Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH REGULASI DIRI (SELF REGULATION) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA MAN 1 BULUKUMBA Reski Hastuti; Ulfiani Rahman; Muchlisah Muchlisah
Al-AHYA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2019): AL-AHYA
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.649 KB) | DOI: 10.24252/al-ahya.v1i2.8074

Abstract

This study aims to (1) describe the self regulation of students of class XI MIA MAN 1 Bulukumba, (2) describe the learning motivation of students in class XI MIA MAN 1 Bulukumba, (3) describe the biology learning outcomes of students XI MIA MAN 1 Bulukumba, (4) the effect of self regulation on learning biology of students of class XI MIA MAN 1 Bulukumba, (5) the influence of learning motivation on learning biology of students in class XI MIA MAN 1 Bulukumba and (6 ) the influence of self regulation and learning motivation of students in class XI MIA MAN 1 Bulukumba,on learning biology outcomes. This study included quantitative research with ex post facto correlation methods. This research is a population study so that the subject of this study is all 71 students of class XI MIA MAN 1 Bulukumba. This study used self regulation and learning motivation scale instrument and also documentation. Data were analyzed with descriptive and inferential statistics. The results of this study are (1) students self regulation is in the medium category. (2) Learning motivation is in the medium category. (3) Learning outcomes is in high category. (4) Self regulation has a positive and significant influence on learning biology outcomes (5) Learning motivation has a positive and significant influence on learning biology outcomes. (6) Self regulation and learning motivation have positive and significant influence on the results learning biology outcomes. It can be suggested from this research, that teachers can use this as an input to redesigning the Lesson plan in order to improve self regulation and learning motivation of the students.Key words: Self Regulation, Motivation Learning, Learning Outcomes Biology. 
IDENTIFIKASI FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG INTERNALISASI NILAI DALAM PENGASUHAN ANAK PADA KELUARGA BUGIS DI SULAWESI SELATAN Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i2.52984

Abstract

Problematika maraknya perilaku tawuran dan perilaku kriminal remaja di Kota Makassar, menjadi alasan untuk menelusuri sejauh mana internalisasi nilai dalam keluarga Bugis diterapkan dalam pengasuhan anak. Gambaran penerapan internalisasi nilai akan dihadapkan pada berbagai faktor yang memengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mendukung proses internalisasi nilai dalam pengasuhan anak pada keluarga Bugis yang berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 31 keluarga yang terdiri dari responden ayah (n=31), ibu (n=31), dan anak remaja (n=31). Pemilihan responden penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mengidentifikasi keluarga yang benar-benar merupakan suku Bugis. Selain itu penambahan responden keluarga dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi bagi keluarga yang dapat dijangkau secara langsung dan penyebaran survey terbuka bagi keluarga yang tidak terjangkau. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi MAXQDA versi 2018. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pendukung dan penghambat dalam proses internalisasi nilai. Adapun faktor pendukung diantaranya melibatkan kualitas dan kuantitas interaksi orang tua-anak, penggunaan bahasa daerah, adanya dasar agama pada anak, teknologi informasi, dan visi orang tua. Sementara faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan, perkembangan teknologi, kualitas hubungan orang tua-anak, jarak antara orang tua dengan anak, dan pengetahuan orang tua tentang budaya.
KONSEP DAN MAKNA NILAI BUDAYA PADA RELASI ORANG TUA DAN ANAK DI KELUARGA BUGIS SULAWESI-SELATAN Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i1.59122

