Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : agriTECH

Modifikasi dan Perbaikan Kinerja Alat Pengiris Mayang Kelapa untuk Menyadap Nira Tamrin Tamrin; Ta'lin Ta'lin
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.841 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9544

Abstract

Most of coconut palm is found in tropic and subtropic. The palm sap that is taken from coconut palm was still traditional.  The operator climb coconut tree, slice the young spadix, then  collect palm sap in bamboo tube. It is high risk of accident to climb the coconut palm everyday. This research aimed to modification, assembl and test coconut spadix of slicer that  operated it from bottom of coconut tree. The assembling coconut spadix slicer used conceptual design, realization, fabrication and tested in out door. The result of this research were  the force sliced spadix was 12-20 kg force. The result of test showed that palm sap produced 0.71-1.41 litre, while the traditional method produced palm sap 0,97 - 2,35 litre.  It tapped palm sap was done in 21 day.  The sharp knife,  knife angle 0, and lever system were three condition to decrease force when slice spadix coconut palm.ABSTRAKTanaman kelapa banyak ditemukan didaerah tropis dan subtropis.  Penyadapan nira tanaman kelapa masih dilakukan secara tradisional. Tukang sadap memanjat pohon kelapa, mengiris mayang muda, dan menampung nira dengan wadah dari bambu. Memanjat pohon kelapa tiap hari beresiko akan jatuh dari atas pohon. Penelitian ini bertujuan memodifikasi membuat dan menguji alat mengiris mayang kelapa yang dapat dioperasikan dari bawah pohon kelapa.  Pembuatan alat pengiris mayang kelapa melalui proses rancangan konseptual, rancangan perwujudan, pabrikasi and pengujian alat di lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban tarik untuk mengiris mayang sebesar adalah 12-20 kg gaya. nira yang dihasilkan dengan cara mengiris mayang dengan alat adalah 0,73 -1,41 liter.  sementara penyadapan nira yang dihasilkan dengan tradisional sebesar 0,97-2,34 liter. Penyadapan dilakukan selama 21 hari. Pisau yang tajam, sudut pisau nol derajat, dan sistem pengungkit merupakan tiga kondisi untuk mengurangi beban tarik saat pengiris mayang kelapa.
Pengembangan Tungku Briket Batubara Skala Rumah Tangga Tamrin Tamrin
agriTECH Vol 30, No 4 (2010)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.124 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9716

Abstract

Improving of a coal briquette stove is required in the context of energy diversification for strengthening national energy security. The policy of kerosene conversion to LPG is a short term policy and needs other source of energy alternative.  In idealized sense, all potentials should be used for household cooking, not always depending on a particular energy source. Purpose of this research was to improve a household coal briquette stove to increase stove efficiency and ease in ceasing the ember. Design criteria of the coal briquette stove were based on heat transfer from the burning coal to the heated object, ease in ceasing the ember, and facilitating the exhausting smoke from the kitchen room. Performance test to the designed stove was conducted on analyses of temperature at the bottom of a pan versus time during the firing, heat efficiency, and the time of ceasing ember. The results showed that the cooking temperature (>180 oC) was reached after 35-65 minutes. The cooking temperature lasted for 4 hours, heat efficiency of 25.5 % was about optimum, and the time of ember ceasing was 19-33 minutes.ABSTRAKPengembangan tungku briket batubara sangat diperlukan dalam diversifikasi pemakaian energi bahan bakar agar ketahanan energi nasional  menjadi kuat.  Kebijakan pengalihan bahan bakar minyak tanah ke elpiji merupakan ke- bijakan jangka pendek dan perlu energi alternatif lainnya  Idealnya  semua potensi yang ada dapat digunakan untuk memasak, tidak harus bergantung pada energi tertentu.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan tungku briket batubara skala rumah tangga untuk meningkatkan efiseinsi dan memudahkan pematian bara api. Tungku briket batubara dibuat didasarkan pada sistem pindah panas dari bara briket ke objek yang dipanaskan, memudahkan pe- matian bara api briket batubara dan menyalurkan asap dari ruang pembakaran keluar dari ruang dapur. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu dasar panci selama pembakaran, untuk mendapatkan efisiensi tungku dan lama waktu mematikan bara api briket. Hasil pengamatan terhadap tungku hasil pengembangan menunjukkan bahwa suhu layak memasak (>180 oC) dicapai selama 35-65 menit, lama suhu layak memasak sekitar 4 jam. Efisiensi maksimum tungku adalah 25,5 % dan lama pematian bara api  adalah 19-33 menit.