Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL PADA MATA KULIAH DASAR BUSANA PROGRAM STUDI PKK FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Sarah Nadia; Rosmala Dewi; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi lapangan di perpustakaan Program Studi PKK, perpustakaan FKIP Universitas Syiah Kuala dan Pustaka Induk Universitas Syiah Kuala, masih terbatasnya referensi dalam bentuk modul pembelajaran pada Mata Kuliah Dasar Busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis digital pada mata tersebut. Modul ini di desain berdasarkan literasi digital agar mahasiswa merdeka belajar bisa diakses dimana saja dan kapan saja, dan dapat membantu mahasiswa untuk belajar mandiri tanpa bergantung sepenuhnya kepada dosen dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RD) dengan menggunakan model ADDIE. Prosedur pengembangan melalui 5 tahap, yaitu: (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implentation (implementasi), dan (5) Evaluation (evaluasi). Modul yang dikembangkan divalidasi oleh 1 (satu) orang ahli media, 1 (satu) orang ahli materi, kemudian diuji coba pada mahasiswa semester II angkatan tahun 2020 berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/ angket dengan pengukuran Skala Likert . Analisis data dengan statistik deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan modul pembelajaran berbasis digital sudah memenuhi kategori sangat baik dengan persentase 91,07% berdasarkan hasil uji ahli media, hasil uji ahli materi dengan persentase 87,5% berada dalam kategori sangat baik, dan hasil tanggapan mahasiswa terhadap modul pembelajaran berbasis digital pada Mata Kuliah Dasar Busana adalah 88,33% berada dalam kategori sangat baik. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis digital layak digunakan untuk mahasiswa semester II pada Mata Kuliah Dasar Busana FKIP Universitas Syiah Kuala.Kata Kunci: Pengembangan, Modul Pembelajaran, Digital.
DESAIN BUSANA MUSLIM UNTUK SANTRIWAN Rahmah Yulianiza; Fadhilah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana muslim santriwan merupakan busana yang digunakan sesuai dengan kriteria dan ruang lingkup sebuah pesantren. Busana yang dimaksud merupakan busana muslim yang islami dan yang sudah ditetapkan dengan peratuan yang berlaku. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendesain busana muslim untuk santriwan, membuat busana muslim untuk santriwan, dan mengetahui tanggapan responden terhadap desain busana muslim santriwan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan (applied research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari 2 santri tsanawiyah (SMP), 2 santri aliyah (SMA), pimpinan dayah, 2 ustad dan 2 ustazah di dayah modern Darul Ulum Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, studi kepustakaan, eksperimen terapan dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian busana muslim untuk santriwan, responden banyak menyukai desain I karena model, motif dan warna yang terdapat pada desain I sangat sesuai dengan kriteria berbusana untuk santriwan, sedangkan pada desain yang dieksperimenkan responden menyukai model dan warna yang digunakan pada desain model IV karena desain model IV sangat sesuai dengan busana santriwan serta warna pada desain IV merupakan warna yang netral agar dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan ketentuan berbusana untuk santriwan. Dari ke 6 desain, hanya 1 desain yang diproduksi yaitu desain IV. Menurut responden, model desain IV sangat sesuai dengan busana santriwan karena dari segi motif sangat unik dan segi warna sangat netral sehinga dapat digunakan oleh jenis kulit manapun. Disarankan untuk santriwan agar dapat menggunakan busana muslim sesuai dengan kesempatan.Kata Kunci: Desain, Busana Muslim
PERAN ORANG TUA TERHADAP MINAT WIRAUSAHA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMALB YPAC BANDA ACEH Adinda Maisuri; Fadhilah .; Mukhirah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua memegang peran penting dalam menumbuhkan minat berwirausaha dengan membimbing, mengawasi dan memberi semangat kepada anaknya, sehingga dengan adanya peran orang tua, anak dapat memiliki minat yang kuat untuk mencapai tujuan dalam berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh anak dalam lingkungan sekolah serta kegiatan yang dilakukan diluar sekolah, mengetahui peranan orang tua terhadap minat wirausaha anak dan mengetahui harapan orang tua kepada anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, di sekolah para anak dari responden memilih program unggulan tata busana, pantonim dan seni tari. Para responden berperan dalam keputusan yang diambil oleh anak, serta berperan dalam menumbuhkan dan mengembangkan minat anak dengan cara memberikan dukungan, membimbingan, motivasi dan fasilitas untuk menunjang minat anak. Harapan para responden untuk anak mereka adalah mengembangkan wirausaha setelah menyelesaikan studi. Kesimpulan penelitian ini adalah ada nya peran orangtua yang dijalankan para responden dan dengan dukungan yang diberikan motivasi,bimbingan, fasilitas, perhatian, dan nasihat kepada anak mereka. Semakin tinggi dukungan dari para orangtua maka akan semakin tinggi pula minat wirausaha pada anak. Para anak-anak dari responden aktif melakukan berbagai kegiatan dan tidak antisosial. Para orang tua selalu berperan dalam menumbuhkan dan mengembangkan minat anak dengan harapan dapat berhasil dalam berwirausaha. Disarankan kepada orangtua dapat membekali keterampilan bagi anak guna memperdalami minat mereka dan kepada instansi terkait dapat membantu para anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan wirausaha.Kata Kunci: Peran Orang tua, Minat Berwirausaha, Anak Berkebutuhan Khusus
PERSEPSI MAHASISWA KONSENTRASI TATA BUSANA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Cut Meilina Putri; Rosmala Dewi; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mengenai teori dan keterampilan konsentrasi tata busana tidak hanya dapat dilakukan dengan model pembelajaran konvensional dan demonstrasi biasa, namun mahasiswa dapat mengajar dengan beragam model pembelajaran seperti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa konsentrasi Tata Busana dan keefektivitasan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel secara total sampling yaitu mahasiswa konsentrasi Tata Busana angkatan 2016, 2017 dan 2018. Sebanyak 90 mahasiswa. Data diperoleh melalui kuesioner yang dijawab oleh secara online . Pengolahan data distribusi frekuensi melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa pada aspek pengetahuan, sebagian besar (lebih dari 50%) responden menyatakan setuju mengenai peningkatan pemahaman dan pengetahuan, pemecahan masalah pada diskusi, serta pencapaian hasil pembelajaran maksimal melalui model pembelajaran jigsaw. Pada aspek sikap, sebagian besar responden menyatakan setuju model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan keterampilan diskusi, menghargai pendapat, tanggung jawab, motivasi, serta saling kebergantungan positif dengan membagikan informasi. Pada aspek penerapan, sebagian besar responden menyatakan setuju model pembelajaran jigsaw memiliki tahapan pembelajaran yang efektif, seperti guru menjadi fasilitator yang baik dalam diskusi serta sistem pembagian kelompok yang efektif.Kata Kunci : Jigsaw, Pembelajaran Kooperatif, Persepsi Mahasiswa
PEMASARAN PRODUK KERAJINAN BORDIR DI ERA DIGITAL Nurhidayati .; Fadhilah .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital merupakan globalisasi ilmu teknologi berkembang yang membuat manusia mudah berinteraksi, berkomunikasi, melakukan jual beli tidak harus saling bertemu antara produsen dan konsumen. Internet mempengaruhi penggunaan aplikasi online (E-commerce). Tujuan penelitian untuk mengetahui sistem pemasaran dan sistem manajemen serta tanggapan produsen dan konsumen terhadap kualitas bordir yang dipasarkan pada aplikasi online. