Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Inovasi Rumah Burung Hantu Plus (Rubuha +) untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Padi Andi Safitri Sacita; Suhaeni Suhaeni; Erni Firdamayanti; Yusri Yusri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.494

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Serangan hama dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan penurunan produksi hingga ancaman gagal panen. Inovasi rumah burung hantu plus (Rubuha+) diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan dan pengendalian hama pada tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini yaitu kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1. Selain kelompok tani, juga terlibat aparat desa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang bertugas di wilayah Ponrang Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu observasi, sosialisasi, penerapan inovasi Rubuha+, dan evaluasi program. Kegiatan observasi dilakukan dengan kunjungan ke lapangan dan diskusi dengan mitra terkait permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan petani yaitu tingginya serangan hama utamanya tikus sawah, wereng dan penggerek batang. Permasalahan ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi dan BIMTEK pembuatan inovasi Rubuha+ sebagai salah satu solusi untuk pengendalian hama pada tanaman padi. Rubuha + yang telah dibuat kemudian dipasang pada lahan sawah yang dijadikan demoplot. Tahapan akhir yaitu evaluasi dan keberlanjutan program untuk mengukur efektivitas teknologi yang diterapkan. Selama pelaksanaan kegiatan, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Begitu pula Kepala Desa Pattedong Selatan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar ke petani khususnya dalam membantu menekan serangan hama. Diharapkan program ini dapat berperan dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Jelly dan Kripik Rumput Laut serta Penguatan Manajemen Promosi Pemasaran untuk Mendukung Pembagunan Berkelanjutan Akramunisa Akramunisa; Sunarti Cambaba; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Andi Jumardi; Suhaeni Suhaeni; Masluki Masluki; Iriansa Iriansa; Jumarniati Jumarniati; Rahma Hi Manrulu; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.823

Abstract

Kelompok Pokdakan Sipakamase di Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu merupakan kelompok petani rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang selama ini hanya menjual hasil panen dalam bentuk rumput laut kering kepada pengepul dengan harga jual rendah, tanpa pengolahan lanjutan dan tanpa akses pemasaran yang luas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah rumput laut menjadi produk jelly drink dan kripik bernilai jual, serta memperkuat manajemen promosi dan pemasaran berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap yaitu inception, elaboration, construction, dan transition, mencakup sosialisasi dan pendampingan pembuatan jelly dan kripik rumput laut serta pelatihan strategi pemasaran memanfaatkan e-commerce dan media sosial. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman mitra pada kedua aspek tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi jelly dan kripik rumput laut yang siap dipasarkan, serta kemampuan mitra memasarkan produk secara daring sehingga jangkauan pasar tidak lagi terbatas pada pengepul setempat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya unit usaha kecil berbasis olahan jelly dan kripik rumput laut yang berkelanjutan di Desa Lamasi Pantai.