Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Utilization of Bacterial Consortium as a Biodisinfectan to Reduce Ammonia (NH3) Odor in Broiler Feces Yendri Junaidi; Suhirmanto Suhirmanto; Fitria Nur Aini
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1069

Abstract

Populasi ayam broiler tahun 2021 mencapai 3,11 miliar ekor, limbah feses mencapai 0,15 kg/ekor setiap hari Populasi broiler tahun 2021 mencapai 3,11 miliar ekor, limbah feses mencapai 0,15 kg/ekor setiap hari dengan potensi penghasil amonia (NH3) 54%. Untuk mengurangi konsentrasi ammonia (NH3) dibutuhkan biodisinfektan yang diproduksi dari konsorsium bakteri. Penelitian ini melakukan uji terhadap feses yang diberikan biodisinfektan mencakup total bakteri, konsentrasi amonia, nitrit, nitrat dan pH feses. Uji total bakteri menggunakan uji Total Plate Count (TPC), konsentrasi nitrit dan nitrat di uji mengacu SNI 06-2484-2004, uji pH menggunakan pH meter digital dan uji konsentrasi amonia (NH3) mengacu SNI 06-6989.30-2005. Analisis data menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Duncan menggunakan software SPSS 26.00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total bakteri biodisinfektan terbaik didapatkan pada perlakuan P3 (15% biodisinfektan). Kemudian Penurunan konsentrasi beberapa variabel pada feses perlakuan seperti nitrit yaitu 96,06%, nitrat yaitu 52,46%, amonia (NH3) yaitu dari 46 ppm menjadi 6 ppm atau penurunan sebesar 76,6% serta nilai pH terendah yaitu pH 4.7 juga di dapatkan pada perlakuan P3 (15% biodisinfektan). Penurunan konsentrasi amonia (NH3) sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Nomor 5 tahun 2014 yaitu 0,30 kg/ton atau setara dengan 30 ppm dan penurunan konsentrasi nitrit maupun nitrat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 82 tahun 2001.
Evaluasi Penyuluhan Desain Kemasan untuk Peningkatan Daya Saing Produk Maggot Black Soldier Fly Kering di Kelompok Usaha Bersama Maggot Jaya Makmur, Blitar Nisrina Salsabila; Yudi Rustandi; Yendri Junaidi
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1485

Abstract

Peningkatan sampah organik di Kabupaten Blitar mendorong perlunya solusi berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai dekomposer dan sumber pakan ternak. Namun, pengolahan maggot BSF kering dengan kemasan dan identitas produk yang optimal masih jarang diterapkan di tingkat kelompok tani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyuluhan desain kemasan melalui indikator pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota kelompok KUB (Kelompok Usaha Bersama) Maggot Jaya Makmur. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), meliputi analisis kebutuhan (need assessment), desain (diagram fishbone), pengembangan, dan implementasi meliputi proses desain, uji coba desain dan kegiatan penyuluhan. Sampel terdiri dari 31 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur dampak penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan berhasil mengidentifikasi keterbatasan pengetahuan dan praktik pengemasan. Tahap desain menghasilkan modul dan media berbasis fishbone, sedangkan tahap pengembangan dan implementasi meliputi pelatihan teknik pembuatan desain kemasan, uji coba kemasan dengan melakukan uji Hayami yang menghasilkan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 4.552, dan kegiatan penyuluhan dinilai sangat efektif berdasarkan indikator materi (87%), media (87%), metode (86%), penyaji (91%). Analisis korelasi Spearman, diketahui bahwa baik pengetahuan maupun keterampilan memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap aspek afektif dalam persepsi terhadap kemasan. Kesimpulannya, penyuluhan berbasis R&D efektif menjembatani kesenjangan pengetahuan dan praktik pengemasan, menghasilkan produk maggot BSF kering yang menarik, informatif, dan kompetitif di pasar. Disarankan agar program serupa diterapkan secara lebih luas untuk mendukung daya saing produk lokal berbasis maggot BSF.