuh Kultur Dunaliella salina Terhadap Pengaruh Aktivitas Antioksidan dan Kadar -Carotene Siti Romlah; Indra Topik Maulana; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9527

Abstract

Dunaliella salina merupakan salah satu mikroalga hijau spesies chlorophyta. Karena kemampuan dari mikroalga Dunaliella salina yang beradaptasi diberbagai kondisi lingkungan yang ekstrim, hal ini menjadikan mikroalga Dunaliella salina sebagai kandidat baru bahan baku yang dapat dikembangkan. Selain kemampuannya beradaptasi, mikroalga Dunaliella salina memiliki berbagai komponen yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang salah satunya bidang kesehatan seperti antioksidan, antikanker, antivirus, antimikroba, dan lain sebagainya. Pada proses budidaya mikroalga Dunaliella salina terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dari mikroalga Dunaliella salina, salah satunya adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan salinitas dalam media terhadap proses pertumbuhan mikroalga Dunaliella salina dan hasil jumlah panen biomassa yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan salinitas dalam media pertumbuhan kultur mikroalga Dunaliella salina dapat mempengaruhi hasil jumlah panen biomassa mikroalga Dunaliella salina yang dihasilkan.
Elimination of Elaidic Acid and Enrichment of Omega-3 Fatty Acid in Industrial By-Product of Fish Processing Maulana, Indra Topik; Sukrasno, Sukrasno; Damayanti, Sophi
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.5318

Abstract

ABSTRACT. "Minyak Ala Muncar," abbreviated as MAM, is a by-product waste of a fish canning factory in Muncar Banyuwangi, Indonesia. According to GCMS, MAM contains essential fatty acids and trans Fatty Acids such as Elaidic Acid (EA), which could threaten the Indonesian population's health. Several purification methods have been applied to recycle the MAM. But, these methods did not concern the removal of EA from MAM. Even in other studies, the MAM was used as food fortification. Therefore, this study aimed to separate EA from the MAM and produced fractions of oil rich in n-3 fatty acids and free of EA. Three low-temperature crystallization methods, called winterization, namely crystallization with n-hexane, acetone, and urea, were conducted to remove the EA from MAM. The results showed that both crystallization with n-hexane and acetone produced ratio values of PUFA/trans-FA, n-3/trans-FA, EPA/EA, and DHA/EA below 0.3, respectively. While urea crystallization was able to produce ratio numbers for each PUFA/trans-FA, n-3/trans-FA, EPA/EA, and DHA/EA were 1.46 + 0,05;1.36 + 0.04; 0.73 + 0.02; and 0.48 + 0.04. Keywords: Eicosapentaenoic acid, Elaidic acid, Low-temperature crystallization, Urea crystallization, Winterization