Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Application Of Perineum Wound Healing With Binahong Leaf Boiled Water And Fishcork Extract Indrayani, Eni; Indriyastuti, Hastin Ika; Lestari, Medzelia Efenti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Postpartum mothers usually have perineal wound. Perineal wound is perineal tearduring delivery process. It occurs in almost all first deliveries and also many happen to subsequentdeliveries. To hande (or to heal) perineal wound, it can be done by applying binahong leaf boiledwater and fishcork extract.Objective: To determine the acceleration of the perineal wound healing of postpartum mothers byusing binahong leaf boiled water and fishcork extract..Method: This research is a qualitative descriptive with a case-study approach.The participants were24 postpartum mothers who met the inclusion criteria. The instruments used were observationsheets, reeda scala sheets and a camera. The data were obtained through interview, observation, anddocumentation.Results: after being given boiled water from binahong leaves and snakehead fish extract for 7 days to24 participants, 20 people (83.3%) healed on day 6 and 4 people (16.7%) healed on day 7. Woundhealing time an average of 6.15 days has experienced faster unification. The effectiveness of boiledwater from binahong leaves on the healing of perineal rupture in 24 respondents showed that 83.3%of perineal rupture healed in the fast category (< 6 days).Conclusion: The application of boiled water of binahong leaf and extract of fishcork can helppostpartum mothers heal their perineal wounds.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Gizi Balita pada Ibu Balita untuk Pencegahan Stunting di RS PKU Muhammadiyah Gombong Sofiana, Juni; Indriyastuti, Hastin Ika; Sulasih, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is one of the health problems that Indonesia is still facing. The World Health Organization (WHO) once placed Indonesia as the third country with the highest prevalence of stunting in Asia in 2017. Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the First 1,000 Days of Life (HPK). Stunting affects the growth and development of the brain so that there is a higher risk of suffering from chronic diseases in adulthood. The purpose of this community service is to increase knowledge to mothers of toddlers about toddler nutrition. This community service method is to conduct counseling about toddler nutrition. Community service results: Pretest results show that of the 15 mothers of children under five who participated in the activity, 11 mothers had less knowledge, and 4 had sufficient knowledge. The results of the posttest after the counseling were 15 mothers of toddlers who had good knowledge. The conclusion of community service is: There is an increase in knowledge after counseling on toddler nutrition
Increased Knowledge of Parents in Oral and Dental Care in Pre-School Age Children (2-5) Years in TKIT and KBIT Az Zahra Indriyastuti, Hastin Ika; Sofiana, Juni; Indrayani, Eni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool children aged 2-5 years have a high percentage of caries problem (40% -75%). The main factor caused by caries in preschool children is the frequency of brushing their teeth, the lack of fluorine water supply, the access to dental health services, diet, and the parents' knowledge about dental and oral health. Parental knowledge should know about their child's dental health, especially a mother. The purpose of this activity is to increase the knowledge of parents in maintaining oral and dental caries in pre-school age children at KBIT and TKIT Az Zahra Karanganyar. The method used in this activity starts from the preparation stage, providing material about dental caries in children and evaluation. Activity assessment was carried out by analyzing the results of the pre-test and post-test questionnaires. The results showed that most parents experienced an increase in knowledge about dental caries in pre-school age children. This activity succeeded in increasing parents' knowledge about dental caries in pre-school age children at KBIT and TKIT Az Zahra Karanganyar
Upaya Pencegahan Diare pada Balita dengan peningkatan pengetahuan Perawatan Botol Susu dan cuci tangan Sofiana, Juni; Indriyastuti, Hastin Ika; Astuti, Dyah Puji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi dan menjadi salah satu penyebab kematian pada anak di bawah 5 tahun. Salah satu penyebab terjadinya diare adalah kurangnya pengetahuan perawatan botol susu dan cuci tangan. Cuci tangan dan perawatan botol susu yang tepat merupakan salah satu upaya pencegahan diare. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan perawatan botol susu dan cuci tangan dalam pencegahan diare. Metode, dengan melakukan penyuluhan tentang perawatan botol susu dan cuci tangan. Hasil pengabdian masyarakat : Hasil Pretest menunjukkan bahwa dari 24 ibu balita yang mengikuti kegiatan, 18 ibu memiliki pengetahuan kurang, dan 6 mempunyai pengetahuan yang cukup. Hasil Posttest yang dilakukan setelah penyuluhan yaitu 24 ibu balita memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan pengabdian masyarakat yaitu : Terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan.
Penerapan Konsumsi Sari Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nifas Madumeta, Dhenara; Kusumastuti, K; Indriyastuti, Hastin Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian ASI eksklusif di wilayah Buluspesantren tahun 2021 yaitu 72,9%. Salah satu penyebab tidak diberikannya ASI eksklusif untuk bayi usia dibawah enam bulan yaitu produksi dari ASI ibu nifas yang terhambat atau tidak lancar di masa awal setelah bersalin bahkan lebih dari tiga hari setelah bersalin. Dampak dari tidak diberikan ASI eksklusif sampai usia bayi enam bulan yaitu kurangnya tumbuh kembang anak secara baik. Sari kacang hijau dapat sebagai alternative ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI, karena didalam kacang hijau terkandung vitamin B1 (thiamin) yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi, memperkuat system saraf dan juga untuk memproduksi ASI. Penerapan konsumsi sari kacang hijau pada ibu nifas untuk meningkatkan jumlah produksi ASI. Penelitian ini merupakan jenis studi kasus. Partisipan dalam penelitian yaitu 3 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Penerapan dilakukan selama 8 hari sejak 6 jam setelah bersalin, partisipan mengkonsumsi sari kacang hijau 150 ml setiap kali minum dengan frekuensi waktu pagi dan sore hari. Setelah dilakukan penerapan konsumsi sari kacang hijau selama 8 hari dengan frekuensi konsumsi 2x sehari terjadi peningkatan produksi ASI dengan kategori baik pada ketiga partisipan. Saat sebelum diberikan penerapan, produksi ASI ketiga partisipan dengan kategori kurang baik
EDUKASI PENANGANAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN FAMILY CENTERED CARE GUNA MENCIPTAKAN GENERASI BERKUALITAS DI DESA TAMBAKMULYO Dewi, Adinda Putri Sari; Indrayani, Eni; Mutoharoh, Siti; Indriyastuti, Hastin Ika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita stunting memiliki berbagai masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak. Keluarga diharapkan memiliki kesadaran dan pemahaman yang baik tentang perawatan anak stunting. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, bertujuan untuk memberdayakan keluarga dengan balita stunting melalui edukasi penanganan stunting melalui pendekatan Family Centered Care di Desa Tambakmulyo. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui ceramah, demo dan simulasi, praktik dan diskusi. Harapannya bahwa ibu dan keluarga semakin lebih baik dalam menerapkan pola asuh pada anak dan balita stunting semakin optimal dalam tumbuh kembangnya Stunting.