Abstract

              Salah satu fungsi pengasuhan orang tua kepada anak adalah untuk membangun pondasi relasi dan menanamkan nilai-nilai yang dianggap berperan sebagai dasar dalam membangun kepribadian anak. Nilai budaya menjadi nilai kompleks yang penting untuk ditanamkan sebagai kerangka pengembangan kecakapan pribadi dan sosial. Budaya Bugis memiliki nilai komprehensif dan luas sebagai acuan dalam tatanan masyarakatnya, namun belum terkonsep secara baku mengenai nilai apa saja yang diterapkan dalam pengasuhan. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk melihat konsep-konsep nilai budaya yang dipakai oleh orang tua dalam pengasuhan anak, pemaknaan nilai-nilai Bugis pada penerapannya dalam pengasuhan, konsep nilai Bugis yang diketahui oleh anak, pemaknaan nilai-nilai Bugis bagi anak, dan kesesuaian antara nilai yang dipahami oleh orang tua dengan nilai yang diketahui oleh anak. Responden penelitian adalah orang tua yang memiliki anak remaja dan responden remaja dengan rentang usia 11-21 tahun. Teknik pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data pertanyaan terbuka secara online dan offline menggunakan google form dan instrumen tertulis. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi MAXQDA dalam penggolongan tema jawaban responden. Hasil penelitian memperlihatkan adanya tiga belas penggolongan tema konsep nilai yang didapatkan dari responden orang tua, sementara terdapat sepuluh tema yang sama didapatkan pada responden remaja. Kesepuluh konsep nilai tersebut adalah nilai siri’ (harga diri), nilai siri’ (malu), sipakatau (saling membantu), sipakainge’ (saling mengingatkan), sipakalebbi’ (saling menghargai), mappatabe (menghargai orang tua), lempu’ (kejujuran), pammali (menghindari pantangan), adat uang panai (mahar), dan pangngaddereng (nilai adat). Tiga konsep nilai tidak didapatkan pada responden anak namun terdapat pada responden orang tua, yaitu male’bi (bersikap lemah lembut), taro ada taro gau (konsistensi), dan reso (bekerja keras). Pemaknaan nilai yang sama-sama didapatkan pada jawaban orang tua dan anak (remaja) diantaranya adalah menjadi pedoman perilaku, pembelajaran hidup, kontrol perilaku, prinsip hidup, identitas diri, menjaga keharmonisan, sarana beradaptasi, dan melestarikan budaya. Sementara beberapa nilai yang lain disebutkan oleh orang tua, yaitu landasan dalam pengasuhan, membelajarkan moral, dan menambah wawasan. Dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian, terdapat kesesuaian sebagian besar konsep nilai antara orang tua dengan remaja dalam keluarga Bugis di Sulawesi Selatan.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Sastra: Tela’ah Novel Para Pencari Keadilan Karya Pipiet Senja dan Relevansinya bagi Tujuan Pendidikan Nasional Nur Alfiyyah Salam; Besse Marjani Alwi; Rahmiati, Rahmiati; Mardhiah, Mardhiah; Muchlisah, Muchlisah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung didalam novel “Para Pencari Keadilan” karya Pipiet Senja, 2) relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam Novel “Para Pencari Keadilan” karya Pipiet Senja terhadap tujuan Pendidikan Nasional. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel dan menganalisis relevansinya terhadap tujuan Pendidikan Nasional.  Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library reseach), adapun teknik pengambilan data yaitu teknik dokumenter dan analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu analisis isi menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini antara lain: Pertama, nilai Aqidah yang menekankan pada keyakinan akan keesaaan Tuhan. Kedua, nilai Syariah yang mencakup pada aspek ibadah, tercermin dalam novel “Para Pencari Keadilan” yang menekankan bagaimana Rumondang tetap berpegang teguh pada hukum islam. Terakhir, nilai Akhlak yang menekankan pentingnya karakter yang baik, seperti kejujuran, tanggung jawab dan peduli terhadap sesama yang tercermin dalam novel “Para Pencari Keadilan”.  Nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam novel “Para Pencari Keadilan” memiliki hubungan yang erat dengan tujuan Pendidikan Nasional Indonesia. Pendidikan Nasional bertujuan untuk menciptakan individu yang beriman, berpengetahuan, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.Implikasi dalam penelitian ini yaitu dapat dijadikan acuan bagi pendidik dalam menggabungkan nilai-nilai Pendidikan Islam dalam novel kedalam kegiatan pembelajaran, serta penelitian ini dapat memperluas kajian kesusastraan Islam dengan menekankan peran karya sastra sebagai sarana pembelajaran yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam.