Sulaiman Mohammad Nur
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tafsir Politik: Studi terhadap Pemikiran Politik Hamka dan Pengaruhnya dalam Tafsir Al-Azhar Halimatussa'diyah, Halimatussa'diyah; Anisatul Mardiah; Kher, Abdul; Hidayat, Rahmat; Sulaiman Mohammad Nur
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.22790

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran politik Hamka dan pengaruhnya dalam penafsiran. Banyak prediket dapat disandangkan kepada sosok Hamka. Hamka tidak hanya dikenal sebagai seorang sastrawan, kolumnis, tetapi Hamka juga populer sebagai seorang ulama, mufassir dan politikus. Hamka dalam menyampaikan ide-ide pemikirannya, tidak hanya dengan lisan tetapi juga tulisan. Hal ini terbukti banyaknya karya-karya Hamka dari berbagai lintas keilmuwan. Karya Hamka yang populer dan fenomenal adalah Tafsir al-Azhar. Sebagai seorang yang terlibat dalam politik praktis, memberi pengaruh bagi Hamka dalam menafsirkan al-Qur’an.  Di antara ide-ide pemikiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar adalah berkaitan dengan politik. Penelitian ini adalah penelitian library reseach dengan sumber data primer Tasir al-Azhar dan sumber sekunder adalah buku-buku yang berhubungan dengan penelitian. Analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini adalah menurut Hamka, perintah musyawarah terdapat dalam al-Qur’an, namun al-Qu’an tidak menjelaskan secara detail pelaksanaan musyawarah. Pelaksanaan musyawarah tergantung kepada situasi dan kondisi masyarakat. Dalam pemilihan kepala negara, Hamka berpendapat bahwa syarat kepala negara adalah orang seiman. Alasan Hamka kepala negara yang dipilih orang seiman, karena kepala negara tidak seiman (non-muslim) dapat mengajak kepada thaghut. Hubungan negara dan agama tidak ada pemisahan antara urusan negara dengan agama.
HIDAYAT AL SALIKIN (Analisa Hadis Dalam MempengaruhiBudaya Melayu Palembang) Sulaiman Mohammad Nur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v17i1.639

Abstract

Shaykh 'Abd al-Samad al Falembaniy is scholar who also have a role to spread Islam in the archipelago. In order to combat irregularities and practice of religious teachings in the archipelago, he translated two works of al Ghazaliy‟s, Lubab Ihya 'Ulum al-Din and al Bidayat Hidayat. Two of these works present a system of Sufism at that time. Al Falembaniy also authored many books of Sufism, one of his works entitled Hidayat al Salikin. His contribution in Islamic thought has shown how his works have been "transmitted" to become a tradition of Islam in Malay Archipelago. Hadis on meal at the dawn of fasting day in Hidayat al Salikin explain how, the meal can distinguish between the fasting of Muslims and that of non Muslims. Furthermore, the meal will give the blessing. It is Prophet Muhammad tradition, and it provides motivation in worship. Hadith about the efficacy of zam-zam water is written in Hidayat al Salikin book. Ite explains how the zam zam contains a lot of vapour chemical elements that are not found in other water. It also provides motivation in public health. Hadith about the dreams is also written in his book Hidayat al Salikin. It explains how the forecast on dreams that exist in the community is wrong. Then it turns on explaining how the actual nature of dreams.