Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SISTEM RESI GUDANG KOMODITAS LADA PUTIH DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG yulia yulia; Fithriyyah Adilah; Fournita Agustina
Journal of Integrated Agribusiness Vol 3 No 1 (2021): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.83 KB) | DOI: 10.33019/jia.v3i1.1867

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkenal dengan hasil alamnya terutama komoditas perkebunan seperti lada putih. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan penghasil lada putih terbesar di Indonesia, maka dari itu pemerintah membuat program Sistem Resi Gudang yang bertujuan memberikan keuntungan bagi pihak petani dalam menghadapi permasalahan dalam berusahatani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, tingkat pengalaman usahatani, dan keikutsertaan penyuluhan terhadap penerapan Sistem Resi Gudang serta mengidentifikasi manfaat Sistem Resi Gudang komoditi lada putih. Analisis data yang digunakan dalam penelitian merupakan analisis statistik dengan model regresi linier berganda dan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert yang bersumber dari data primer dan skunder tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usahatani, dan keikutsertaan penyuluhan memberikan pengaruh terhadap penerapan Sistem Resi Gudang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ada sebanyak 69,3% bahwa petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan bahwa dengan adanya Sistem Resi Gudang memberikan cukup manfaat dalam mendapatkan harga yang lebih baik, kualitas dan kuantitas atas barang yang disimpan, mendapatkan pembiayaan, serta meningkatkan harga tawar.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Melestarikan Budaya Lokal Bangka Belitung Laila Hayati; Putra Pratama Saputra; Yulia Yulia; Tiara Ramadhani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.4733

Abstract

The advanced of information technology has facilitated society to interact each other without border of the time and space. It transforms into platform known as social media. The social media becomes a potential platform to assimilate the western culture into the local culture. It threats the local identity. The program aims to maintain the local culture of Bangka Belitung Islands Province by utilizing the social media. Thus, the training on utilizing the social media in maintaining the local culture of the province into the active users among the students in SMA N 1 Sungai Selan, SMA N 1 Air Gegas, and SMA N 1 Kelapa was used as the method of the community service. The program found that the participants showed their enthusiastic in maintaining their culture by using social media. 70 percent of the participants had utilized the social media in maintaining the local culture by uploading text, picture, and video on their social media account.
STRATEGI PEMASARAN PRODUK MINUMAN DI PT BOLEH.ID KOTA PANGKAL PINANG Yulia
AgriMalS Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.92 KB) | DOI: 10.47637/agrimals.v1i2.407

Abstract

Pada umumnya manusia mengonsumsi air putih yang bersih, jernih, dan steril sebagai minuman utama untuk dikonsumsi dan juga untuk kesehatan. Sari buah adalah salah satu produk olahan buah-buahan yang telah lama dikenal. Kandungan gizinya yang tinggi, rasanya yang menyegarkan serta timbulnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan mendorong berkembangnya industri sari buah buah-buahan sebagai pengganti minuman bersoda, kopi, atau teh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pemasaran dan bauran pemasaran yang ada di PT. Boleh.ID Kelurahan bacang, kecamatan bukit intan pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang ada di PT. Boleh.ID ini masih belum efektif banyak hal lain yang harus diperbaiki guna untuk menambah hasil pemasarannya. Namun produk-produk yang dijual disini memiliki kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau.
SOSIALISASI ASAP CAIR SEBAGAI KOAGULAN GETAH KARET YANG RAMAH LUNGKUNGAN DI DESA KEMUJA KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA Yulia Yulia; Rostiar Sitorus; Rati Purwasih; Eni Karsiningsih; Rufti Puji Astuti; Muntoro Muntoro; Evahelda Evahelda; Fournita Agustina; Eddy Jajang Jaya Atmaja; Iwan Setiawan; Novyandra Ilham Bahtera
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i8.4559

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi penghasil perkebunan di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2021) sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDRB) di Bangka Belitung sebesar 4,06 persen. Desa Kemuja merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mendo Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini memberikan sosialisasi informasi mengenai koagulan Asap cair tersebut kepada petani dan masyarakat Desa Kemuja. Metode pelaksanaan dilakukan dengan persiapan program, Memberikan sosialisasi tentang asap cair sebagai koagulan (penggumpal) getah karet yang ramah lingkungan serta memberikan pelatihan penggumpalan getah karet menggunakan asap cair kepada petani karet. Analisis yang dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan pendampingan adalah Petani karet di Desa Kemuja antusias mengikuti kegiatan penyuluhan tentang asap cair sebagai koagulan (penggumpal) getah karet yang ramah lingkungan serta kegiatan pelatihan menggumpalkan getah karet menggunakan asap cair LISA, asap cair Fronthea, dan asap cair Deorub SOP dengan konsentrasi 15%.
STRATEGI PRIORITAS PEMBERDAYAAN AGRIBISNIS PERDESAAN (KASUS : DESA PANCA TUNGGAL, KEC. PULAU BESAR, KABUPATEN BANGKA SELATAN) Yulia Yulia; Novyandra Ilham Bahtera; Herdiyanti Herdiyanti
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 5: Januari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Perdesaan sangat diperlukan untuk Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan mereka tinggal di Perdesaan. Pengembangan agribisnis di Desa Panca Tunggal masih berhadapan dengan banyak kendala. Selain itu kesadaran masyarakat atas pentingnya pendidikan masih dirasa kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan Perdesaan baik kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman yang dirumuskan dalam strategi pengembangan agribisnis Perdesaan. Metode pengolahan dan analisis data terdiri dari analisis deskriptif dan analisis formulasi strategi. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan matriks SWOT untuk merumuskan strategi dan matriks QSP untuk memilih alternatif strategi berdasarkan prioritas. Matriks SWOT Strategi Pemberdayaan Agribisnis Perdesaan menghasilkan enam alternatif strategi yang kemudian dianalisis menggunakan matriks QSP, lalu diperoleh prioritas strategi yaitu dengan nilai TAS sebesar 5,296 yaitu penanaman tanaman di pekarangan atau di dalam pot yang bertujuan untuk dapat menambah pendapatan saat pandemi covid 19 saat ini, guna memenuhi kebutuhan gizinya secara mandiri, tidak harus membeli di pasar bahkan diharapkan dapat memasarkannya dengan harga yang baik
Analisis Efisiensi Pemasaran Nanas (Ananas Comosus. L) (Studi Kasus: Di Kelurahan Tuatunu Indah Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang) Vanni Novita Sari Sihombing; Yulia Yulia; Iwan Setiawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.6