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah delapan responden yang terbagi menjadi dua kategori yaitu: empat responden produsen dan empat responden konsumen yang melakukan pembelian berulang produk kerajinan bordir pada aplikasi online. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan dan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sistem pemasaran yang dilakukan sudah mendekati sempurna dan sistem manajemen yang efektif, efisien dan mudah dikontrol belum dimaksimal. Produsen memperhatikan kualitas produk kerajinan bordir dari tahap pembuatan, penyelesaian dan pengemasan supaya konsumen mendapatkan kualitas yang bagus ketika membeli pada aplikasi online. Produsen mendapatkan produk dengan cara memproduksi sendiri dan membeli dari pengrajin bordir. Penggunaan aplikasi online jika dimaksimalkan banyak manfaat seperti mengurangi pengangguran, menambah pendapatan, membuat usaha offline terkenal menghemat waktu dan konsumen mendapatkan harga murah daripada pembelian offline. Bagi mahasiswa PKK dan masyarakat umum dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi online di kondisi pandemi Covid-19 untuk menjadi alternatif mengatasi masalah pada kondisi ekonomi sekarang.Kata Kunci : Pemasaran , Produk Kerajinan Bordir, Aplikasi Online
MINAT MAHASISWA TATA BUSANA PROGRAM STUDI PKK FKIP UNSYIAH TERHADAP PROGRAM SM-3T Safrida Hanum; Mukhirah .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar di daerah 3T memiliki banyak tantangan baik itu dari segi kondisi alam, sosial maupun budaya masyarakat. Data awal menyatakan bahwa hanya sedikit mahasiswa PKK yang berminat terhadap program SM-3T dan dapat dikatakan masih minim, padahal yang kita tahu bahwa mahasiswa PKK baik itu dari kosentrasi Tata Busana maupun Tata Boga sangat dibutuhkan di daerah 3T karena mempunyai ketrampilan yang sangat banyak sehingga dapat menambah wawasan mengenai cipta karya, kerajinan dan mengajarkan ilmu-ilmu lainnya yang sangat bermanfaat di daerah 3T. Penelitian ini mengkaji tentang Minat Mahasiswa Tata Busana Program Studi PKK FKIP Unsyiah Terhadap Program SM-3T. secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) Ketertarikan mahasiswa Tata Busana Program Studi PKK FKIP Unsyiah terhadap program SM-3T. (2) Faktor-faktor yang mempengaruh minat mahasiswa Tata Busana Program Studi PKK FKIP Unsyiah terhadap program SM-3T. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini yang menjadi subjek adalah Alumni Tata Busana leting 2009/2010 yang sudah pernah mengikuti tes program SM-3T yang berjumlah 4 orang dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dari penelitian ini kesimpulan yang peneliti dapatkan adalah minat responden terhadap program SM-3T di pengaruhi oleh minat pribadi, maupun dorongan orang tua. Program SM-3T memberikan banyak pengalaman baru bagi para peserta yang di anggap penting dalam proses belajar mengajar serta menunjang kemampuan seorang pengajar. Beradaptasi dan bersosialisasi dengan perbedaan yang ada mulai dari budaya, bahasa hingga gaya hidup dan keterbatasan sarana prasarana belajar mengajar sehingga menuntut para peserta untuk mampu memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Meskipun program SM-3T tidak ada lagi, diharapkan ada program pengganti untuk memperbaiki pendidikan yang ada di daerah 3T.Kata Kunci : Minat Mahasiswa Tata Busana, Program SM-3T
PEMANFAATAN AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN KERTAS SENI UNTUK PRODUK KERAJINAN Siti Khadijah; Novita .