Arih Diyaning Intiasari
Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Determinants of National Health Insurance Utilization for Catastrophic Disease Management in Indonesia Widayati, Hesti Prawita; Intiasari, Arih Diyaning; Rejeki, Dwi Sarwani Sri
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit katastrofik merupakan penyakit yang membutuhkan biaya yang besar sehingga diperlukan Jaminan Kesehatan Nasional untuk menjaminnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk penanganan penyakit katastrofik. Subjek dan Metode: Penelitian dilakukan secara sistematis dengan pendekatan PRISMA. Pencarian dilakukan dengan menggunakan basis data elektronik yang terdiri dari PubMed, PubMed central, semantic scholar, google scholar dengan kata kunci pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional dan penyakit katastrofik, menghasilkan 678 artikel yang dipersempit menjadi 6 artikel yang relevan selama kurun waktu 10 tahun. Hasil: Faktor-faktor pendukung pemanfaatan JKN untuk penanganan penyakit katastrofik di Indonesia adalah pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, status perkawinan, jenis kelamin, usia, biaya pengobatan dan penyakit kronis, Kesimpulan: Kajian penelitian ini dapat menemukan faktor-faktor pendukung pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional dalam penanganan penyakit katastrofik di Indonesia. Temuan dari berbagai negara menunjukkan bahwa pendapatan, jumlah anggota keluarga, status perkawinan, jenis kelamin, usia, biaya pengobatan dan penyakit kronis berperan penting dalam pemanfaatan JKN dalam penanganan penyakit katastrofik.
Peningkatan kualitas pelayanan rawat jalan di rumah sakit indonesia melalui manajemen lean healthcare: A systematic review Priladiantika, Berta Ivana; Intiasari, Arih Diyaning; Mulyanto, Joko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1542

Abstract

Background: Lean management, part of the Toyota Production System, is now applied across various industries to improve service quality. The implementation of lean in hospitals aims to enhance efficiency, reduce the length of hospital stays, and minimize medical errors, although the outcomes vary depending on factors such as leadership, training, and staff engagement. Purpose: To examine the improvement of the quality of outpatient services in Indonesian hospitals through lean healthcare management. Method: This article uses a PICO approach and follows the PRISMA guidelines, starting with a database search that yielded 256 articles. These were then screened based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 12 relevant articles. The selection process included the removal of duplicate articles, screening of titles and abstracts, and full-text evaluation. Results: The implementation of lean management in Indonesian hospitals was carried out by observing and recording service flow from registration to payment, then analyzing service time based on Value-Added and Non-Value-Added Activities using Visual Stream Mapping or spaghetti diagrams, and discussing solutions through the 5 Whys and Fishbone Analysis methods. Conclusion: Lean management has been proven effective and suitable for application in hospital outpatient services to improve efficiency by eliminating waste and optimizing systems.   Keywords: Healthcare; Hospital; Lean Management; Outpatient.   Pendahuluan: Manajemen Lean, bagian dari Toyota Production System, kini diterapkan di berbagai industri untuk meningkatkan kualitas layanan. Implementasi manajemen lean di rumah sakit bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi lama pelayanan, dan meminimalkan kesalahan medis, meskipun hasilnya bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kepemimpinan, pelatihan, dan keterlibatan staf. Tujuan: Untuk mengkaji peningkatan kualitas pelayanan rawat jalan di rumah sakit Indonesia melalui manajemen lean healthcare. Metode: Artikel ini menggunakan pendekatan PICO dan mengikuti pedoman PRISMA, dimulai dengan pencarian database yang menghasilkan 256 artikel. Artikel-artikel ini kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 12 artikel yang relevan. Proses seleksi mencakup penghapusan artikel duplikat, penyaringan judul dan abstrak, serta evaluasi fulltext. Hasil: Implementasi manajemen lean di rumah sakit Indonesia dilakukan dengan mengamati dan mencatat alur layanan dari pendaftaran hingga pembayaran, kemudian menganalisis waktu layanan berdasarkan Aktivitas Bernilai Tambah (Value-Added) dan Aktivitas Tidak Bernilai Tambah (Non-Value-Added) menggunakan Visual Stream Mapping atau diagram spageti, dan mendiskusikan solusi melalui metode 5 Whys dan Analisis Fishbone. Simpulan: Manajemen lean terbukti efektif dan cocok untuk diterapkan di layanan rawat jalan rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi dengan menghilangkan pemborosan (waste) dan mengoptimalkan sistem.   Kata Kunci: Healthcare; Manajemen Lean; Rawat Jalan; Rumah Sakit.
Efektivitas promosi kesehatan gigi dan mulut menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada pra lansia dan lansia Putri, Ghaida Humaira Susilo; Intiasari, Arih Diyaning; Aji, Budi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1699

Abstract

Background: Oral health is an integral part of overall health. In pre-elderly and elderly individuals, cognitive decline and low education levels often lead to low awareness and knowledge about maintaining dental and oral hygiene. One way to increase knowledge is through education using leaflets. Purpose: To determine the effectiveness of dental and oral health promotion using leaflets on knowledge levels in pre-elderly and elderly individuals. Method: This study used a quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test on 36 pre-elderly and elderly respondents selected using a total sampling technique. The research instrument was an eight-item questionnaire, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test. Results: The average knowledge score of respondents increased from 4.53 before the intervention to 6.50 after the leaflet education. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p<0.05), indicating a significant difference between knowledge before and after the intervention. Conclusion: Education using leaflets is effective in increasing knowledge about dental and oral health among pre-elderly and elderly people because it conveys information in an engaging, clear, and easy-to-understand manner. Recommendation: A combination of leaflets with an audiovisual approach and improved practices, such as brushing and denture care, and follow-up evaluation to measure long-term behavior changes are needed.   Keywords: Dental and Oral Health; Elderly; Knowledge; Health Promotion; Media Leaflets.   Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada pra lansia dan lansia, penurunan fungsi kognitif dan rendahnya tingkat pendidikan sering menyebabkan rendahnya pengetahuan serta kesadaran dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media leaflet. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan gigi dan mulut menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada pra lansia dan lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test pada 36 responden pra lansia dan lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner delapan butir pertanyaan, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden meningkat dari 4.53 sebelum intervensi menjadi 6.50 setelah diberikan penyuluhan menggunakan leaflet. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0.000 (p<0.05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan pra lansia dan lansia tentang kesehatan gigi dan mulut karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, jelas, dan mudah dipahami. Saran: Perlu adanya kombinasi leaflet dengan pendekatan audiovisual, dan demonstrasi praktik, seperti cara menyikat gigi atau perawatan gigi tiruan, serta evaluasi tindak lanjut untuk mengukur perubahan perilaku jangka panjang.   Kata Kunci:Kesehatan Gigi dan Mulut; Lansia; Media Leaflet; Pengetahuan; Promosi Kesehatan.