Abstract

Province of Bangka Belitung has considerable potential in the field of horticulture. One of the horticultural fields that is quite large is pineapple which has the potential in Tuatunu Indah Village. The amount of pineapple production is not accompanied by the price received by farmers and the large difference in the price received by farmers and the price paid by consumers. So with this research the researcher aims to describe the marketing channels and functions of pineapple in Tuatunu Indah Village and analyze the efficiency of pineapple marketing in Tuatunu Indah Village. The method used in this research is the case study method. %.   The sampling technique used in this research is the snowball sampling technique. The data analysis method used in this research is descriptive, qualitative and quantitative. The results showed that the marketing channel of pineapple in Tuatunu Indah Village, Gerunggang Subdistrict, Pangkalpinang City consisted of 4 marketing channels, namely channel I which consisted of farmers and end consumers. Marketing channel II is a channel consisting of farmers, retailers and end consumers. Marketing channel III is a channel consisting of farmers, middlemen, retailers and end consumers. Channel IV is a channel consisting of farmers, wholesalers, retailers and end consumers. The marketing functions carried out on each marketing channel of pineapple in Tuatunu Indah Village, Gerunggang Subdistrict, Pangkalpinang City are the functions of buying, selling, harvesting, transporting, sorting and grading, storage, risk, cost and market information. The marketing efficiency of pineapple in Tuatunu Indah Village, Gerunggang Subdistrict, Pangkalpinang City on channels I to IV has a marketing efficiency value of 15,28%, 14,89%, 24.69% and 52,86%. Based on the value of marketing efficiency from channels I to IV, it shows that channels I to III are efficient because the efficiency value is 50%, while for channel IV it is not efficient because it has a marketing efficiency value of 50%.
Karakteristik Konsumen Beras Berdasarkan Harga dan Kelas Sosial Pada Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan Yulia Yulia; Rostiar Sitorus; Aruna Asista
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 23, No 1 (2022): JAP : Vol. 23, No. 1, Februari 2022 - Juli 2022
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v23i1.5541

Abstract

Beras merupakan komoditas tanaman pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Beras yang dikonsumsi oleh masyarakat baik individu, rumah tangga, maupun usaha jasa. Konsumen beras pun terdiri dari beragam kelas sosial, baik ditinjau dari pekerjaan, pendapatan, kekayaan, dan variabel kelas sosial lainnya. Garis pendapatan konsumsi menunjukkan bahwa perbedaan pendapatan yang diperoleh menyebabkan perbedaan pola konsumsi pada setiap konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik konsumen beras berdasarkan kelas sosial di Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Convinience Sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah Interview/Wawancara, Kuesioner, Observasi dan Survei, Focus Group Discussion. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk meringkas dan mempermudah pemahaman mengenai karakteristik dan proses pengambilan keputusan dalam pembelian beras oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen beras berdasarkan Kelas Sosial adalah sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, telah menikah, pekerjaan ibu rumah tangga, mempunyai suku Melayu dan berada dalam usia dewasa dalam sebagai pengambil keputusan terkait dengan konsumsi beras dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
The Implementation of Good Agricultural Practices by Smallholder Oil Palm Farmers (Challenges and Determining Factors) Novyandra Ilham Bahtera; Yulia Yulia; Herza Herza
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i2.1674

Abstract

The palm oil industry in Indonesia, especially among smallholders, faces challenges in adopting Good Agricultural Practices (GAP) to achieve sustainability standards such as ISPO. This study explores the extent to which smallholders understand GAP and the factors that influence their adoption. Using a survey approach through structured interviews with oil palm farmers in Bangka District, this study explored the relationship between farmers' socio-economic characteristics and their understanding of GAP. The collected data were analyzed using multiple regression to identify significant patterns, especially regarding the influence of training and mentoring on GAP adoption. The study also highlighted unique dynamics between land size, income, and farming experience, providing important insights into small-scale farmers' adoption of modern methods. The results open up a discussion on how farmer capacity-building strategies can be designed to accelerate GAP adoption in the future.