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebuadalah residu dari proses penggilingan tanamantebu, tanaman ini sangat diminati oleh masyarakat karena menghasilkan air tebu yang manis dan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, akan tetapi pembakaran ampas tebu menimbulkan pencemaran udara. Hal ini yang mendasarinpemilihan ampas tebu sebagai bahan alternatif pembuat kertas seni untuk produk kerajinan dengan menggunakan metode organosolv dengan pelarut organik tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan utama untuk pembuatan kertas seni dengan menggunakan metodeorganosolv, mengaplikasikan kreativitas kertas seni dari pemanfaatan ampas tebu untuk produk kerajinan.Untuk mengetahui respon konsumen terhadap kertas seni dan pengaplikasiannya pada produk kerajinan lampu hias. Produk lampu hias yang dieksperimenkan berjumlah 3 buah dengan bentuk yang berbeda. Dari hasil analisis data responden memberikan tanggapan positif terhadap ide pembuatan kertas seni dengan pengaplikasiannya pada produk kerajinan lampu hias. Beberapa poin yang menjadi pertanyaan seperti tanggapan terhadap ide pembuatan kertas seni dari pemanfaatan ampas tebu, pengaplikasian pada produk kerajinan lampu hias, tanggapan mengenai kerapian produk, tanggapan terhadap bentuk dan motif lampu hias hasil dari pengaplikasian kertas seni. Hasil penelitian menyatakan 50% konsumen sangat menyukai produk lampu hias model 1, dan sebanyak 67,5% sangat menyukai produk lampu hias model 2, dan hampir seluruhnya sangat menyukai produk lampu hias model 3 yaitu 82,5 %. Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa dari ketiga model lampu hias yang dihasilkan dari peneliti ini, lampu hias model 3 merupakan model yang sangat disukai dan diminati dengan berdasarkan bentuk dan motifnya. Diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat mengembangkan kreativitas dan keterampilannya dalam memanfaatkan ampas tebu yang tidak terpakai lagi menjadi barang atau produk yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.Kata Kunci : Ampas Tebu, Kertas Seni, Produk Kerajinan.
PEMBUATAN BUSANA KERJA WANITA MENGGUNAKAN POLA DASAR BUSRA Busratul Husna; Mukhirah .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana kerja merupakan busana yang dipakai ketika melakukan pekerjaan sesuai dengan tugasnya masingmasing. Syarat-syarat busana kerja merupakan sederhana dalam bahan, warna, dan model, praktis, mudah dalam pemeliharaan, dan sesuai dengan jenis pekerjaan. Semua jenis busana kerja yang digunakan memberikan identitas secara kasat mata tentang suatu pekerjaan si pemakai. Tiap-tiap macam pola kontruksi diberi nama menurut nama si penciptanya atau nama orang yang mengembangkan salah satu macam pola tersebut, dengan perubahan sedikit demi sedikit dari pola aslinya, seperti pola dasar Busra yang dikembangkan dari pola-pola lain. Pola busana harus digambar dengan benar berdasarkan ukuran badan seseorang yang diukur secara cermat, agar hasil jadi busana nantinya sesuai dengan bentuk tubuh si pemakai. Begitu pula sebalikmya, jika ukuran yang diambil tidak tepat dan menggambar pola juga tidak benar, maka hasil yang didapatkan tidak akan sesuai dengan ukuran seseorang. Penelitian yang berjudul Busana Kerja Wanita Menggunakan Pola Dasar Busra dengan tujuan yaitu Menciptakan pola dasar Busra dan mengembangkannya sesuai desain busana kerja wanita, Melakukan proses pembuatan busana kerja wanita menggunakan pola dasar Busra, Mengetahui bagaimana hasil jahitan busana kerja wanita menggunakan pola dasar Busra. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan menggunakan Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis untuk menguji/mengembangkan teori-teori yang ada. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang pakar dalam bidang pola busana, dan subjek berikutnya adalah 1 orang dosen pengasuh mata kuliah busana dan praktisi dibidang pembuatan pola dan menjahit dan juga 5 orang pelanggan. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pola dasar Busra, desain produk, dan hasil produk yang berupa busana kerja wanita langkah-langkah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Studi Kepustakaan, Dokumentasi, Observasi, Eksperimen Terapan. Berdasarkan hasil penelitian busana kerja wanita model bluse dan rok yang didesain dan dijahit menggunakan langkah-langkah yang sistematis sesuai dengan desain model yang akan dijahit. Secara keseluruhan hasil eksperimen yang telah diperoleh sesuai untuk busana kerja yang bisa digunakan untuk segala golongan.Kata Kunci : Busana Kerja Wanita, Pola Dasar Busra
DAYA TARIK REMAJA PUTRI PADA PRODUK KERAJINAN MAKRAME Maryana .; Fikriah Noer; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan pada sebuah busana akan menunjukkan sebuah keindahan yang terkandung di dalamnya Desain busana remaja dapat menggunakan bahan tekstil untuk membuat teknik makrame. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi remaja putri terhadap busana dari produk kerajinan makrame, faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik remaja putri pada produk kerajinan macrame pada busana dan penerapan produk kerajinan makrame pada busana remaja putri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi, dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi remaja putri terhadap busana produk kerajinan makrame sangat positif. Remaja putri sangat teratrik dengan kerajinan makrame karena kerajinan ini dapat dengan mudah dibuat tanpa menggunakan mesin. Remaja putri juga beranggapan bahwa kerajinan makrame merupakan suatu kerajinan yang memanfaatkan tali dan benang sebagai bahan utama, sehingga memudahkan dalam membuatnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik remaja putri terhadap produk kerajinan makrame pada busana dikarenakan kerajinan ini dapat dimodifikasi dalam bentuk apapun. Remaja putri beranggapan bahwa keindahan dan kualitasnya mampu meyaingi persaingan-persaingan kerajinan lainnya. Penerapan produk kerajinan makrame pada remaja putri tidak hanya pada busana saja, namun juga pada asesoris-asesoris lainnya. Adapun jenis-jenis kerajinan makrame yang digunakan atau dipakai oleh remaja putri tersebut diantaranya; baju sweater, tas, jilbab atau kerudung.Kata kunci: Daya Tarik Remaja Putri, dan Kerajinan Makrame
PEMANFAATAN KULIT PINANG DALAMKREASI RANGKAIAN BUNGA KERING Riska Yanti; Fadhilah .; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pinang (Areca Catechu) merupakan jenis tanaman palma yang menghasilkan limbah kulit pinang, selama ini kulit pinang terbuang begitu saja tidak dimanfaatkan sebagai sumber ekonomis, salah satu dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk mengkreasikan rangkaian bunga kering. Rangkaian bunga kering adalah sebuah rangkaian dari beberapa potongan bunga kering yang dirangkai menjadi sebuah susunan yang indah dengan menggunakan limbah kulit pinang sebagai bahan dasar dan beberapa jenis tanaman lain sebagai pelengkap. Penelitian ini mengkaji tentang Pemanfaatan Kulit Pinang dalam Kreasi Rangkaian Bunga Kering. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk Menggunakan limbah kulit pinang sebagai bahan dasar,kendesain bunga kering dari limbah kulit pinang, mengaplikasikan limbah organik lainnya sebagai pelengkap dan untuk mengetahui respon konsumen terhadap rangkaian bunga kering. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kepustakaan, dokumentasi, eksperimen terapan dan penyebaran angket. Pengolahan data dilakukan 3 bulan pada Januari-Maret 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian telah memanfaatkan limbah kulit pinang sebagai bahan dasar untuk pembuatan kreasi rangkaian bunga kering, 3 model bentuk yaitu desain 1 merupakan desain berbentuk hand bouqet, rangkaian 2 merupakan rangkaian bunga dalam vas, dan rangkaian 3 adalah rangkaian hiasan dinding.. Adapun untuk proses pembuatannya dibuat secara sistematis dan terarah sesuai dengan desain yang akan dirangkai. Berdasarkan hasil respon masyarakat sangat menyukai hasil desain 3 karena terkesan lebih indah dan rapi dengan dipadukan bingkai kayu, selanjutnya model 1karena mudah dibawa dan model 2 disebabkan hasilnya kurang maksimal dibandingkan dengan rangkaian 1 dan 2. Respon konsumen hasilnya positif terhadap ide, perpaduan warna, produk, kerapian, kelayakan produk, dan tanggapan terhadap rangkaian bunga kering yang sudah dihasilkan.Limbah kulit pinang dapat digunakan membuat rangkaian bunga, gantungan kunci, yang memiliki nilai estetika dan nilai jual untuk menambah perekonomian.Kata Kunci: Kulit Pinang, Rangkaian Bunga Kering